Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 78 - Kekasih Puteri


__ADS_3

Pangeran Qing Fan salah seorang pangeran tampan dan penuh kharisma di kekaisaran Qing, banyak Puteri bangsawan yang menaruh hati padanya namun pemuda itu tidak pernah menggubris nya, pemuda itu hanya memiliki satu cinta, cinta kepada seorang wanita yang memiliki kecantikan begitu unik, wajah nya yang ketus membuat semua orang akan menunduk, namun saat tersenyum maka dunia akan bewarna begitu indah, seorang wanita yang merubah wajah dunia mengikuti suasana hati nya, dan pangeran Qing Fan melakukan segala nya agar mendapatkan wanita itu, namun sayangnya wanita itu sudah menjadi milik pria lain.


Li Buya masuk ke rumah kecil itu dan mengunci semua ruangan, membiarkan pangeran dan teman nya tidur di tenda mewah nya yang hangat.


Siang itu Li Buya di antar oleh Zhi Yuan membeli kebutuhan untuk ibu muda nya,


"Tuan muda kenapa kita terburu-buru seperti ini?" ucap Zhi Yuan yang melihat wajah teman belanja nya begitu gelisah, dan mereka sudah dekat dengan tempat pengasingan Hua Daiyan.


"Adik Zhi, apa kau pikir kenapa aku yang harus belanja, bukankah banyak pelayan yang bisa kau antar kan," ucap Li Buya, wajahnya sedikit tenang karena kedua pemuda teman nya di akademi sedang berbincang sambil tertawa di dekat tenda nya.


Li Buya memperlambat jalan nya,


"Apa kau tahu? aku menyukai ibu muda ku, aku tidak bisa memilih wanita lain karena nya," ucap Li Buya.


Zhi Yuan menatap Li Buya tanpa terlihat terkejut sedikit pun, Li Buya hanya tersenyum hambar.


"Aneh bukan?" ucap Li Buya membuat kepala Zhi Yuan mengangguk,


"Sedikit," ucap Zhi Yuan.


"Sejak aku kecil ibu muda selalu baik padaku, berbeda jauh dari ibu kandung ku yang begitu keras, dia begitu lembut, dia selalu ada untuk ku meski dia memiliki seorang Puteri, sejak saat aku remaja dia semakin baik, kami sering tidur bersama, dan perlahan aku menyukai nya seperti seorang pria kepada wanita, namun ibu muda muda mulai terlihat aneh, aku sering melihat dia masuk dengan pria muda ke dalam penginapan," cerita Li Buya terhenti mata polos nya menerawang jauh ke masa lalunya.

__ADS_1


"Saat itu aku masih 13 tahun, setelah kejadian itu ibu muda berjanji tidak mengulangi nya lagi, dan semakin baik padaku dan aku menutup bibir ku rapat-rapat, dan setelah semakin dewasa aku dan ibu muda selalu bersama dan kami terlihat seperti sepasang kekasih dari pada ibu dan anak tiri bahkan dia sering menggoda ku, suatu kali kami berciu*man hebat dan ibu muda ingin membawaku ke ranjang tapi aku berpura-pura menolak, meski aku sangat menginginkan nya," Li Buya kembali menghentikan cerita nya dan menghempaskan nafas panjang nya.


"Penolakan ku membuat ibu muda mulai segan padaku, dan bicara hal-hal penting saja padaku, ibu muda mulai berulah lagi saat kekasih adik ku sering datang, dan aku lihat ibuku seperti melupakan aku dan begitu senang menemani kedua pemuda itu," ucap Li Buya.


Zhi Yuan hanya tersenyum,


"cerita yang menarik sayang nya ini adalah dunia nyata, jadi tidak semua wanita nya menjadi milik peran utama seperti di sastra," ucap Zhi Yuan


Keduanya sudah masuk ke rumah kecil yang mewah itu, tampak pangeran Qing Fan dan Xiao Wen hanya tertawa-tawa duduk di luar, dan terlihat Liu Bing Yan keluar dari ruangan nya sambil memperbaiki sedikit pakaian di bagian dada nya, serta merapikan rambut nya.


"aahhh putera ku, kau sudah datang, kenapa begitu cepat? apa kau sudah membeli semua pesanan ibu muda mu ini?" ucap Liu Bing Yan sambil memeluk lengan Li Buya menempelkan gunung besar nya di lengan anak tirinya itu.


