Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 81- Tawaran berani.


__ADS_3

"Ibu tidak apa-apa, ehemmm... apa yang membawa mu berkunjung saat malam seperti ini," ucap Hua Mulan, dan menatap ke arah jendela ruangan nya.


"Ibu... nenek sudah meninggal," ucap Li Buya dan menundukkan wajah sedih nya, dan mulai bercerita tentang kematian yang begitu menyakitkan.


Setetes air mata keluar tanpa di sadari oleh Hua Mulan, kedua jemari mengepal rapat, matanya terpejam keningnya berkerut seperti merasakan sakit yang begitu sangat, otot leher kurus nya terlihat dan sedikit bergerak seperti menelan sebuah duri, tidak ada kata keluar untuk beberapa saat, dan saat mata nya terbuka wajah dingin nya kembali terlihat seperti bukan wanita yang sebelumnya.


"Tenangkan dirimu Li Buya, nenek sudah waktunya meninggal, jangan membuang energi mu untuk bersedih, kembali lah ke ruangan mu, beberapa hari lagi kau akan mengikuti ujian kau harus kembali ke akademi," ucap Hua Mulan begitu dingin.


"Ibu?"


"plakkkkk...," sebuah tamparan di wajah pemuda itu, membuat nya terdiam.


"Nenek mu tidak akan bangga di alam nya hanya karena melihat kita menangis, kembali lah ke ruangan mu,":ucap Hua Mulan


Li Buya mengusap air matanya,


"Baiklah ibu, tapi kakek ingin ibu bertemu dengan seseorang," ucap Li Buya dan meninggalkan tempat itu, dan tidak lama Zhi Yuan masuk ke ruangan itu.


Wanita itu menatap dingin ke arah Zhi Yuan ada beberapa pertanyaan di benak wanita itu. Zhi Yuan membungkuk memberi hormat kepada orang yang lebih tua.


"Ikut aku! tidak baik bagiku seorang wanita bersuami menerima laki-laki asing di ruangan tertutup, dan juga sudah malam," ucap Hua Mulan dan melangkah taman belakang kediaman nya, beberapa pelayan wanita membawa lentera berdiri dengan kepala tertunduk tidak jauh dari keduanya.


"Katakan apa yang di inginkan ayah ku?" tanya Hua Mulan.


Zhi Yuan mengangguk, dan mengeluarkan sebuah lencana namun sebelum Zhi Yuan mengeluarkan semua Hua Mulan sudah berbicara


"Masukkan kembali," ucap Hua Mulan wajah dingin nya terlihat begitu tegang.


Zhi Yuan yang mengetahui benda itu begitu di incar kembali memasukkan nya ke jubah nya.


"Datang lah ke kuil besar di ujung jalan dua hari lagi, dan serahkan pengenal ini pada salah satu Biksu di tempat itu, sekarang pergilah pelayan akan mengantar mu ke ruangan khusus untuk tamu," ucap Hua Mulan.


Hua Mulan menatap punggung Zhi Yuan yang di antar pelayan.


****


Besok malamnya sebuah pesta sedang di gelar di rumah kediaman Li, tamu-tamu bangsawan dan juga dari kerabat kerajaan sudah hadir, Zhi Yuan hanya duduk di anak tangga ruangan nya menatap para tamu itu. Dan terlihat Li Zhen Chan menyambut tamu nya dengan begitu ramah, dan seperti orang masih berpengaruh di kekaisaran Qing.


Hua Mulan terlihat begitu anggun dengan mengenakan pakaian berwarna merah keunguan sebagai simbul wanita tertua di keluarga itu meski wajah nya terlihat begitu muda, rambut nya di gelung khas wanita yang sudah bersuami, dengan sedikit perhiasan rambut, anting panjang dan gelang kecil di tangan kurus nya membuat kulit bersih nya semakin bersinar, wanita itu terlalu mencolok dengan kecerahan nya, dan membuat wanita lain tampak kusam.

__ADS_1


"Apa kurus? istriku ini sangat berat, kalian lihat," ucap Li Zhen Chan mencoba mengangkat pinggang Hua Mulan dan wanita itu memukul pelan dada suaminya agar di turunkan, semua orang tertawa bukan menanggapi lawakan bodoh Li Zhen Chan, tapi tertawa karena kagum melihat wanita yang bisa mempertahankan kecantikan nya meski sudah memiliki putera.


