
Semua orang sudah mulai roboh dengan darah menyembur. Zhi Yuan melepaskan pelukan nya dan,
"Aaahhhhh....." teriak Hua Mulan saat Zhi Yuan mendorong nya ke arah samping, membuat wanita itu terkejut dan tersungkur namun seseorang sudah menangkap nya agar tidak terjatuh.
Hua Mulan begitu terkejut saat Tetua Zhou sudah menangkap nya, dan melepaskan wanita itu saat sudah mampu berdiri tegak.
"Tetua Zhou? apa yang sedang terjadi?" ucap Hua Mulan, sambil menatap seluruh pakaian nya terciprat darah kecuali wajahnya yang di tutup oleh tangan Zhi Yuan.
Tetua Zhou hanya terdiam sesaat menatap ke arah Zhi Yuan yang sedang bersiap, dengan wajah bekas gerimis darah, menatap sosok besar di hadapan nya.
"Dia membunuh begitu banyak dalam waktu singkat, dan orang-orang itu terbunuh bahkan sebelum mereka menyadari nya luka mereka," batin Tetua Zhou.
"Kecepatan membunuh yang mencengangkan," gumam Tetua Zhou.
"Tetua Zhou kenapa kau membeku? cepat katakan apa yang sedang terjadi?" ucap Hua Mulan sedikit berteriak, membuat Tetua Zhou kembali fokus.
"Aahhh... Nyonya, Tabib Yin tidak akan menerima penghinaan seperti ini, meski seorang pendekar raja tapi dia hanya lah orang yang picik, aku sudah mengetahui akan terjadi hal seperti ini, jadi aku memutuskan membuntuti kalian," ucap Tetua Zhou lagi.
"Kultivator ranah Raja, Tetua tolong putera ku, aku mohon," ucap Hua Mulan begitu khawatir.
"hahaha... Nyonya, apa kau benar-benar tidak mengetahui kemampuan putera mu? bagaimana dengan suami anda Nyonya, maksud ku apa wajahnya nya mirip dengan putera anda?" tanya Tetua Zhou.
"a-pa maksud mu Tetua?" tanya Hua Mulan.
__ADS_1
"aaahhh... maafkan aku, tapi dari pertama melihat putera anda aku seperti pernah melihat mata itu, sepasang mata yang membuat darah ku mendidih karena bersemangat untuk bertarung, namun di satu sisi lain mata itu juga membuat ku bersiap menemui kematianku, mata itu aku temui di hutan tua 40 tahun lalu, tapi Sang Legenda itu sudah tiada 40 tahun silam, aku sudah mencoba mengaitkan kedua pemuda ini, tapi tidak mungkin usia anak mu 40 tahun," ucap Tetua Zhou dan melihat tabib Yin yang mengeluarkan pedang besar.
"apa yang kau maksud itu Sang Legenda penjaga gerbang timur?" tanya Hua Mulan.
"Benar, keduanya begitu mirip hanya pedang mereka yang berbeda, Zhi Yuan si Pemetik Salju," ucap Tetua Zhou.
"Z-hi Yuan? Tetua berhenti bicara masa perang itu, tapi saat ini tolong Zhi, maksud ku pu-tera ku," ucap Hua Mulan.
"Aku saat ini berdiri di sini memang untuk itu nyonya, jadi jangan khawatir," ucap Tetua Zhou dan melesat sudah menyela pertarungan itu.
"Antar lah pulang ibu mu anak muda, biar aku membalas kematian putera ku, seandainya aku tahu lebih awal, mungkin saat ini cucu ku masih memiliki orang tua," ucap Tetua Zhou.
Zhi Yuan menyarungkan pedang nya lagi, langit sudah mulai remang, pemuda itu mendekati Hua Mulan, namun Hua Mulan tidak ingin meninggalkan Tetua Zhou.
"Jangan khawatir Nyonya, pria besar ini bukan lawan ku, pergilah terimakasih atas budi kalian hari ini," ucap Tetua Zhou, dan energi besar keluar dari kedua telapak tangan, daun-daun kering di sekitar nya mulai berterbangan membentuk pusaran yang mengelilingi kedua pria yang akan bertarung itu, tampak wajah tabib Yin memucat.
"Aku begitu bodoh dan percaya dengan semua omong kosong tentang kutukan itu, dan membiarkan kedua orang yang ku sayangi meninggal tanpa pertolongan tabib, ini sudah terlambat bagimu untuk memohon maaf," ucap Tetua Zhou, hawa pembunuh begitu pekat di sekitar tempat itu.
Hua Mulan melangkah terburu-buru,
"Zhi Yuan apa Tetua Zhou baik-baik saja?" tanya Hua Mulan.
"Dia kultivator legenda, Tetua Zhou dengan mudah mengatasi orang itu," ucap Zhi Yuan.
__ADS_1
Malam itu Hua Mulan tidak mampu memejamkan matanya, semua terjadi begitu saja, memikirkan siapa sebenarnya pemuda yang satu rumah dengan nya, kenapa dirinya begitu percaya dengan pemuda yang tidak tahu asal-usul nya,
"Melihat wajahnya begitu tenang, dia seperti sudah sangat biasa menghadapi peristiwa seperti itu," batin Hua Mulan.
Bahkan kini ucapan Tetua Zhou tentang nama Sang Legenda membuat nya semakin gelisah, dan menjelang pagi wanita itu akhirnya terlelap.
Dan saat pagi sudah menyingsing Tetua Zhou sudah berapa di depan rumah Hua Mulan di temani seorang gadis kecil, dan pelayan yang terlihat segar meski leher nya masih di perban.
Hua Mulan menyambut ketiganya, dan mereka semua masuk ke halaman rumah kecil mereka.
"Tetua Zhou, aku begitu senang anda terlihat baik-baik saja," ucap Hua Mulan.
"Kami datang untuk berobat Nyonya, kami tidak ingin merepotkan anda datang jauh-jauh ketempat ku," ucap Tetua Zhou, yang terlihat tidak suka membahas pertarungan nya dengan tabib Yin.
Hua Mulan mulai memeriksa bisul di leher gadis kecil itu, dan mengangguk, dan kemudian memeriksa pelayan itu,
"Semuanya terlihat baik, aku akan mulai dengan mu nona kecil," ucap Hua Mulan dan melakukan seperti saat mengobati pelayan itu, siang itu Zhi Yuan membawa tangkapan ikan nya dan pelayan itu membantu memasak meski sudah di larang oleh Hua Mulan, namun pelayan itu menangis saat bantuan nya di tolak,
"hik.... hik.... nyonya jangan melarang ku untuk membalas hidup yang kau berikan padaku, aku mohon biarkan pelayan hina ini membantu anda seumur hidup ku, hik.... hik...." ucap pelayan itu berlutut.
Tetua Zhou juga mendekati Hua Mulan,
"Nyonya, izinkan kami membalas semua kemuliaan yang sudah kau lakukan," ucap Tetua Zhou.
__ADS_1
Hua Mulan hanya terdiam dan mengangguk, dan siang itu mereka sudah makan bersama di balai di depan kediaman rumah dengan dua ruang tidur itu. Tetua Zhou sedikit menekuk alis nya saat mengetahui nama putera Hua Mulan adalah Zhi Yuan.
"Anak muda bisakah kau mengantar ku ke tempat menangkap ikan ini, aku akan mengajari mu cara menangkap ikan lebih baik dari ini," ucap Tetua Zhou dengan hawa pembunuh.