Beberapa menit sebelumnya,


Sesekali desa* han keluar dari bibir tipis wanita itu, wajah nya sedikit berkeringat, dengan tirai ranjang yang bergoyang.


"Pangeran Qing Fan berhenti bagaimana jika Li Buya datang?" ucap Liu Bing Yan, pakaian atas nya sudah berantakan karena keganasan Pangeran Qing Fan.


Tenanglah bibi Bing, Xiao Wen sudah aku perintahkan berjaga di luar, ingat kau sendiri mengajak kami jauh-jauh ke tempat ini, itu kau sudah merencanakan jika kami akan bisa menikmati mu di tempat ini," ucap pangeran Qing Fan.


Liu Bing Yan hanya tersenyum dan mengigit bibirnya menahan rasa gatal nya.

__ADS_1


"hihihi.... apa maksud mu menikmati ku, kita tidak boleh melakukan lebih dari ini, kalian berdua aku dengar begitu pandai menundukkan wanita di ranjang, tapi aku tidak ingin sejauh itu, ingat aku masih istri orang, dan juga akan menjadi calon mertua mu," ucap Liu Bing Yan lemah, dan sedikit mengangkat kepalanya saat lidah pangeran Qing Fan menelusuri gunung besar nya.


"aahhhhsss.... desa * han Liu Bing Yan saat bibir pangeran Qing Fan semakin turun ke perut nya, dan kembali bermain di pucuk gunung.


"Suami mu itu sudah di berhentikan karena kegemarannya berjudi, dia sekarang hanya bangsawan malang, bahkan saat ini istri nya sedang berbuat gila dengan calon menantu nya, hahaha..." bisik Pangeran Qing Fan.


"Aaahhhhhsssss pemuda ini begitu pintar mempermainkan gairah ku, ucapan merendahkan suami ku membuat ku semakin terang*sang, aku sudah tidak tahan," batin Liu Bing Yan, dan menarik rambut pangeran Qing Fan dan keduanya berciu* man.


Lidah kedua bertaut, dan pangeran Qing Fan mulai menempelkan milik nya yang masih terlapisi masing-masing pakaian.


"aahhhhsss.... , aku akan meladeni mu tapi tidak sampai masuk," bisik wanita itu, desa * han Liu Bing Yan terdengar tanpa di sadari oleh wanita itu, pikiran nya sudah kosong, tubuh nya seperti mengimbangi gerakan pemuda itu.


Keduanya begitu menikmati gesekan di masing-masing milik mereka, dan dengan diam-diam pangeran Qing Fan menurunkan celana nya, dan mulai perlahan menarik pakaian dalam Liu Bing Yan membuat wanita itu tersadar dan menahan tangan pangeran Qing Fan.


"Cukup pangeran, aku sudah katakan jangan terlalu jauh, jika saja aku bukan kekasih Puteri ku aku tidak akan keberatan," ucap Liu Bing Yan sambil memegang pakaian dalam nya yang sudah berada di paha nya, dengan kepala menggeleng, pikiran waras nya bertahan jika pemuda itu adalah kekasih Puteri nya.


"Bibi Bing aku sudah tidak tahan," ucap pangeran Qing Fan dengan wajah memelas.


Mata Liu Bing Yan terbelalak yang baru menyadari jika pangeran Qing Fan sudah melepas celana milik nya dan memperlihatkan benda yang sama dengan milik suaminya, membuat wanita itu sedikit kecewa.


Meski gai* rah nya sedikit menurun karena milik pangeran Qing Fan sama dengan suami nya, namun karena begitu jarang di sentuh oleh suami nya membuat wanita itu mulai melemahkan pegangan pakaian dalam nya dan membiarkan pangeran Qing Fan semakin melorot kan nya, dengan wajah penuh kemenangan.

__ADS_1


"Tapi.. pangeran apa kata orang nanti jika mengetahui jika aku ber* cinta dengan kekasih Puteri sendiri?" bisik Liu Bing Yan, dada nya berdebar hebat saat pangeran Qing Fan bersiap memasukkan benda nya ke celah nya yang sudah berdenyut.


.


__ADS_2