Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 52 - Rumah kita


__ADS_3

Mendengar kedua nya suami istri membuat wanita penghibur itu membungkuk dan dengan tergesa-gesa meninggalkan kedua nya.


keduanya minum sambil mendengarkan musik, Wu Xiang Yu menatap wajah Zhi Yuan yang terlihat lelah.


"Sebaiknya kita pulang dan beristirahat," ucap Wu Xiang Yu menarik kepala Zhi Yuan agar bersandar di bahu nya.


"Apa masih sakit? tanya Wu Xiang Yu.


Zhi Yuan tidak menjawab hanya menghembuskan nafas panjang, hembusan hangat dilehernya membuat Wu Xiang Yu sedikit bergidik, perasaan aneh mulai menjalar di tubuh nya, wanita itu menggigit bibir bawahnya.


"Suami berjanjilah satu hal padaku," pinta Wu Xiang Yu, membuat Zhi Yuan mengangkat kepalanya dan menatap wajah Wu Xiang Yu, tanpa bicara.


"Jika kelak kau merasa sedih, berjanjilah kau akan mendatangi ku pertama kali, bukan gadis lain seperti yang kau lakukan tadi," ucap Wu Xiang Yu pelan tangan nya memegang wajah Zhi Yuan, dan keduanya sudah saling melu*mat.


Zhi Yuan mulai mencium leher wanita itu membuat nya mengangkat wajahnya agar pemuda lebih leluasa menciumi nya, dan membiarkan saja saat jemari panjang nya menyentuh gunung nya yang cukup besar.


Meski sangat menikmati namun mata Wu Xiang Yu berputar kesegala arah, tangan kirinya mengambil dua buah sumpit dan melemparkannya.


tap....


tap....


Dua lentera padam, membuat ruangan tempat kedua nya menjadi remang bahkan sedikit gelap, dan wanita itu kembali melempar sebuah koin emas ke arah panggung, membuat penari dan pasukan musik nya, sudah lenyap tanpa bekas.


Semua pintu sudah tertutup saat terdengar ******* dari Wu Xiang Yu, gerakan cepat ini di pimpin oleh Tetua muda Yun Fei, yang memang menjadi tangan kanan Wu Xiang Yu.


Keduanya kini berguling di atas matras tebal dan hangat, dan saling menempelkan tubuh mereka, Wu Xiang Yu mulai sedikit panik saat ujung gunung nya di mainkan oleh bibir terlatih Zhi Yuan, membuat nya bergetar hebat, nafasnya tersengal dan ******* nya semakin kencang, Bira*hi nya sudah berkobar, namun wanita itu hanya diam karena ini adalah pertama kalinya merasakan sentuhan pria.

__ADS_1


Zhi Yuan yang sudah berpengalaman dan juga di pengaruhi anggur beralkohol tinggi, membuat nya semakin menjadi, permainan bibir semakin buas, dan tangan nya mulai kebawah dan hampir menyentuh milik Wu Xiang Yu namun wanita itu menghentikan tangan Zhi Yuan.


"Suami ini sudah terlalu jauh," bisik Wu Xiang Yu yang tidak menyangka hingga seperti itu.


Zhi Yuan berhenti, dan memejamkan mata seperti mengutuki diri nya sendiri,


"Kakak Yuyue, aku benar-benar minta maaf, aku hanya terbawa suasana hatiku yang buruk, sebaiknya kita pulang," ucap Zhi Yuan dan merapikan pakaian atas milik Wu Xiang Yu yang masih membeku.


"Tunggu suami, aku tahu di hatimu hanya ada Kakak Ziyi, tapi tadi kenapa kau ingin melakukan nya padaku?" tanya Wu Xiang Yu, mengatur nafasnya meredam nafsu nya yang masih menyala.


Ucapan Wu Xiang Yu merupakan suatu tamparan keras yang menyadarkan Zhi Yuan, tidak seharusnya dirinya melakukan kepada Wu Xiang Yu padahal hati nya mencintai wanita lain.


"Kau benar Kakak Yuyue, aku lebih buruk dari binatang yang mengganggap wanita adalah tempat pelampiasan nafsu ku, tanpa memikirkan hati mereka, kau adalah calon istri ku, tidak seharusnya aku memperlakukan mu seperti wanita murahan dan di tempat seperti ini, aku pantas menerima hukuman dari mu," ucap Zhi Yuan, yang berlutut dengan kedua tangan di lututnya yang di tekuk kebelakang.


Wu Xiang Yu tersenyum dari bibir sedikit lebar,


"Kakak Ziyi, sudah membuat lubang besar di hati pemuda ini," batin Wu Xiang Yu


Zhi Yuan tersenyum dan menggeleng,


"Tidak, kita akan melakukan nya jika kita sudah saling mencintai," ucap Zhi Yuan.


Wu Xiang Yu menahan tawa nya dan memejamkan matanya,


"Aahhh... kata-kata bodoh nya membuat ku ingin gila," batin Wu Xiang Yu.


