Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 33 - Pelajaran baru Zhi Yuan.


__ADS_3

Yun Wenwen mendekatkan wajahnya, dan berbisik,


"Apa kau sudah siap belajar? ingat jangan sampai masuk," bibir wanita itu menempel di telinga Zhi Yuan.


Keduanya mulai berciuman lidah mereka saling bergelut dan saling menghisap, tangan wanita itu memegang jemari Zhi Yuan dan menuntut nya ke dada milik nya.


Zhi Yuan mulai mengikuti permainan wanita itu, dan energi petir pemberian Tetua Zhang, mulai berkerja membuat tubuh Zhi Yuan mengeluarkan hawa kelelakian nya, dan hawa itu membuat Yun Wenwen begitu bergai*Rah.


"Dia begitu cepat belajar, bahkan aku tidak puas menciumi nya," batin Yun Wenwen.


Wanita bertubuh indah itu mendorong kepala Zhi Yuan semakin kebawah sehingga bibir pemuda itu menelusuri lehernya jenjangnya, membuat wanita itu sedikit mengeluarkan lenguhan nya.


"aahhhh..." terdengar suara dari bibirnya yang terbuka.


"Apa ini? seluruh rambut di tubuh ku merinding, aku benar-benar terangsang, hanya karena bibir pemuda ini di leher ku," batin Yun Wenwen.


Jemari Zhi Yuan mulai masuk kedalam pakaian dalam Yun Wenwen, menyentuh ringan pucuk gunung Yun Wenwen yang sudah begitu tegang, membuat wanita itu bergetar, karena tidak puas dengan sentuhan tangan saja, wanita itu menurunkan sedikit gaun nya membuat dua gunung nya terbebas, dan nafas nya mulai memburu.


"hi- hisap..." guman Yun Wenwen tidak sabar, dan mendorong kepala Zhi Yuan semakin kebawah.


"auuhhhh...." desa*h wanita itu saat bibir Zhi Yuan mulai bermain lembut di tempat yang diinginkan nya, sambil kedua tangannya meremas rambut panjang Zhi Yuan.


"Kau benar-benar berbakat adik kecil," ucapan Yun Wenwen bergetar, terputus-putus dan tidak bisa di dengar dengan jelas.


Tangan kirinya membimbing tangan kanan Zhi Yuan ke bawah gaun nya yang pendek, tubuh wanita itu kali ini kembali bergetar begitu hebat saat tangan Zhi Yuan menyentuh kulit pahanya yang begitu halus, dan bergerak semakin ke atas, tangan Yun Wenwen kembali menuntut jemari panjang Zhi Yuan menyentuh milik nya yang paling sensitif.


"ssssttttt.... mmmmss," hanya itu yang keluar dari wanita yang menggigit bibir bawah nya itu, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan jemari itu, tangan kirinya masih menuntun tangan pemuda itu, sedangkan seperti tanpa sadar tangan kanan Yun Wenwen sudah menyelinap masuk ke pakaian Zhi Yuan dan memainkan benda yang di anggap begitu besar untuk nya.

__ADS_1


"aahhhh.... benda ini benar-benar menggemaskan," batin Yun Wenwen memainkan nya dengan sedikit kasar.


Seperti tidak sabar tangan kiri Yun Wenwen bergerak lebih dalam membantu tangan Zhi Yuan menyentuh langsung milik nya yang sudah basah kuyup.


"aahhhh.... I-ya seperti itu.. aahh" lenguhan panjang bahkan terdengar seperti pekikan di sertai tubuh bergetar, tangan nya mencengkram kencang tangan Zhi Yuan seperti isyarat untuk tidak bergerak dulu.


Tubuh Yun Wenwen masih bergetar dan sesekali berkedut, wanita itu mulai mengatur nafas, matanya perlahan terbuka namun bukan sorot tenang yang dilihat Zhi Yuan, tetapi mata dengan sorot penuh bira*hi, tangan kirinya tidak lagi membimbing tangan Zhi Yuan, wanita itu sedikit menarik dengan sedikit kasar rambut panjang Zhi Yuan membuat wajah pemuda itu mendekat, dan seperti sedang binatang kelaparan wanita itu ******* bibir Zhi Yuan begitu ganas.


Yun Wenwen yang duduk di pangkuan Zhi Yuan tanpa menoleh kebelakang menghempaskan tangan nya ke atas meja di belakang nya membuat beberapa mangkuk makanan di atas meja pendek itu terlempar kelantai.


Wanita itu mendudukkan setengah bokong besar nya di pinggir meja yang sudah kosong, menarik jubah Zhi Yuan agar pemuda itu mendekat, wanita cantik itu melebarkan pahanya dan posisi Zhi Yuan di jepit paha halus, salah satu tangannya menarik bokong Zhi Yuan agar benda pribadi pemuda semakin menempel.


"mmmmsss, aku benar-benar terbakar dan tidak tahan, kenapa seluruh tubuh ku begitu ingin di sentuh oleh pemuda ini," batin Yun Wenwen.


"aahhh.... lepas pakaian mu," ucap Yun Wenwen.


