Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 19


__ADS_3

Beberapa hari sebelum acara bulan pemilihan tuan pedang, beberapa anggota dari sekte lain sudah mulai berdatangan di kota Jingyang, mereka sudah jauh-jauh hari datang memenuhi undangan dari Sekte Pedang Langit, dan menginap di kota Jingyang. lebih dari 500 sekte berada di kerajaan Yuan, dan hampir keseluruhan datang, mereka tidak akan melewatkan kemeriahan ini begitu saja.


Para undangan ini akan di wakili oleh 10 orang murid pilihan dan di oleh dua tetua atau bahkan ketua dari masing-masing sekte, dan seketika kota Jinyang akan menjadi begitu padat dan sibuk, koin-koin emas akan berhamburan di penginapan, rumah makan, toko dan hampir semua orang di kota Jingyang akan merasakan cipratan koin-koin itu.


Selama dua puluh hari mereka akan mengadakan pertarungan persahabatan, pemenang nya akan mendapatkan hadiah yang cukup membuat mereka menjadi pendekar di ranah pendekar mahir tingkat menengah.


Wajah Sekte Pedang Langit sudah selesai di poles, puluhan bangunan besar berlantai tiga berjejer dengan megah nya, mengelilingi sebuah halaman berlantai bata yang mampu menampung 10 ribu orang, di sisi Utara Sekte itu terdapat sebuah bangunan tanpa atap yang terbuat dari batu, bangunan itu mirip stadion, ribuan panji-panji besar bergambar lambang Sekte Pedang Langit berkibar, batu berundak setinggi tiga meter mengelilingi sebuah panggung untuk tempat pertarungan resmi.


Dan pagi itu lebih dari enam ribu orang memadati halaman luas beralas batu bata yang berada tepat di tengah-tengah Sekte itu, pakaian mereka semua berbeda-beda sesuai dengan seragam dari Sekte masing-masing, wajah tegang, bersemangat, dari murid-murid pilihan itu tampak jelas diperlihatkan oleh mereka semua.


Para undangan ini di sambut langsung oleh Ketua Sekte Pedang Langit, dan hanya lima Sekte sahabat yang mendapat tempat menginap di bangunan yang memang di siapkan oleh Sekte Pedang Langit, mereka memang sudah menjalin hubungan baik dari para leluhur pemimpin-pemimpin Sekte itu.


Dari sekian banyak Sekte yang hadir, hanya Sekte Bulan Suci yang menjadi sorotan, sekte yang memang hanya menerima murid wanita saja, dan kali ini Sekte Bulan Suci diwakili oleh para murid yang memiliki paras yang sangat jelita, Xiao Ling dan Li Xuyan bahkan tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan para wanita-wanita itu.


Hari pertarungan yang sudah ditentukan itupun di mulai, Xu Guang Zhou terlihat begitu bersemangat dan penuh percaya diri, pemuda itu duduk di deretan batu berundak sebelah sisi timur tempat tiga ribu peserta lomba lain nya, di sisi selatan Wu Huaran terlihat sedikit kesulitan menyeret Zhi Yuan agar menemani nya menonton, sisi selatan dan Utara adalah di peruntukan untuk para penonton, dan di sisi barat tempat itu di pasang beberapa tenda indah untuk undangan pejabat dari kerajaan.


Teriakan-teriakan mulai bergemuruh di sekeliling di panggung batu yang berada di halaman utama Sekte Pedang Langit saat beberapa murid sudah mulai bertarung, batu berundak setinggi tiga meter itu kini terlihat begitu sesak di penuhi oleh penonton.


Mereka semua adalah murid pilihan, dengan kemampuan di atas rata-rata, hampir semua sekte ingin menunjukkan kemampuan terbaik mereka untuk mendapatkan pengakuan di mata kerajaan dan rakyat.

__ADS_1


Saat wakil dari ranah pendekar mahir sedang bertarung, Teriakan terdengar semakin bergemuruh, tetapi sorakan itu tidak tertuju kepada pertarungan, melainkan seorang wanita yang terlihat melangkah begitu anggun dengan wajah yang lebih menyerupai Dewi diikuti oleh dua wanita lain, rambut panjang berwarna kecoklatan terlihat begitu halus, bulu mata lentik menghiasi mata jernih nya, serta bibir merah yang terlihat basah, angin dingin sedikit berhembus menyapu rambut lembut nya membuat wanita itu menyibakkan rambut terurai nya ke sisi samping memperlihatkan leher jenjang yang begitu halus.


bibir para pria mulai terbuka, sambil sesekali menelan ludah mereka, mereka tidak dapat melewatkan keindahan di depan mata mereka, dengan kulit seputih salju membuat wanita bertubuh tinggi itu membius hampir semua mata pria di tempat itu, dia adalah Wu Xiang Yu murid di ranah pendekar atas tingkat dua, dari Sekte Bulan Suci, meski dua wanita di belakang nya cantik namun kecantikan Wu Xiang Yu berada di level berbeda.


Wu Xiang Yu sedikit tersenyum kearah Wu Huaran, permukaan gigi nya yang sedikit lancip dan terlihat tajam, membuat senyum itu bagai candu bagi orang yang melihat nya.


