Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 55 - Etika wanita bangsawan.


__ADS_3

Terlihat Wang Kai menggunakan pakaian berwarna putih di padu dengan motif naga keemasan, pemuda itu mendekati Dewi Zhang Ziyi dan Zhi Yuan yang belum duduk, pemuda itu sedikit mendorong Zhi Yuan agar menjauh dari calon tunangan nya, membuat mata Zhang Ziyi sedikit menyipit, namun tidak melakukan apa-apa.


Melihat majikan nya seperti membiarkan sikap Wang Kai begitu sombong membuat Zhi Yuan menahan kemarahannya, pemuda itu hanya membungkuk dan menjauh, duduk di sebuah bangku paling dekat dengan pintu keluar, beberapa pelayan mendatangi nya dan menghidangkan makanan dan minuman beralkohol, pemuda itu sama sekali tidak berselera, hanya menuangkan minuman di cawan dan meneguk nya.


Meski hatinya berkecamuk, tapi pemuda itu terlihat tenang, dan dingin, pakaian nya terlihat berkelas dan wajah serta kulit nya begitu bersih membuat nya terlihat seperti anggota kerajaan yang sengaja di undang ke acara itu, tidak ada yang menyamai keanggunan pemuda itu, banyak puteri pejabat yang begitu penasaran kepadanya, dan sengaja berlalu lalang di sekitar nya mencoba menarik perhatian nya, tetapi pemuda itu lebih senang memperhatikan isi cawan nya.


Sesekali mata Zhi Yuan menatap Wang Kai yang terlihat begitu bangga dengan Dewi Zhang di samping nya dan mengenalkan kepada semua orang di dekatnya, Zhi Yuan selalu menunduk wajahnya saat Zhang Ziyi menatap kearah nya,


"Wajah nya terlihat tenang, namun hatinya begitu remuk," batin Zhang Ziyi, dan wanita itu sudah duduk di samping nya.


Keduanya hanya duduk dalam diam, dan tenggelam pada pikiran masing-masing.


Awal nya semua berjalan lancar, namun sikap para wanita di tempat itu mulai berubah saat Dewi Zhang Ziyi menjadi pusat pembicaraan para pria mereka, wanita-wanita itu mulai marah terhadap Dewi Zhang.


"Tuan muda Wang Kai itu terlihat begitu gagah dan kaya, dengan menjadi putera seorang pejabat tinggi , akan banyak wanita miskin yang melakukan apa saja untuk nya," ucap seorang wanita dengan sengaja sedikit meninggikan suara nya.


"kau benar, dia memang sangat cantik, tapi lihat riasan nya, hihihi.... dia seperti wanita murahan, aahhh mungkin dia terlahir dari kaum rendahan, dan tidak pernah ketempat berkelas seperti kita," sahut salah satu teman wanita itu.


Zhi Yuan hanya menggeleng mendengar ucapan para wanita bangsawan itu, perasaan nya yang awalnya kecewa dengan Dewi Zhang Ziyi kini berubah menjadi kasihan melihat semua wanita mencemooh majikan nya.

__ADS_1


Jemari panjang Zhi Yuan menyentuh tangan Dewi Zhang Ziyi di atas meja, dan meremas nya begitu pelan, ujung mata wanita itu mengarah ke mata kehijauan Zhi Yuan, dan membalas remasan tangan itu dengan senyuman tipis, dan kini raut wajahnya terlihat sedikit malu dengan penampilan nya.


Zhi Yuan menatap marah ke arah para wanita bangsawan itu, berharap agar mereka menghentikan bisik-bisik kencang mereka, tetapi tatapan Zhi Yuan tidak di anggap dan bahkan mereka semakin menjadi-jadi mengolok-olok Dewi Zhang Ziyi dengan wanita tidak bermoral, membuat sudut pipi Zhi Yuan mengeluarkan setetes darah, karena marah.


"Tetua... aku sudah selesai menghitung, tiga Tetua berpakaian sekte itu tetua ambil alih, biar para wanita bermulut kotor itu aku yang habisi di awal," bisik Zhi Yuan dan berencana merebut pedang dari para penjaga tidak jauh dari nya.