Pangeran Qing Fan juga terlihat hadir, mata nya begitu mengagumi wanita yang begitu di cintai nya sejak remaja, dia mendekati putri Liu Bing Yan hanya semata agar bisa mendekati Hua Mulan.


Pemuda itu tidak pernah jauh dari Hua Mulan, selalu berusaha menempel dan menyiapkan apapun yang di butuhkan wanita itu, namun wanita itu begitu sibuk menemani beberapa wanita yang sama berkelas dengan nya, namun tidak ada yang menandingi ke indahan nya,


"Kakak Hua, Kaisar selalu menanyakan kabar mu," bisik seorang wanita yang merupakan kerabat kerajaan.


Wajah Hua Mulan tetap tenang, hanya tersenyum tipis,


"Adik jangan bicara sembarangan, teman Yang Mulia Ratu banyak di tempat ini," bisik Hua Mulan wajah nya masih menghadap ke depan.


"hihihi... aku teman mu sejak kecil, kau 100 lebih anggun di bandingkan ratu, semua orang tahu jika Ratu sebenarnya kekaisaran ini adalah dirimu, hihihi..." ucap wanita itu.


"jika kau teman ku, kau seharusnya tidak bercanda hal seperti itu, sudah nikmati pesta nya, aku harus menyambut istri menteri Huang," ucap Hua Mulan dan meninggalkan beberapa wanita yang begitu ingin terlihat seperti wanita itu.


Dan saat hampir semua sudah pulang barulah Hua Mulan duduk karena kelelahan, wanita itu mengusap keringat di kening dan leher indah nya dengan punggung tangannya.


"Bibi Hua, aku membawakan hadiah untuk mu," ucap pangeran Qing Fan membawa beberapa ginseng gunung yang langka.


"Kau tidak perlu begitu repot pangeran, selama ini kau sudah selalu membawakan aku banyak hadiah, terimakasih," ucap Hua Mulan dengan senyum secukupnya, dan menyapa beberapa tamu yang bersiap pulang.


Pangeran Qing Fan duduk di dekat Hua Mulan dan memegang jemarinya, Liu Bing Yan yang melangkah di dekatnya hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya seperti tidak peduli.


Hua Mulan mengangguk,dan menatap wajah pria penuh kharisma itu,


"Pangeran Qing Fan pesta sudah hampir usai, redup pun tidak apa-apa, baiklah bibi harus menemani paman mu," ucap Hua Mulan, mata nya menatap Zhi Yuan yang sedang menggaruk keningnya duduk bersama Li Buya yang tersenyum menatap seorang wanita muda tidak jauh dari mereka.


Hua Mulan mengikuti arah mata kedua remaja itu, dan menemukan sasaran keduanya, seorang Puteri bangsawan Chen, bangsawan menengah yang tinggal di pinggiran ibukota, yang malam itu terlihat kesal berada di pesta yang terkesan pamer akan kekayaan itu.


Dan pagi itu Zhi Yuan melakukan apa yang di perintahkan oleh Hua Mulan, pagi buta pemuda itu sudah menyelinap ke dalam kuil, dan dengan kemampuan penyamaran nya di gerbang timur pemuda itu bersembunyi di atap kuil. Seorang pelayan dari kediaman keluarga Li terlihat berlari dan di sambut oleh seorang biksu, Zhi Yuan mulai berkonsentrasi dengan pendengaran nya, dan menatap dengan seksama gerakan bibir dari pelayan yang tidak begitu jauh dari nya.


"Hari ini Nyonya Li akan datang, gunakan semua kekuatan saat benda itu terlihat, jangan membunuh siapapun sebelum benda itu benar-benar di tangan kita," ucap pelayan itu.


Pagi itu Hua Mulan terlihat sama seperti kemarin, rambut nya di Gelung kebelakang, hanya menyisakan sebagian kecil poni menutupi sedikit bawahnya, wajah cantik dengan mimik angkuh membuat kelas bangsawan nya begitu terlihat, serta pakaian elegan berwarna gelap menjadikan nya, seperti wanita yang tidak tersentuh pria sembarangan, dan pemakaian sedikit perhiasan di tubuh nya membuat kesan pintar begitu melekat pada diri wanita itu, saat ini bahkan keluarga Kaisar akan berpikir jika berhadapan dengan wanita seperti itu.


