
Zhi Yuan kau tidak perlu begitu khawatir, aku tidak akan menyakiti orang-orang di Kuil ini, apa itu menjawab kekhawatiran yang ada di pikiran mu?" tanya Tetua Zhang
Zhi Yuan menatap tanpa berkedip ke arah Tetua Zhang dan mengangguk begitu pelan.
"Tetua Zhang kenapa Biksu kepala mengurung anda di penjara itu? dan bagaimana anda bisa keluar?" tanya Zhi Yuan, yang berpikir hanya orang jahat lah yang harus di penjara.
Tetua Zhang hanya mengangguk di balik kerudung nya, dan berdiri di bantu oleh tongkat nya, tingginya hampir sama dengan Zhi Yuan karena tubuh nya yang bungkuk. Tetua Zhang melangkah ke arah jeruji besi itu, jemarinya yang seperti mayat itu melambai kesamping, dan jeruji besi itu menjadi debu dan terbawa hembusan angin dari tangan Tetua Zhang.
"akan aku beri tahu, tidak ada penjara atau segel buatan manusia yang mampu menahan ku di dunia kecil ini, karena penjara ku yang sebenarnya adalah alam ini, aku tinggal di tempat ini hanya karena satu alasan," ucap Tetua Zhang.
"Baiklah kau masih terlalu muda, mungkin kau tidak mengerti apa yang sebenarnya ingin aku katakan, mungkin kelak aku akan memberitahu mu mahluk apakah aku ini," ucap Tetua Zhang lagi.
Zhi Yuan mengangguk lagi, Tentu Zhang memberikan sebuah lencana terbuat dari kayu, Zhi Yuan mengetahui jika itu adalah lencana untuk pelayan khusus, mereka hanya bekerja untuk satu orang saja.
"Tadi pagi Biksu kepala sudah datang ke tempat ini, dia sudah mengijinkan mu menjadi pelayan pribadi ku, dan mulai saat ini kau tidak perlu lagi bekerja di dapur Kuil, kau bisa fokus belajar di sekte mu, membuat ramuan untuk ku, dan juga membersihkan tempat ini, aku akan memakan mu jika kau bermalas-malasan," ucap Tetua Zhang yang masih terdengar serak.
Dan mulai hari itu Zhi Yuan sedikit bernafas lega, dia tidak lagi begitu sibuk di dapur Kuil, hanya membersihkan kuil tua di waktu pulang dari sekte, dan para pelayan meski sedikit kesal karena biasanya Zhi Yuan membantu mereka, namun mereka mulai bisa menghargai bocah itu setelah menjalani pelayan pribadi di kuil tua.
****
Pertengahan musim semi di tahun banteng merah.
Empat tahun sudah berlalu dari hari pertama Xu Guang Zhou dan Xiao Ling datang ke Sekte Pedang Langit. kini keduanya menjadi remaja yang rupawan.
Xu Guang Zhou yang berusia 16 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda kedewasaan nya, dengan pakaian selalu rapi, rambut kecoklatannya di tarik seluruh kebelakang, diikat sedikit di atas kepala dan sebagian di biarkan tergerai seperti semula kultivator lakukan.
Begitu juga dengan Xiao Ling kini menjadi gadis yang cantik dan memiliki tubuh yang indah, meski tatapan terlihat sedikit dingin, namun saat tersenyum wanita itu mampu mendebarkan hati setiap pemuda yang melihat.
ilustrasi Xiao Ling.
Sore itu ketiga nya sedang merayakan ulah tahun Xu Guang Zhou, mereka memesan makanan dalam jumlah yang banyak meski tidak ada tamu lain kecuali mereka bertiga.
__ADS_1
Di sudut lain rumah makan itu terlihat beberapa meja sudah disatukan menjadikan nya lebih panjang, dan hidangan istimewa dari rumah makan itu tersaji, tampak beberapa murid di ranah pendekar atas sedang merayakan sesuatu.
Dan yang menjadi sumber cahaya di tempat itu tentu saja Li Xuyan yang kini berusia 17 tahun, hari itu tidak mengenakan pakaian Sekte nya, dia mengenakan pakaian berwarna emas keperakan bermotif bunga-bunga berukuran sedang di seluruh pakaiannya, membuat nya terlihat begitu segar.
Xu Guang Zhou tidak dapat menyembunyikan kekaguman nya, namun darah seperti mendidih saat melihat pemuda yang duduk menempel dengan wanita yang menjadi pujaan nya, pemuda itu adalah Wang Kai.
"kenapa pemuda itu harus selalu mendapatkan yang terbaik?" batin Xu Guang Zhou dan menetapkan pilihan nya kepada Xiao Ling.
Xiao Ling melihat arah pandangan Xu Guang Zhou, wanita itu hanya menggeleng sambil tersenyum,
"Kakak Zhou, aku sudah begitu mengenalmu kau tidak akan makan jika makanan itu tidak sesuai selera mu, kau sangat berbeda dengan adik Zhi, bocah itu bahkan tidak tahu apa yang masuk kedalam bibir nya," ucap Xiao Ling.
Zhi Yuan menghentikan kunyahan nya dan menatap Xiao Ling dengan tatapan tajam, wanita itu hanya tersenyum.
