Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 108 - Pemabuk bayaran.


__ADS_3

Li Buya selalu memikirkan semua ucapan ibu nya, rasa bersalah membuat nya tidak berani menatap wajah ibunya dan juga kakeknya,


"Pemuda itu dari awal memang tidak merencanakan apapun, kedatangan ke ibukota hanya perintah Kakek, dan pemuda itu terlibat semua ini karena ayah yang mengusir ibu, dan ibu lah yang mendatangi nya," batin Li Buya.


dan matanya berhenti pada sosok remaja yang sedang di carinya,


"aahhh... akhirnya aku menemukan bocah menyebalkan ini, ini adalah kedai minuman ke 14 yang aku masuki," batin Li Buya yang sudah memasuki begitu banyak kedai minuman untuk mencari Zhi Yuan.


Di kedai minum itu dua orang remaja duduk saling bertatapan, Zhi Yuan tampak tenang menatap Li Buya yang terlihat canggung, kedua tangannya terlihat di bawah dadanya dan beberapa kali menghembuskan nafas panjang, dan menatap ke arah lain agar tidak menatap mata Zhi Yuan.


Zhi Yuan mengerti jika pemuda manja itu begitu malu dengan harga dirinya dan kini mendatangi nya setelah mengusir Zhi Yuan malam itu, membuat Zhi Yuan sedikit kasihan.


"Pulang lah Li Buya, aku tidak akan menganggu kalian lagi," ucap Zhi Yuan.


"Sebelum melanjutkan pembicaraan ada yang ingin ku pastikan," ucap Li Buya yang seperti begitu berusaha agar terlihat dewasa, membuat wajah Zhi Yuan memerah karena menahan tawa nya.


Zhi Yuan mengangguk, dan berusaha ikut serius.


"Apa kau mencintai ibu ku?" tanya Li Buya.


Zhi Yuan menghembuskan nafasnya, menatap pelayan yang membawa pesanan kue manis ke arah pengunjung kedai itu.


"Apa kau ingin kue manis?" tanya Zhi Yuan.


"Tentu saja... aaahhh tidak," gumam Li Buya memejamkan matanya mengutuki kebodohan nya yang tidak sengaja menjawab tawaran kue manis itu.


"Kau jangan mencoba mengelak, cepat jawab pertanyaan ku?" ucap Li Buya kembali ke wajah dewasa nya.


"ehemm... baiklah, untuk kami ada hal yang lebih penting daripada urusan hati," ucap Zhi Yuan.


"aahhh... kau terdengar membosankan seperti kakek ku, baiklah, aku menyerah dengan semua kegilaan ini," Li Buya sedikit berteriak membuat Zhi Yuan menatap sekitar nya, namun tidak ada yang memperdulikan mereka.


Li Buya kembali dengan tatapan sedikit berubah dan lebih tenang.


"dengar kan aku, saat bersama mu, ibuku menjadi begitu berubah, dia memeluk ku begitu hangat seperti begitu merindukan ku, dia tidak pernah melakukan nya sewaktu di rumah ayah ku, dia tidak hanya tertawa tetapi dia bahkan bertingkah konyol dan bodoh suatu hal mustahil jika masih menjadi Nyonya Li yang selalu sempurna, melihat ibuku begitu bahagia bersama dengan mu, tidak ada yang ingin aku katakan lagi, kalian berdua menikah lah, jaga ibuku dengan baik, saat kau pergi air matanya mengalir setiap hari meski wajah nya tersenyum, aku sering melihat nya melamun," ucap Li Buya tampak wajah nya begitu serius menatap Zhi Yuan,


Zhi Yuan mengerutkan keningnya,

__ADS_1


"Apa? menikah? apa kau gila? tentang malam itu hanya suatu kesalahan, kami tidak pernah saling menggoda satu sama lain sebelumnya, dan juga aku tidak tahu apa ibumu mau menikah dengan ku atau tidak," ucap Zhi Yuan.


Mata Li Buya melotot ke arah Zhi Yuan, dan masih bersikap seperti putera seorang bangsawan yang arogan.


"hei... bocah, aku sudah katakan menikah, dan kau harus menikah, dan jangan berharap aku akan memanggil mu a-yah," ucapan Li Buya terputus wajah serius nya berubah drastis saat dua wanita melewati mereka, tangan nya bergetar hebat, dengan telinga semerah tomat matang.


Zhi Yuan mengerutkan keningnya melihat perubahan wajah Li Buya dan menengokkan wajahnya ke arah dua wanita itu di belakang nya, namun di tahan oleh Li Buya.


"Adik Zhi jangan menatap mereka, dia adalah Nona Chen, seorang penari dari Biro musik," ucap Li Buya.


Zhi Yuan mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan nya sambil mengangguk,


"Baru beberapa detik yang lalu dia bicara begitu dewasa kini sudah kembali menjadi bocah bodoh, aaaahhh dia begitu cepat berubah, aku bisa gila jika memiliki anak tiri seperti ini," batin Zhi Yuan.


"Li Buya bagaimana dengan pembicaraan kita barusan?" tanya Zhi Yuan.


