Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 31 - Paviliun Dong Chu.


__ADS_3

Zhi Yuan menatap semua tamu mereka dan menatap ke arah Tetua Zhang, namun sosok berkerudung itu masih saja bergeming, dan seorang wanita yang terlihat paling dewasa mendekati Tetua Zhang.


"Te-tua, anda memanggil kami ke tempat ini, apa ada yang bisa kami lakukan?" tanya wanita itu.


Pertanyaan wanita itu juga mewakili pertanyaan dari Zhi Yuan yang juga ingin menanyakan hal yang sama.


Tetua Zhang membuka sebuah peti di dekatnya, meski seluruh jemarinya tertutupi lengan jubah namun Tetua Zhang mampu mengambil beberapa keping emas dan memberikan nya pada wanita itu, membuat wajah wanita itu begitu terkejut dan begitu gembira, namun Zhi Yuan samasekali tidak melihat tangan Tetua Zhang.


"Ini hanya bayaran di depan, jika kau berhasil peti ini akan menjadi milik mu," ucap Tetua Zhang.


Mata wanita itu melebar melihat isi peti yang di penuhi ratusan koin emas, bibir nya sedikit bergetar dan sorot matanya yang awalnya gembira kini tersirat sedikit ketakutan menatap ke arah sosok berkerudung itu, dan sesekali matanya menatap panik ke arah Zhi Yuan.


"Te-tua, ini begitu banyak, melebihi penghasilan rumah bordil ku selama ini, apa tetua ingin kami meracuni seorang pejabat?" ucap wanita itu dengan suara bergetar, dan semua wanita di tempat itu seketika terdiam dan seperti menahan nafas mereka.


"hahaha.... tidak, kau tidak perlu membunuh, atau hal semacam itu untuk bayaran ini, kau hanya perlu menyiapkan satu wanita setiap malam untuk pemuda itu di tiduri selama tiga puluh hari, apa itu bisa kau lakukan?" ucap Tetua Zhang.


"uhukkkkk....," teh di bibir Zhi Yuan menyembur dan mengenai beberapa wanita yang di samping nya.


Zhi Yuan mengusap bibirnya dengan punggung tangannya, namun beberapa wanita seperti berebut mengusap bibir Zhi Yuan dengan sapu tangan yang memang mereka bawa.


Wajah wanita dewasa itu terlihat begitu lega, dan memejamkan mata dalam-dalam,


"aahhh.... Tetua, dengan emas sebanyak itu, anda bisa membeli rumah bordil ku beserta para wanita penghibur nya, hahaha..." tawa wanita itu.


Tetua Zhang menggelengkan kepalanya,


"aku tidak berminat membeli nya," ucap nya sedikit kesal.


"hahah... maafkan aku Tetua, tapi aku akan menutup rumah bordil ku selama setahun, dan hanya mempersiapkan wanita-wanita tercantik yang ku miliki untuk tuan muda ini, dan juga kami akan melayani Tetua jika Tetua berkeinginan," ucap wanita itu sambil tertawa cekikikan, dan berusaha memegang tubuh Tetua Zhang.

__ADS_1


Sebelum tangan wanita itu menyentuh pakaian tebal Tetua Zhang jemari yang terbungkus jubah tebal sudah menyambar leher wanita dewasa itu, membuat wanita itu begitu ketakutan dengan mata melotot.


"Kau jangan pernah berani menyentuh ku, tidak ada wanita yang boleh menyentuh tubuh ku ini," ucap Tetua Zhang, suara nya menggema, dan seluruh lentera di rumah itu tiba-tiba meredup hawa dingin mulai terasa, membuat para wanita di tempat itu berkumpul saling memeluk karena ketakutan.


"Ma-af kan aku Tetua, sebenarnya aku sudah mendengar dari para pelayan itu mengatakan ada dari Kuil Suci, tapi aku benar -benar tidak menyangka anda seorang tetua Biksu, " ucap wanita itu dengan suara terbata-bata.


Tetua Zhang melepaskan wanita itu, dan wanita itu mengelus leher nya dan sedikit menjauh dari Tetua Zhang, ruangan yang redup perlahan kembali seperti awal.


"Kalian tunggu apa lagi, cepat kalian layani tuan muda ini sebaik-baiknya," teriak wanita bertubuh sedikit subur itu, dan menuangkan teh ke cawan Tetua Zhang.


Mata Zhi Yuan melebar menatap ke arah Tetua Zhang,


"Te-tua," ucap Zhi Yuan seperti mencoba protes atas keinginan Tetua Zhang, namun Tetua Zhang tetap pada pendiriannya.


"Tetua, apa perlu kami membawa tuan muda itu ke kamar nya? atau tetua sebaiknya beristirahat di ruangan lain," ucap wanita dewasa itu, melihat Zhi Yuan masih menatap kesal ke arah Tetua Zhang.


Tetua Zhang menggelengkan kepalanya,


Sudah cukup lama acara makan itu namun Zhi Yuan tidak menunjukkan kerjasama dengan para wanita itu, membuat wanita dewasa itu mendekati Tetua Zhang.


"Tetua ini sedikit sulit, apa bisa kami memberikan nya sedikit alkohol?" tanya wanita itu seperti berbisik ke Tetua Zhang.


"oohhh... alkohol? aku hampir lupa di sini ada benda itu, pemuda itu bukan Biksu jadi lakukan lah," ucap Tetua Zhang.


Beberapa guci telah kosong, dan wajah Zhi Yuan kini terlihat memerah, dan mulai meladeni perbincangan dari para wanita itu, bahkan tangan para wanita itu sudah memasuki pakaian dari Zhi Yuan tanpa ada perlawanan lagi dari pemuda itu lagi.


