
Sebuah ruangan penuh dengan tirai bertuliskan simbol-simbol dari suku klan Munzhi, Penasehat Ming memejamkan matanya sedang memikirkan ucapan adik kandung nya Ming Zhou. sesekali menggelengkan kepala seperti keputusasaan melanda nya.
"Aku sudah mengamati setiap orang di sekitar penguasa Istana Giok, namun semua terlihat hitam dan kabur, hemmmm... siapa lagi yang harus aku amati?" batin Penasehat Ming.
"Kaisar? tidak... aku tidak bisa melihat masa depan nya karena dia terseret takdir hitam dari penguasa istana Giok," batin Penasehat Ming lagi, bola matanya tiba-tiba bergerak seperti mengingat sesuatu.
"Hua Mulan, gadis itu... Sejak dulu aku tidak bisa melihat masa depan nya, gadis kecil itu pasti ada kaitannya dengan manusia tidak bertakdir," batin Penasehat Ming dan mulai mencari tahu keberadaan wanita itu.
***
Mata Hua Mulan melebar membaca surat dari beberapa pejabat dari biro peradilan, wajah wanita itu terlihat kosong, saat para pejabat itu sudah pergi, Zhi Yuan yang melihat perubahan ini mendekati nya, wanita dengan surat bergetar.
"Nyonya?" ucap Zhi Yuan.
"Jangan.... Zhi Yuan aku mohon jangan bangunkan aku," teriak Hua Mulan dan terduduk di sebuah bangku.
Zhi Yuan mengambil surat itu dan membaca sekilas, sambil mendengarkan suara bergetar dari wanita itu.
"Kau ingat ucapan ku tentang dunia mimpi yang indah itu bukan? awal aku tidak akan pernah percaya bahwa mimpi itu ada, tetapi saat ini aku sedang menjalani mimpi indah itu, meski bekerja keras, tetapi saat malam kita melewatkan nya dengan tawa di meja makan, ocehan ayahku saat mabuk, pertengkaran kalian saat berebut makanan, dan yang tidak pernah aku lupakan malam panas di ranjang usang itu, hari-hari indah ini ku lalui dengan rasa bahagia, dan aku tidak ingin terbangun untuk selamanya, katakan Zhi Yuan apakah aku benar-benar tidak berhak untuk merasakan kebahagiaan ini?" ucap Hua Mulan, air matanya keluar tanpa henti.
__ADS_1
Zhi Yuan menatap wajah Hua Mulan dan meremas tangan wanita itu,
"Ini hanya surat sebagai saksi, dan anda hanya 10 hari di ibukota, percayalah semua akan baik-baik saja," ucap Zhi Yuan, dan wanita itu menghamburkan tubuh nya dan memeluk Zhi Yuan.
Wajah nya di samping telinga Zhi Yuan, kepalanya menggeleng seperti kata-kata Zhi Yuan tidak bisa menenangkan nya lagi, wanita itu sudah sangat berbeda dari sebelumnya yang begitu dingin dan tenang, meski racun mematikan di hadapannya.
"Aku tahu, tapi memikirkan rumah itu membuat ku begitu takut, hal-hal menjijikan begitu membekas di ingatan ku, berjanji lah satu hal padaku Zhi Yuan, apapun yang terjadi tetaplah di samping ku, hingga akhir eenghhh...." bisik Hua Mulan sambil terisak.
Matanya menatap mata kehijauan Zhi Yuan, dan pemuda itu mengangguk membuat hati Hua Mulan sedikit tenang.
Dua hari berikutnya tampak Hua Mulan sudah kembali ceria, tawa nya sudah selalu muncul saat keduanya mengerjakan sesuatu bersama.
"Diamlah, jangan merusak suasana hati ku yang sedang senang," ucap Hua Mulan dan menyisir rambut sepunggung Zhi Yuan, mengambil beberapa jepit rambut dan mengenakan nya di atas telinga pemuda itu.
