
Satu bulan sudah berlalu, setelah berpamitan kepada Tetua Zhang, dan beberapa Biksu di Kuil Suci, Zhi Yuan berangkat menuju sebuah bangunan militer dipusat kota Jingyang, terlihat cukup banyak yang mendaftar, namun mereka adalah murid dari berbagai sekte yang terpaksa ikut mendaftar, karena setiap sekte diwajibkan menyerahkan 5 murid mereka untuk bergabung dengan militer, dan perekrutan selanjutnya dilakukan enam bulan kemudian.
Hari itu Zhi Yuan diberi ruangan di tempat militer itu, dan dua hari kemudian pemuda itu, dan empat ribu pendaftaran lain nya memulai perjalanan menuju Gerbang Timur, di benteng itu mereka diberikan pelatihan perang selama empat bulan, dan mereka memiliki pangkat berbeda sesuai dengan tingkat kultivasi.
Dan setelah mendapat pelatihan yang cukup Zhi Yuan dan tiga ribu orang lain nya di turunkan di garis depan, tepat nya di hutan tua lapisan terluar dari benteng berbentuk tapal kuda itu. Di dalam hutan mereka terpecah dan memiliki tempat-tempat persembunyian, semua kebutuhan akan di kirim setiap 10 hari, tidak ada yang di izinkan kembali ke benteng sebelum musim dingin tiba.
Di awal semuanya terlihat berantakan, mereka melakukan serangan-serangan secara membabi buta tanpa formasi yang jelas, meski dapat mengurangi jumlah prajurit lawan namun jumlah nya tidak signifikan, bahkan lebih banyak memakan korban dari pihak Kerajaan Yuan, dalam tiga bulan pertama tiga ribu orang itu hanya tinggal 205 orang saja.
Dalam peperangan selam tiga bulan itulah banyak dari 205 orang itu yang di selamatkan Zhi Yuan, membuat mereka selalu berusaha dekat dengan pemuda itu untuk mendapat perlindungan, dan semakin lama orang-orang itu menjadi pengikut setia Zhi Yuan.
Hari itu dari atas pohon Zhi Yuan sedang mengawasi pasukan Kerajaan Wei yang akan menyerang, matanya mengamati pasukan lawan yang membentuk formasi di depan hutan tua itu.
"ini tidak asing, aku pernah melihat bentuk formasi ini," batin Zhi Yuan dan otak nya dengan cepat mengingat formasi dalam kitab nya.
Dengan menggunakan energi qi Zhi Yuan mengeluarkan Aray yang sama persis dengan formasi dari pasukan musuh di depan wajah nya, jari-jari mulai memainkan dalam Aray itu, beberapa angka di masukan, membuat rangkaian Aray itu bergetar dan hancur seketika.
"Aku memerlukan 738 orang di ranah pendekar mahir untuk menghabisi pasukan itu," gumam Zhi Yuan begitu yakin
__ADS_1
"Tapi kami hanya berjumlah 205 orang, dan hanya beberapa orang saja di ranah itu," gumam Zhi Yuan mulai memikirkan semua kemungkinan, dan kembali membuka Aray baru dan memasukkan angka kedalam Aray itu, dan perlahan rangkaian Aray itu mulai terlepas satu-persatu.
"hemmm.... aku tidak perlu menghabisi nya, dengan jumlah ini, kami hanya cukup memberi kerusakan fatal pada formasi mereka," batin Zhi Yuan.
Zhi Yuan menutup Aray nya, dan mulai mengatur ke 205 orang yang sudah menjadi pengikut setia nya, dan melancarkan serangan di daerah kunci, dan hasil nya tidak terduga Zhi Yuan dan rekan-rekan nya itu berhasil membunuh 1300 prajurit lawan, hampir seperempat dari seluruh jumlah pasukan lawan, tanpa korban jiwa dari pihak nya, meski beberapa orang terluka cukup parah.
Kerusakan formasi membuat pasukan itu seperti telur yang membentur benteng batu, dan dengan mudah seluruh pasukan itu hancur sebelum berhasil menyentuh dinding benteng.
