Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 22. Perisai lidah api


__ADS_3

Xu Guang Zhou dengan cepat-cepat berdiri, dan memberikan hormat, dengan wajah semerah tomat matang.


"Nona Wu, kenapa kau meminta Zhi Yuan mengajak ku ke tempat ini?" tanya Xu Guang Zhou begitu degdegan.


Wu Xiang Yu membuka sedikit bibir nya, sedikit tidak percaya jika Xu Guang Zhou mengejar nya dengan pertanyaan seperti itu.


"kau murid istimewa, tapi kau bodoh? baiklah... bagaimana jika aku jawab aku sedang ingin mendekati mu?" ucap Wu Xiang Yu memiringkan wajahnya dengan senyum tipis.


"uhukkkkk.... uhukkkkk.... nona Wu, anda jangan bercanda seperti itu," ucap Xu Guang Zhou sambil terbatuk, dadanya bergetar hebat tidak percaya jika wanita secantik itu berbicara seperti itu.


"hahahah...." Wu Xiang Yu tertawa lebar, dan dengan cepat tangan nya menutup bibir basah nya, dan mencoba menguasai tubuhnya yang tidak bisa berhenti tertawa.


"aahhh... maafkan aku, tentu saja aku bercanda, aahh aku sudah lama tidak tertawa lepas seperti tadi," ucap Wu Xiang Yu sambil mengusap air matanya yang sedikit keluar dari sudut luar mata nya yang dihiasi bulu mata lentik.


Tawa kencang Wu Xiang Yu membuat Wu Huaran dan Zhi Yuan mendekati keduanya


"kakak sepupu Yu, kau akhirnya datang," ucap wanita besar itu dan berlari ke arah Wu Xiang Yu.


Kedua wanita itu saling menyapa, dan berbincang sesaat, Xu Guang Zhou ikut tersenyum meski tampak sedikit kecewa karena dia berharap gurauan Wu Xiang Yu itu adalah kebenaran.


Mereka semua bergerak ke arah dermaga kayu, namun wanita cantik itu melangkah begitu pelan seperti ingin berbicara berdua saja dengan Xu Guang Zhou, dan pemuda itu mengetahui nya, membuat nya begitu kegirangan dan juga melakukan hal yang sama.


Tidak di sangka menjadi murid istimewa, begitu mudah menarik perhatian wanita, bahkan kini seorang Dewi pun akan tunduk dengan sendirinya," batin Xu Guang Zhou sambil tersenyum simpul.


"jangan di ambil hati ucapan ku, aku tidak mendekati pria yang sudah memiliki kekasih," ucap Wu Xiang Yu.


"ehemmm.... tapi nona Wu aku belum memiliki kekasih," ucap Xu Guang Zhou.


Wu Xiang Yu tersenyum tipis,


"tentu saja adik Xu, setiap pria mengatakan hal yang sama seperti mu, saat aku mengatakan itu," ucap Wu Xiang Yu dan pergi bergabung dengan Wu Huaran yang terlihat begitu gembira hari itu.


Xu Guang Zhou hanya mengangguk dan tersenyum,


"benarkah? sepertinya ini hanya menunggu waktu saja, bersabarlah Xu Guang Zhou," batin Xu Guang Zhou.


Sore itu Wu Huaran mendesak Xu Guang Zhou untuk mengantar nya membeli beberapa barang di pasar yang tidak terlalu jauh dari tempat itu, karena di hadapan Wu Xiang Yu, seperti seorang pria sejati Xu Guang Zhou menuruti permintaan Wu Huaran dengan seperti begitu perhatian kepada Wu Huaran.

__ADS_1


"bocah kecil, aku begitu bosan menunggu teman mu, bisakah kita naik perahu itu, aku ingin berkeliling sebentar," ucap Wu Xiang Yu menatap sebuah perahu di dekatnya.


Zhi Yuan melipat kedua tangannya di depan dada sambil menggeleng,


"aku tidak mau, aku tidak pernah bermain dengan perahu," ucap Zhi Yuan dengan sorot mata malas.


Wu Xiang Yu memejamkan matanya sambil memiringkan wajah kesal nya ke tempat lain, tangan nya menarik kerah pakaian Zhi Yuan dan membawa nya naik ke atas perahu.


