
Dewi Zhang Ziyi berdiri sambil melayang di udara, dengan sekali lambaian tangan, Xiao Ling terlempar keluar dari ruangan itu.
"Kalian semua akan mati," ucap suara seperti beberapa orang bicara bersamaan menggema di udara, mata wanita itu bersinar putih.
Sisa pasukan yang berhenti menyerang Zhi Yuan tadi, kini melompat ke udara dan melesat ke arah Dewi Zhang Ziyi.
"Wussshhhh...."
Dewi Zhang Ziyi kembali melambaikan tangannya, energi qi berbentuk ribuan kelopak bunga teratai melesat dan menembus tubuh seluruh pasukan di udara itu, membuat semua pasukan itu terlempar keluar menembus dinding dan atap dari bangunan itu, dan setengah dari bangunan kecil itu sudah hancur oleh kelopak bunga teratai itu.
Dewi Zhang Ziyi membuka telapak tangannya, dan sekuntum teratai bersinar putih keemasan keluar, bunga itu berputar di udara mengeluarkan energi begitu dahsyat, semakin lama bunga itu semakin membesar, energi nya mulai menghancurkan atap bangunan itu, ribuan petir mulai menyambar di kota Jingyang dan terus bergerak hingga ke gerbang Timur dan seluruh kerajaan Yuan mulai terkena hujan petir yang dahsyat, tanah seperti terguncang, tidak ada kekuatan manusia yang bisa menghalangi kemurkaan alam seperti ini.
"Kalian semua akan binasa, malam ini aku Dewi teratai Emas Zhang Ziyi dengan anugerah langit milik ku akan menghancurkan sebagian alam ini, dan seluruh penghuni dataran ini akan berakhir, aku akan benar-benar melakukan nya, meski aku akan menjadi mahluk abadi di kerak neraka," ucap wanita itu seperti suara raksasa yang terdengar hingga ke seluruh kota Jingyang.
Di sisi timur kota Jingyang, Hujan petir dan suara menggelegar Dewi Zhang Ziyi membuat Wu Xiang Yu begitu terkejut, wanita yang awalnya sudah tertidur itu terbangun,
"Kakak Ziyi?" ucap Wu Xiang Yu.
"Aku dapat mengenali suara berat nya, dan petir ini tidak ada yang bisa melakukan ini kecuali Dewi itu, sesuatu yang buruk telah terjadi," batin Wu Xiang Yu.
mata cantik wanita itu menatap sekeliling ruangan mewah yang temaram, sambil menguasai kesadaran nya, dan saat otaknya mulai fokus yang pertama terlintas di pikiran nya adalah Zhi Yuan.
"Suami... oh tidak," ucap Wu Xiang Yu, menutup bibir nya dengan jemari panjang dan lentik nya. bola matanya bergerak kesamping, sedang menebak apa yang kira-kira mungkin terjadi.
Dan tanpa mempedulikan penampilan wanita itu melompat dari jendela lantai tiga ruangan nya, Tetua Yun Fei yang berjaga di halaman penginapan, melihat Wu Xiang Yu berlari, mengambil beberapa jubah baru nya, dan sepatu wanita itu, dan berlari berusaha mengejar majikannya.
Wu Xiang Yu hanya mengenakan gaun tidur nya, wajah tampak begitu khawatir, dengan dada yang berdetak kencang, menggunakan seluruh kemampuan tehnik meringankan tubuh nya, dan melompat di atas atap rumah di kota Jingyang tanpa alas kaki, wanita itu hanya berpikir mencapai paviliun Dong Chu secepatnya.
