Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 79 - Teman jelek


__ADS_3

"Pangeran mereka datang!" teriak Xiao Wen kedua insan yang terlihat tegang, bersiap memasuki alam keindahan begitu terkejut, membuat wanita duduk dan merapatkan pahanya, namun masih tertahan oleh pinggang pangeran Qing Fan.


Pangeran Qing Fan yang masih menekan milik nya yang di tahan oleh Liu Bing Yan,


"Pangeran sadar!!! kita akan ketahuan," ucap Liu Bing Yan dan menjauhkan milik nya dan ujung benda itu terlepas. keduanya duduk sesaat untuk meredam masing-masing ga* irah yang sudah di ubun-ubun, sesekali wanita menelan ludah nya sambil mengatur nafasnya.


"Aahhh... anak tirimu itu begitu menyebalkan," ucap pangeran Qing Fan.


Pangeran Qing Fan memejamkan matanya, dan dengan sekejap sudah mengunakan pakaian nya kembali membuat Liu Bing Yan tertawa.


"hihihi... dasar pemula," ucap Liu Bing Yan menggelengkan kepalanya saat melihat pangeran Qing Fan sedikit berlari keluar dari ruang tidur nya.


Kedua pemuda itu sudah di luar rumah kecil itu menatap Li Buya yang berjalan, sambil bercerita tentang pergumulan nya yang hampir saja bisa menikmati wanita yang begitu menggairahkan itu, membuat Xiao Wen hampir meneteskan liur nya.


Pangeran Qing Fan memeluk bahu Li Buya dari belakang, karena tubuh Li Buya tidak terlalu tinggi.


"Kalian berdua benar-benar merusak suasana hatiku, baiklah sekarang berikan pesanan ku," ucap Pangeran Qing Fan dan merampas satu guci arak dari tangan Zhi Yuan, dan membawa nya bersama teman nya pergi.


Hari itu terlewat dengan begitu sulit bagi Li Buya, pemuda itu harus terus berjaga, mengawasi ibu muda dengan dua pemuda yang memburu nya. Li Buya bahkan melihat jika ibu muda nya terpaksa meladeni ciu * man dari Xiao Wen, yang mengancam akan memberitahu Puteri nya jika menolak, namun tampak Liu Bing Yan yang awalnya terpaksa kini berbalik menikmati permainan itu, bahkan seperti membiarkan saat pemuda itu melepaskan pakaian dalam nya. keduanya sudah seperti hilang kendali dan bersiap melakukan hubungan penuh dengan gelora indah itu.


"Kau sudah berjanji tidak memasukkan nya Xiao Wen," bisik Liu Bing Yan suara nya bergetar saat benda mereka saling menggesek dalam posisi berdiri.


Keduanya terhenti saat Li Buya berteriak berpura-pura baru masuk ruangan depan, Liu Bing Yan mengambil pakaian dalam nya di lantai dan bergegas keluar menemui Li Buya agar tidak melihat jika sedang berduaan, keduanya berbasa-basi, tampak tidak lama Xiao Wen keluar dan terlihat begitu marah ke arah Li Buya.


Liu Bing Yan dan Xiao Wen keluar dari rumah kecil itu, terdengar tawa kecil dari wanita itu.


"benda pendek mu tadi hampir saja masuk," bisik Liu Bing Yan menggoda Xiao Wen dan mengacak-acak rambut pemuda yang terlihat begitu kesal itu, namun suara nya begitu jelas terdengar di telinga Li Buya.


****


Hari sudah gelap, para pelayan sudah mengubah tempat itu menjadi bersih dan terawat, beberapa lentera membuat kediaman Hua Daiyan dan rumah kecil di sebelahnya itu terlihat hidup.

__ADS_1


Zhi Yuan, Hua Daiyan serta Li Buya kembali bersantap bersama, tampak Hua Daiyan sudah tidur di ruangan nya, tinggal dua remaja itu saja minum minuman beralkohol dan pangeran Qing Fan menghampiri Kedua nya.


"Adik Li bergabung lah minum di sebelah, kami menyiapkan minuman dan hidangan nikmat," ucap Pangeran itu dan meninggalkan kedua nya.


Li Buya menatap Zhi Yuan dengan mata memelas nya


"Adik Zhi ikut dengan ku, kedua bajingan itu pasti merencanakan hal buruk padaku, dan..." ucapan Li Buya terhenti sesaat, membuat Zhi Yuan mengangkat alisnya seperti menunggu ucapan Li Buya selanjutnya.


"Dan aku tidak ingin ibu muda ku di apa-apakan oleh mereka," ucap Li Buya.


"Tuan muda Li, ramuan ku bisa membuat mu tidak mabuk oleh alkohol," ucap Zhi Yuan.


"Baiklah Adik Zhi aku akan minum ramuan mu," ucap Li Buya dan keduanya ke rumah kecil itu setelah Li Buya meminum ramuan dari Zhi Yuan, tampak mereka sudah menyiapkan semuanya.


