Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 90 - Tidak seindah dunia dongeng


__ADS_3

Bibi Hua, aku mohon jangan seperti ini, aku tidak akan menerima nya, demi apapun.. ikut lah dengan ku, bibi selalu mengatakan jika ini bukan dunia dongeng, yang akan memulai hidup dari bawah dan menjadi kaya begitu mudah seperti cerita, ku mohon ikut dengan ku bibi Hua, bibi bisa menjadi apapun yang bibi inginkan, tidak perlu menjadi kekasihku, aku akan bersabar meski sampai aku tua," ucap pangeran Qing Fan, melepaskan pelukan nya dan menarik tangan kurus Hua Mulan untuk mengikuti langkahnya keluar dari rumah kecil nya.


"Lepaskan aku pangeran," ucap Hua Mulan dan menghempaskan tangan nya yang di tarik pangeran Qing Fan, namun pegangan pangeran itu begitu erat, pangeran itu berbalik dan saling menatap dalam hujan deras.


"Bibi Hua, apa kau akan menghabiskan sisa usia mu di gubuk busuk ini? tidak bibi Hua, aku tidak peduli, kau adalah pujaan ku, aku akan memberikan tempat yang layak untuk mu," ucap pangeran Qing Fan menarik wanita itu agar ikut bersama nya.


Hua Mulan menggeleng, berusaha menahan langkah nya agar tidak keluar dari rumah nya.


"Cukup pangeran!!! Pangeran Qing Fan, sebenarnya aku tidak akan menjelaskan apapun padamu, 23 tahun aku menjadi orang kaya, dan aku benar-benar muak dengan cara-cara mereka untuk mempertahankan kekayaan mereka, tapi setelah merasakan berat nya menjalani hidup susah, aku merasa begitu terpukul, jadi bisakah aku berjanjilah satu hal untuk ku?" tanya Hua Mulan.


"Tentu katakan bibi, aku berjanji," ucap pangeran Qing Fan.


"Baiklah, mulai hari ini jangan pernah datang ke tempat ini lagi, dan juga jangan pernah muncul di hadapan ku lagi, karena melihat mu akan mengingatkan aku pada keadaan ku dulu, kau seorang laki-laki pegang lah janjimu," ucap Hua Mulan dan menghempaskan tangan nya dan kali ini pegangan pangeran itu terlepas.


Hua Mulan mendekati keranjang nya memungut bahan-bahan makanan nya.


Pangeran Qing Fan menggeleng, menatap tidak percaya ke arah Hua Mulan, semua yang dilakukan oleh wanita itu membuat nya semakin kagum.


"Aku akan pergi bibi Hua, tapi aku akan melanggar janji ku, demi dirimu Hua Mulan aku bahkan akan melanggar sumpah leluhur ku sekalipun, bertahan lah... aku akan mencari cara agar kita bisa bersama, dan bahagia dengan keluarga kecil kita kelak," ucap pangeran Qing Fan , meninggalkan tempat itu, pria itu sangat pintar dalam urusan seperti ini tidak ingin memaksa wanita dalam keadaan terluka.


Saat pangeran Qing Fan sudah pergi wanita itu menghentikan kegiatan mengumpulkan bahan makanan, wanita itu mengelus pergelangan tangannya yang memerah karena di pegang begitu erat pangeran Qing Fan, wanita menangis di tengah lebat nya hujan, seorang pemuda dengan dua simbol suci di sudut pipinya menatapnya dari dapur, dan Hua Mulan juga melihat pemuda itu.


Sore itu keduanya sibuk di dapur untuk memasak, dan menyiapkan hidangan sederhana mereka.

__ADS_1


"Apa kau tahu kenapa aku menolak nya?" ucap Hua Mulan menghentikan acara makan nya.


Zhi Yuan mengerutkan keningnya seperti tidak yakin.


