
Naga yang terlihat terbuat dari logam itu menguasai daerah atas Zhi Yuan, menutup pergerakan Zhi Yuan melesat ke udara, memaksa Zhi Yuan bertarung dengan ganas di bawah. Benturan dua pedang begitu cepat terdengar di sekitar kedua orang itu, percikan api terlihat di mana-mana, darah mulai menyembur dari tubuh pria dengan dua pedang itu.
"Apa kenapa dia bisa melukai ku meski sudah terkurung naga baja? dia benar-benar menakutkan," batin Liu Yen
Di sisi lain para pasukan pemanah milik Xu Guang Zhou yang di atas atap tanpa berpikir lagi saat melihat sasaran nya beradu pedang dengan Liu Yen.
srettt....
sretttt...
Puluhan anak panah melesat ke arah dua orang yang sedang bertarung secara menggila, dan keduanya hampir tidak merasakan anak panah menembus kulit mereka, hanya di daerah -daerah vital saja yang mereka tutup.
trannkkkkk.....
trankkk....
Beberapa simbol aneh melingkar di sekitar Zhi Yuan, dan terlihat bercahaya karena bergesekan dengan naga logam yang begitu buas, senyum Zhi Yuan mulai terlihat membuat Liu Yen memucat.
"Tehnik Dewa penebar Salju," ucap Zhi Yuan begitu tenang.
"jedubbbbb......"
tanah seperti terguncang, beberapa pemanah di atas atap harus terperosok karena goncangan begitu kuat, seluruh energi qi di sekitar tempat itu seperti tertarik kedalam bulatan yang kini terlilit naga baja, dan tidak lama kedua naga logam itu mulai tidak bergerak lagi melilit bulatan energi bersinar milik Zhi Yuan.
"blllaarrrr....,"
suara ledakan begitu dahsyat menghancurkan naga itu, dan tergantikan menjadi butiran salju yang indah.
Zhi Yuan melayang dan Liu Yen terhuyung dengan lengan kiri yang sudah terpotong, pria itu berlutut, dan menandakan jika pertarungan dua ahli pedang itu berhenti, karena saat ini mudah saja bagi Zhi Yuan memisahkan kepala Liu Yen.
"prannkkkk...." tangan kanan Liu Yen melepaskan pedang nya dan memberi totokan pada dada kirinya untuk menghentikan pendarahan.
__ADS_1
"press.... " darah hitam menyembur dari bibir Zhi Yuan.
Liu Yen terbelalak, dan wajah nya terlihat begitu tidak percaya.
"Apa? dia sudah keracunan, ta-pi dia mampu mengalahkan ku dengan mudah saat tubuhnya sudah tidak tertolong," batin Liu Yen.
"Aku hanya seperti mainan kecil bagi nya," batin Liu Yen dan hanya menunduk, tidak ada lagi hawa bertarung dari pemuda itu dan bersiap menuju ajal nya.
Zhi Yuan yang berdiri seorang diri, di beberapa bagian sudah terluka, empat anak panah menembus di punggung dan dada nya, namun tidak terlalu dalam.
Pasukan petarung jarak pendek dari Xu Guang Zhou hanya terdiam sesaat, dan para pemanah dia atas atap yang melihat sasaran nya masih berdiri kembali melepaskan anak panah mereka.
Zhi Yuan kembali berputar-putar dan menangkis anak panah yang melesat kearah nya, dan hujan panah itu terhenti saat seorang wanita sudah menghabisi para pemanah di atas atap paviliun Dong Chu itu, dan wanita itu adalah Xiao Ling.
"Dia satu-satunya adik ku, berani nya kalian memburunya seperti anjing," ucap Xiao Ling dan menebas pemanah terakhir membuat tubuh nya terpisah.
Serangan Xiao Ling membuat anak panah kearah Zhi Yuan terhenti, namun belum sempat Zhi Yuan mengatur nafas, kini puluhan petarung sudah menyerang, namun seseorang menarik perhatian Zhi Yuan, seorang pria dengan tinggi sekitar dua meter, dengan otot begitu besar sedang berdiri tidak jauh dari Nya.
