Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 102 - Rumah judi Fei


__ADS_3

Sudah beberapa hari Zhi Yuan mengamati pergerakan Li Zhen Chan dan juga Liu Bing Yan, keduanya memilih tempat berbeda untuk bersenang-senang, dan Zhi Yuan mulai beraksi, dari koin emas hasil memalak Zhou Zhiping yang terlihat hampir menangis bahagia karena Zhi Yuan meminta bantuan nya, pemuda itu masuk ke sebuah rumah judi cukup mewah tidak jauh dari kediaman keluarga Li, pemuda itu mengenakan topeng untuk menutupi identitas nya, dan beberapa orang juga melakukan hal yang sama jadi hal itu sudah lumrah di rumah judi itu.


Zhi Yuan memainkan kartu yang terbuat dari papan kayu kecil yang begitu populer di kalangan bangsawan, mereka memainkan empat kartu yang di keluarkan secara bertahap. kemampuan nya menghitung sangat membantu nya dan pemuda itu bahkan tahu kartu dari lawan-lawannya, dan bantuan dari cincin penyimpanan nya membuat nya dengan mudah menukar kartu tanpa di ketahui siapapun, dan di meja Li Zhen Chan, Zhi Yuan menjadi tidak terkalahkan.


"aahhh... aku menyerah," ucap Li Zhen Chan yang terlihat menutup wajahnya dengan kedua tangan nya, pria itu terkenal paling gemar bermain, namun belakangan ini keuangan nya semakin menipis dan begitu jelas dari nada bicaranya yang lemas, dan meninggalkan meja itu dengan langkah gontai.


"kau anak muda malam ini adalah keberuntungan mu, kau mengalahkan kami semua," ucap salah satu penjudi yang juga mengalami nasib seperti Li Zhen Chan.


Zhi Yuan hanya diam, malam itu dia memiliki 650 koin emas hasil kemenangan nya dan keluar dari rumah judi itu, untuk mengejar Li Zhen Chan.


Li Zhen Chan mengumpat beberapa kali sebelum naik ke kereta kuda nya, namun Zhi Yuan sudah bersandar di dekat pintu kereta kuda itu.


"aku akan memberi mu 200 koin emas, jika kau bersedia mengantar ku ke rumah judi Fei," ucap Zhi Yuan.


"200 koin emas? apa kau gila, ini tipuan tidak ada cara mendapatkan uang sebanyak itu dengan mudah," ucap Li Zhen Chan seperti tidak tertarik.


Zhi Yuan melempar sebuah kantung uang yang cukup berat ke dada Li Zhen Chan membuat pria itu sedikit terhuyung.


"aku tidak bisa masuk ke tempat itu, tapi kau bisa, dan aku ingin berjudi di tempat mewah itu," ucap Zhi Yuan dan membuka pintu kereta kuda milik Li Zhen Chan.


keduanya sudah masuk ke rumah judi mewah itu, dan lantai empat tempat paling sulit di capai, setidak nya Zhi Yuan harus mengeluarkan 10 koin emas untuk mencapai nya. Lantai empat merupakan tempat judi paling aneh, para pengunjung bisa menonton hiburan di panggung yang ada di lantai satu, ruangan itu begitu remang, lentera berwarna-warni membuat orang tidak dapat melihat wajah orang-orang di sekitar dengan jelas, di beberapa sudut terdapat meja dengan penerangan cukup baik dan itu tempat berjudi dari orang-orang kaya itu.


Li Zhen Chan yang baru pertama kalinya ke lantai empat menggelengkan kepala melihat orang-orang menghamburkan uang mereka dengan begitu mudah, para wanita di tempat itu terlihat berpakaian begitu menantang, dan di beberapa tempat gelap terdengar lenguhan orang sedang bercinta.


"ini gila," gumam Li Zhen Chan.


"berhati-hati lah, orang-orang ini memiliki kekuasaan yang mengerikan, sebaiknya jangan melepaskan topeng mu, dan jangan bunuh diri dengan berbuat onar," ucap Zhi Yuan, dan melihat penjagaan begitu ketat.

__ADS_1


"Tuan... aku tidak bisa bermain di tempat ini, suasana ini terlalu buruk untuk ku," ucap Li Zhen Chan.


"Tunggu lah, aku akan membagi kemenangan ku malam ini dengan mu jika mau menunggu ku disini, kau sudah lihat kemampuan ku bermain bukan?" ucap Zhi Yuan dengan suara yang semakin di buat serak.


Zhi Yuan mulai berjudi sambil menunggu sasaran nya yang tidak tampak, alhasil dirinya sudah memiliki 3500 koin emas, dan begitu juga dengan sasaran sudah duduk tidak jauh dari nya.


Zhi Yuan melempar 1000 koin emas ke arah Li Zhen Chan,


"ini awal saja, aku akan membagi kemenangan ku, setelah bermain di meja itu," ucap Zhi Yuan sambil menunjuk meja yang di huni empat pemain, namun hanya tiga pemain yang bermain, satu orang hanya sebagai penonton dan orang itu adalah wanita.


Zhi Yuan duduk di meja orang-orang bertopeng yang hampir mirip dengan nya, yang hanya menutupi hidung ke atas, dan dengan mudah mengenali pangeran Qing Fan sedang bermain dengan beberapa rekan nya, dua orang pengawal berdiri di belakang pangeran Qing Fan.


