Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 28 - Formasi Kabut Darah.


__ADS_3

Zhi Yuan menghentikan makan nya mengerutkan keningnya seperti berpikir keras, membuat Wu Xiang Yu mulai cemburu. Wanita itu berdiri meski makanan masih belum habis.


"Aku sudah kenyang, dengarkan aku Zhi Yuan, tapi ingat lah ini bukanlah permainan, aku bersungguh-sungguh tentang semua ini, aku tidak memiliki waktu untuk bermain -main dengan hal semacam ini, jadi dalam tiga tahun ke depan aku ada dalam pelatihan tertutup, kau bekerja dan belajar dengan baik, dan datang tepat hari ini setiap tahun nya di bangku taman tadi, aku selalu menunggu mu, mungkin ada banyak yang ingin kau tanyakan, aku Wu Xiang Yu calon istri mu berjanji akan menceritakan seluruh nya padamu, dan tidak menutupi apapun dari mu lagi," ucap Wu Xiang Yu.


Keduanya berpisah di depan kedai kecil itu, Wu Xiang Yu memeluk tubuh Zhi Yuan begitu kencang seperti tidak ingin berpisah,


"Mulai malam ini jangan berani menatap wanita lain lagi, berhati- hati lah dengan Nona Xiao Ling, ingat kau sudah melakukan itu padaku, kau harus bertanggung jawab!!" ucap Wu Xiang Yu dengan penuh ancaman.


mata Zhi Yuan sedikit melebar saat Wu Xiang Yu menyinggung masalah itu lagi.


"i-tu, maafkan aku, aku akan bertanggung jawab," ucap Zhi Yuan dengan nada menyesal.


Wu Xiang Yu mengusap kepala Zhi Yuan, jemari lentiknya mengelus dua huruf di bawah mata Zhi Yuan sambil tersenyum,


"Kau tidak perlu meminta maaf, kau calon suami ku, cepat atau lambat aku akan menjadi milik mu, kau berhak melakukan nya, apa kau ingin melakukan nya lagi?" tanya Wu Xiang Yu,kedua alis terangkat dengan nada begitu manja dan menggoda, wajah keduanya semakin dekat, bibir Wu Xiang Yu sedikit terbuka membuat wajahnya terlihat begitu sensual.


Mata indah Wu Xiang Yu menatap begitu dalam mata kehijauan dari Zhi Yuan, bergerak ke dua huruf kecil di bawah mata pemuda itu, dan tatapan itu terpaku pada bibir merah Zhi Yuan, dada wanita itu bergetar hebat, mata nya kembali bergerak ke mata Zhi Yuan seperti bertanya kenapa kau tidak mendekat?


Zhi Yuan hanya diam, "woy.. Thor, pemuda itu masih terlalu lugu untuk hal-hal semesum itu," reader kesal.

__ADS_1


"ehemmm... kakak Yu, ini sudah larut aku mohon diri," ucap Zhi Yuan, membuat Wu Xiang Yu terkejut dan dengan cepat menjauhkan wajahnya dengan menggigit bibir bawahnya.


Wu Xiang Yu mengibas-ngibaskan tangan nya di depan wajah nya, seperti kesusahan bernafas begitu malu karena menyadari jika dirinya beberapa detik yang lalu ingin mencium pemuda itu, hal yang tidak pernah dilakukan nya, bahkan dirinya sudah tidak peduli mereka sedang berada di keramaian.


"hah... seperti biasa kau begitu dingin, pulang lah ke Kuil kali ini, karena beberapa tahun lagi kita akan pulang bersama ke rumah kita," ucap Wu Xiang Yu yang sudah berkhayal terlalu jauh, karena wanita itu tidak tahu kelak keduanya akan terpisah.


Malam itu Wu Xiang Yu tidak bisa memejamkan matanya, senyum sesekali mengembang mengingat wajah konyol Zhi Yuan, dan tiba-tiba wanita itu duduk di tempat tidur nya, wajah nya memerah kedua tangannya memegang pipinya yang terasa panas.


