
Cukup Nyonya, tidak perlu di teruskan," ucap Zhi Yuan dengan nada datar, dan tidak percaya jika wanita yang terlihat begitu terhormat benar-benar berani melakukan hal semacam itu di tempat terbuka.
"Aku bisa memastikan isi kepala mu, kau pasti berpikir aku wanita murahan bukan? dengar aku, aku juga pernah seusia mu dan memimpikan dunia yang indah seperti di dalam dongeng naif, tapi setelah dewasa percayalah padaku, dunia ini sangat lah kejam, kita bahkan harus menutup mata pada hal-hal yang begitu memilukan, kita harus terus hidup dengan kepala tegak, dan melupakan pemerkosaan tadi pagi, adik kecil bangun lah lihat sekitar kita, kenyataan begitu kejam, harta mampu membuat orang menjual kehormatan mereka, dan kau lihat mereka terlihat begitu terhormat setelah melakukan hal kotor itu," ucap Hua Mulan.
Zhi Yuan tersenyum tipis mendengar semua ucapan Hua Mulan, wajah nya juga tanpa ekspresi namun tidak ada kata yang keluar dari pemuda itu.
"Hahaha.... apa kau jijik melihat ku?" tanya wanita itu memperlihatkan giginya yang indah dan rapi, nada suara nya mulai terdengar merendah, mendekat kan wajah nya ke dekat wajah Zhi Yuan.
"Pergilah dan berlarilah bocah kecil, kembalilah ke dunia mimpi mu, tempat ini bukan tempat mu untuk bermain," ucap Hua Mulan tanpa terlihat terbebani apapun.
"Aku akan pergi nyonya, dan lencana itu akan tetap bersama ku," ucap Zhi Yuan melangkah menabrak bahu wanita itu membuat wanita itu sedikit tersungkur kesamping.
Hua Mulan mengeretakkan giginya begitu marah, namun tidak ada yang bisa di lakukan nya, wanita itu tidak memiliki tehnik bertarung, dan melangkah menuju kediaman keluarga Li, sambil memikirkan cara mengambil lencana itu.
"Berhati-hati nyonya di jalan banyak pencuri, hahaha...." tawa Zhi Yuan penuh ejekan.
Beberapa orang mulai mengikutinya, dan Zhi Yuan merasakan nya dan sengaja mencari daerah sepi.
Di sisi lain Hua Mulan terus melangkah sambil menggerutu,
"Aku sangat membencinya, dia bajingan kecil, lihat saja kau akan segera mati,"
Hua Mulan masuk dalam keramaian, dengan wajah kesal, namun tubuh tinggi dan wajah cantik nya selalu menjadi pusat perhatian para kaum pria, bahkan beberapa pria menghentikan kegiatan mereka agar tidak melewatkan keindahan yang sangat langka dalam hidup mereka.
__ADS_1
Namun wanita itu tiba-tiba berhenti, mengingat ucapan Zhi Yuan tentang pencuri, dan meraba saku jubahnya, hatinya sedikit lega karena masih merasakan kantung uang nya, dan jemarinya menyentuh sebuah lencana yang pernah di sentuh nya puluhan tahun silam.
Matanya melebar dan kepala nya menatap sekeliling, dan kemudian terpejam, mengingat pemuda itu menabrak bahunya.
"Ini lencana ayahku, pemuda itu memasukkan tanpa mengatakan apapun, apa dia sengaja ingin melindungi ku? sudahlah yang penting lencana itu sudah ku dapat," batin Hua Mulan dan ada penyesalan meski hanya sekejap.
Hua Mulan mempercepat langkah nya dan berusaha agar tampak seperti biasa, namun para pengintai itu bukan figuran bodoh, mereka sangat tahu perubahan mimik wajah seseorang, dan tingkah Hua Mulan yang mulai terlihat aneh.
***
Kaki Zhi Yuan berhenti di pinggiran danau itu,
"Turun lah, kita selesaikan di sini," ucap nya pelan dan delapan orang bercadar mulai mengelilingi nya.
