
Xiao Ling berusia 13 tahun, setidak nya sudah memiliki tidak kurang 40 tetes energi qi murni dalam Dantian, meski tehnik bertarung nya tidak terlalu pintar, namun dengan energi sebesar itu dengan mudah baginya melemparkan Liu Fang yang hanya mampu memiliki 8 tetes energi qi di Dantian nya.
"oh, nona Xiao juga datang, salam" ucap Liu Fang dan sedikit mendorong tubuh Xu Guang Zhou dan berubah bersikap begitu sopan.
"Liu Fang, seperti nya kau sedang bersenang-senang mengeroyok seorang bocah di alam dasar tingkat 4, mungkin aku akan bicara pada ibu mu," ucap Xiao Ling dengan wajah terlihat kesal.
Wajah dan telinga Liu Fang menjadi merah karena marah, usianya bahkan setahun lebih tua dari Xiao Ling, meski lebih dulu berada di tingkat Alam menengah, namun Xiao Ling berhasil melampaui nya satu tingkat bulan ini.
"Sialan, wanita ****** ini menekankan ku dengan membawa-bawa ibuku, kali ini sebaiknya aku menghindar," batin Liu Fang, perasaannya mulai sedikit khawatir karena ibu nya begitu keras.
"Nona Xiao, mohon berbesar hati, masalah ini sebaiknya kita lupakan saja, aku mohon diri," ucap Liu Fang dan secepatnya meninggalkan tempat itu tanpa membantu salah satu teman nya yang masih berbaring di tanah.
Semua orang membubarkan diri, dan ketiganya kini sudah berada di sebuah kedai makanan di dekat sekte Pedang Langit, Xiao Ling mengoleskan seperti cairan kental ke lebam-lebam di wajah Zhi Yuan.
"adik Zhi, kau sebaiknya menghindari mereka," ucap Xu Guang Zhou, matanya masih terlihat kosong menatap lencana setengah nya, dan memikirkan wanita yang membawa lencana nya tadi.
"ini benar-benar buruk," gumam Xu Guang Zhou hampir tidak terdengar.
Beberapa murid Sekte Pedang Langit melintas di jalanan tempat mereka duduk, mereka tampak sibuk berbincang tentang beberapa pedang yang di jual di ujung jalan itu.
Xiao Ling masih bergulat dengan Zhi Yuan karena bocah itu selalu bergerak saat di olesi obat.
"Apa kau mendengar ucapan kakak Zhou mu?" tanya Xiao Ling
"Lupakan saja kakak Ling, mereka mengincar ku, aku akan meladeni mereka bermain sampai mereka bosan, besok aku akan membalas mereka," ucap Zhi Yuan yang terlihat seperti tanpa beban sama sekali.
__ADS_1
"plakkk...." sebuah pukulan mendarat di kepala Zhi Yuan.
"Mereka tidak mengincar mu, kau sendiri yang selalu datang mengganggu urusan mereka, jika kau berkelahi lagi, aku sendiri yang akan menghajar bibir bebek mu ini," ucap Xiao Ling dengan mata mendelik, sambil menarik bentolan kecil di bibir atas Zhi Yuan.
Zhi Yuan menghempaskan tangan Xiao Ling dan menutup bibir dengan jemari nya, dan menatap ke arah Xu Guang Zhou seperti meminta bantuan, membuat Xu Guang Zhou sedikit terbangun dari lamunannya tentang wanita yang akan menjadi calon istri nya.
"aahhh, adik Ling tidak perlu marah, setidaknya si pembuat onar itu tahu bahwa ada pembuat onar yang lebih gila dari nya, jadi sebaiknya kita pesan makanan, kali ini aku akan membayar makanan kesukaan mu," ucap Xu Guang Zhou.
Xiao Ling tersenyum manis,
"kau memang kakak ku yang paling tampan," ucap Xiao Ling dan menjambak rambut Zhi Yuan agar duduk di dekat nya.