"hehe... itu bagus, kalian melakukan nya dengan baik, " ucap suara serak namun sosok nya sudah tidak berbekas dari tempat duduknya semula.


Pagi sudah tiba Zhi Yuan yang sudah tersadar, mendapati empat wanita mengenakan pakaian sekenanya, bahkan ada yang benar-benar tidak berpakaian, raut wajah para wanita itu terlihat begitu kelelahan dan sedikit sisa senyum menunjukkan kepuasan.

__ADS_1


Zhi Yuan memejamkan matanya dalam-dalam, dan menyambar pakaiannya, dengan cepat memakai nya, dan mengendap-endap keluar dari rumah itu.


Sesampainya di halaman Zhi Yuan sedikit terkejut karena dirinya berada di sebuah kediaman yang begitu mewah, sebuah halaman luas di kelilingi empat bangunan besar, namun bangunan paling belakang terlihat kecil namun begitu asri, letaknya sedikit jauh, untuk mencapai nya harus melewati jembatan berliku, dengan alas bata dan beratap indah di sangga oleh pilar-pilar besar yang terbuat dari kayu berbentuk lingkaran.


Tampak beberapa pelayan sudah menyapu halaman, dan di sudut belakang terdapat gerbang dan tampak orang-orang berpakaian petani hilir mudik seperti membawa hasil pertanian di punggung mereka, membawa nya ke sebuah gudang dekat ruangan dengan asap mengepul. Pria tua yang di kenal nya sebagai pelayan senior sedang sibuk mengatur para petani itu, dan saat melihat Zhi Yuan pelayan senior itu setengah berlari mendekati pemuda itu.


"Tuan muda, anda sudah terbangun, silahkan ikut dengan ku," ucap pelayan tua itu, dan membawa Zhi Yuan ke sebuah gazebo kecil di pinggir taman belakang.


Mata Zhi Yuan melihat puluhan ember kayu besar, sedang di isi tanah, dan air oleh para pelayan pria.


"aahhh... itu permintaan Tetua yang tadi malam, Tetua itu mengatakan akan meletakkan bunga suci yang akan berguna untuk mu," ucap pelayan senior itu


Zhi Yuan duduk dan dua pelayan wanita datang membawa makanan dan menghidangkan di meja di depan Zhi Yuan.


"Silahkan tuan muda, ini sup ginseng Jinan, akan menghilangkan pengar akibat alkohol," ucap pelayan tua itu.


Zhi Yuan mengangguk, jemarinya menekan sudut matanya meredam rasa pusing yang masih sedikit terasa,


"Paman biar aku jelaskan, pertama aku bukan tuan muda, panggil saja Zhi Yuan, sekarang paman duduk dan makan bersama ku, dan jawab semua pertanyaan ku," ucap Zhi Yuan, penuh tekanan dalam setiap kata-kata membuat pelayan tua itu mengangguk dan duduk di dekat Zhi Yuan.


"Aahh tuan, maksud ku Zhi Yuan, Paman mengerti kebingungan mu, namaku Kwan Lu, orang -orang di pasar biasa memanggil ku paman Kwan saja, ini adalah paviliun Dong Chu, awalnya adalah milik seorang bangsawan kaya, yang menjadi salah satu biksu di Kuil Suci, setelah menjadi Biksu, seluruh harta dan rumah beserta pelayan di tempat ini di berikan ke Kuil Suci, karena tuan kami itu tidak memiliki keluarga lagi. dan setelah majikan yang menjadi Biksu itu meninggal, setiap ada tamu untuk Kuil Suci biasanya menginap di paviliun Dong Chu ini, dan untuk Tetua tadi malam, aku tidak mengetahui nama nya, hanya saja Tetua itu pernah ke tempat ini bersama Biksu kepala, Biksu Kepala begitu sopan kepada Tetua ini, Biksu kepala memberikan lencana ini kepada Tetua itu, dan setelah itu Tetua yang tadi malam menjadi pemilik paviliun Dong Chu," ucap pelayan senior itu.


pelayan senior itu menyerahkan sebuah lencana kepada Zhi Yuan,


"dan tadi malam Tetua itu sudah memberikan lencana ini pada mu, mulai saat ini kau adalah pemilik paviliun Dong Chu ini, dan karena itu mulai saat ini aku tidak bisa memanggil mu Zhi Yuan lagi, dan jangan lupa tuan muda di belakang paviliun ini ada sekitar 50 kepala keluarga dan mereka menggarap tanah dari anda, dan ini adalah laporan keuangan anda," ucap Kwan Lu, dan menyodorkan sebuah buku di meja Zhi Yuan.


Zhi Yuan hanya mengangguk sesaat dan mulai mengerti tentang rumah itu, tidak ada wajah senang nya setelah menjadi pemilik paviliun Dong Chu itu, pemuda itu mulai memikirkan tentang kejadian semalam, membuat nya memegang kening nya.


"Tuan Muda, sebaiknya kau membersihkan diri, aku sudah menyiapkan pakaian dan ruangan untuk mu, beristirahat lah dan ingat nanti malam seorang wanita akan datang lagi, dan itu adalah perintah Tetua," ucap pelayan tua itu.

__ADS_1


Zhi Yuan yang masih memegang kening dengan mata terpejam hanya mengangguk,


"iya, aku tahu paman, rencana gila itu, aahhhh... tentu saja aku ingat," ucap Zhi Yuan yang terdengar begitu putus asa.


__ADS_2