Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 48 - Kembali ke kota.


__ADS_3

Sudah cukup berteriak," ucap Zhi Yuan menghentikan ucapan selamat yang di ucapkan berulang-ulang.


"Dan kau Tuan mmmm, aku rasa namamu terlalu panjang," ucap Zhi Yuan.


Zhou Zhiping masih berlutut dengan kedua tinju menyatu di depan kening nya hanya menunduk,


"a-ku akan mencoba menyingkatnya Jendral," teriak Zhou Zhiping, bersungguh-sungguh.


Zhi Yuan mengangguk sambil menimbang-nimbang lencana emas nya,


"Emas ini cukup berat," Zhi Yuan melempar lencana emas nya kepada seorang bawahan nya yang terlihat paling senior, membuat Zhou Zhiping hampir menangis, karena benda itu begitu terhormat dan berharga di mata nya.


"Paman Wang, kau paling bijak, kumpulkan semua harta rampasan dan juga hadiah ku, bagikan semua nya kepada keluarga korban yang meninggal secara benar," ucap Zhi Yuan dan meninggalkan tempat itu.


****


Musim dingin tiba, dan Zhi Yuan kembali ke kota Jingyang seperti tahun-tahun sebelumnya, namun kali ini sedikit rasa sedih di rasakan nya, karena ini adalah tahun terakhir dirinya akan bertemu Dewi Zhang Ziyi.


Zhi Yuan memasuki kota Jingyang, kali ini pemuda itu tidak sendirian, 118 pengikut setia nya ingin berkunjung ke kediaman Zhi Yuan, sesudah melihat kediaman Zhi Yuan mereka semua terpecah belah, mereka mencari hiburan di seluruh kota, dan berjanji bertemu di akhir tahun di kediaman Zhi Yuan untuk berangkat bersama ke Gerbang Timur.


Paman Kwan Lu terlihat begitu gembira, Raja Yuan menghadiahkan sebuah patung Kirin terbuat dari tembaga untuk Zhi Yuan, dan sekitar 10 prajurit yang bertugas di kota Jingyang kini di perintahkan menjaga kediaman Zhi Yuan, pria tua itu terus meneriaki bawahan nya, dan selalu membawa lap bersih naik keatas tangga untuk mengelap patung besar itu meski para pekerja dari kerajaan Yuan belum selesai memasang patung besar itu di halaman tengah.

__ADS_1


Sebuah ruangan di Paviliun Dong Chu, tidak jauh dari kesibukan orang-orang itu, dua wanita sedang bicara, wajah keduanya terlihat begitu serius, dan sedikit murung.


"Kakak Ziyi, apa kau yakin akan melakukan nya?" tanya Wu Xiang Yu sambil memegang jemari Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi tersenyum lembut dan mengelus wajah cantik Wu Xiang Yu.


"Nona Wu, kau jangan khawatirkan aku, hatiku tidak tersentuh perasaan seperti itu, awasi saja calon suami mu, saat ini aku sudah membuat beberapa celah di hatinya, dan aku rasa itu sudah cukup untuk menghancurkan nya, ingat biarkan Zhi Yuan terluka begitu dalam, semakin menyakitkan semakin baik, dan saat cairan keemasan tanpa bercampur darah keluar dari simbol segel itu maka kita berhasil," ucap Zhang Ziyi.


Wu Xiang Yu memeluk Dewi Zhang Ziyi, keduanya berpelukan seperti ingin menghilangkan kegelisahan di hati mereka masing-masing.


Keduanya tersenyum, meski terlihat begitu dipaksakan, Dewi Zhang Ziyi ingin mencairkan suasana, dan mendekati ranjang nya, Wanita itu mengangkat dua jubah di kanan dan kiri tubuh nya dan seperti meminta pertimbangan dari seseorang di depan nya, orang di depan nya itu menggeleng, telunjuk nya mengetuk ujung bibir lebar nya, mata nya mengamati seluruh pakaian di atas ranjang indah itu. namun orang itu menunjuk sebuah gaun yang di gantung di pojok, gaun yang sedikit transparan dengan potongan di atas paha, berwarna coklat gelap dengan manik-manik indah di beberapa tempat.


