
"Melakukan nya? kakak Ling aku tidak mengerti, hari sudah malam sebaiknya kau pulang," ucap Zhi Yuan, berpura-pura tidak mengerti arah ucapan Xiao Ling.
Zhi Yuan melewati Xiao Ling namun tiba-tiba wanita itu memeluk perut Zhi Yuan dari belakang, kepalanya di rebahan di punggung pemuda itu.
Zhi Yuan memegang tangan Xiao Ling dan mencoba melepaskan pelukannya, namun wanita itu tidak mau melepaskan nya.
"Diam lah sebentar saja!" ucap Xiao Ling membuat Zhi Yuan mengikuti ucapan Xiao Ling.
"Baiklah... jika kau tidak ingin menjawab pertanyaan ku tentang bagaimana kau mampu berkultivasi, aku tidak akan bertanya lagi, tapi adik Zhi terimakasih, kau selalu melakukan apapun untuk ku dengan diam-diam," ucap Xiao Ling, yang masih membenamkan pipinya di punggung Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya diam tidak tahu apa yang harus di ucapkan.
"Bukankah malam ini sangat indah? adik Zhi apa kau masih membenciku? aku tahu kau melihat ku malam itu dengan Liu Fang beberapa tahun lalu," ucap Xiao Ling.
"Aku tidak membenci mu Kakak Ling, lagipula itu bukan urusan ku," ucap Zhi Yuan
Xiao Ling tersenyum,
"Aku tahu kau kecewa dalam diam mu, tapi kenapa kau tidak mengatakan kejadian malam itu kepada Guang Zhou? bukankah kalian berteman baik, aku tidak tahu sampai kapan kau tidak memberi tahunya," ucap Xiao Ling
Zhi Yuan berbalik, keduanya kini saling bertatapan,
"Aku tidak akan memberitahu nya," ucap Zhi Yuan.
"Adik Zhi aku sebenarnya ingin percaya padamu, tapi aku lebih percaya jika kau memberiku jaminan," ucap Xiao Ling.
"Jaminan? " Zhi Yuan menggeleng semakin tidak mengerti arah pembicaraan Xiao Ling.
"Adik Zhi setelah kau melihat kejadian itu, setiap aku melihat mu, aku akan merasa rendah di matamu, bagaimana kita masih bisa berteman jika kita tidak di posisi yang sama," ucap Xiao Ling.
"Kakak Ling kau semakin membuat ku bingung," ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
"Akan aku permudah untuk otak bodoh mu itu, karena kita sudah tidak bisa sama-sama di atas, bagaimana jika kita berdua sama-sama di bawah, lakukan apa yang Liu Fang malam itu lakukan padaku," ucap Xiao Ling.
"Apa?" suara Zhi Yuan terputus dan Xiao Ling menarik tangan pemuda itu dan membawa nya ke sebuah bangku panjang di sebuah taman tidak jauh dari paviliun Dong Chu.
Xiao Ling mendudukkan Zhi Yuan dan wanita itu tetap berdiri,
"Lakukan apapun yang di lakukan Liu Fang malam itu, tidak kurang dan tidak lebih," ucap Xiao Ling.
Zhi Yuan menatap ke sekeliling sambil menggeleng,
"Kenapa wanita selalu membawa kebenaran sesuka hati mereka," batin Zhi Yuan
"aahhh... baiklah, aku akan melakukan nya," ucap Zhi Yuan dan berdiri, kini keduanya sudah begitu dekat.
"Adik Zhi mulai lah, aku sudah siap," ucap Xiao Ling.
Zhi Yuan mengangguk beberapa kali, seperti tidak yakin, pemuda itu menundukkan kepalanya dan sedikit mensejajarkan tubuhnya dengan Xiao Ling yang tinggi badannya jauh di bawahnya, tangan kiri nya bergerak ingin memegang rahang Xiao Ling namun ragu, Xiao Ling melihat keraguan Zhi Yuan, dan memegang tangan pemuda itu menuntun nya menyentuhkan di rahang nya.
"mmmmsss," suara keluar dari bibir mereka, masih dengan bibir saling melu *mat Xiao Ling mendorong sedikit tubuh Zhi Yuan hingga terduduk, kini wanita cantik itu lebih mudah mencium Zhi Yuan dari atas, karena wanita itu masih berdiri.
"Adik Zhi gerakan tangan mu seperti malam itu," ucap Xiao Ling, dan merenggang sedikit pahanya, dan menekuk satu kakinya meletakkan lutut nya di atas bangku panjang itu dekat paha Zhi Yuan, terlihat Xiao Ling seperti mengangkangi pemuda itu namun hanya dengan satu kaki.