Wu Xiang Yu menatap dalam-dalam mata Zhi Yuan dan mendorong sebuah tiang yang berada di dermaga membuat perahu itu bergerak lepas ke tengah sungai yang berarus tenang.


"Kau wanita iblis, apa yang kau lakukan?" ucap Zhi Yuan yang mulai duduk begitu pelan di perahu.


"apa? ka-u memanggil ku wanita iblis? dengarkan aku bocah pemalas, pertama, tidak ada pria yang pernah menolak permintaan ku, kedua, aku memang wanita iblis, dan aku bukanlah iblis yang sabar, jadi diam lah," ucap Wu Xiang Yu,


Wajah Zhi Yuan tampak sedikit berbeda kali ini dan menatap ke arah lain membuat wanita itu mengikuti arah mata pemuda itu.


Zhi Yuan hanya menelan ludah nya, matanya menatap permukaan air yang jernih, untuk pertama kali nya dada nya sedikit gugup,


"apa kau takut?" tanya Wu Xiang Yu membaca raut wajah Zhi Yuan.


Zhi Yuan memejamkan matanya dalam-dalam, dan dua huruf di pipinya terasa terbakar dan memerah, dan perlahan dada nya kembali tenang begitu juga dengan wajah nya.


untuk beberapa saat Wu Xiang Yu menatap wajah Zhi Yuan dalam-dalam dengan kening berkerut.


"dia memiliki wajah yang unik, aku yakin kelak banyak wanita yang menyukai bocah ini," batin Wu Xiang Yu


"ehemmm... baiklah... ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu, kau calon suami sepupu ku, aku tidak ingin sepupuku memiliki suami yang menyakiti nya kelak, sekarang tatap mataku," ucap Wu Xiang Yu.


Zhi Yuan hanya diam, dan menatap ke arah mata milik wanita itu.


"kau?" ucapan Wu Xiang Yu terhenti beberapa saat.


"dia tidak terpengaruh sama sekali dengan wajah ku, setiap pria biasanya terbius dengan aura api milik ku, tidak peduli muda, tua, atau bahkan wanita, tapi pemuda ini?" batin Wu Xiang Yu menghembuskan nafas nya.


"kau menatapku seperti kau menatap semua orang, aku tidak melihat perasaan apapun di mata mu, dan aku dapat melihat jika kau tidak mencintai sepupuku? apa yang kau inginkan? apa kau hanya mengincar kekayaan nya?" tanya Wu Xiang Yu.


"nona Besar Wu, aku tidak mengerti pembicaraan ini, sebaiknya bawa perahu ini ke pinggiran," ucap Zhi Yuan, karena memang tidak terpikirkan sejauh itu.

__ADS_1


Wu Xiang Yu menganggukkan kepalanya,


"baiklah, perjodohan seperti ini memang tidak membutuhkan cinta, aku hanya berharap pada hal-hal tidak penting, aku sangat mengerti kau menikahi sepupuku hanya untuk keuntungan mu saja, dan semua orang juga melakukan hal yang sama, harta memang selalu menggiurkan, apa aku benar? ucap Wu Xiang Yu.


"nona besar Wu, aku benar-benar tidak mengerti, jika nona Wu Huaran tidak menginginkan perjodohan ini, aku tidak akan memaksa sama sekali," ucap Zhi Yuan dan mengambil lencana perjodohan nya dan melemparkan ke arah Wu Xiang Yu, namun tidak ada sorot benci atau marah di wajah Zhi Yuan.


Wu Xiang Yu menangkap lencana itu, dan menatap Zhi Yuan seperti tidak percaya.


"nona Wu lupakan tentang perjodohan ini, sekarang pinggirkan perahu nya, atau ak-u, aku akan melompat," ucap Zhi Yuan yang sedikit tergagap.


Wu Xiang Yu menggelengkan kepalanya,


"aku akan tetap di tempat ini sebelum kita menyelesaikan pembicaraan ini, jika kau ingin melompat lakukan saja," ucap Wu Xiang Yu seperti tidak peduli dan masih menatap lencana Zhi Yuan.


byurrr.....


