Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 59 - Hanya kesalahan


__ADS_3

Pagi mulai terlihat, Zhang Ziyi tidak kembali ke ruangan nya, wanita itu tinggal di bangunan samping yang megah.


"Aahhhh.... apa yang telah aku lakukan?" gumam Zhang Ziyi, wanita itu memejamkan matanya dalam-dalam.


"Semua sudah terjadi, penyesalan pun hanya percuma, yang terjadi adalah suatu kesalahan, aku terlalu terbawa perasaan bersalah, dan ingin meminta maaf pada pemuda itu, hanya itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tidak ada cinta, atau hal semacam nya," gumam Dewi Zhang Ziyi menyangkal hatinya.


"Namun ada sedikit yang membuat ku begitu malu, bisa di katakan pemuda itu besar di pangkuan ku, aku seperti ibu bagi nya.... meski tubuh ku terlihat muda, tapi tetap saja aku terlihat jauh lebih dewasa dari nya, aahhh aku tidak bisa membayangkan seorang wanita dewasa begitu liar menjerit penuh kenikmatan bercinta dengan seorang pemuda ingusan, aaahhhh ini benar-benar gila, demi apapun ini sangat memalukan seorang Dewi kehilangan kesucian di tempat duduk," batin Zhang Ziyi wajah nya seperti ingin menangis, karena begitu malu.


Zhang Ziyi masih begitu gelisah, pikiran nya begitu kacau, dan begitu kelelahan karena berpikir, namun sesekali ingatannya kembali pada pergulatan panasnya, dan benda besar yang membuat terus bergetar dan memuntahkan cairan deras dari celah nya.


"Apa aku melewatkan sesuatu?" batin Zhang Ziyi, dan mulai mengeluarkan kitab nya, keningnya sesekali berkerut, dengan bola mata ke arah samping seperti mengingat sesuatu. telunjuk nya terus bergerak di atas kitab itu, mata nya semakin melebar, dan akhirnya kedua tangannya menutup wajahnya.


"Aku tidak memikirkan ini sebelum nya, aku adalah Dewi Teratai Emas, yang dahulu adalah pemberi kesuburan di alam tengah, bocah itu telah menerima energi murni dari teratai emas dan darah perawan ku membuat milik nya seperti hidup, aahhh.... pantas saja," batin Dewi Zhang Ziyi menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Tidak akan ada wanita yang mampu bertahan lebih dari 6 menit jika merasakan nya, karena benda itu hidup dan mampu mencari titik ternikmat dari pasangan nya, juga getaran petir itu mampu membuat ku gila, maksud ku para wanita gila, aaahhhh.... sebaiknya aku membaca kitab welas asih saat ini," gumam Zhang Ziyi.


****


Keesokan harinya, Zhi Yuan duduk di meja makan di temani dua wanita cantik, pagi itu Zhang Ziyi terlihat begitu dingin, tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya, matanya terlihat kosong dan hanya memainkan sumpit di mangkuk makan nya yang juga kosong.


Wu Xiang Yu juga terdiam mata cantik nya sesekali mencuri pandang kepada Dewi Zhang Ziyi ingin mengetahui apa yang terjadi, dan mendelik ke arah Zhi Yuan yang terlalu berisik saat makan, membuat pemuda itu memelankan cara makan nya sesaat, namun kembali berisik beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"Kakak Ziyi, kau sama sekali tidak makan, dan juga bibir mu sedikit terluka," ucap Wu Xiang Yu, sambil menggunakan telunjuk nya mengetuk-ngetuk bibir nya sendiri untuk memberitahu letak luka Zhang Ziyi.


Zhang Ziyi sedikit menyentuh luka di bibir nya, sesuai petunjuk Wu Xiang Yu, wajahnya sedikit memerah, matanya tidak berani menatap Zhi Yuan, Dewi seperti nya biasanya mampu menyembuhkan luka dalam hitungan jam, bahkan detik, tetapi wanita itu seperti membiarkan luka itu sembuh dengan alami, tanpa menggunakan kekuatan langit yang dimilikinya.


"Aku tidak lapar, hari ini aku ingin berkunjung ke Biksu Kepala di Kuil Suci, dan juga mencari udara segar, Adik Wu mintalah obat memar pada Kwan Lu, seperti nya bocah itu sudah pintar," ucap Zhang Ziyi dan menatap marah ke arah Zhi Yuan.


Dewi Zhang Ziyi berdiri dan mengunakan sedikit energi qi membuat nya terlihat berjalan normal.


