
Wajah pengemis itu berubah menjadi marah, dan tampak kekhawatiran saat menatap pedang menakutkan dari Zhi Yuan.
"Apa itu salah satu dari tujuh pedang Dewa?" batin nya
"Kau? bocah kecil, kau tidak tahu siapa aku hah? aku akan mencincang mu, dan membunuh semua wanita di kediaman mewah itu," teriak pengemis itu histeris, melesat sambil terkekeh.
Zhi Yuan memejamkan matanya, menghitung kekuatan pengemis itu, dan mencoba kekuatan energi qi baru nya di ranah raja tingkat sembilan, sebelum pedang pengemis itu mencapai leher Zhi Yuan, mata pemuda itu terbuka,
"Delapan belas perubahan pedang iblis Salju ," ucap Zhi Yuan pelan.
Gelembung energi begitu besar keluar dari tubuh Zhi Yuan membekukan apa saja di sekeliling nya, dan gerakan pedang pengemis terasa begitu lambat, Zhi Yuan membebaskan pedang nya dengan kedua tangannya, dengan energi baru nya.
"Prannnggg..... " pedang milik Zhi Yuan menghancurkan pedang pengemis itu, dan dengan mudah Zhi Yuan mengendalikan arah pedang nya dan mengarahkan ke bahu pengemis itu.
"Blarrrrr..." suara tebasan pedang Zhi Yuan di bahu pengemis itu membuat pengemis itu terlempar puluhan meter, beberapa kali tubuh pengemis itu membentur tanah membuat beberapa kawah di setiap benturan itu.
Tubuh pengemis itu seperti berputar dan masih terlempar, Zhi Yuan terus memburu nya, sambil melepaskan beberapa tebasan susulan, dan keduanya terhenti tidak jauh dari kediaman keluarga Li.
"aaakkkhhhhssss.... " terdengar jeritan pengemis itu, pakaian nya hancur namun bahu pengemis itu tidak terpotong karena Zhi Yuan sudah membalik pedang nya, dan kini memar berwarna merah kebiruan terlihat menggelembung, menonjol di sepanjang tebasan itu, dan juga bagian tubuh lainnya.
Pengemis itu merangkak, rasa perih dan panas membuat pengemis itu berlutut menahan rasa kesemutan hebat dan panas di bahunya, dan seluruh bagian tubuh lain nya. Darah yang mati mulai memenuhi tonjolan itu, dan daging hancur di dalam kulit nya terasa begitu menyakitkan baginya, bahkan luka itu juga tidak bisa di sembuhkan menggunakan tehnik iblis dari pengemis itu.
"Bocah apa yang kau lakukan padaku?" terikat pengemis itu dengan rahang terbuka, dan otot-otot lehernya tertarik menahan rasa sakitnya.
Zhi Yuan berdiri di hadapan pengemis itu, dan menancapkan pedang nya di paha pengemis itu yang terlihat seperti berlutut hingga menembus tulang kering di bawah pahanya, namun tidak dirasakan nya lagi, rasa perih di bahunya sudah menghapus semua rasa sakit di tempat lain.
"Bukankah sudah aku katakan, aku akan menghancurkan mu seperti anjing, dan ini begitu menyenangkan," ucap Zhi Yuan bibir nya tersenyum namun matanya terlihat begitu dingin dan tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Tulang bahu, rusuk dan organ dalam selain jantung mu sudah hancur, sangat disayangkan jeritan mu lebih mengecewakan dari pada wanita, dan itu membuat ku begitu muak, tapi kali ini aku sedikit beruntung, karena aku tidak mengetahui namamu, nama mu akan menodai perjalanan hidup ku," ucap Zhi Yuan.
Urat-urat mulai bermunculan di kening pengemis itu menahan rasa sakitnya,
"Apa? namaku ad...
Sebelum pengemis itu selesai mengucapkan namanya, Zhi Yuan sudah melepaskan tebasan menggunakan bagian punggung pedang nya ke leher pengemis itu membuat nya kembali terlempar beberapa meter.
"aaahhhkkkk.... ggroookkkkk," darah hitam bergelembung keluar dari bibir dan hidung pengemis itu, tampak lebam menonjol yang sama terlihat di lehernya pengemis itu.
Pengemis itu tidak bisa bicara, air matanya mengucur menahan sakit, pita suara kerongkongan serta tulang lehernya nya juga sudah hancur, bibir terbuka dengan darah hitam terus keluar.
"Baiklah aku ada urusan lain, jadi aku tidak sempat membunuh mu, kau akan mati pelan-pelan di tempat ini," ucap Zhi Yuan, dan melepaskan totokan di dada pengemis itu.
"Kau tidak akan mati cepat, dan otakmu akan sadar dalam satu jam, kecuali seseorang berbaik hati memotong kepala atau jantung mu," ucap Zhi Yuan meninggalkan pengemis itu mengejang penuh rasa kesakitan.
Dua penjaga biro peradilan itu menemukan tubuh tidak bergerak dari Pengemis itu, dan dengan kemarahan yang tidak terkendali menebaskan pedangnya ke leher pria itu membuat nya tewas.
"Seandainya Dewi Zhang tidak membantu ku, diriku mungkin akan seperti pengemis itu, tanpa cinta, benci, birahi, bisa di pastikan aku tidak peduli, dan tanpa berkedip aku akan membunuh siapapun yang di perintahkan," batin Zhi Yuan dan mengingat pengorbanan Dewi Zhang Ziyi untuk dirinya.