"Aku tidak begitu memikirkan apa yang orang-orang ingin lakukan, aku tidak akan menambah beban pikiran ku untuk memikirkan orang lain lagi," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan mengangguk,


"Kau benar, tapi aku benar-benar bosan hal seperti itu, usiaku sudah 39 tahun, dan aku tidak punya waktu lagi untuk urusan cinta seperti anak usia 17 tahun, semua waktu ku begitu berharga saat ini, dan aku tidak akan menghabiskan sedetik pun untuk hal cinta-cintaan seperti itu, ataupun memikirkan untuk menjadi istri seseorang lagi, tidak akan...." ucap Hua Mulan yang sudah trauma menjadi seorang istri yang begitu tertekan.


Sudah hampir dua bulan mereka menetap di tepi sungai itu, tidak ada kemajuan yang berarti, hasil dari seorang tabib tidak terkenal begitu sulit. keduanya pulang dari pasar yang ada di desa sebelah, mereka melewati sebuah pemakaman.


"Uang hasil penjualan kita sisa sangat sedikit Zhi Yuan, kita hanya bisa makan seadanya," ucap Hua Mulan yang penampilan sangat jauh dari saat menjadi Nyonya Li.


"Tidak apa Nyonya, persediaan beras kita cukup untuk dua bulan, jadi aku hanya perlu menangkap beberapa ikan setiap hari," ucap Zhi Yuan, dan wanita itu hanya mengangguk, tidak ada senyum sedikit pun di wajah itu, dan masih terlihat terpuruk.


Keduanya mendekati gadis kecil itu, dari pakaian nya terlihat dari bangsawan menengah, tidak jauh seorang pelayan wanita yang begitu kurus menunggu nya, sesekali pelayan wanita itu terbatuk.


"Nona kecil, kenapa kau ada di makam ini?" tanya Hua Mulan.


"Hik.... hik...., mereka orang tuaku, aku sedang mengucapkan perpisahan kepada mereka karena Kakek ku akan menjemput ku dan akan tinggal bersama nya," ucap gadis kecil itu dan menangis lagi.


Zhi melihat sebuah benjolan seperti jerawat dengan akar keunguan di leher gadis kecil itu, dan ingin menyentuh nya namun Hua Mulan menahan nya, wajahnya mengangguk ke arah wanita pelayan yang tampak begitu pucat dan terus terbatuk, tampak akar keunguan muncul hingga rahang pelayan itu.

__ADS_1


"Mereka sudah terkena racun menular, hati-hati," ucap Hua Mulan.


Zhi Yuan merasakan seorang kultivator legenda, dan beberapa orang lain nya sudah mendekati mereka, dan seorang pria sepuh melangkah paling depan, wajahnya terlihat begitu keras dengan mata tajam meski tampak terlihat ada sedikit sorot kesedihan, dan hidung sedikit bengkok kebawah, dengan kedua tangannya terkait di belakang punggung nya.


"Siapa kalian, dan ada urusan apa dengan cucuku?" tanya Pria sepuh itu seperti tidak suka berbasa-basi.


"Aku Hua Mulan, aku tabib dari desa fuxian, cucu mu sedang terkena racun yang berbahaya," ucap Hua Mulan.


"Itu bukan racun, tapi kutukan, tabib tidak akan berguna untuk cucu ku," ucap Pria sepuh itu.


Hua Mulan menggeleng,


"Omong kosong!! itu sudah jelas-jelas...


Zhi Yuan menutup bibir Hua Mulan agar tidak meneruskan ucap nya dan wanita itu menjadi diam.


Zhi Yuan sedikit mendekat ke arah pria sepuh itu,


"Maafkan kami Tetua, baiklah kami mohon diri," ucap Zhi Yuan membungkuk memberi salam, menarik Hua Mulan untuk meninggalkan tempat itu.


"Z-hi, emmm... putera ku kenapa kau tidak membiarkan aku menolong gadis kecil itu?" tanya Hua Mulan.


"Pria tua itu tidak akan mengizinkan nya, meski ibu bicara hingga berbusa," ucap Zhi Yuan

__ADS_1


Pria sepuh itu menatap dalam-dalam ke arah Zhi Yuan, bola matanya bergerak seperti mengingat sesuatu,


"Tunggu!!!" teriak pria sepuh itu dengan suara berat nya, membuat kedua orang yang berpura-pura menjadi ibu dan anak itu berhenti.


__ADS_2