Dewi Zhang Ziyi terus melayang matanya menatap tubuh Zhi Yuan yang berlutut sambil memegang pedang milik nya, dan sebuah pedang lain menembus dada kiri pemuda itu, mata Dewi Zhang Ziyi tiba-tiba berkedip saat melihat telunjuk Zhi Yuan sedikit bergerak membuat wanita itu menghentikan gerakannya. wanita itu dengan mendarat di depan pemuda itu, dan bergegas mendekati tubuh lemah Zhi Yuan, matanya kini kembali seindah semula, dan bunga teratai energi itu mulai mengecil lagi namun masih berputar di udara dengan pelan.
Dewi Zhang Ziyi sudah tidak peduli dengan para prajurit yang masih ada di paviliun Dong Chu.
"Ini tidak ada waktu lagi," guman Dewi Zhang Ziyi yang kini berlutut di hadapan Zhi Yuan.
__ADS_1
Sebuah totokan tepat di jantung Zhi Yuan membuat pemuda itu sedikit bernafas, matanya terbuka menatap Dewi Zhang Ziyi yang terlihat begitu khawatir.
"Yi'er" ucapan Zhi Yuan terhenti.
Mendengar namanya di sebut seperti itu membuat senyum nya tiba-tiba mengembang tanpa di sadari oleh Dewi itu.
"ssstttttt," Dewi Zhang Ziyi menggelengkan kepalanya, sambil memajukan telunjuk nya di depan bibir Zhi Yuan seperti isyarat agar pemuda itu diam.
"Jangan bicara Yuan 'er, simpan semua energi mu, bagaimana kau bisa sebodoh ini?" ucap Dewi Zhang Ziyi melihat keadaan Zhi Yuan yang begitu hancur, jemari lentik nya menyentuh dada terluka Zhi Yuan, dan kepala menggeleng.
"darah nya dipenuhi racun, jantung nya tertembus pedang, dan juga rusak karena racun, darah nya hampir habis karena luka di sekujur tubuhnya, kenapa dia tidak membangunkan ku diawal? mereka membunuh mu seperti binatang," batin Dewi Zhang Ziyi, seperti begitu menyesal.
"Luka mu terlalu parah Yuan 'er, aku tidak bisa menyembuhkan mu, dan aku tidak memiliki kemampuan menghidupkan manusia," ucap Dewi Zhang Ziyi suara nya begitu lemah, karena sudah tahu manusia akan mati jika tubuh sudah sehancur itu.
Air mata Dewi Zhang Ziyi mengalir dan ikut merasakan sakit yang dialami Zhi Yuan, namun dirinya tidak bisa membantu apa-apa.
Zhi Yuan hanya mengangguk,
"Tidak... aku seorang Dewi langit, aku tidak boleh berdiam seperti ini saja, aku tidak akan membiarkan ini," gumam Dewi Zhang Ziyi.
Dewi Zhang Ziyi terdiam, dan memejamkan mata nya untuk beberapa saat, menghitung semua kemungkinan, dan tiba-tiba wanita itu mengangguk seperti sudah mengambil sebuah keputusan,
"Semua sudah terjadi, ini adalah takdir kita," ucap Dewi Zhang Ziyi.
Wanita cantik itu memeluk tubuh Zhi Yuan mendekatkan bibirnya ke bibir Zhi Yuan, bibir mereka bersentuhan begitu pelan, tangan kirinya memegang kepala pemuda itu agar ciuman mereka tidak terlepas, dan tangan kanan nya memegang gagang pedang yang masih menempel di punggung Zhi Yuan, membuat pedang itu bersinar kekuningan, wanita itu mensejajarkan posisi badan nya dengan Zhi Yuan.
"zreeebbbbbb...." pedang itu menembus kedua tubuh orang yang sedang berciuman itu, darah mereka mulai tercampur, dan dada Zhi Yuan mulai menghangat, Zhi Yuan melepaskan ciumannya, dan ingin melepaskan pelukan Dewi Zhang Ziyi, namun tenaga Zhi Yuan begitu lemah, dan tubuh mereka seperti terkunci.
"Tidak.... Tetua apa yang anda lakukan?" tanya Zhi Yuan seperti tidak percaya apa yang di lakukan oleh Dewi Zhang Ziyi.