Sudut matanya mulai bergerak dari kiri ke kanan, menghitung kemampuan lawannya, namun tidak ada yang di atas nya, dan seseorang baru datang mendekati salah satu pria bercadar itu dan membisikkan sesuatu.
"Hemmm... wanita itu hanya pintar bicara saja," batin Zhi Yuan yang berpikir jika para pengintai itu sudah tahu jika Hua Mulan memiliki lencana itu.
Pria itu mengangguk, dan memberi isyarat untuk segera pergi, namun belum selesai memberi isyarat Zhi Yuan sudah di depan wajah nya, membuat kedua orang berbisik itu membelalakkan mata mereka, dan sontak melompat mundur.
"Apa kalian akan pergi? jangan pernah bermimpi," bisik Zhi Yuan dan pedang melengkung sudah menembus jantung salah satunya, dan tangan kiri Zhi Yuan mencabut pedang orang yang terbunuh itu dan menikamkan ke orang yang berbisik tadi.
Keduanya roboh bersimbah darah, dan Zhi Yuan memburu beberapa lain nya, dan tidak berselang lama pedang melengkung itu sudah kembali ke sarung nya meninggalkan tubuh manusia yang sudah dalam keadaan berantakan.
__ADS_1
Sore itu Zhi Yuan duduk di sebuah kedai minuman, dan bersiap meninggalkan ibukota, bahunya terasa ringan karena tugas nya sudah selesai, namun bayangan Hua Daiyan tiba-tiba terbayang di kepala nya
"Lencana itu begitu mengerikan, tolong jaga Puteri ku satu-satunya," ucap pria tua ingin memegang kaki nya.
Bayangan itu membuat Zhi Yuan meneguk guci baru nya begitu dalam, tidak peduli dengan orang di sekitar nya.
"Maafkan aku tabib Hua, tapi aku hanya bisa menjaga orang yang berada di belakang ku, bukan di depan ku," gumam Zhi Yuan yang merasakan sesuatu buruk akan terjadi pada Hua Mulan karena lencana itu.
Batin nya kembali saling bertarung antara pergi atau menolong Hua Mulan.
"Baiklah tabib Hua, aku akan menunggu gelap, dan menghabisi semua orang yang ku curigai di kediaman itu, mungkin aku akan membantai separuh dari orang-orang ini, dan ini adalah bantuan terakhir ku untuk mu," batin Zhi Yuan, begitu marah.
Langit mulai remang Zhi Yuan melangkah ke arah kediaman Li, sorot matanya begitu dingin, menelusuri keramaian jalanan ibukota, pemuda itu menatap Hua Mulan sedang memegang jubah di bagian kirinya, bicara dengan pelayan wanita di gerbang masuk kediaman itu, dan pelayan itu sedikit berlari ke arah pasar.
"Apa dia sengaja memberitahu para pengintai itu bahwa lencana nya ada di saku kirinya," kesal Zhi Yuan , kepalanya menggeleng.
Pemuda itu berhenti sesaat untuk menatap sekeliling, dan tampak suasana tidak seperti biasa nya
"Ini aneh, tidak ada penjaga satupun," batin Zhi Yuan.
Dan dari arah belakang Hua Mulan seorang pria berpakaian pelayan menghampiri wanita itu, dan mereka terlihat saling bergulat sesaat, dan pria itu terlihat berlari tepat ke arah Zhi Yuan meninggalkan Hua Mulan, yang sedikit membungkuk memegang perutnya, dan tangan satu nya menunjuk ke arah pemuda berpakaian pelayan itu.
Tubuh Zhi Yuan sedikit membungkuk, menundukkan kepalanya, melangkah begitu pelan jemarinya mulai memegang gagang pedang nya dan saat pria itu dekat, hanya dalam sekejap Zhi Yuan sudah menghalangi pria itu, dan tubuh keduanya bersentuhan.
__ADS_1
"srinngggg....."
Terdengar suara pedang tercabut, orang-orang hanya mendengar namun tidak melihat seseorang memegang pedang terhunus, Zhi Yuan terus melangkah meninggalkan pria berpakaian pelayan itu yang kini sudah tidak memiliki lengan kanan.