"Dengar Zhi Yuan, kita terikat perjodohan bukan? ada banyak orang melakukan perjodohan seperti kita, dan akan aku beritahu, mereka sudah melakukan nya meski tanpa ikatan cinta atau suka, mereka berharap cinta tumbuh seiring kebersamaan mereka dalam pernikahan, jadi aku juga melakukan hal yang sama dengan mereka," ucap Wu Xiang Yu.

__ADS_1


"Kakak Yuyue apa maksud mu?" tanya Zhi Yuan.


"Malam ini aku sudah membeli tempat ini, dan ini adalah rumah kita, dan aku akan melakukan sama seperti yang mereka lakukan, jadi suami jangan menolak ku kali ini, dan tolong ajari aku!!" bisik Wu Xiang Yu yang berdiri dengan lutut nya, mencium bibir Zhi Yuan.


Wanita itu membuka jubah pemuda itu, dan jemari lentik dan panjang itu menyentuh dada Zhi Yuan dan pemuda itu memeluk pinggang nya agar perut mereka menempel, wanita itu melepaskan ciuman nya dan menatap tubuh Zhi Yuan yang tidak begitu kekar, karena struktur tulang nya adalah wanita, bahunya tidak lebar dan sedikit tertarik kebelakang.


"Tubuh mu indah suami," gumam Wu Xiang Yu tanpa sadar, keduanya kembali bercumbu Wu Xiang Yu meremas matras tebal itu, tubuh nya melengkung saat bibir Zhi Yuan bermain di dada hingga perut nya, dan saat tangan pemuda itu ingin menyentuh milik nya paling sensitif tangan wanita itu kembali menahan nya, membuat Zhi Yuan bingung.


"Bisakah kau melakukannya, tanpa menyentuh milik ku, milik ku begitu basah," bisik Wu Xiang Yu, wajah nya merah padam karena malu.


Zhi Yuan tersenyum sambil membuka pakaian terakhir Wu Xiang Yu namun wanita itu menutupi nya dengan kedua tangan nya,


"Aku akan membunuhmu jika kau mencoba melihat nya," ucap Wu Xiang Yu dan menarik pemuda itu agar menindihnya.


Keduanya saling melu*mat dan perlahan Zhi Yuan mengarahkan milik nya ke celah Wu Xiang Yu, dan tanpa di sadari wanita itu kepala besar itu mulai menekan ke celah licin itu sedikit masuk, membuat wanita itu mende*sah pelan, namun Zhi Yuan menariknya dan melakukan berulang hingga terlihat Wu Xiang Yu semakin menikmati, dan benda itu semakin tertelan tanpa membuat perih.


Benda Zhi Yuan hanya tertanam setengah, keringat keduanya sudah membasahi kulit mereka, nafas Wu Xiang Yu semakin memburu seirama dengan desa* han nya yang semakin kencang, dan saat Wu Xiang Yu semakin terlena Zhi Yuan menekan milik nya sedikit kencang dan membuat nya tertelan cukup dalam membuat Wu Xiang Yu terpekik hebat.


"aaahhhkkkkk....." tubuh Wu Xiang Yu yang awalnya bergerak seirama dengan gerakan Zhi Yuan kali ini terdiam, paha panjang nya mengunci pinggang Zhi Yuan, dan keduanya terdiam cukup lama.


"Kakak Yuyue, apa begitu sakit?" ucap Zhi Yuan yang tidak tega melihat wanita Wu Xiang Yu terluka.


"ini tidak begitu sakit, seperti yang orang ceritakan, gerakan lagi!! tapi apa semua pria memiliki benda sebesar ini," bisik Wu Xiang Yu.


Zhi Yuan kembali bergerak pelan, Wu Xiang Yu menutup rapat matanya, dan getaran petir membuat milik nya terasa geli dan wanita itu merasakan gatal mengalahkan rasa sakit nya, membuat wanita itu melebarkan pa*hanya seperti meminta Zhi Yuan bergerak lebih kencang.


"aahhh.... aahhhh..... ," desa* han sendu Wu Xiang Yu seirama gerakkan pendek dari Zhi Yuan, dan semakin lama semakin panjang, cairan bercampur sedikit darah mulai merembes membasahi matras hangat itu dan gerakan Wu Xiang Yu semakin buas, namun masih sedikit malu jika meminta Zhi Yuan bergerak lebih cepat, hanya jemarinya yang mencengkram lengan Zhi Yuan begitu kencang.

__ADS_1


"aaahhhhsss..... sssss....aahhhh, a-ku seperti akan meledak sua-mi," gumam Wu Xiang Yu yang sudah bicara tanpa sadar, bola matanya keatas, sambil menggigit bibir bawah nya, tubuh nya mulai mengejang, nafasnya tersengal-sengal.


"suami... sua-mi.... A-ku aahhhhhhhhh...." Wu Xiang Yu menjerit hebat, di ikuti dengan tubuh mengejang dan memeluk Zhi Yuan dengan erat, tubuh bawah nya berkedut sesaat, dan wanita itu terdiam sambil mengatur nafasnya.


__ADS_2