"Apa? aku menawari bocah itu memegang tubuh ku, bagaimana aku bisa menjadi begitu murahan seperti itu? aahhhhh.... tidak!! aku pasti sudah gila, iya aku yakin, Wu Xiang Yu kau benar-benar gadis gila dan sangat memalukan!!!" Wu Xiang Yu sedikit berteriak dan kembali merebahkan tubuhnya sambil mengacak-acak rambut sepinggang nya yang halus.


hingga menjelang pagi akhirnya wanita itu terlelap karena kelelahan memikirkan tingkah nya seperti gadis muda yang bodoh.


*****


"Apa kau yakin?" tanya Tetua Zhang


Zhi Yuan hanya mengangguk, dengan tatapan kosong,


"Jika Tetua mengizinkan aku akan pergi satu bulan lagi, kemampuan ku sudah setara prajurit rendah, mereka pasti akan menerima ku Tetua," ucap Zhi Yuan.

__ADS_1


Tetua Zhang terdiam untuk beberapa saat, seperti sedang menimbang keinginan pemuda itu, dan tidak lama sosok berkerudung itu menghembuskan nafas panjang, seperti sudah mengambil keputusan.


"baiklah Yuan 'er, kau... aku izinkan, tetapi dengan satu syarat, setiap musim dingin kau harus pulang ketempat ini, yang aku tahu mereka tidak akan berperang saat musim dingin, lagipula Utara sangat mematikan saat musim dingin," ucap Tetua Zhang.


"Terimakasih Tetua, tapi aku hanya memikirkan satu hal, bagaimana dengan ramuan bulan mati anda?" tanya Zhi Yuan.


Tetua Zhang sedikit tersenyum dari balik kerudung nya,


"Apa kau melihat uap hitam di punggung ku? aku sudah sembuh Yuan'er, aku hanya perlu meditasi untuk mengembalikan kesehatan ku seutuhnya, yang aku khawatirkan adalah dirimu, kau sangat memerlukan energi mulia untuk menempa tulang mu agar kau mampu bertarung lebih lama, itu sebabnya setiap tahun kau harus kembali," ucap Tetua Zhang.


"Aku akan pulang setiap musim dingin Tetua," ucap Zhi Yuan dan bersiap untuk berlatih tehnik bertarung nya.


Tetua Zhang meremas jemari sendiri, meski tidak terlihat seperti diawal namun jemari itu masih terlihat pucat.


"Yuan'er, kau sebaiknya mempelajari bagian akhir kitab mu itu, kau akan ke medan perang bukan turnamen, aku yakin kau akan memerlukan nya kelak, formasi itu akan membantu dalam pertahanan mu yang buruk," ucap Tetua Zhang seperti begitu mengenal kitab milik Zhi Yuan.


Zhi Yuan mengangguk dan mengeluarkan kitab tebal nya, dan melihat bagian terakhir dari kitab nya, itu adalah inti dari formasi kabut darah, mulai dari yang sederhana hingga yang tersulit, mata Zhi Yuan mengamati simbol-simbol, dan gambar Aray dengan huruf yang semakin sulit.


Gambar-gambar rumit itu bukan membuat Zhi Yuan bosan, mata nya terlihat begitu antusias, bahkan sesekali senyum nya terlihat, saat langit mulai gelap pemuda itu masih bergelut dengan kitabnya, membuat Tetua Zhang menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Bocah itu akhirnya sudah menemukan dunia nya sendiri," batin Tetua Zhang yang melihat Zhi Yuan yang kini sudah menggunakan alat tulis mencorat-coret kertas kosong di hadapan nya.


Dalam sebulan itu Zhi Yuan begitu giat berlatih tehnik pedang, dan saat beristirahat pemuda itu mulai bermain dengan teman baru nya itu yaitu formasi, saat semua orang menganggap tehnik formasi begitu memusingkan, tapi bagi Zhi Yuan adalah hiburan yang menyenangkan.


__ADS_2