
Para semut penghisap itu mulai melakukan tugas nya, semut-semut itu begitu peka terhadap racun yang ada di dalam tubuh, dan begitu menggemari nya, binatang kecil itu begitu aktif terus menghisap darah beracun di sekitar luka itu.
Bibir Hua Mulan terbuka, tangan nya mencengkram tangan Zhi Yuan untuk meredam rasa geli dan sakit secara bersamaan. tubuh atas nya sesekali terbangun melihat di sekitar yang luka nya tampak kulit nya berwarna biru keunguan dan merah menjadi satu.
"Bertahanlah Nyonya, ini tidak akan lama," ucap Zhi Yuan.
Hua Mulan hanya mengangguk, percaya dengan pengobatan yang di lakukan Zhi Yuan, karena sangat tahu jika itu di ajarkan oleh ayah nya, rambut wanita itu sudah tergerai, wajah basah karena keringat nya begitu dekat dengan wajah Zhi Yuan, mata nya menatap wajah Zhi Yuan, wajah wanita itu sedikit berbeda saat ini,
"Aku tidak percaya masih ada orang yang bersedia berbuat baik padaku," batin wanita itu,
Dan tiba-tiba saja mata wanita itu terbelalak dan dengan cepat mengigit tangan Zhi Yuan saat seekor semut yang semakin gemuk, dan kembali menancap kan taring nya membuat Hua Mulan kesakitan, dan tiga puluh menit berlalu dengan begitu pelan bagi Hua Mulan, namun kini wajah wanita itu terlihat mulai tenang, dengan sorot mata begitu kelelahan.
Zhi Yuan menatap luka di celah antara telunjuk dan jempol nya karena gigitan Hua Mulan, pemuda itu mengambil sedikit kain basah untuk membersihkan noda darah nya, matanya beralih ke arah luka Hua Mulan kini kulit di daerah luka wanita itu terlihat hanya ada cabang-cabang merah dan sedikit kebiruan saja dan tidak semengerikan di awal.
Langit sudah membiru Hua Mulan kembali tersadar, dengan semangkuk ramuan di dekat nya, wanita itu mengenal aroma seperti yang pernah di buat ayah nya dulu. Zhi Yuan duduk tidak jauh dari wanita itu sambil membaca salah satu kitab pemberian Hua Daiyan.
Hua Mulan meminum ramuan itu, sebuah ramuan penetral segala jenis racun yang aman di minum meski sedang tidak keracunan.
"Nyonya sudah pagi, kembalilah ke ruangan anda," ucap Zhi Yuan
wanita itu menggeleng,
"Tidak bocah bodoh, itu akan membuat kita terbunuh karena berpikir kita melewatkan malam dengan berkeringat, aku akan tetap di tempat ini sampai sembuh, dan jangan ada satu orang pun tahu, termasuk Li Buya," ucap Hua Mulan lemah menatap luka nya yang sudah mulai sembuh.
Wanita itu menatap pakaian robeknya dan baru menyadari jika pakaian dalam bawah nya terlihat begitu jelas, dan sedikit rambut dari milik nya muncul karena pakaian itu sedikit melorot.
"Jadi saat menghisap racun bibir pemuda itu begitu dekat dengan milik ku?" batin wanita itu giginya bergeretak karena marah, namun wanita itu mencoba bersabar, tangan nya menarik sedikit pakaian nya menutupi luka dan pakaian dalam nya.
__ADS_1
"Zhi Yuan bisakah kau membelikan pakaian untuk ku? kau tidak mungkin memintakan pakaian milik ku pada pelayan," ucap Hua Mulan dengan senyum terpaksa menahan amarahnya, dan merogoh jubahnya dan memberikan nya pada Zhi Yuan.
Sebelum langit terang Zhi Yuan sudah kembali dan meletakkan pakaian di dekat wanita itu dan kantung uang nya, wanita itu menghitung sisa uang nya dan melihat begitu banyak sisa uang nya.
"Aku tidak mungkin mengenakan pakaian seharga 2 koin emas, kenapa kau tidak membeli yang seharga 8 koin emas" ucap Hua Mulan seperti tidak Sudi menatap pakaian pilihan dari pemuda itu.
Zhi Yuan mencoba menahan kesabaran nya,
"Nyonya Li, apa anda gadis berusia 14 tahun? panggil aku jika membutuhkan sesuatu" ucap Zhi Yuan sambil meletakkan mangkuk besar berisi air dan sebuah handuk kecil, dan menyerahkan kepada wanita itu, namun wanita itu tidak menerima handuk itu tubuh nya terlihat begitu lelah dan tidak bisa bergerak,
Zhi Yuan mulai membersihkan wajah wanita itu, dan mata wanita itu melihat bekas gigitan di tangan Zhi Yuan,
"Apa aku melakukan nya?" tanya wanita itu seperti tanpa bersalah.