"aahhh... tidak, adik Wu.... itu pakaian yang sangat tidak pantas, bahkan aku seperti tidak mengenakan apa-apa, aku akan menghaidahkan semua pakaian seperti itu untuk pernikahan mu," ucap Dewi Zhang Ziyi, dan Wu Xiang Yu tertawa cekikikan.


Wajah Dewi Zhang Ziyi sedikit membeku, dan tersenyum tanpa sadar,


"Yuan'er sudah tiba, bersiaplah!" ucap Zhang Ziyi, matanya terpejam dalam-dalam melepas kepergian Wu Xiang Yu yang membawa bungkusan kain berisi beberapa pakaian yang di berikan Zhang Ziyi.


Zhi Yuan menghentikan langkah nya di depan pintu gerbang paviliun Dong Chu yang kini di jaga beberapa prajurit, seorang wanita yang begitu cantik sudah menunggu nya, dengan gigi yang terlihat tajam dari senyum lebar yang indah, wanita itu terlihat sedikit malu.


Zhi Yuan mengangguk beberapa saat, dan mendekati wanita itu,

__ADS_1


"Kakak Yuyue...," ucapan Zhi Yuan terpotong oleh telunjuk Wu Xiang Yu di bibirnya, wanita itu berhambur dan memeluk pemuda tinggi itu erat-erat,


"Jangan bicara, aku tahu kau sangat bodoh dalam urusan bicara manis kepada wanita, dan akan merusak suasana hatiku," ucap Wu Xiang Yu yang tenggelam di dada Zhi Yuan.


Zhi Yuan hanya mengangguk, dan membalas pelukan wanita itu, membuat hati Wu Xiang Yu begitu senang, keduanya terdiam cukup lama di bawah gerbang itu, hingga seorang wanita lain nya sudah di belakang mereka.


"Nona Wu... bisakah kau tidak terlalu lama bermesraan di tempat umum seperti itu, mereka juga memerlukan pintu itu," ucap Zhang Ziyi menatap beberapa pelayan serta Kwan Lu yang hanya terdiam dengan membawa barang berat ingin melewati pintu gerbang itu.


Zhi Yuan sedikit tersenyum menyadari kesalahannya, dan menarik tubuh Wu Xiang Yu agar tidak menghalangi jalan para pelayan dan juga Paman Kwan, mereka semua tersenyum sambil menyapa majikan mereka. Zhi Yuan mendekati Zhang Ziyi dan memberikan hormat nya, Tetua.... maksud ku Kakak Ziyi lama tidak bertemu," ucap Zhi Yuan.


Zhang Ziyi mengangkat alis nya, seperti isyarat agar Wu Xiang Yu meninggalkan tempat itu, dan wanita itu yang masih ingin berlama-lama bersama calon suaminya harus mengalah,


"Suami... Kakak Ziyi, aku harus pergi, ada urusan dengan para pengelola Penginapan, untuk mengatasi masalah musim dingin yang sudah tiba," ucap Wu Xiang Yu, wanita itu memeluk Zhi Yuan dan mencium pipi pemuda itu.


"Nanti malam aku akan mampir lagi, jangan tidur dulu," ucap Wu Xiang Yu dan meninggalkan paviliun Dong Chu setelah sedikit berbasa-basi dengan Zhang Ziyi, sambil membawa pakaian pemberian dari Dewi Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi melenggak-lenggok sesaat mengawasi situasi, dan saat terlihat begitu sepi, keduanya saling menatap, terlihat bola mata indah di bawah bulu lentik itu bergerak dengan alis sedikit terangkat seperti sedang bertanya,


"Bagaimana kau bisa begitu mesra pada Adik Wu, tapi begitu dingin padaku? aku begitu cemburu," ucap Dewi Zhang Ziyi seperti gadis kecil yang merajuk.


Zhi Yuan hanya terdiam tidak bisa menjawab, seperti tidak sabaran wanita itu menarik tangan pemuda itu dan membawa ke sebuah ruangan yang paling dekat dengan tempat itu,

__ADS_1


"Calon istri mu sudah pergi, katakan apa kau tidak merindukan ku?" bisik Zhang Ziyi sambil menatap mata pemuda itu dengan wajah mereka begitu dekat.


__ADS_2