Dewi Zhang Ziyi memegang tangan Zhi Yuan sambil menggeleng,


"Yuan'er, jika aku ingin semua orang akan tersapu dalam hitungan detik, tapi kita disini untuk belajar, bukan meladeni ucapan bodoh mereka, tidak perlu di pikirkan," ucap Dewi Zhang Ziyi dan berusaha tersenyum ke arah Zhi Yuan.


Zhi Yuan hanya mengangguk,


"Aku sangat yakin dia berasal dari rumah bordil," ucap seorang lagi yang sudah semakin kesal karena Dewi Zhang Ziyi terlihat begitu tenang, dan tawa dibuat-buat terdengar di beberapa meja.


"Tetua mereka sudah keterlaluan, aku sudah tidak tahan, akan lebih baik jika aku tidak mendengar, Tetua aku akan menunggu anda di luar," ucap Zhi Yuan.


Dewi Zhang Ziyi memeluk lengan panjang Zhi Yuan,


"Tunggu, aku akan ikut dengan mu," ucap Dewi Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Tapi Tetua, pertunangan yang begitu anda inginkan belum di umumkan," ucap Zhi Yuan


Dewi Zhang Ziyi tertawa indah, dan seperti melupakan ucapan para wanita bangsawan itu.


"hihihi.... kau tidak tahu apa yang benar-benar aku inginkan Yuan'er, lupakan kepura-puraan ini, kita sebaiknya pergi," ucap Dewi Zhang Ziyi, dan keduanya melangkah keluar dan menghilang dalam kegelapan.


Kepergian kedua nya begitu cepat, bahkan hampir tidak ada orang yang menyadari dua topik utama mereka sudah tidak ada lagi, dan Wang Kai terlihat seperti orang bodoh karena calon kekasih nya pergi dengan pria lain.


Dewi Zhang Ziyi duduk di bangku dengan sandaran berlapis matras lembut, wanita itu melepaskan jubah nya, hanya mengenakan gaun coklat tua nya yang membungkus ketat tubuh dewasa nya, salah satu paha putih halus terlihat dari belahan gaun selutut itu. Wanita itu terduduk menatap riasan nya di cermin besar di depan nya, sesekali jemarinya mengusap riasan nya dengan sedikit kasar.


Zhi Yuan datang dan menyelimuti punggung kurus nya yang terlihat, dan pemuda itu memegang jemari Dewi Zhang Ziyi. Dengan sebuah lap agak basah, pemuda itu mulai membersihkan jemari panjang dan lentik itu, dan juga menghapus riasan menor di wajah Dewi Zhang Ziyi.


Tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir pemuda itu namun darah keemasan terus mengalir dari pipinya.


"Meski hanya diam, tapi aku mampu merasakan kepedihan di hatinya," batin Dewi Zhang Ziyi, wanita itu sesekali menatap mata pemuda yang begitu teliti membersihkan setiap noda riasan di wajah nya.


Dada Dewi Zhang Ziyi berdebar, saat wajah keduanya begitu dekat, namun wanita itu lebih banyak menunduk, dan rasa bersalah beberapa hari terakhir mulai merasuki nya, dan begitu benci pada dirinya sendiri, karena dengan begitu dingin menghancurkan pemuda yang begitu peduli padanya.


Pikiran nya berkecamuk, dan kembali mengingat penghinaan para wanita bangsawan itu,

__ADS_1


"Bukannya aku tidak bisa berpenampilan seperti berkelas seperti mereka, aku adalah penyelengara perjamuan resmi di kediaman ibu suri Kekaisaran langit, jadi aku sangat tahu apa yang pantas dan tidak, tapi malam ini aku ingin tampil menggoda, sejak kedatangan ku di alam ini, semua waktu ku habiskan untuk membunuh orang-orang yang menghina ilusi buruk ku, dan aku tidak pernah mempelajari hal-hal tentang kehidupan manusia, dan saat melihat penampilan para wanita penghibur itu dan berhasil menggoda mu, jadi aku beranggapan jika di alam tengah ini, seperti itulah cara wanita jika ingin menggoda seorang pria," ucap Dewi Zhang Ziyi, tatapan matanya masih kosong, seperti bicara dengan dirinya sendiri


__ADS_2