Pemuda itu mengeluarkan guci nya dan meneguk nya dalam-dalam dan memejamkan matanya, mengenang masa silam nya.
Hua Mulan memutar tubuh nya namun tidak melihat keberadaan Zhi Yuan, air matanya terus keluar, hingga langit gelap. Wanita itu kembali kekediaman utama, wajahnya terlihat kelelahan, riasan wajah nya sudah rusak karena deraian air matanya, wanita berlari masuk ke ruangan Zhi Yuan namun tidak menemukan pemuda itu, bahkan membuat nya terus berjaga di ruang tengah untuk menunggu kedatangan Zhi Yuan.
Telinga wanita itu mendengar suara air terciprat di perpustakaan, dan melihat lentera lebih terang dari biasanya, wanita itu mendekati perpustakaan di ikuti oleh para penjaga biro peradilan.
"Kalian tunggu di luar, aku ingin mempelajari sesuatu, panggil aku jika melihat tuan Zhi," ucap Hua Mulan.
__ADS_1
Kaki panjang nya melangkah pelan, menelusuri koridor dengan rak-rak buku berjejer di sepanjang koridor itu, mata nya mencari letak cahaya yang paling terang, wajah nya membeku saat melihat baskom berisi air berwarna merah di atas meja, matanya menatap sekeliling mencari orang yang meletakkan baskom itu dan melihat Zhi Yuan yang tubuhnya setengah telanjang berada di sudut ruangan itu, hanya mengenakan jubahnya setengah di sisi kanan, pemuda itu mencoba menutup luka di lengan kirinya dengan perban.
Hua Mulan berlari ke arah pemuda itu dan memeluk nya begitu erat,
"Kau selalu membuat hatiku tidak tenang, kenapa kau begitu jahat, Zhi Yuan," ucap Hua Mulan menangis sejadi-jadinya, membuat Zhi Yuan hanya membeku.
"Nyonya..." ucapan Zhi Yuan terhenti.
"Diamlah... aku akan mengurus nya," ucap Hua Mulan dan melihat ikatan di lengan kurus Zhi Yuan,
"Biar aku saja," ucap Zhi Yuan, namun wanita itu menampar tangan Zhi Yuan dengan sorot mata begitu marah.
wanita itu menyapukan sedikit poni berantakan nya, dan membuka kembali luka Zhi Yuan ingin memastikan luka itu, dan tampak wanita itu sedikit lega karena mengetahui luka pemuda itu tidak terlalu serius. wajah wanita itu terlihat begitu lelah, air matanya terus mengalir juga air dari hidung nya, kepala tertunduk dengan mata terpejam erat merasakan sakit yang begitu terasa di dadanya.
'Kenapa dia yang terluka, tapi hatiku merasakan sakit yang teramat sangat," batin Hua Mulan.
Zhi Yuan ingin memegang tangan nya namun wanita itu menghempaskan nya, dan kembali fokus dengan luka sayatan itu, tangan wanita itu begitu bergetar dan hampir tidak bisa melakukan pekerjaan nya, peralatan pengobatan nya berjatuhan beberapa kali, Zhi Yuan ingin memegang tangan gemetar wanita itu namun tetap saja menolak tangan Zhi Yuan, dan pemuda itu tampak kesal, menarik dengan kencang membuat wanita itu masuk ke dalam pelukan nya.
"Lepaskan!!! eenggghhh.... jangan sentuh aku... hikk.... hikkk... jangan sentuh... huuuu... huuu.... huuuuu..." ucap Hua Mulan tangisan nya kembali pecah dan memukul dada sedikit berotot Zhi Yuan.
Zhi Yuan memeluk nya beberapa saat membuat wanita itu sedikit tenang, namun tubuh wanita itu masih bergetar dan kembali berontak.
"Zhi Yuan kenapa kau harus seperti ini, tidaklah kau mengerti perasaan ku? tidak tahu kah kau betapa takut aku kehilangan dirimu? hatiku benar-benar sakit melihat mu terluka, tidakkah kau tahu betapa hancurnya hatiku saat kau menatapku seperti tadi siang? tidakkah...
Zhi Yuan sudah mencium bibir basah bercampur semua air mata dari wanita itu, sesaat wanita itu berontak, memukul bahu Zhi Yuan namun pemuda itu tidak melepaskan ciuman nya, dan perlahan kepalan jemari Hua Mulan terbuka dan mengelus rahang pemuda itu dan berbalik membalas ciuman Zhi Yuan, dan satu tangan nya lagi meremas kepala belakang pemuda itu, nafas mereka mulai memburu dan terdengar ******* dari bibir Hua Mulan.
Keduanya saling bergulat dengan posisi berdiri, kedua begitu menempel, gunung menantang nya tumpah di dada telanjang Zhi Yuan dan wanita itu berusaha menempel tubuh mereka, dan getaran panas mulai menjalar di tubuh wanita itu, nafas nya terdengar begitu kencang.
__ADS_1
Dengan sedikit kasar Zhi Yuan mengangkat tubuh tinggi Hua Mulan, wanita cantik itu memeluk leher pemuda itu dan hanya pasrah membiarkan tubuh nya beringsut di gendong oleh pemuda yang usianya jauh di bawah nya,