"kakak Zhou kau selalu mencari kesempurnaan dalam segala hal, dan bahkan dalam urusan wanita juga menginginkan yang teratas, tapi percayalah wanita seperti itu akan sulit kau dapatkan, pria-pria seperti kalian tidak masuk dalam hitungan wanita itu, kalian lihat pria-pria yang mengelilingi nya itu? di samping tampan dan gagah mereka calon-calon pemegang kekuasaan semua," ucap Xiao Ling.
Zhi Yuan menatap ke arah kumpulan orang-orang itu dan mengangguk,
"Dia terlihat begitu indah, tapi bagiku dia hanya Pela*cur, dua tahun terakhir wanita itu sudah berganti 6 kali pasangan nya, aku dengar dia sudah tidur dengan setengah dari mantan pasangan nya, dan kali ini dia sedang mendekati Tetua Fei, seorang tetua muda paling tampan di sekte kita," ucap Xiao Ling, dengan mata berbinar.
Dada Xu Guang Zhou terasa tersayat mendengar semua ucapan Xiao Ling namun pemuda itu menyembunyikan perasaan nya, dan sudah mengambil keputusan.
Dengan tersenyum Xu Guang Zhou mengeluarkan lencana perjodohan nya, Xiao Ling menghentikan makannya, dan kini bahkan wanita cantik yang duduk jauh dari mereka memperhatikan kegiatan kecil dari tiga bocah beranjak dewasa itu.
"Aku sudah membicarakan nya dengan Tetua kedua, dan dia telah setuju jika lencana ini aku berikan kepada adik Zhi Yuan, dan Tetua kedua berpesan jika wanita itu menolak mu berarti perjodohan ini batal," ucap Xu Guang Zhou begitu tenang dan menyodorkan lencana setengah itu pada Zhi Yuan.
Mata Xiao Ling menatap ke arah Zhi Yuan yang menerima lencana itu, mereka bertiga sudah tahu tentang arti lencana setengah itu.
"kakak Zhou apa kau yakin?" tanya Zhi Yuan.
"Tentu saja, lagipula aku sudah menemukan wanita yang ku sukai," ucap Xu Guang Zhou, wajah nya sedikit memerah menatap ke arah Xiao Ling, membuat wanita itu hanya merunduk, dan Zhi Yuan hanya mengangguk seperti tidak peduli, dan hanya memikirkan lencana baru nya serta makanan di hadapan nya.
Xiao Ling memejamkan matanya dalam-dalam, dan menganggukkan kepalanya sekali.
__ADS_1
"aahhh... kalian berdua membuat ku gila, tapi jika Tetua kedua sudah setuju, itu berarti kau bocah bermulut tajam, kau akan memiliki calon istri, jadi belajar bicara yang sopan, agar wanita itu tidak menolak mu," ucap Xiao Ling mata nya melebar, dan terlihat tidak senang.
Ketiga nya tertawa dan kembali menikmati makanan mereka sambil berbincang.
"Adik Zhi makan yang pelan, makanan ini begitu banyak kau pasti kebagian," ucap Xiao Ling sambil tersenyum kecil, sore itu Xiao Ling mengenakan pakaian yang sedikit terbuka pada bagian punggungnya.
Zhi Yuan hanya mengangguk, dan masih tetap mencoba memasukkan potongan daging besar ke bibirnya yang sedikit tebal mirip seperti bebek.
"Adik Zhi kau sangat jarang bicara, belajar lah dari kakak Zhou dia begitu sopan dan ramah, selain itu dia juga begitu dewasa, para gadis menyukai itu," ucap Xiao Ling.
Zhi Yuan hanya mengangguk seperti setuju ucapan Xiao Ling, membuat wanita itu menjadi kesal.
"Setidaknya kau mengatakan sesuatu, ahh sudah lupakan, aku tidak ingin bicara dengan mu," ucap Xiao Ling dan mulai mencicipi teh Mawar Hijau dari pegunungan Dijie yang begitu terkenal di rumah makan itu.
Xu Guang Zhou berdiri dan menyelimuti punggung terbuka Xiao Ling.
"Adik Ling, udara begitu dingin sebaiknya kau mengenakan jubah ku," ucap Xu Guang Zhou membuat Xiao Ling tersenyum kecil.
Zhi Yuan melebarkan matanya, dan tidak mampu mengunyah makanan nya setelah melihat kemesraan itu.
"Apa ini? apa kalian akan menikah?" tanya Zhi Yuan sambil mencoba menelan makanan nya yang tersangkut.
"uhukkkk... ehemmm..." Xu Guang Zhou terbatuk mendengar ucapan Zhi Yuan, wajah nya terlihat menjadi merah padam.
Xiao Ling mengepalkan tangannya dan merapatkan gigi samping nya,
"Apa kau selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mu? setidaknya pikirkan lagi sebelum bicara, aahhh kenapa bocah ini sesekali bicara selalu membuat ku marah," ucap Xiao Ling kesal,
Xu Guang Zhou dan Xiao Ling saling menatap untuk sesaat, dan keduanya saling mengalihkan mata mereka seperti begitu canggung.
Zhi Yuan menatap keduanya lagi, sudut alis kanannya sedikit terangkat,
"lihat cara kalian bertatapan, iya... kalian berdua terlalu mencurigakan," ucap Zhi Yuan dengan mata penuh selidik.
__ADS_1