
"Apa aku sudah mati," ucap Zhi Yuan, yang merasakan hangat di punggung nya dan sehangat pelukan seorang ibu.
Ular ganas itu seketika berhenti, dan seperti terlihat ketakutan, membuat pendekar legenda itu menyipitkan matanya melihat. Dan tiba-tiba dari belakang punggung Zhi Yuan muncul delapan ular yang sangat mirip dengan ular nya dengan aura yang lebih mengerikan dari ular iblis nya.
"Ular mu itu hanya cacing menggemaskan bagiku," ucap suara wanita yang terdengar begitu dingin dari belakang Zhi Yuan, dan dalam sekejap salah satu ekor ular di belakang Zhi Yuan sudah melesat dan menelan bulat-bulat ular iblis pendekar legenda itu membuat semua orang begitu ketakutan, karena ular-ular itu masih terlihat lapar.
Sosok itu melangkah dari belakang Zhi Yuan, dan mendekat wajah nya ke samping wajah Zhi Yuan yang terpejam,
"Dan kau bocah dingin, kau belum mati," bisik nya, membuat Zhi Yuan membuka matanya menatap wanita yang berbisik kepada nya.
Semua orang tidak percaya apa yang di lihatnya mata mereka seperti tidak berkedip dan semakin melebar saat melihat kristal biru berbentuk bulan separuh di kening wanita itu.
Bola mata kecoklatan wanita itu menatap mata Zhi Yuan begitu detail, dan bola mata itu bergerak ke arah Hua Daiyan yang mendekat ke arah Zhi Yuan, dan terakhir ke arah kedua pendekar legenda itu dan beberapa assasin yang ada di belakang nya.
"Apa benda ini begitu berharga, hingga pendekar suci seperti mu ikut memperebutkan nya?" tanya Zhi Yuan menatap sosok di depan yang sedang membelakangi nya.
"Tutup mulut mu, apa aku seperti membutuhkan sampah seperti itu? aku akan mengurus mu setelah aku membunuh dua pendekar tidak tahu malu ini," ucap wanita itu, membuat kedua wajah pendekar legenda itu pucat, karena mendengar jika penguasa itu tidak memiliki belas kasihan.
Pria berusia 80 tahun itu sedikit mendekat, sambil menelan ludah di tenggorokan nya kering, dan berusaha mengumpulkan semua kekuatan agar tidak terlihat gugup.
__ADS_1
"Pepatah mengatakan istana Giok begitu cantik di selatan, hari ini aku baru mengerti bagaimana pepatah itu bisa muncul, Nyonya, anda penguasa istana Giok, anda seharusnya tidak mencampuri urusan Kaisar Qing," ucap pria itu.
"Kaisar Qing? ini adalah wilayah gunung Huanlun, kau pasti tahu sendiri arti nya itu, di tempat ini hanya boleh melakukan pertarungan terhormat, apa kau pernah mendengar jika Sang Legenda pembantai 100 ribu nyawa selalu memakamkan musuh yang di bunuh nya di gerbang timur, itu yang dimaksud dengan kehormatan, pahlawan itu tahu mereka yang di bunuh nya memiliki keluarga dan mereka semua mati karena kewajiban seorang prajurit bukan karena kebencian pribadi, tapi yang kalian lakukan saat ini sangat keji," ucap sosok itu yang tidak lain adalah Zhou Lu Zi.
"Pertarungan terhormat? haha..., pertarungan seperti itu tidak akan terjadi karena kami seperti batu dengan telor," ucap kultivator berwajah mengerikan itu.
Wanita berkulit seputih salju itu tersenyum tipis, dengan sorot mata begitu sinis.
"batu dengan telor? kau benar, sebuah usaha yang sia-sia memecahkan batu meski jumlah telor begitu banyak, tapi saat ini kita tidak sedang berbicara telornya, kita sedang membicarakan batu karang itu," ucap wanita itu menatap Zhi Yuan.
"apa? kami telur? Nyonya kesabaran kami ada batasnya, aku mohon jangan mempersulit pekerjaan kami, perintah Kaisar adalah segalanya buat kami, dan nyonya sendiri tahu aturan tentang penguasa Istana Giok," ucap pendekar itu lagi.
"hahaha.... aku sangat tahu aturan itu, tapi aku tidak bisa menerima perbuatan kalian meski itu perintah calon suami ku" ucap Zhou Lu Zi. dan tangan kanan nya berbentuk tapak di depan bibir nya, jemari lentik itu terlihat begitu cantik dan lemas, dan saat jari manis di telapak itu di tekuk delapan ular iblis itu mulai bergerak membabi buta dan memangsa seluruh pembunuh- pembunuhan itu. hanya dua pendekar legenda itu mampu menghindar namun dua buah energi bening berbentuk kelereng melesat dari sentilan wanita itu, melesat begitu kencang dan mengejar dua pendekar legenda itu dan energi itu dengan mudah mencapai sasaran dan menembus jantung kedua pendekar legenda itu membuat nya membeku sesaat di udara.
