
Beberapa hari setelah Ibu Suri menginap di paviliun bunga persik.
Hari itu Zhi Yuan berpakaian sedikit berbeda dari biasanya yang mengenakan pakaian sutra tipis sebagai pria penghibur, kali ini pemuda itu mengenakan pakaian cukup mahal dengan berlapis bulu di daerah leher, hadiah dari Hua Mulan, wanita itu sangat pintar memilih pakaian untuk Zhi Yuan yang tidak mencolok namun terlihat begitu elegan dan di dominasi warna gelap, dengan motif bunga anggrek putih bercampur merah.
Seorang wanita muda yang terlihat begitu riang masuk ke Paviliun nya,
"Kau terlihat seperti serigala dengan bulu tebal, mempesona sekaligus menakutkan dan liar," ucap Yun Mei, dan memeluk Zhi Yuan.
"Seperti nya itu pujian yang terlalu di paksakan," jawab Zhi Yuan membuat wanita itu tertawa.
"Baiklah hari ini adalah ulang tahun ku, jadi kau harus mengabulkan permintaan ku, sekarang kita akan makan di tempat pilihan ku," ucap Yun Mei, dan hanya di balas anggukan oleh Zhi Yuan.
Di sudut lain sebuah balkon lantai dua di istana Yangzheng wanita itu duduk di bangku panjang yang empuk, satu kaki di tekuk vertikal, tubuh nya rebah dengan tangan kanan menopang kepala, tangan kirinya memegang cincin pasangan milik Zhi Yuan yang di dapat dari jubah yang di tukar nya, sambil mendengarkan suara kecapi dari rekan satu Paviliun Wang Lee, dan pemuda itu sendiri begitu sibuk melayani Zhou Lu Zi dengan sebaik-baiknya dengan bersimpuh di lantai yang di lapisi permadani indah.
"Kenapa aku tidak tenang, aku tidak pernah memalingkan wajah ku sebelum ini, tapi semenjak mengenal nya leher ku mulai sakit karena bergerak mengikuti setiap gerakan nya," batin Zhou Lu Zi, yang memang sangat jarang menoleh, saat duduk di balai agung.
"Yang Mulia, anda terlihat banyak pikiran, apa ada yang bisa pelayan anda ini lakukan?" tanya Wang Lee sedikit kesal karena wanita hanya menatap dua orang yang sedang berpelukan di Paviliun bunga persik, namun tidak mengetahui kabar tentang wanita itu sudah pernah melewatkan malam dengan pria berpelukan itu.
Zhou Lu Zi hanya mengangguk, tangan kirinya memasukan dua cincin itu ke saku nya, dan mengelus kepala Wang Lee seperti memperlakukan anak anjing. mata nya masih menatap Zhi Yuan dengan mata begitu marah.
"Aku membutuhkan singa untuk ku taklukkan bukan anak anjing yang membosankan," gumam Zhou Lu Zi,
__ADS_1
"Yang Mulia?" ucap Wang Lee tidak mengerti maksud ucapan majikan nya, membuat Zhou Lu Zi sedikit terperanjat dari lamunannya.
"Apa laki-laki saat berciuman harus memegang dada wanita?" tanya Zhou Lu Zi, memejamkan matanya mengingat ujung-ujung jemari Zhi Yuan sempat menyentuh gunung nya, namun pemuda itu mengurungkan niat nya malam itu,
"Uhukkk...." Wang Lee menutup bibir nya dengan tinju nya.
"Ehem... Yang Mulia, buku apa yang sudah anda baca?" tanya Wang Lee begitu senang karena Zhou Lu Zi terlihat bersemangat.
"Aku tidak membaca dari buku, bocah berandalan itu yang.... ehemmm... lupakan saja," ucapan Zhou Lu Zi berdiri.
"Penghibur Wang, apa arti saling memegang jemari itu?" tanya Zhou Lu Zi yang sedikit berlari ke arah kanan mengikuti arah Zhi Yuan, membuat Wang Lee menghentikan puisinya.