Semua orang di meja itu berhenti bicara saat Zhi Yuan duduk di bangku yang kosong di meja itu, pemuda itu menatap sekeliling nya, namun tatapan berhenti pada seorang wanita yang sebagai penonton di tempat itu, keduanya bertatapan cukup lama.


"tuan... kami tidak memerlukan pemain lagi, silakan cari tempat lain," ucap pangeran Qing Fan yang tidak begitu suka kehadiran orang asing.


"Aku akan bertaruh satu kali saja untuk satu kantung itu, ini tidak akan lama memakan waktu kalian," ucap Zhi Yuan namun matanya tetap menatap mata wanita yang masih mengenakan topeng itu.


Pangeran Qing Fan membuka topengnya, dan tersenyum tipis, memperlihatkan wajah tampan nya, dan ingin membuat wanita di dekatnya melupakan Zhi Yuan yang terlihat begitu misterius, namun tatapan mata wanita itu masih saja ke arah mata Zhi Yuan.


senyum menggoda keluar dari bibir wanita itu,


"aahhhh... itu taruhan yang menggiurkan, anak muda kau begitu percaya diri," ucap wanita itu, yang melihat jemari Zhi Yuan dan semua orang menyimpulkan jika pria itu masih muda.


Li Zhen Chan yang duduk tidak jauh dari tempat itu hampir berdiri, karena mengenal betul suara itu adalah milik istri kedua Liu Bing Yan. Li Zhen Chan mengurungkan niat nya saat melihat pangeran Qing Fan calon menantu nya di tempat itu, dan tidak akan bertindak bodoh dengan membuat keributan seperti ucapan Zhi Yuan.


"Percaya diri dalam berjudi? haha nyonya... aku bisa lebih percaya diri untuk hal-hal lain nya, tapi seperti nya teman anda tidak begitu percaya diri, baiklah Nyonya, mungkin kau dan aku seharusnya mencari lawan yang seimbang," ucap Zhi Yuan sambil mengangguk, seperti memberi hormat.

__ADS_1


Liu Bing Yan mengigit bibir bawahnya, Senyum indah terlihat dari bibir wanita itu, ucapan Zhi Yuan seperti sedang membakar birahi nya,


"Pangeran, dia begitu mempesona ku, aku benar-benar menginginkan nya," bisik Liu Bing Yan membuat pangeran Qing Fan mengeretakkan giginya.


Pangeran Qing Fan yang merasa terabaikan mulai panas,


"Tunggu.... kita mulai," ucap pangeran Qing Fan dan mengelus paha mulus dari Liu Bing Yan membuat bibir wanita itu sedikit terkejut.


Mereka mulai bermain dan Zhi Yuan kalah di permainan pembuka nya membuat semua orang tertawa, dan menanyakan apa masih memiliki uang. dan Zhi Yuan kembali mengeluarkan emat kantung uang yang tersisa, dan mempertaruhkan bertahap, dan kini hanya tinggal satu kantung uang.


"hahaha... adik seperti nya kepercayaan dirimu mulai runtuh," ejek pangeran Qing Fan dan satu persatu orang di sekeliling nya membuka topeng mereka kecuali Liu Bing Yan.


dada Li Zhen Chan hampir berhenti, di antara pengawal pangeran Qing Fan seorang pria yang begitu di kenal nya pria yang menjadi mimpi buruk nya, dan setiap kata-kata yang di lontarkan pria itu masih sangat jelas di ingatan nya.


Li Zhen Chan mengepalkan erat-erat tangan nya, pria itu adalah pria gagah yang tidur di kediaman mantan istri nya Hua Mulan, dan mulai tersadar jika semua ini adalah perangkap dari Liu Bing Yan. Li Zhen Chan hanya duduk dan mendengarkan dirinya tidak ingin melakukan kesalahan seperti saat dirinya mengusir Hua Mulan, pria itu ingin semua lebih jelas, siapa pria gagah itu sebenarnya.


"Aahhh... itu adalah kantung uang terakhir ku, baiklah besok mungkin kita bermain lagi, tapi Nyonya apa kau memiliki kekasih? jika tidak bisakah kau sedikit menghibur ku, aku begitu banyak kalah malam ini," ucap Zhi Yuan, dan meneguk cawan nya, terlihat lemas.


Semua orang tertawa di meja itu, dan begitu senang mendapatkan uang sebanyak itu dengan mudah, Liu Bing Yan menatap pangeran Qing Fan beberapa saat, dan pemuda itu menganggukkan kepalanya.


Pria gagah itu mendekati pangeran Qing Fan,


"Pangeran apa yang kau lakukan," bisik pria gagah itu.


"haha itu hanya pancingan, pemuda ini kalah ribuan keping emas hanya dalam beberapa menit, jika wanita ****** itu berhasil menyenangkan nya, besok dia akan datang dengan lebih banyak koin emas lagi," bisik pangeran Qing Fan.


Liu Bing Yan berdiri dan mendekati Zhi Yuan, wanita itu berlenggak lenggok di dekat Zhi Yuan, dan duduk di salah satu paha Zhi Yuan dengan kedua kaki ke samping.

__ADS_1


"Apa kau senang sekarang?" bisik Liu Bing Yan memainkan telunjuk di rahang Zhi Yuan.


__ADS_2