Kedua pendekar legenda yang berhenti di udara itu menjadi sasaran empuk dari ular-ular iblis, mereka dengan sekejap berebut makanan mereka, membuat tubuh pendekar legenda itu terpisah-pisah karena di tarik oleh beberapa ekor ular secara bersamaan.
Darah terlihat seperti gerimis di udara, di sertai potong organ dalam yang berhamburan.
Zhou Lu Zi mendekati Zhi Yuan yang sudah mengenakan kembali shal nya bersiap bertarung, telunjuk wanita itu menyentuh darah yang menetes dari luka di lengan pemuda itu, wajah terlihat bersemangat melihat darah itu, jempol nya di satukan dengan telunjuk yang ada noda darah pemuda itu, mata wanita itu sedikit menyipitkan menatap darah Zhi Yuan begitu dalam, dengan kening berkerut.
__ADS_1
Dan wanita itu pun mengeluarkan selembar kain kecil seperti pita, wanita itu mengikat luka di lengan pemuda itu seperti tidak mempedulikan tatapan Zhi Yuan yang kebingungan, dan terkahir mengikat nya dengan kencang, membuat Zhi Yuan begitu terkejut tidak menyangka perbuatan wanita itu.
"aakkhh..." suara keluar dari bibir bukan karena sakit namun terkejut, membuat Zhou Lu Zi tersenyum begitu manis.
"Percayalah aku bisa membuat mu lebih menjerit daripada itu," bisik wanita itu.
"Sebaiknya sebelum bicara pikirkan dulu, tidak semua orang seperti yang ada di kepala gila mu itu," ucap Zhou Lu Zi.
"Setiap orang memiliki maksud di setiap perbuatan nya. Nyonya penguasa... apa yang kau inginkan setelah membantu ku hari ini? jika kau menginginkan lencana itu sebaiknya tidak perlu berbasa-basi," ucap Zhi Yuan dengan tatapan lurus ke depan meski lawan bicara sudah bergerak ke samping kirinya.
"ucapan mu sedikit, tapi begitu banyak yang harus aku jawab," ucap Zhou Lu Zi.
"Aku membantu mu? baiklah jika kau berpikir demikian, anggap saja aku penonton dengan membayar paling mahal, dan aku berhak mendapat pertunjukan yang menarik, jika tadi kau mati, itu akan menjadi pertunjukan nya menjadi bodoh, dan aku tidak ingin rugi, tapi jika kau menanyakan apa yang ku inginkan dari mu setelah menolong mu? katakan padaku apa yang kau miliki?" ucap Zhou Lu Zi sambil menadahkan telapak tangan nya di depan wajah Zhi Yuan
Zhi Yuan hanya menatap jemari lentik indah yang begitu bersih di depan nya, tanpa mampu menjawab, karena dirinya tidak memiliki apapun yang cukup berharga dari wanita yang sudah berada di puncak kultivasi itu, wajah bodoh Zhi Yuan membuat wanita itu tertawa.
"hahaha... tidak ada? apa yang kau pikirkan benar, kau tidak memiliki apapun yang ku inginkan karena aku sudah memiliki nya, bisakah kau memuji ku karena membunuh dengan mengerikan? atau bisakah kau melepas cadar mu? untuk sekedar mengucapkan terimakasih? aku rasa hal sekecil itupun tidak bisa kau lakukan, jadi lupakan saja," ucap wanita itu.
Jemari lentiknya menelusuri mata pedang melengkung Zhi Yuan, Wanita itu semakin mendekatkan wajahnya lagi dan bibirnya hampir menempel dengan telinga pemuda itu,
__ADS_1
"Aku tahu kau masih memiliki sisa energi, kultivator raja tingkat delapan memang menakutkan kan, dan pedang kesedihan ini akhirnya menemukan majikan yang tepat, seharusnya dengan mudah kau membelah cacing itu, tapi kau tidak melakukan dengan sepenuh hati mu, apa kau begitu putus asa dan memilih membiarkan dirimu mati? biasanya orang putus asa memilih bunuh diri, aku begitu kecewa, ingat lah bukan hanya aku, tapi semua Dewa saat ini akan iri padamu, karena kami tidak pernah menyentuh tahap delapan itu, bersemangat lah," bisik wanita itu dan berubah menjadi butiran salju.