"kharisma mu jauh melebihi seorang putera mahkota, dan matamu begitu cantik, aahh... aku sedikit cemburu dengan apa yang kau miliki," tawa Hua Mulan, dan keduanya sudah bersiap menuju ibukota.
"aahh... kalian berangkat pagi-pagi sekali," ucap Hua Daiyan yang sedang menikmati minuman panas nya.
"iya ayah... kami akan berada di ibukota 10 hari, aku harap teman ku itu cepat sembuh, Li Buya akan menjaga ayah saat kami pergi," ucap Hua Mulan berbohong pergi dengan alasan mengobati teman nya.
__ADS_1
"Li Buya? Lupakan saja, cucu pemalas itu bahkan belum bangun saat ini, sudah-sudah... pergilah kalian, perjalanan kalian akan memakan waktu cukup lama, dan kau Zhi Yuan kau terlihat sedikit berbeda, kau lebih mirip seorang wanita" ucap Hua Daiyan, memiringkan kepalanya menatap Zhi Yuan.
"Ayah...." teriak Hua Mulan dengan mata melebar membuat Hua Daiyan mengangguk dan menatap ke arah lain.
Hua Mulan menarik jemari Zhi Yuan dan melangkah dengan cepat meninggalkan Hua Daiyan yang tertawa dengan kencang.
Keduanya melewati lahan pertanian yang membentang sepanjang perjalanan, wanita itu tampak begitu riang, sesekali berputar di sekeliling Zhi Yuan, dan tertawa menikmati wajah teman perjalanan nya yang terlihat kesal karena dandanan yang terasa aneh oleh nya, namun jika orang lain melihatnya akan terpesona dengan wajah indah nya.
***
Dan siang itu di pusat ibukota Kekaisaran Qing, terdapat sebuah panggung batu, tempat biasa untuk melakukan pelelangan, orang mulai duduk di bangku yang sudah di siapkan, tampak begitu banyak orang yang hadir, tidak kurang dari selusin pejabat dari biro peradilan sedang mencatat sesuatu di atas meja panjang yang berada di panggung batu itu, bangsawan-bangsawan tinggi terlihat begitu antusias menyaksikan acara itu, dan seorang Tetua dari istana Giok juga hadir, karena peradilan harus lepas dari tangan orang Kekaisaran yang ingin memaafkan kekuatan mereka
Dari semua orang di atas panggung, tampak pria paling mencolok di tempat itu adalah seorang hakim senior bernama Xiao Feng, tubuh nya tinggi besar, yang begitu terkenal di ibukota karena ketegasan dan kejeliannya dalam melihat masalah, serta begitu dingin dalam memutuskan persengketaan.
Di atas panggung batu itu tampak ibu Li Zhen Chan terus menangis dan di tenangkan oleh pelayan nya, semua orang penting sudah hadir dan semua mata mulai terbelalak saat Hua Mulan naik ke panggung itu, tampak langkah nya yang seperti berjinjit dan begitu anggun, membuat bagian bokong indah itu sedikit bergetar dan berayun begitu alami, mengikuti setiap langkah wanita itu, Zhi Yuan hanya menundukkan wajahnya mengekor di belakang wanita itu.
Hari itu Hua Mulan begitu berbeda, wanita kasmaran itu terlihat begitu cantik dengan rambut halus di gelung, anak-anak rambut nya menghiasi tengkuk panjang nya, kulit nya merona segar putih kemerahan, tubuh nya yang mulai dirawat oleh nya kini memperlihatkan hasil nyata, bahu kecil tertarik ke belakang membuat dada kencang nya yang tidak terlalu besar begitu menantang, gaun indah berwarna gelap membalut ketat bokong indah, pinggul lebar dan perut bawah yang sedikit buncit serta paha panjang dan berisi membuat nya benar-benar membius semua orang di tempat itu, wanita itu seperti terlahir untuk mempesona meski riasan wajah hanya seadanya.
__ADS_1
ilustrasi Hua Mulan (mulai mempercayai jika mimpi indah benar-benar ada)