"aahhh... wanita sia-lan, tolong lepaskan, kau tidak akan memiliki suami jika seperti ini," teriak Zhi Yuan, namun tetap saja Xiao Ling masih melakukan nya, seperti nya gadis itu sudah terbiasa dengan kata-kata kasar dari mulut Zhi Yuan.
"apa?aku tidak akan repot mencari pria, kelak aku akan menyeret mu untuk menikah dengan ku, apa kau mengerti," ucap Xiao Ling ketus, membuat Xu Guang Zhou hanya tersenyum melihat dua sahabat yang terlihat lebih sering bertengkar itu.
Waktu terus bergulir, dan kini hampir dua tahun sudah Zhi Yuan bekerja sebagai pelayan, kini usia nya sudah genap 11 tahun, dan sore itu di hari bulan mati, Zhi Yuan harus sedikit berlari dengan ember kayu di tangan nya, langkah kecil nya begitu ringan dan memasuki Kuil tua di dinding tebing.
"aku terlambat, hari ini adalah bulan mati aku seharusnya datang tadi pagi, ini gara-gara biksu di dapur obat sudah lima hari belum kembali," guman Zhi Yuan
Hawa dingin mulai terasa saat pintu kuil di buka, Zhi Yuan mempercepat langkahnya dan mengeluarkan mangkuk kecil yang berisi ramuan. mangkuk nya sengaja di ganti oleh Zhi Yuan agar bisa melewati celah jeruji besi itu.
"kau terlambat," ucap sosok di balik jeruji itu.
"maaf tetua, aku- aku harus menyapu halaman depan," ucap Zhi Yuan berbohong.
__ADS_1
"apa mereka memukuli mu lagi? kau tidak perlu berbohong dengan ku, bagaimana keadaan lawan mu?" tanya sosok itu.
"Hampir setiap hari kami berkelahi tetua, dan aku selalu kalah karena mereka mengeroyok ku," ucap Zhi Yuan.
Tiba-tiba asap putih mencekik leher Zhi Yuan dan menempelkan wajah nya di jeruji besi itu.
"kau jangan mencari alasan, kau kalah karena kau lemah, jangan menyalahkan orang lain curang, salahkan dirimu lemah dan tidak berstrategi, aku harap kau mengerti ucapan ku," ucap sosok itu.
Jemari keriput nya menyentuh bekas lebam di bibi Zhi Yuan, dan juga pipinya, jemari itu terhenti di dua huruf kecil yang berbaris indah di bawah mata kirinya.
"ini segel nafas, aku mengenal dua huruf tua ini, apa kau dari klan itu?" tanya sosok itu.
"te-tua maafkan aku, tolong lepaskan aku, aku tidak mengerti pertanyaan te-tua," ucap Zhi Yuan yang sedikit kesulitan bicara karena lehernya di cekik.
"seperti nya kau tidak tahu asal-usul mu, jika kau sudah dewasa aku akan menceritakan sedikit tentang klan mengerikan dengan huruf -huruf seperti ini," ucap sosok itu dan melepaskan asap putih itu mencekik leher Zhi Yuan, dan jemari nya mengambil mangkuk di hadapan nya.
"baik tetua, tapi kenapa tubuh anda mengeluarkan asap pekat berwarna hitam, aku melihat nya sedari awal datang ke tempat ini, terutama di bagian punggung, apa tetua sakit?" tanya Zhi Yuan, yang seperti biasa berjongkok sambil memegang jeruji.
Sosok berkerudung itu menghentikan gerakannya yang ingin meneguk ramuannya, mata nya yang di lapisi lendir tipis sedikit bergerak menatap ke arah Zhi Yuan.
"jadi itu sebabnya bocah ini tidak mencium bau busuk di tempat ini, dia bisa melihat kutukan ini secara mentah," batin sosok itu
"kau benar punggung ku sedang sakit," ucap sosok itu dan meneguk mangkuk nya.
Tubuh sosok itu sedikit bergetar, terhuyung dan semakin membungkuk, nafas nya terdengar tersengal, terdengar seperti air mendidih.
__ADS_1
"Aaaaakkkhhhhh...."