
Pengikut setia Zhi Yuan begitu terkejut karena tidak menyangka wanita cantik itu adalah istri pimpinan mereka, dan mereka mulai menjauh memberikan ruang pribadi untuk pimpinan mereka. dan sesekali mereka menatap dari kejauhan, hidung lancip dan bibir lebar dan sedikit tebal dari arah samping membuat nya terlihat seperti bukan wanita dari daratan itu.
"Suami, ini sudah mendekati akhir tahun, aku harus mengurus beberapa kegiatan di bagian timur kota Jingyang, mungkin aku tidak pulang selama tiga hari, Tetua Yun dan beberapa pengawal akan menjagaku," ucap Wu Xiang Yu dan memegang jemari panjang Zhi Yuan.
Zhi Yuan menarik jemari Wu Xiang Yu dan membawa ke tempat sepi, sebuah taman samping yang di tumbuhi pohon chimeria berdaun jingga kemerahan, meski di penuhi salju tetapi pohon itu tetap memperlihatkan daun indah nya.
"Kau akan pergi? sebelum kau pergi aku ingin meminta maaf padamu," ucapan Zhi Yuan terhenti dan bibir wanita itu sudah merapat di bibir Zhi Yuan.
Keduanya berciuman begitu hangat, dan Wu Xiang Yu menghirup nafas yang keluar dari hidung calon suaminya itu seperti ingin menyatu dengan pemuda itu.
"Jangan bicara lagi, selesai atau tidak urusan ku di sisi timur kota ini, aku akan kembali saat perayaan akhir tahun ini kita akan melewatkan nya berdua, tahun depan aku usiaku 25 tahun, suka atau tidak aku akan menyiapkan pernikahan kita, sekarang kau seorang Jendral, bersikap lah seperti layaknya seorang Jendral, aku hanya berdoa saat kau kembali aku sudah memiliki Jendral kecil dari mu," ucap Wu Xiang Yu, dan merapikan pakaian tebal suami nya.
Zhi Yuan hanya mengangguk, dan terlihat Wu Xiang Yu begitu terkejut dengan perubahan sikap calon suaminya itu, yang tidak membantah saat bicara nya menerawang kemana-mana.
"Pakaian suami menunjukkan ketulusan seorang istri," gumam Wu Xiang Yu, seperti menahan air matanya agar tidak keluar, hidung nya memerah karena begitu ingin menangis.
__ADS_1
"Kenapa hari ini dadaku rasanya begitu gugup, dan begitu sensitif," batin Wu Xiang Yu senyum nya seperti dipaksakan.
"Meski muda kau terlihat gagah, baiklah aku sudah bicara dengan kakak Ziyi, besok dia akan mulai meditasi nya, kau harus menjaga tempat ini, ingat aku belum memaafkan mu, kau belum beruntung kali ini, berusahalah lebih keras, mungkin saat kita menikah aku akan sedikit tersentuh dan mau memaafkan mu," ucap Wu Xiang Yu dan keduanya kembali berciuman dan saling memeluk.
"ohh.. Kakak Ziyi memberikan mu ini, benda ini akan membuat kabut racun milik mu tidak berpengaruh tanpa harus meminum ramuan," ucap Wu Xiang Yu dan menyerahkan selembar kain berwarna hitam seperti kalung.
Wu Xiang Yu memakaikan nya di leher Zhi Yuan, membuat benda itu seperti shal melingkar lembut di leher pemuda itu.
"gunakan seperti cadar saat kau mengeluarkan tehnik itu," ucap Wu Xiang Yu menepuk pelan dada Zhi Yuan dan sesaat tenggelam dalam dada dengan sedikit otot itu.
*****
Malam telah tiba, Xu Guang Zhou berkunjung ke paviliun Dong Chu, dan mereka minum arak hingga larut di bangunan terdepan, karena bangunan kecil paling belakang tempat Zhi Yuan biasa nya tinggal di gunakan oleh Dewi Zhang Ziyi membuka gerbang terkahir, dan tidak seorang pun boleh mengganggu nya.
Meja berkaki pendek memisahkan mereka yang sama-sama duduk bersila di lantai kayu, dan Malam semakin larut Xu Guang Zhou terus bercerita tentang masa lalu mereka, Zhi Yuan hanya menjawab sesekali, dan tengah malam pun tiba.
__ADS_1
"aku dengar kau memiliki kabut beracun, apa itu artinya kau kebal terhadap racun?" tanya Xu Guang Zhou.
Zhi Yuan menggeleng,
"Itu racun yang berbeda Kakak Zhou, racun di kabut ku tidak merusak organ dalam, hanya menggangu pendengaran dan berhalusinasi, dalam waktu sehari, dan kami selalu meminum ramuan penawar sebelum bertemp... ur" suara Zhi Yuan terputus nafasnya sedikit tersengal.
Zhi Yuan menundukkan kepalanya rambut nya yang tidak terlalu di ikat rapi menutupi sedikit wajahnya, dua huruf di bawah mata kiri Zhi Yuan mulai mengeluarkan darah, matanya masih menatap tenang ke arah Xu Guang Zhou.
"Racun," gumam Zhi Yuan hampir tidak terdengar, pemuda itu masih menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya, kedua tangannya yang di atas meja berkaki pendek itu mulai mengepal dengan pelan.
"booommmmm...." suara ledakan dahsyat di halaman luar ruangan Zhi Yuan, dan terdengar suara senjata beradu, langkah kaki berlarian, suara riuh khas pasukan sedang bertempur, serta beberapa anak panah menembus ruangan tempat Zhi Yuan dan Xu Guang Zhou minum.
Zhi Yuan mengangkat kepalanya dan perlahan membuka matanya, dan menatap dalam-dalam ke arah Xu Guang Zhou, sudut bibirnya melengkung keatas, membuat wajah Xu Guang Zhou memucat, tubuh nya sedikit merinding menatap wajah tersenyum yang mengeluarkan aura begitu menakutkan dari teman kecil nya itu.
"Kakak Zhou tentang apa ini semua?" tanya Zhi Yuan dengan suara serak, kini keningnya sedikit berkerut untuk menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Meski aku keracunan, dan kau memiliki pedang Dewa, tapi kau sama sekali bukan lawan sepadan untuk ku," ucap Zhi Yuan.