Suitan-suitan nyaring terus terdengar dari para penonton pria, mereka seperti melupakan ketegangan dari pertarungan yang sedang berlangsung.


"Kakak Yuyue," ucap Wu Huaran saat Wu Xiang Yu sudah duduk di samping nya.


"Dia pria yang ku ceritakan kemarin, kakak Zhi dia sepupuku Nona Besar Wu Xiang Yu," ucap Wu Huaran.


"Senang berjumpa Nona Besar Wu," ucap Zhi Yuan sopan.


Wanita cantik itu mengangguk, dan duduk di di samping Wu Huaran, mereka tampak mulai berbincang sambil menatap pertarungan.


Zhi Yuan kembali duduk, matanya menatap ke arah pertarungan, sesekali umpatan kasar keluar dari bibir bocah itu, membuat wajah Wu Xiang Yu sedikit berkerut.


Di sisi timur tidak jauh dari tempat Xu Guang Zhou duduk, seorang pria sedang menatap Wu Xiang Yu seperti binatang buas yang sedang melihat darah segar, pria itu tersenyum simpul dan sesekali menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Aku harus berkenalan dengan Dewi itu, dalam sebulan, tidak, aku butuh waktu 15 hari saja, itu sudah cukup buat ku membawa wanita indah itu ke atas ranjang," ucap pria yang terlihat berusia 25 tahun yang tidak lain Wang Kai.


"hahaha.... tentu saja kakak, dengan kegagahan dan kekayaan keluarga Wang kau tidak akan sulit melakukan nya, kau bahkan mampu meniduri seorang Tetua Wanita di Sekte kita, hahaha...." sahut temannya.


Xu Guang Zhou mengeretakkan giginya karena kesal,


"Dasar manusia sombong, tapi?" batin Xu Guang Zhou, yang sudah melihat sepak terjang Wang Kai dalam menaklukkan wanita.


"Wang Kai kali ini berencana meniduri seorang wanita tercantik di kerajaan Yuan, tapi semua itu bukan hal mustahil, ini sudah terbukti dengan Li Xuyan, setiap wanita pasti ingin menjadi kekasih dari pria itu, kaya, tampan dan berbakat dalam kultivasi, serta kemampuan nya berbicara yang sudah begitu terkenal pintar dalam meluluhkan hati wanita, tidak ada wanita yang pernah lolos dari jeratan asmara pemuda itu." batin Xu Guang Zhou


Dada Xu Guang Zhou berdebar hebat, pikiran nya kembali malam di saat Tetua wanita itu yang awal nya menolak namun beberapa saat berikutnya meski ucapan nya terdengar begitu benci dan marah namun tubuhnya bergerak sebaliknya wanita itu begitu menikmati, dan tidak rela jika Wang Kai mengakhiri permainan nya serta desa * han liar dari Tetua wanita itu masih terngiang jelas di otak Xu Guang Zhou.


"aahhh... aku tidak bisa membayangkan wanita secantik itu, akan mende*sah liar, serta mengerakkan tubuh nya buas dalam pelukan pria seperti Wang Kai," batin Xu Guang Zhou, merasa begitu iri dengan semua kelebihan yang dimiliki Wang Kai, sangat bertolak belakang dari apa yang di miliki nya.


Bola matanya tidak pernah sekalipun melewatkan setiap gerakan dari wanita itu, berharap mata indah wanita itu melirik ke arah nya, kini kenangan wajah Xiao Ling dan Li Xuyan lenyap tak berbekas, sekecil apapun tingkah dari wanita itu membuat pemuda ini tersenyum, namun sayangnya wanita itu sudah meninggalkan tempat duduk nya diiringi riuh sorakan penonton.


Dan dari Sekte Pedang Langit Xu Guang Zhou juga ikut meramaikan nya, penjagaan yang ketat, dan penengah pertarungan yang handal membuat tidak ada insiden yang berarti dalam pertarungan persahabatan itu. hari-hari berlalu petarung-petarung masa depan mulai terlihat, taruhan diantara para murid sekte mulai merebak bahkan para Tetua tidak mau kalah, namun Xu Guang Zhou tidak menghiraukan nya, matanya lebih tertarik pada Wu Xiang Yu.


Seperti siang itu saat waktu istirahat, Wang Kai yang terlihat urakan namun memiliki kharisma yang begitu tinggi, dengan percaya dirinya mendekati wanita cantik itu, teman-teman Wu Xiang Yu terlihat tersenyum dan saling berbisik, Wang Kai seperti sudah begitu lihai dan menggoda teman Wu Xiang Yu, seperti mengerti para wanita lain nya meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Kakak Wang begitu gagah, aku bisa merasakan aura keperkasaan nya, aahhh kau lihat caranya menatap kakak Wu tadi? hihi... mereka berdua sangat sepadan, aku begitu cemburu," ucap teman-teman Wu Xiang Yu sambil tertawa cekikikan di dekat Xu Guang Zhou seperti tidak menghiraukan pemuda itu.


__ADS_2