Otot-otot pria kekar itu mulai mengembang karena menarik rantai milik nya, membuat nya terlihat semakin mengerikan.
"aaahhhh.... huaaahhhhh...." sekali hentakan patung tembaga besar itu terlepas dari lantai batu bata itu, dan pria itu memutar patung berat itu sekuat tenaga, patung itu menghancurkan beberapa dinding bangunan dan tubuh pasukan yang di lewati nya.
"Blaarrr....."
"bommmm...."
Pria besar itu menghancurkan atap dari jembatan berliku-liku itu, dengan sapuan rantai yang mengikat patung raksasa.
Zhi Yuan melihat gerakan pria itu kearah bangunan paling belakang, membuat Zhi Yuan melesat ke udara untuk mendahului pria besar itu. Pria besar itu terus saja memutar rantai nya dan mengarah ke tempat Dewi Zhang Ziyi bermeditasi. namun sebelum patung itu menghantam dinding bangunan belakang itu Zhi Yuan sudah lebih dulu di tempat itu dan menahan patung raksasa itu.
"Baannngggg....."
__ADS_1
Terdengar suara mendengung seperti tembaga yang di pukul dengan begitu kencang.
Patung Kirin itu tidak bergerak, dan mendarat di lantai, tampak di lambung dari kirin itu sebuah bekas telapak tangan milik Zhi Yuan, dengan bekas jari-jari yang begitu panjang.
Zhi Yuan yang memang tidak memiliki energi besar di Dantian nya mulai kehabisan energi qi, darah hitam sudah keluar tanpa bisa di tahan oleh bibir pemuda itu, begitu juga dua simbol di sudut pipinya.
Mata pria kekar itu melotot seperti tidak terima dan kembali ingin menarik rantai nya, Zhi Yuan memejamkan matanya mengerahkan seluruh kemampuan dan melesat berlari di atas rantai besar itu, pedang nya yang di seret di belakang tubuhnya mulai menghancurkan rantai itu, dan dalam sekali hentakan pedang itu mengeluarkan pedang energi bergerak dari bawah ke atas dan membelah tubuh pria kekar itu dari bawah
"sreessshhh...."
Zhi Yuan melewati pria kekar yang kini sudah tidak bernyawa itu, pemuda penuh luka itu mendarat dengan posisi setengah berlutut. Pedang nya yang terlihat sudah rusak, di beberapa bagian mata pedang itu terlihat retak akibat menghancurkan rantai milik pria kekar itu.
"uuuukkkkk" seteguk darah kembali menyembur dari bibir nya, dan darah segar lain nya kini banyak membasahi dua huruf di bawah mata pemuda itu, menunjukkan batas waktu menggunakan energi besar sudah habis.
"Waktu ku sudah habis," batin Zhi Yuan dan menghitung kekuatan lawan yang kuat, dan Xiao Ling dengan menggunakan tehnik meringankan tubuhnya dan mendarat di dekat Zhi Yuan.
"Sudah cukup, adik Zhi cepat lah pergi," ucap Xiao Ling.
Wanita itu menyambar telapak tangan Zhi Yuan dan memberikan sebuah pil,
"Ini penawarnya, sekarang pergilah!!!" ucap Xiao Ling wajah nya terlihat begitu malu.
Zhi Yuan menatap nya sesaat,
"Melihat ekspresi mu, kakak sudah tahu rencana ini," ucap Zhi Yuan dan melemparkan pil pemberian Xiao Ling.
Xiao Ling hanya menggeleng, dengan mata sedikit berair,
"Iya aku tahu, adik Zhi jangan keras kepala, aku mengerti sakit hatimu, jadi lakukan yang aku perintahkan padamu kali ini, menurut lah sekali ini saja," mohon Xiao Ling begitu putus asa.
*************
__ADS_1
3.Bab selanjutnya di baca dengan seksama genk, karena gw coba belajar adegan bawang, beri kritik dan saran karena gw sendiri tidak bisa melihat kotoran di punggung sendiri, jika tidak para genkster sekalian yang nunjukkin, itu akan sangat membantu gw kedepannya, thanks.