Dewi Zhang Ziyi menggeleng,
"Panggil aku Yi'er seperti tadi," bisik Dewi Zhang Ziyi
__ADS_1
Wanita yang memiliki kecantikan ribuan kali dari Xiao Ling itu tersenyum begitu indah,
"Tenanglah Zhi Yuan, di dunia ini saat semua melihat ku sebagai mahluk menjijikkan, semua orang menjauhi ku, hanya kau yang merawat ku, aku sudah hidup ratusan ribu tahun, tapi apakah kau tahu? saat kita bersama lah aku merasa benar -benar hidup, dan kini kita akan MATI BERSAMA, apa kau menyesal? aku sama sekali tidak menyesal," ucap Dewi Zhang Ziyi berbohong, karena sebenarnya hanya dirinya lah akan mati.
Zhi Yuan yang tidak mengetahui kebenaran itu, kembali tersenyum,
"Aku tidak menyesal Yi'er" ucap Zhi Yuan.
"Test....." butiran salju turun dari sisa atap yang sudah hancur. Butiran indah itu melewati wajah keduanya, memberikan hawa yang segar kepada keduanya.
"Indah bukan? aku begitu senang kau menyebut nama ku di akhir hidup ku," ucap Dewi Zhang Ziyi tersenyum dan sekedar menempelkan bibirnya samping bibir Zhi Yuan.
"Yi'er, jika kehidupan kedua ada, izinkan aku un-tuk menjadi pelayan pribadi mu lagi," ucap Zhi Yuan terbata, dan air mata yang tidak pernah keluar selama puluhan tahun kini muncul dari kedua orang itu.
Dewi Zhang Ziyi hanya mengangguk dan tersenyum begitu cantik, wanita itu merenggangkan wajah nya dan menatap mata Zhi Yuan.
"Tentu Zhi Yuan, kau boleh menjadi apapun yang kau inginkan jika bertemu dengan ku lagi," ucap Dewi Zhang Ziyi.
"Zhi Yuan ingat lah pesan terakhir ku, orang putus asa akan bunuh diri, orang lemah akan membenci dan mendiamkan lawan nya, orang kuat akan membalas lawan, orang suci akan mengasihi lawan, dan orang pintar akan mengabaikan lawan, jadi... jangan jadi orang lemah apalagi orang putus asa," ucap Dewi Zhang Ziyi, darah sedikit kental keluar dari sudut bibir wanita itu.
Zhi Yuan hanya mengangguk, air mata terus keluar tidak tega melihat darah di bibir wanita yang di cintai nya itu.
"Zhi Yuan kau menangis?" ucap Dewi Zhang Ziyi.
"Hatiku terasa hangat, dan aku merasa begitu sakit melihat kau terluka Yi'er, tapi kau juga menangis?" ucap Zhi Yuan.
"Akhirnya kau memiliki hati yang hangat Zhi Yuan, aku tidak menangis, aku begitu bahagia hari ini, dan Zhi Yuan untuk terakhir kalinya katakan apa hari ini aku terlihat menggoda di matamu?" tanya Dewi Zhang Ziyi,
"Kau selalu menggoda bagiku Yi'er, aku mencintaimu," ucap Zhi Yuan begitu lemah, membuat mata indah Dewi itu kembali berair deras begitu bahagia.
"Kenapa kau begitu terlambat? hiikss.. hikk....hiksss.... tapi terimakasih kau sudah mengatakan nya, aku sudah menunggu begitu lama kata itu dari mu, hanya saja aku begitu malu untuk meminta mu mengatakan itu, Zhi Yuan aku juga sangat mencintaimu," balas Dewi Zhang Ziyi yang juga terdengar begitu pelan
Keduanya kembali berciuman dengan begitu hangat, ini adalah ciuman dari cinta mereka, dan keduanya tersenyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1