Zhi Yuan melakukan apa yang di lakukan Liu Fang malam itu, tangan kanannya menyelinap ke pakaian bawah Xiao Ling dan mengelus paha wanita itu, dan tangan kanan Xiao Ling menahan nya.
Tangan kiri Xiao Ling kini menarik kepala Zhi Yuan agar bibir pemuda itu menempel di lehernya, Zhi Yuan mulai menciumi leher panjang wanita itu,. Zhi Yuan ingin menarik tangan keluar dari pakaian bawah Xiao Ling, namun wanita itu menahan nya, dan semakin menempelkannya di milik nya yang masih di lapisi pakaian dalam nya, tubuh nya sedikit bergetar.
"belum," ucap Xiao Ling yang masih ingin merasakan sentuhan pemuda itu dimilikinya. sentuhan itu meredam rasa gatal di milik nya yang sudah sangat basah, membuat nya merasa begitu nikmat.
"aahhhh.... ini sudah jauh dari yang di lakukan oleh Liu Fang, tetapi aku benar-benar menikmati ini, aahhhh...." batin Xiao Ling, dan dengan berat hati harus menghentikan kegiatan jemari pintar Zhi Yuan.
"Itu sudah cukup," bisik wanita itu sangat pelan, dan mulai menuntun tangan kanan Zhi Yuan keluar dari bagian bawah nya dan melingkarkan nya di pinggangnya.
__ADS_1
Xiao Ling menaikan satu lutut nya yang lain di samping paha Zhi Yuan dan kini wanita itu berlutut di pangkuan pemuda itu sepenuhnya.
"Kakak Ling, i-ni..." ucapan Zhi Yuan terhenti saat bibir wanita itu dengan buas membangun bibir Zhi Yuan.
Xiao Ling kembali bercumbu dengan ganas, lutut nya semakin melebar membuat bagian bawah nya semakin mendekati milik Zhi Yuan, dan di saat benda mereka menempel tubuhnya kembali bergetar,
"aahhhh...." desahannya keluar dari bibirnya begitu saja.
"Aku bisa merasakan benda panas, yang begitu besar, dan milik ku bergetar dan bergejolak seperti sangat menginginkan benda adik Zhi," batin Xiao Ling.
Xiao Ling menjauhkan wajahnya sesaat menatap ke arah Zhi Yuan mata keduanya saling menatap, namun sorot mata Xiao Ling sudah benar -benar sayu. tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir keduanya,
"Adik Zhi, maafkan aku, tapi aku benar-benar belum puas," ucap Xiao Ling.
Dan wanita itu mencium kembali bibir Zhi Yuan, dan kini tubuh nya menekan kebawah dan milik nya terganjal benda besar, Xiao Ling mulai mengerakkan tubuh agar milik nya semakin bergesekan dengan milik Zhi Yuan.
"Aahhhh.... aku benar-benar ingin melakukan nya, tapi tidak mungkin aku meminta adik Zhi melakukan nya," batin Xiao Ling.
Xiao Ling sudah tidak berciuman lagi, bibir nya sudah di telinga Zhi Yuan, sekarang wanita itu hanya fokus dengan kenikmatan di bagian bawah nya saja, gerakan nya semakin liar, nafasnya semakin tersengal,
"Ada sesuatu akan keluar dari milikku, aaahhh aku tidak tahan lagi," batin wanita itu dan pikirannya menjadi kosong.
Dan tidak begitu lama tubuh nya mengejang dan mendekap Zhi Yuan begitu erat, bibir nya sedikit terbuka, diikuti desa*Han kencang seperti mengejan, pipinya menekan kepala samping Zhi Yuan begitu kuat, sesaat Xiao Ling memejamkan matanya erat-erat merasakan sisa-sisa kenikmatan nya.
"aahhh... apa i-ni? aku tidak pernah seperti ini saat bersama Kakak Zhou, meski sedang berhubungan," batin Xiao Ling sambil mulai mengatur nafasnya, sesekali perut nya masih berkedut dan bergetar hingga kebawah.
Nafasnya nya yang tersengal kini berangsur-angsur mulai teratur,
"Adik Zhi, bisakah kau tidak bicara, dan diam lah sebentar lagi," ucap Xiao Ling karena tahu jika pemuda itu bicara akan membuat nya malu dan kesal. Wanita itu semakin bertambah malu saat menyadari pakaian Zhi Yuan sudah basah karena cairan nya.
Namun di kejauhan sepasang mata indah mengawasi kedua insan itu, air mata mulai bergulir terjatuh dari bola mata jernih itu, wajah nya tertunduk merasakan sakit yang teramat, kedua tangannya saling meremas seperti begitu marah.
__ADS_1