Dan benar saja, kedua Pemuda itu dengan posisinya menekan Li Buya untuk minum banyak, dan mereka hanya sedikit.


Liu Bing Yan duduk di apit oleh dua pemuda itu,


pangeran Qing Fan mengangguk,


"kita akan membuat nya mabuk, dan tidak lagi bisa mengawasi kita, seperti kemarin malam," bisik Pangeran Qing Fan di telinga Liu Bing Yan.


Tampak ketiga nya begitu mesra, sesekali tangan salah satu pangeran bermain di paha Liu Bing Yan, membuat wajah wanita itu menegang dengan tatapan mulai sendu, tangan wanita itu terkadang menahan gerakan tangan kedua pangeran itu karena Li Buya masih tampak segar setelah minum cukup banyak.


"Tunggu, putera ku masih begitu sadar, bersabarlah sebentar lagi," bisik Liu Bing Yan ke telinga pangeran Qing Fan, pikiran nya sudah tidak peduli lagi dengan status nya sebagai seorang istri dan calon mertua.


Wanita itu sudah dikalahkan gelora di tubuh nya, dan mengangkat sedikit bokong nya agar Xiao Wen bisa melepaskan pakaian dalam nya, meski wanita itu masih bergaun lengkap.


"aahhh... aku tidak menyangka putera ku begitu kuat minum, ayo naikkan lagi minuman kalian," ucap Liu Bing Yan tertawa, sambil menuangkan kembali minuman beralkohol ke cawan Zhi Yuan dan Li Buya.


Li Buya yang mengetahui usaha Hua Bing Yan untuk membuat nya tertidur tampak begitu putus asa, dan begitu kecewa, dan berpura-pura tertidur, dan hanya Zhi Yuan yang masih duduk dan minum.

__ADS_1


Setelah Li Buya berpura-pura tertidur, tampak ketiga sudah tidak perduli lagi akan keberadaan Zhi Yuan, bahkan wanita itu tersenyum menatap Zhi Yuan saat kedua pria muda di sebelah nya mulai menjilatinya bagian leher dan dadanya.


Zhi Yuan terlihat begitu tenang seperti sedang menonton pertunjukan yang seperti sudah biasa di tonton nya.


"aahhhhsss.... " lenguhan Liu Bing Yan terdengar dan membiarkan kedua pemuda bergerilya di bagian atas.


"Apa kau menikmati nya? melihat mu begitu tenang kau seperti sudah berpengalaman, dengan hal semacam ini, sangat tidak percaya jika di lihat dari usia remaja mu," ucap Liu Bing Yan


Wanita itu hanya menggigit bibirnya, membiarkan dua pemuda itu beraksi.


"Bocah... bisakah kau antar putera ku ke ruangan nya, aku sudah tidak tahan, ingin menuntaskan urusan kami ini," ucap Liu Bing Yan menatap ke arah Zhi Yuan.


Kedua pemuda itu tersenyum merendahkan ke arah Zhi Yuan yang menatap ke arah Li Buya yang berpura-pura tidur, tampak Li Buya sedikit menggeleng seperti tidak ingin pergi dari tempat itu.


"Kalian lakukan sesuka kalian, Tuan muda sudah begitu mabuk dan tertidur aku akan pergi, tapi ingat kalian akan mendapat balasan nya," ucap Zhi Yuan dan meninggalkan tempat itu. semua orang di tempat itu sudah mengejar kesenangan mereka dan sudah tidak mempedulikan ucapan Zhi Yuan.


"Pangeran Qing Fan, sebaiknya kita ke ranjang, aku tidak ingin Pemuda jelek itu begitu lama memegang tubuh ku," bisik Liu Bing Yan


Li Buya berpura-pura sedikit bergerak secara alami membuat wanita itu seketika merapatkan pahanya, namun di tahan oleh Xiao Wen.


"Xiao Wen kau jangan gila! putera ku akan terbangun, lagipula aku tidak Sudi bercinta dengan mu, meski kau memberitahu ini kepada Puteri ku," ucap Liu Bing Yan, namun ucapan nya berganti dengan desa han.


"aahhhhsss... su-dah cukup bermain-main, cepat lepaskan!! sebelum putera ku terbangun," bisik Liu Bing Yan,


"baiklah bibi Liu, kita akan melakukan seperti tadi siang saja tidak lebih," ucap Xiao Wen, agar Liu Bing Yan berhenti meronta.


Li Buya sedikit tenang saat Xiao Wen ingin menyudahi gangguan terhadap wanita yang di sukai nya.


Xiao Wen masih bersabar wanita itu menggigit bibir nya merasakan geli penuh kenikmatan, senyum licik nya terlihat dan dengan pelan pemuda itu menekan.


"aahhhh... itu sudah masuk," gumam wanita itu, dan mulai tersadar.

__ADS_1


Wanita itu terbelalak, menggelengkan kepalanya, dan berusaha bangkit namun pangeran Qing Fan menahan tubuh nya, dan keduanya pemuda itu terlihat begitu menikmati perbuatan mereka.


__ADS_2