Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 67 - Jantung nya telah berhenti?


__ADS_3

"Maafkan aku kakak Ling, kali ini aku tidak bisa menurutimu, aku tidak mungkin meninggalkan bawahan ku, aku akan disini sampai aku tidak bisa bertarung lagi," ucap Zhi Yuan.


Pertempuran terus berlangsung, para pasukan Xu Guang Zhou sudah berhasil membunuh pengikut setia Zhi Yuan, pasukan itu melesat ke arah bangunan terakhir tempat Dewi Zhang Ziyi bermeditasi, Zhi Yuan mencoba menahan nya, dengan sisa energi qi nya.


Jumlah musuh terlalu banyak, dan racun yang mulai mengganggu konsentrasi Zhi Yuan membuat nya sedikit kehilangan arah pertarungan, sesekali tebasan prajurit rendahan mampu melukai nya, Xiao Ling membantu Zhi Yuan untuk mengamankan sisi belakang tubuh pemuda itu dan mereka bertarung hingga masuk ke ruangan tempat Dewi Zhang Ziyi duduk bersila dan dikelilingi oleh tirai kelambu berwarna putih, hanya terlihat sedikit celah di depan Dewi Zhang Ziyi.


Xiao Ling masih bertarung dengan beberapa pasukan Xu Guang Zhou, bertahan disisi belakang Zhi Yuan.


"Pasukan ini semakin banyak, adik Zhi tidak akan bertahan lama, kenapa bocah ini begitu keras kepala, bagaimana caraku menyeretnya pergi dari tempat ini," batin Xiao Ling, mencoba mencari cara agar pemuda itu berhenti bertarung.


Zhi Yuan sedang bertarung di depan ranjang Dewi Zhang Ziyi, wajah nya yang di penuhi darah menatap kearah Dewi Zhang Ziyi seperti seperti ingin mengucapkan selamat tinggal kepada wanita yang begitu dicintai nya, dan sebagai pelayan pemuda itu begitu senang mati untuk melindungi majikan nya.


"Akhirnya aku bisa mati dengan terhormat," gumam Zhi Yuan.


Saat pemuda itu terdiam menatap kearah Dewi Zhang Ziyi, sebuah pedang sudah menembus dada kanannya,


"Aahhhhkkkkk...." darah menyembur deras dari bibir Zhi Yuan, dan setetes darah Zhi Yuan melewati celah tirai itu, dan menyentuh bibir bagian bawah dari Dewi anggun itu, membuat kening wanita itu sedikit berkedut.


"Kakak Ling?" ucap Zhi Yuan dan berbalik menatap penyerang nya, tidak menyangka orang yang mengamankan sisi belakang nya berbalik menyerang nya.

__ADS_1


Xiao Ling mengeluarkan air mata nya, dan melepaskan pedang nya yang masih menancap di punggung pemuda itu, semua pasukan yang melihat sasaran nya sudah terluka parah menghentikan serangannya dan sedikit mundur,


"Maafkan aku Zhi Yuan, kali ini kau tidak bisa bertarung lagi, luka mu cukup serius, jadi ikut lah bersama ku, tenang lah mereka tidak akan membunuh nona cantik itu," ucap Xiao Ling wajah terlihat begitu sedih.


Zhi Yuan tersenyum menatap Xiao Ling, jemari kirinya menyentuh dada kirinya yang tertembus pedang, kedua kakinya tidak lagi mampu menahan bobot tubuh tinggi nya, dan pemuda itu duduk sambil berlutut, Zhi Yuan menancapkan pedang nya yang sudah rusak parah di lantai kayu itu, untuk menahan tubuhnya.


Wajah Xiao Ling mulai khawatir dan lebih mendekati Zhi Yuan, dan memegang kedua bahu pemuda itu, dengan senyum di paksakan.


"Adik Zhi, jangan membuat ku takut, meski luka ini terlihat serius, tapi tidak akan membuat mu berlu-tut," ucap Xiao Ling suara nya terputus saat melihat warna darah dari bibir Zhi Yuan.


Jempol wanita itu mengusap sedikit darah yang keluar dari dada Zhi Yuan,


Tangan wanita itu bergetar hebat dan seperti orang gila menatap darah Zhi Yuan di kedua tangannya.


"Apa? I-ni... Tidak... Adik Zhi, tidak.... jangan katakan kau memiliki jantung di kanan, itu tidak benar, katakan itu tidak benar," teriak Xiao Ling histeris, bibir nya bergetar hebat, kedua tangannya yang berlumuran darah memegang wajah Zhi Yuan, wajah kedua begitu dekat, matanya menatap mata Zhi Yuan sambil menggeleng.


"Adik Zhi aku bersumpah, aku tidak bermaksud seperti ini," ucap Xiao Ling.


Zhi Yuan tersenyum tipis,

__ADS_1


"Meski Kakak Ling tidak melakukan ini, aku tetap saja akan mati, kali ini aku akan menuruti mu kakak Ling, aku akan berhenti bertarung, bahkan untuk selamanya, tentang malam ini jangan terlalu dipikirkan, hidup lah dengan bahagia," ucap Zhi Yuan nafas nya mulai tidak teratur.


"Tidak.... tidak.... kau tidak akan kemana-mana, aku hanya akan bahagia bersamamu, katakan kau tidak akan mati, kau tidak boleh mati, kita akan membangun keluarga kecil di desa terpencil, hanya kita berdua dan anak-anak kita, tidak lagi ada misi, tidak lagi ada muslihat, tidak ada Xu Guang Zhou," ucap Xiao Ling, air mata nya mengalir begitu saja bagai tak terbendung.


Zhi Yuan hanya tersenyum seluruh tubuhnya mulai melemas, namun mendengar tentang keluarga, Zhi Yuan tiba-tiba teringat Wu Xiang Yu, tangan kirinya mengambil lencana perjodohan nya dari pinggang nya, dan menggenggamnya.


Xiao Ling menggeleng, seperti tidak rela melihat Zhi Yuan yang terlihat begitu lemah, dan mata nya kini melihat Zhi Yuan kecil dengan wajah penuh noda lumpur dan tersenyum ke arah nya begitu ceria, wanita itu mengingatkan saat pertama kali mereka bertemu di hutan pesisir barat Kuil Suci.


"Adik Zhi, adik kecil ku, aku mohon, jangan tinggalkan kakak mu ini," ucap Xiao Ling dan mulai menangis sejadi -jadinya.


Sementara itu di balik tirai itu bibir itu mulai bergerak, wanita itu menggigit bibir bawah nya dan merasakan darah yang menempel di bibir bawahnya.


"Yuan 'er??? jantung nya telah berhenti?" guman wanita itu dan mata nya terbuka secara tiba-tiba, aura wajah nya yang awalnya begitu tenang kini berubah seketika seperti begitu marah.


"Tidakkkk!!!!!" teriak wanita di balik tirai itu.


"blaaarrr....." seluruh tirai di tempat itu hancur menjadi serpihan kecil yang bertebaran keseluruhan arah.


***

__ADS_1


__ADS_2