Wanita cantik itu sudah terlihat di depan kedai obat tidak jauh dari kuil itu dan Zhi Yuan menarik lengannya membuat wanita itu terkejut, karena sudah mengenali Zhi Yuan wanita itu menyuruh pelayan menunggu dan wanita itu masuk ke kedai obat dan menyelinap ke belakang melewati halaman belakang dan keduanya terus bergerak hingga mereka berada di pinggiran danau yang begitu sepi, hanya ada beberapa nelayan sedang melakukan aktivitas nya di tengah danau.


Zhi Yuan menatap sekeliling, dan mengetahui jika dirinya tidak berhasil mengecoh para pengintai itu.

__ADS_1


"Kau begitu lambat Nyonya," ucap Zhi Yuan yang mengetahui 10 orang sedang berada di sekitar mereka.


"Wajah Hua Mulan terlihat lelah, wanita itu mengusap keringat di keningnya dengan punggung tangannya.


"Apa maksud semua ini, jelaskan atau kau akan mati di tangan ku," ucap wanita itu begitu marah.


"Anda banyak sekali memiliki musuh Nyonya Li, mereka semua bukan Biksu sungguhan," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan tersenyum dingin.


"Anggap saja aku percaya semua bualan mu, baiklah aku sedang tidak ingin bermain saat ini, berikan benda itu dan pergilah," ucap Hua Mulan.


Zhi Yuan mengerutkan keningnya seperti sedang berpikir, jika dirinya memberikan sekarang maka wanita itu akan terbunuh,


"Maafkan aku nyonya aku tidak membawa sekarang," ucap Zhi Yuan.


"Tidak membawa nya?" ucap wanita itu seperti tidak percaya, menatap Zhi Yuan lekat-lekat.


Zhi Yuan menggeleng, beberapa orang pengintai semakin mendekat.


"Lencana itu milik ku, dan aku tidak akan menyerahkan pada siapapun," ucap Zhi Yuan.


"hah.." Hua Mulan tertawa seperti mencemooh, seperti tidak percaya.


"aku pikir ayah ku memilih orang yang tepat dalam hal sepenting ini, tapi kau tetap seperti orang kebanyakan. baiklah aku mengerti, berapa yang kau butuhkan?" tanya Hua Mulan, menatap mata pemuda itu dalam-dalam tanpa ekspresi.


Tinggi 180 centi membuat wajah wanita itu tidak terlalu jauh dari wajah Zhi Yuan.


"Uang? simpan saja benda iblis itu untuk mu, aku tidak akan menyerahkan lencana itu," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan memejamkan matanya,


"Jika kau menginginkan lencana itu sedari awal, kau tidak akan repot-repot datang menemui ku, baiklah sepertinya kau tidak menginginkan uang, jadi apa keinginan mu? apa jangan-jangan kau menginginkan tubuh ku?" tanya Hua Mulan dengan suara yang menjadi pelan.


Ucapan kasar Hua Mulan membuat Zhi Yuan tersenyum sambil menggeleng,


"Ini bagus, semakin dia marah akan membuat pengintai itu semakin bingung, aku hanya perlu sedikit memanasi nyonya ini," batin Zhi Yuan.


"Melihat mu begitu mudah menawarkan tubuh mu, aku pikir kau sudah biasa melakukan hal semacam ini," ucap Zhi Yuan, mengangkat satu ujung alis nya seperti menantang sekaligus merendahkan wanita itu.

__ADS_1


Hua Mulan tertawa, dan menatap sekeliling, bibir sensual itu mendekat dengan satu alis yang juga terangkat, seperti yang di lakukan Zhi Yuan.


"Dengar... aku tidak peduli apa yang ada di pikiran mu itu, apa kau sedang menantang ku? baiklah disini begitu sepi, apa kau ingin melakukan nya di tempat ini? aku sangat bisa menangani nya," ucap wanita itu tanpa ekspresi dan semakin mendekat ke arah Zhi Yuan membuat pemuda itu mundur beberapa langkah.


__ADS_2