Semua orang di dalam hutan itu terlihat begitu puas dengan apa yang direncanakan oleh Zhi Yuan, dan ini bukan hanya terjadi sekali, beberapa kali mereka berhasil mengurangi pasukan musuh dengan jumlah berkali-kali lipat dari jumlah mereka, pasukan kecil ini mulai bekerja begitu rapi, penguasaan Medan dan ketepatan waktu dalam bertindak selalu menjadi kunci keberhasilan setiap rencana Zhi Yuan, bahkan pemuda itu selalu mempunyai rencana cadangan yang lebih mematikan dalam setiap rencananya.
Selama tiga bulan berikutnya pasukan setia Zhi Yuan hanya tinggal 118 orang dan mereka telah membunuh lawan lebih dari 9 ribu orang, pencapaian yang diluar nalar, dan kemampuan Zhi Yuan inilah yang membuat nya begitu dihargai, dan mereka tanpa ragu mengangkat Zhi Yuan sebagai pemimpin di kelompok kecil itu.
****
Hari ke 20 musim dingin tahun kera tanah.
Tiga tahun sudah berlalu Zhi Yuan kini sudah berusia 17 tahun, seperti janjinya pemuda itu selalu pulang ke Kuil Suci setiap musim dingin, ini kali ketiga pemuda itu di Kuil Suci, sekarang pemuda itu sudah menguasai Tehnik Pedang Kabut Darah level 5, dan sudah di ranah pendekar mahir tingkat 2, dan memiliki tulang sutra perak tingkat akhir.
__ADS_1
Tetua Zhang menggelengkan kepalanya, melihat perkembangan kultivasi yang tidak normal itu, dan mulai memutar otak untuk menghentikan kemampuan pesat pemuda itu, yang pada umumnya orang seumuran Zhi Yuan baru berada di alam menengah tingkat akhir, meskipun seorang jenius pun usia 17 tahun tidak akan melewati ranah pendekar atas tingkat 4.
"Medan perang sudah merubahnya menjadi mahluk mengerikan, resiko kehilangan nyawa mengharuskan bocah ini bertarung mengalahkan rasa lelah, hingga melewati batasan, dan yang diluar perkiraan ku, tubuh nya mampu menyesuaikan dengan situasi, inilah hal yang tidak bisa dilakukan pada kultivator lain nya karena mereka berlatih tanpa resiko, dan dibatasi oleh rasa lelah," batin Tetua Zhang.
Sosok berkerudung itu kembali menggelengkan kepalanya,
"Ini adalah usia pubertas pemuda itu, jika tidak melakukan nya sekarang, maka semua akan terlambat," batin Tetua Zhang.
Tetua Zhang mendekati Zhi Yuan yang sedang berlatih, membuat pemuda itu menghentikan latihan nya, dan mendekati Tetua Zhang yang berjalan pelan dengan bantuan tongkat kayu nya.
"Tetua, apa ada yang anda butuhkan?" tanya Zhi Yuan.
Tetua Zhang yang tidak pernah melepaskan kerudung nya hanya mengangguk,
"Duduk lah Yuan'er, ada yang ingin aku tanya kan," ucap Tetua Zhang dan keduanya duduk di bangku batu di bawah pohon tua, lonceng -lonceng kecil yang terikat di tali besar mulai berdenting saat angin bertiup sedikit kencang.
"Yuan'er, kau sudah mulai dewasa apa kau tidak memiliki perasaan pada wanita, biasanya pria seusiamu begitu penasaran dengan lawan jenis," ucap Tetua Zhang.
__ADS_1
Zhi Yuan sedikit gugup, dan berpikir jika Wu Xiang Yu sudah menyebarkan tindakan mesum nya ke kuil suci.
"Kami sudah tiga tahun tidak bertemu, wanita itu pasti sudah menikah dan melupakan ku, tidak mungkin Tetua Zhang tahu hal bodoh yang aku lakukan pada wanita iblis itu," batin Zhi Yuan.