Zhi Yuan mulai melepaskan pakaian nya, sedangkan wanita itu melepaskan pakaian dalam bagian bawah nya saja dengan begitu cepat, kini matanya menatap Zhi Yuan yang melepaskan pakaian, berkali-kali wanita itu menelan ludah sambil menggigit bibirnya untuk meredam gairah nya, karena Zhi Yuan baru hanya membuka ikatan jubah nya.


Yun Wenwen seperti tersadar, merasakan benda begitu besar, dan perlahan matanya melirik kebawah, kini tanpa berkedip menatap benda yang jauh lebih besar dari saat pertama kali di lihat nya, namun sekarang perasaan berbeda ada rasa ingin penuntasan memenuhi seluruh sendi jiwanya, membuat tenggorokan begitu kering.


Seperti tidak peduli lagi wanita itu merangkul leher Zhi Yuan dan wajah mereka berhadapan hidup keduanya hampir beradu,


"Dengar!! kau harus berhenti saat aku meminta nya," bisik Yun Wenwen dan sedikit memposisikan tubuhnya.


Tubuh Yun Wenwen bergetar hebat saat benda itu bersentuhan, lenguhan panjang nya semakin sering terdengar, dengan hanya bertumpu dengan tangan kiri, dan tangan kanan menuntun benda berujung besar itu sedikit bermain di bibir celah nya, membuat suara begitu merangsang, karena sudah begitu terbakar bi*rahi, Yun Wenwen mengangkat sedikit bokong nya, sehingga ujung benda itu sedikit terjepit di celah yang sudah begitu basah, dan mendorong bokong nya agar ujung benda itu mulai tertelan.


"aahhhh.... " Yun Wenwen sedikit menjerit dan mengigit bibirnya bawah nya untuk menahan rasa geli bercampur nikmat, dan wanita itu kembali menarik tubuh nya membuat benda itu terlepas, dan wanita itu memainkan nya lagi di bibir celah nya.

__ADS_1


"Nona.... apa sakit? sebaiknya kita hentikan," ucap Zhi Yuan.


"aaahhh... diam!! aku akan memasukkan nya meski aku akan mati," ucap Yun Wenwen, menarik benda itu membuat tubuh Zhi Yuan lebih menempel dan mulai memposisikan ujung benda itu, perlahan ujung besar kepala benda itu mulai tertelan lagi.


"oouuuuhhh.... ini benar-benar nikmat, seluruh tubuh ku seperti di aliri listrik, hanya masuk ujungnya saja sudah membuat ku ingin keluar," batin Yun Wenwen.


Pikiran nya sudah kosong, tubuhnya sudah tidak dapat di kuasai oleh nya lagi, dan semakin lama gerakan nya semakin tidak beraturan, dan berusaha agar benda itu semakin masuk.


Suara berkecipak semakin terdengar di sertai erangan erotis dari bibir Yun Wenwen, bulir-bulir keringat di wajah dan tubuh wanita mulai membuat kulit putih wanita itu berkilat.


"Adik kecil, ini sangat nikmat, aaahhhh," rancau Yun Wenwen seperti tidak sadar bicara, kukunya mulai mencengkram lengan panjang Zhi Yuan yang masih mengenakan jubah nya.


"Kakak Yun apa kau baik-baik saja?" tanya Zhi Yuan lagi.


Yun Wenwen menggeleng seperti tidak peduli pertanyaan Zhi Yuan, kini gerakan semakin liar, dan semakin melebarkan pahanya, salah satu tangannya menekan bokong Zhi Yuan.


"Aku tidak tahu, adik kecil... lakukan lebih kencang," ucap Yun Wenwen dengan satu lengannya bergelut ke leher pemuda itu, bibir nya memburu bibir Zhi Yuan dan berciuman dengan buas.


"Benda itu tidak hanya besar, tapi seperti mengetahui dan mencari tempat yang ku inginkan, benda itu benar-benar memenuhi keinginan milikku," batin Yun Wenwen.


Cairan nya mulai membaluri milik Zhi Yuan, dan bahkan hingga sedikit menetes ke meja di wajah wanita itu.


"adik, lebih cepaatttt, a-ku sudah di ujung, a-ku... aku keluar," teriak Yun Wenwen mata nya terpejam erat, menahan rasa nikmat, tubuhnya mengejang bibir nya kembali menghisap lidah Zhi Yuan jemari nya menjambak rambut pemuda itu, tubuh mereka menempel dan tubuh wanita itu sesekali berkedut.


untuk beberapa saat wanita itu terlelap di bahu Zhi Yuan, dan saat tersadar sudah berada di sebuah ranjang dengan berselimut hangat, tampak di luar sudah mulai terang, Yun Wenwen menjambak rambutnya, dan mencoba mencari keberadaan Zhi Yuan, namun pemuda itu tidak terlihat.


"apa yang telah terjadi semalam, aku bahkan tidak minum sama sekali, tapi aku begitu buas, itu seperti bukan aku, setelah hari ini aku hanya akan mengingat sensasi malam ini seumur hidup, pemuda itu sudah menghapus semua rasa yang kudapat dari pria lain." guman Yun Wenwen yang mulai mendapatkan kesadaran nya.

__ADS_1


Wanita itu tiba-tiba terbangun,


"semalam bocah itu belum keluar, dan aku meninggalkan nya tidur," sesal Yun Wenwen.


__ADS_2