Wu Xiang Yu dengan cepat memperbaiki kerah lehernya, dan hanya menunduk dengan senyum hambar nya, namun setelah kepergian Dewi Zhang Ziyi, Wu Xiang Yu menarik kerah Zhi Yuan dan menatap lekat-lekat mata pemuda itu,


"Apa yang terjadi? bagaimana seorang Dewi bisa terluka?" tanya Wu Xiang Yu, mata wanita itu sedikit melebar saat melihat bekas gigitan di bahu dan leher calon suaminya, namun Wu Xiang Yu hanya diam dan berpura-pura tidak mengetahui nya.


Beberapa hari ini Dewi Zhang Ziyi terlihat semakin dingin, wanita itu bahkan tidak pernah bicara dengan Zhi Yuan dan menjaga jarak, hanya Wu Xiang Yu yang menemani Zhi Yuan, kini terlihat Zhi Yuan lebih perhatian, dan bahkan tidak jarang kedua nya bercanda meski diakhiri dengan pertarungan yang selalu di menangkan oleh Wu Xiang Yu, karena sejak kecil pemuda itu dididik agar tidak berkelahi dengan wanita. sesekali Zhang Ziyi menatap Zhi Yuan dari jendela ruangan nya.


***


Terlihat seorang berkuda dengan pakaian seperti Zhou Zhiping, begitu juga dengan dua pedang sejajar di pinggang nya, namun sorot mata pria ini terlihat begitu dingin, dan sebuah lencana emas di pinggang nya menandakan jika dia seorang pemimpin di Biro Banteng Besi, di belakang nya seorang pria dengan tinggi dua meter dengan otot tubuh begitu besar. Zhi Yuan dapat merasakan jika keduanya memiliki kultivasi di ranah raja, dan setidaknya 700 ratus orang pasukan mengikuti kedua orang itu.


"Pemimpin Biro Banteng Besi? dan Pasukan sebanyak itu di musim dingin?" batin Zhi Yuan dan tampak seseorang sudah menunggu pasukan itu, dan orang itu tidak lain Xu Guang Zhou.


Xu Guang Zhou terlihat sedikit berbasa-basi dengan penunggang kuda itu, dan mereka berjalan ke arah yang sama.

__ADS_1


"Suami, apa yang di lakukan prajurit itu? dan kenapa kita bersembunyi?" tanya Wu Xiang Yu.


"Mereka tidak akan bersenjata lengkap jika hanya ingin berlibur, dan aku tidak tahu kenapa kita bersembunyi," ucap Zhi Yuan dan melangkah menuju paviliun Dong Chu.


Makan malam mereka lalui dengan berbincang hangat di ruang tengah bangunan paling belakang, Dewi Zhang Ziyi terlihat tidak dingin lagi, namun selalu terlihat kesal jika menatap Zhi Yuan, oleh Zhi Yuan bahkan Paman Kwan ikut makan dalam satu meja, Kwan Lu begitu antusias membicarakan tentang manusia besar yang di bicarakan orang-orang pasar.


Acara makan sudah selesai, dan Wu Xiang Yu sudah mengatakan jika malam itu wanita itu akan menginap di paviliun Dong Chu.


"Paman Kwan, antar adik Wu ke kamar nya ini sudah malam," ucap Dewi Zhang Ziyi, dan matanya menyipit dan sudut matanya menatap sinis ke arah Zhi Yuan.


Dengan cepat Wu Xiang Yu menggenggam jemari Zhi Yuan di bawah meja, seperti tidak ingin terpisah, namun wanita itu tidak berani membantah Dewi Zhang Ziyi.


"aahhh... Nona Besar, biar aku antar," ucap Kwan lu berdiri dan sedikit membungkuk.


Wu Xiang Yu terpaksa meninggalkan tempat itu dan mengikuti Kwan Lu menuju ruangan yang biasa dirinya gunakan dengan Zhi Yuan, mereka sudah beberapa kali melakukan nya setelah peristiwa di rumah hiburan itu, dan tampak Wu Xiang Yu semakin pintar dan cepat belajar.


"Tetua ini sudah malam, aku akan beristirahat," ucap Zhi Yuan dan masuk ke ruang tidur nya.


malam merangkak semakin tua, beberapa lentera sudah di padamkan oleh Kwan Lu, dan terlihat sesosok sedang mengendap-endap dan membuka pintu ruang tidur Zhi Yuan dengan begitu pelan. Zhi Yuan mengetahui jika penyusup itu adalah Wu Xiang Yu, dan berpura-pura tidur.


"Adik Wu?" ucap Dewi Zhang Ziyi yang sedang duduk di bangku tidak jauh dari tempat tidur Zhi Yuan.

__ADS_1


"Kakak Ziyi," balas Wu Xiang Yu yang tersenyum kaku.


__ADS_2