Zhi Yuan hanya diam dan membersihkan leher wanita itu.
Hua Mulan mengangguk, mata nya tidak berani menatap wajah Zhi Yuan, namun begitu kencang memegang pakaian nya agar punggung nya tidak tersentuh oleh Zhi Yuan, pemuda itu hanya mengelap hingga leher bawah nya saja.
"Tidak apa, masa kritis ku sudah lewat, racun itu sudah tidak mengancam nyawa ku lagi, aku akan ke tempat tabib Guo beberapa hari lagi," ucap Hua Mulan dengan suara lemah nya.
Zhi Yuan meletakkan handuk kecil nya, dan melihat wajah wanita itu sudah bersih dan tampak lebih segar.
"Bagaimana anda mengganti pakaian anda?" tangan Zhi Yuan, keduanya saling menatap sesaat tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Hua Mulan menggeleng seperti gadis muda yang tidak tahu cara malam pertama, dada nya berdebar kencang, dengan wajah bersemu merah.
"Bi-sakah kau melakukannya nya dengan menutup mata mu?" tanya Hua Mulan dengan suara bergetar dan begitu gugup serta kepala tertunduk.
__ADS_1
Zhi Yuan tersenyum sambil mengangguk,
"Aku bisa membelah 8 nadi di tubuh manusia dengan tepat tanpa melihat Nyonya," ucap Zhi Yuan dan mulai menutup matanya, dan dengan begitu terampil tangan itu melepaskan pakaian Hua Mulan, namun mulai mendapatkan kesulitan, karena pakaian wanita begitu banyak hiasan yang rumit,
"tunggu tuan pembelah nadi... ini pakaian wanita bukan tu-buh manusia, apa kau hanya pintar bicara hah? tunggu jangan membuka mata," teriak Hua Mulan yang sedikit kesal, jemari berbuku karena kurus dari wanita itu meremas wajah Zhi Yuan agar tidak melihat.
"Kenapa wanita mengenakan pakaian yang bisa membunuh mereka?" teriak Zhi Yuan tidak mau kalah, namun tidak berani membuka matanya.
Nafas Hua Mulan hampir terhenti saat tangan Zhi Yuan menurunkan pakaian bawah nya, termasuk pakaian dalam nya yang sudah basah karena keringat.
"hak... bibir wanita itu sedikit menjerit, meski terdengar begitu lemah, karena tangan Zhi Yuan menyentuh pinggang nya,
"lebih kepinggir, bukan.. bukan... sedikit kebawah dan tekan, ahhhss... pelan-pelan kau mencabut bulu ku, ja-ngan bernafas, aku begitu malu karena pakaian ku bekas keringat dan pasti bau," bisik Hua Mulan suaranya begitu lemah, namun jemarinya semakin kencang meremas wajah Zhi Yuan karena kesal dan malu.
Keringat dingin nya masih terus keluar di wajah wanita yang tidak mengenakan apa-apa bersembunyi di bawah selimut, matanya terpejam sambil menggigit bibir nya karena begitu malu, pikiran nya tidak percaya pada dirinya sendiri membiarkan jika seorang pemuda melepas pakaian nya tanpa perlawanan dari nya, bahkan dirinya merestui perbuatan memalukan itu.
Zhi Yuan membuka matanya, menemukan Hua Mulan duduk dengan terlindungi sebuah selimut, namun mata wanita itu tiba-tiba kembali melebar, suara nya bergetar karena marah, membuat Zhi Yuan semakin kebingungan.
"Tunggu.. a-pa... apa kau tidak membelikan aku pakaian dalam?" tanya wanita itu yang tidak melihat pakaian kecil sambil menghamburkan semua pakaian itu dari bungkusan nya.
"Perhitungan ku tidak sejauh itu Nyonya," ucap Zhi Yuan, karena membeli pakaian dalam wanita ini tidak pernah masuk dalam perhitungan pertarungan.
"Mulai sekarang selalu masukkan itu setiap perhitungan bodoh mu," ucap Hua Mulan seperti tidak sabar, dan mencakar apapun di dekat nya.
Zhi Yuan mengangguk, sambil mengangkat pakaian bekas itu bersama pakaian dalam bekas wanita itu, membuat wanita itu benar-benar ingin menangis karena malu.
"Plakkkkk.... plakkkkk... plakkkk... apa kau ingin mati? jangan sentuh!!" pukulan lemah di kepala pemuda itu.
__ADS_1