Belum selesai Wu Xiang Yu bicara, Zhi Yuan sudah melompat ke dalam sungai, dan berusaha bergerak menuju dermaga, Wu Xiang Yu sedikit terkejut melihat pemuda itu, namun wajah nya mulai khawatir saat melihat pemuda itu terkadang terlihat dan terkadang tertarik ke dalam sungai,


"Zhi Yuan jangan katakan kau tidak bisa berenang," teriak Wu Xiang Yu yang tampak mulai panik, karena Zhi Yuan kali ini tidak muncul lagi hanya tangan nya yang terlihat.


"aahhhhhh.... dasar bocah gila," teriak Wu Xiang Yu, memejamkan matanya dalam-dalam dengan wajah begitu kesal dan putus asa.


Wanita itu melepaskan jubah nya dan melompat kedalam sungai, Wu Xiang Yu melihat tubuh Zhi Yuan mulai tenggelam jauh kebawah, meski berusaha bergerak dalam air namun tubuh nya terus menuju dasar sungai. Wanita itu dengan cepat mendekati Zhi Yuan memegang kedua tangan nya menatap mata pemuda itu agar tenang, dan menggerakkan telunjuknya di depan bibir nya.


tatapan galak dan isyarat dari wanita itu mampu membuat Zhi Yuan sedikit tenang, dan wanita itu mengalungkan kedua tangan Zhi Yuan di lehernya dan membelakangi pemuda itu.


Wu Xiang Yu berenang menuju permukaan, namun Zhi Yuan yang sudah hampir kehabisan nafas berusaha bergerak lebih cepat, menaiki punggung Wu Xiang Yu namun sayangnya gerakan nya tidak teratur Wu Xiang Yu kembali mencoba menenangkan pemuda itu dan mempercepat gerakan nya, dan keduanya kini mencapai permukaan sungai Zhi Yuan akhirnya bisa menarik nafas nya, dan Wu Xiang Yu memegang nya.


keduanya mengatur nafas masing-masing, namun mata Wu Xiang Yu terbelalak saat merasakan kedua tangan Zhi Yuan sedang memegang gunung nya dengan kencang namun masih dilapisi pakaian wanita itu, wanita itu menggigit bibir bawahnya mencoba menguasai perasaannya karena mengerti jika situasi nya begitu sulit, namun saat Wu Xiang Yu mulai berenang sambil menggendong Zhi Yuan pakaian nya mulai tertarik kebawah oleh arus air, membuat jemari panjang Zhi Yuan sepenuhnya memegang kedua gunung Wu Xiang Yu secara langsung, meski di dalam air, wanita itu merasa tubuhnya menjadi panas ujung gunung nya terasa begitu sensitif dan menegang, mendapat sentuhan sedikit kasar dari Zhi Yuan.


"aahhhh...." Wu Xiang Yu sedikit Mende*sah tanpa disadarinya, gunung putih bersih nya mulai terlihat, jemari panjang Zhi Yuan begitu nyaman menggenggam kedua gunung halus yang ukurannya cukup besar itu.


Mata Wu Xiang Yu menatap ke arah gunung nya yang sudah tidak di lindungi pakaian, wajah nya berubah menjadi merah padam karena marah,


"kau tidak akan mati tenggelam bocah gila, tapi aku pastikan kau mati di tangan ku," teriak Wu Xiang Yu, dan tidak peduli akan tenggelam, dengan cepat berusaha melepaskan pegangan pemuda itu di milik nya.


Zhi Yuan juga melihat gunung yang begitu indah dalam dekapan nya, namun di saat yang sama pemuda itu juga melihat sebuah kilatan api keluar dari tubuh Wu Xiang Yu dan menghantam tubuhnya membuat pandangan nya menjadi gelap.

__ADS_1


Hari sudah mulai gelap Xu Guang Zhou dan Wu Huaran menemukan tubuh Zhi Yuan yang mulai sadar dan dalam keadaan basah di dermaga tempat mereka terakhir berpisah, namun Wu Xiang Yu sudah tidak terlihat di tempat itu, meski kecewa namun Xu Guang Zhou mengambil jepit rambut berwarna perak tidak jauh dari tempat Zhi Yuan, pemuda itu hanya tersenyum dan merasakan impiannya semakin dekat.


__ADS_2