
Hua Mulan mendapatkan tempat duduk di sisi kiri panggung batu berdekatan dengan Li Zhen Chan dan ibunya, dan Zhi Yuan berdiri dibelakang nya, sesekali wanita itu meremas jemari Zhi Yuan di belakang nya secara sembunyi-sembunyi.
"Jangan selalu menoleh ke arah ku Nyonya, seorang wanita yang begitu arogan mengajariku untuk tegakan kepala meski kehormatan kita sudah diperkosa," ucap Zhi Yuan yang seperti bicara sendiri karena wajahnya menatap lurus ke depan.
"hahaha.... aku tidak percaya pernah bicara menakutkan seperti itu padamu, itu benar-benar bukan aku," tawa Hua Mulan, tampak beberapa orang di tempat itu bergemuruh melihat tawa indah dari dari wanita itu, pria-pria itu seperti tidak percaya jika Hua Mulan terlihat sangat berbeda, dan menjadi wanita yang terlihat begitu anggun sekaligus mengairahkan. Sorakan para pria itu membuat wanita itu menutup bibir dengan jemari nya, namun kembali sorakan itu terdengar lebih kencang.
Tidak jauh dari panggung batu itu sebuah rumah makan berlantai dua berdiri, dan Penasehat Ming sudah duduk sambil menikmati hidangan yang sama sekali tidak tersentuh oleh lidah nya, wanita itu mengangkat sedikit alisnya saat melihat orang di belakang Hua Mulan.
"Seorang Klan Munzhi yang tersesat, akhirnya, jika benar-benar dia, apa hubungan pemuda itu dengan penguasa istana Giok?" gumam wanita itu.
Kepala wanita itu semakin memiring, matanya menyala seperti bara api dan semakin seksama mengamati simbol suci di sudut pipi Zhi Yuan, meski begitu kecil namun matanya mampu mengenali simbol itu.
"Katakan pada adikku dedengkot tua, aku sudah menemukan, dan akan membunuh nya jika dia tidak menemui ku sekarang juga," ucap wanita itu dan tiba-tiba uap hitam muncul dan seseorang sudah berlutut didekat nya, dengan pakaian gelap yang hanya memperlihatkan mata nya saja.
"Baik Nyonya," ucap pemuda itu dan berubah menjadi uap hitam kembali.
Tidak ada memperlihatkan kejadian itu karena setiap meja tersekat tirai bambu, jadi antara pengunjung tidak bisa saling melihat dengan jelas.
Para pejabat biro peradilan masih terlihat begitu sibuk mempersiapkan sidang itu seorang bangsawan tinggi bernama Huang Jong yang berada di sisi kanan panggung, mendekati meja tempat Hua Mulan duduk.
__ADS_1
"Adik Hua, kau benar-benar tampak berbeda, aku mulai percaya orang mengatakan jika usia 40 masih terlihat cantik maka orang itu akan cantik selama nya, dan di usia mu saat ini kau terlihat begitu segar, jika tahu kau bisa secantik ini mungkin aku akan meminjamkan uang lebih banyak lagi, ahahaha...." ucap Huang Jong menggelengkan kepalanya tidak mempercayai penampilan Hua Mulan.
"Kakak Huang kita sudah berteman lama, tolong jaga sikap anda, ini adalah tempat resmi," ucap Hua Mulan tenang, tangan nya selalu memutar cincin di telunjuk kiri nya.
Li Zhen Chan mendekati Hua Mulan,
"Tenanglah adik Hua, kali ini aku akan melakukan apa saja agar kau tidak dalam kesulitan, tentang waktu itu semua hanya salah paham saja, aku tidak menyangka jika Liu Bing Yan melakukan semuanya, dia dan song yu sudah pergi dengan membawa banyak harta, aku begitu buta, jika mungkin berikan aku kesempatan demi putera kita," ucap Li Zhen Chan.
Hua Mulan hanya menggeleng dengan senyuman sinis, namun masih terlihat tenang, tidak menghiraukan ucapan Li Zhen Chan, mencoba untuk menahan diri karena mereka ada dalam acara resmi.
"Diam kalian semua..., aku Hakim senior Xiao Feng dari biro peradilan, bangsawan tinggi Li Zhen Chan saat ini telah berhutang pada tuan bangsawan Huang Jong 150 ribu koin emas, dan menjaminkan kediaman nya ini, 2 penginapan serta 1 rumah makan, dan juga termasuk istri tertua nya, Nyonya Hua Mulan, dan jika dalam 10 hari tuan Li Zhen Chan tidak mampu membayar semua hutang nya, maka semua jaminan akan menjadi milik tuan Huang Jong, dan mulai hari ini kediaman keluarga Li bisa ditempati oleh tuan Huang Jong dan juga nyonya Li akan berada di tangan tuan Huang Jong," teriak pejabat biro peradilan itu.
Hua Mulan yang sudah tidak tahan dengan penghinaan itu berdiri karena tidak percaya di jadikan jaminan dan akan bisa di beli.
"Tunggu! kalian sudah keterlaluan, aku bukan keluarga mereka lagi, dan ini bukan urusan ku lagi," teriak Hua Mulan yang tidak percaya jika dirinya terseret hutang dari mantan suami nya, karena dalam surat itu hanya meminta datang untuk menjadi saksi.
Hakim senior dari Biro peradilan itu berdiri, meski terlihat begitu tua, namun wajahnya terlihat begitu bengis dengan kumis besar membuat semua orang terintimidasi.
"Maafkan kami nyonya, tapi saat perjanjian hutang ini di buat kau masih menjadi istri dari tuan Li Zhen Chan, dan juga tidak ada bukti ke biro kami jika kalian sudah berpisah, jika aku melepaskan anda kali ini maka semua orang akan menggunakan alasan yang sama saat terjadi hal seperti ini," ucap pejabat itu.
__ADS_1
Hua Mulan memejamkan matanya, karena kelalaiannya melaporkan perpisahan mereka membuat nya secara aturan masih menjadi istri sah Li Zhen Chan.
"Adik Hua bertahan lah, dalam 10 hari aku pasti akan mendapatkan pinjaman itu," ucap Li Zhen Chan.
Hua Mulan menggeleng, matanya terpejam dalam-dalam jemarinya hanya memutar cincin di telunjuk nya, dan tiba-tiba wanita itu membuka matanya menatap dalam-dalam mata Li Zhen Chan.
"Plakkk...." sebuah tamparan keras di wajah Li Zhen Chan.
Ibu dari Li Zhen Chan terlihat begitu marah melihat putera tersayang nya di tampar oleh istri nya, wanita tua itu sedikit berlari mendekati Hua Mulan.
"Kau wanita sial, berani-berani di hadapan umum menampar suami mu sendiri, jika saja kau tidak menjadi menantu kami hal ini tidak akan terja-"
Ucapan wanita tua itu terpotong oleh suara Hua Mulan.
"Cukup Nyonya... aku sudah muak mendengar pembelaan mu terhadap putera yang begitu kau banggakan ini, jika saja pria ini benar-benar suami ku dia tidak akan menjual istri nya, bahkan untuk alasan apapun," ucap Hua Mulan.
Pejabat bengis itu menengahi pertengkaran itu,
"Baiklah.... sudah cukup bertengkar nya, seperti ini cara aturan yang berlaku di Kekaisaran ini, jadi semua pihak harus mematuhinya, untuk saat ini semua jaminan akan di kumpulkan menjadi satu di tangan tuan bangsawan Huang Jong," teriak hakim Xiao Feng.
__ADS_1