"Apa? mereka akan keluar istana?" batin Zhou Lu Zi,
Setengah jam sudah berlalu hati Zhou Lu Zi semakin tidak tenang, wanita itu mondar-mandir sambil sesekali mengumpat, membuat wajah dua pria penghibur itu mulai pucat.
"Aku harus mencari tahu," batin wanita itu memegang bandul kalung nya.
"Ehemm.... majikan kita sedang berada dimana?" batin Zhou Lu Zi berkonsentrasi penuh pada kalungnya.
Tidak ada balasan dari Zhi Yuan membuat Zhou Lu Zi semakin uring-uringan, jemarinya saling meremas, pikiran nya berada jauh, namun tiba-tiba hawa hangat terasa di lehernya.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa melihat, kita berada di penginapan Lingjhong," balas Zhi Yuan.
"Penginapan? tidak... ini tidak bisa di biarkan," guman Zhou Lu Zi pelan.
"Pengawal, siapkan kereta kudaku!!" teriak Zhou Lu Zi hanya mengenakan pakaian seadanya dengan rambut awut-awutan, menarik Wang Lee untuk mengikuti nya.
Dalam setengah jam mereka sudah berada di luar penginapan terbesar dan termahal di ibukota, hanya orang dengan uang berlimpah mampu ke tempat itu, suara musik sudah terdengar dari halaman penginapan itu.
"Yang Mulia... apa ini? aku tidak mengerti?" tanya Wang Lee berpura-pura dan begitu senang karena mungkin malam ini dia akan tidur dengan wanita paling cantik di kekaisaran, karena semua pertanyaan wanita itu menjurus pada hal-hal aneh.
"Hati-hati bicara penghibur Wang, aku saat ini tidak menggunakan pakaian kebesaran ku, perlakuan aku seperti seorang kekasih," ucap Zhou Lu Zi
"Aku sangat mengerti Yang... maksud ku nyonya, meski ini sedikit terburu-buru, tapi aku akan melakukan yang terbaik malam ini," ucap Wang Lee dengan dada bergetar hebat, mendengar ucapan indah dari bibir cantik itu tentang perlakuan seorang kekasih.
Zhou Lu Zi menatap Zhi Yuan yang sedang duduk di beranda di lantai tiga yang merupakan di gunakan sebagai rumah makan, membuat wajah Zhou Lu Zi sedikit tenang, dan tampak bernafas lega
Wanita itu menyanggul rambut tebal dan halus dengan seadanya, memperlihatkan tengkuk putih di tumbuhi bulu-bulu halus, merapikan sedikit pakaian, memasuki penginapan besar itu, dan menuju lantai tiga, semua orang seperti berhenti melakukan aktivitas nya, menatap wanita yang seperti dari daratan lain, karena tidak ada wanita yang memiliki keindahan begitu lengkap seperti itu, beberapa orang berpikir jika Zhou Lu Zi bukanlah penduduk asli dari kekaisaran Qing.
Zhou Lu Zi mengenakan pakaian putih dengan motif bulu angsa hitam, terbuka pada bagian dadanya membuat warna kulit nya menjadi begitu bersih. Hidung mancung dengan ujung mendongak keatas membuat cekungan di bawah hidung nya sedikit tertarik keluar, dengan bibir merah serta kemilau kalung berbandul berlian nya membuat leher jenjang nya begitu terekspos.
Tanpa jubah kebesaran nya, Zhou Lu Zi begitu membius semua orang dengan tubuh yang tinggi dengan pinggang panjang yang ramping dan pinggul lebar serta paha panjang yang tidak terlalu kurus, membuat nya seperti wanita dewasa yang matang dan tidak terlupakan oleh lelaki manapun malam itu, wanita itu di temani Wang Lee yang seperti begitu bangga menggenggam tangan nya melangkah ke arah Zhi Yuan duduk. Zhi Yuan seperti tidak sadar berdiri, menyipitkan matanya menatap wajah Zhou Lu Zi, dan tampak mata keduanya saling menyapa, membuat wanita itu tersipu ke arah lain, rona merah di pipinya tersamarkan oleh sinar lentera, hatinya terasa berbunga, ada rasa bangga dan senang mengetahui jika Zhi Yuan juga terbuai oleh penampilan nya.
__ADS_1