"Lupakan saja, ini lebih penting dari hidup ku," ucap Li Buya menatap wanita muda itu.


Zhi Yuan semakin kesal, mengusap-usap wajahnya beberapa kali begitu putus asa, dan sudah memutuskan melupakan percakapan mereka sebelum, dan kini fokus ke masalah yang di hadapi bocah itu, Zhi Yuan menarik nafas dalam-dalam, dan sedikit menatap wanita idaman Li Buya.


"A-pa kau bercanda? dia wanita terpopuler di akademiku, semua pria menyukai nya, termasuk aku," ucap Li Buya dan berteriak memanggil wanita itu, wanita itu hanya menoleh sesaat namun mengabaikan teriakan Li Buya dan Zhi Yuan menutup bibir pemuda itu.


"Kau tidak akan mendapatkan nya jika bertingkah seperti itu," ucap Zhi Yuan.


"Adik Zhi bantu aku, aku mohon," ucap Li Buya, membuat Zhi Yuan begitu kesal.


"hemmm, sebelum kita lanjutkan pembicaraan sangat penting dan rahasia ini, katakan seberapa besar rasa suka mu padanya?" tanya Zhi Yuan, mengikuti ucapan Li Buya.


"Aku rela mati untuk nya," ucap Li Buya begitu serius.


"aahhh... itu sudah lebih dari cukup, baiklah bocah jagoan, ini tidak sampai membuat mu mati," ucap Zhi Yuan dan mulai berbicara dengan beberapa pemabuk di sudut ruangan itu.


Tidak lama beberapa pemabuk sudah mulai mengganggu dua wanita itu, dan tentu saja selanjutnya dapat di tebak, Li Buya menolong kedua gadis itu, dan meski harus babak belur namun Zhi Yuan dan Li Buya berhasil menyelamatkan kedua gadis itu dari gangguan pemabuk bayaran Zhi Yuan.


Wajah keduanya penuh lebam, terutama wajah Li Buya yang menjadi bulan-bulanan para pemabuk itu dan Nona Chen harus memapah nya menuju rumah obat milik Hua Mulan.


"Kakak Li aku tidak menyangka kau begitu berani, apa dia kakak mu? tanya Nona Chen menunjuk Zhi Yuan yang memiliki tubuh lebih tinggi, meski wajahnya seperti remaja, dan berjalan sedikit jauh bersama wanita satunya.

__ADS_1


"Bukan dia ayah ku," ucap Li Buya yang terlihat begitu bahagia di papah Nona Chen, melupakan ucapan tidak akan memanggil Zhi Yuan ayah.


"tapi bagaimana bisa kalian terlihat masih seumuran?" tanya Nona Chen.


"dia ayah tiri ku," ucap Li Buya, membuat Nona Chen hanya mengangguk.


****


Salju bercampur debu masih menyelimuti ibukota dan puluhan desa, termasuk desa fuxian. Hua Mulan tampak merapikan tumpukan Bungkusan herbal di gudang obatnya, dan melangkah keluar melihat dua pekerja nya yang sudah selesai membersihkan halaman rumah sederhana itu.


Hua Mulan menatap rumah sederhana itu, begitu banyak kenangan yang membuat sedikit bibir nya tersenyum,


"Ini hari ke 64 kau meninggalkanku Zhi Yuan, aku sudah melupakan semua penderitaan ku saat menjadi menantu di keluarga Li, tapi aku tidak sedetikpun bisa melupakan mu, bersabarlah Zhi Yuan mulai hari ini aku akan bekerja lebih keras, dan setelah Li Buya mandiri, semua hasil yang aku kumpulkan akan aku gunakan menyewa seseorang untuk mencari mu, aku bukan wanita lemah, yang hanya menangis meratapi takdir kita, aku tidak bisa seperti itu," batin Hua Mulan memejamkan matanya dalam-dalam.


Dua pekerja nya membungkuk di dekatnya,


"Nyonya semua pekerjaan sudah selesai, kami mohon diri," ucap dua pekerja itu.


Hua Mulan hanya mengangguk, dan kedua pekerja wanita itu meninggalkan nya.


"Bukankah itu putera Nyonya kita?" terdengar ucapan salah satu pekerja nya.


Hua Mulan mengusap air matanya dan mendengar jika Li Buya datang, namun masih memunggungi dua pekerja nya, untuk memulihkan ekspresi wajahnya.


"Tuan muda Zhi tampak semakin tampan, hihi...." bisik salah satu pekerja itu.


Hua Mulan hanya menggeleng, namun mata sipit indah itu tiba-tiba melebar, tidak percaya apa yang di dengar nya,


"Tuan muda z-hi?? A-pa?" Hua Mulan dengan cepat membalikkan tubuh nya dan tampak Li Buya yang di papah oleh seorang wanita muda, meski begitu kecewa karena melihat bukan orang yang dirindukan nya, wanita itu sedikit berlari melihat putera nya yang penuh lebam.


Kaki wanita anggun itu terhenti saat melihat wajah bahagia putera nya, dan perasaan nya sedikit lega.


"Setidaknya dia tidak terluka parah," batin Hua Mulan menghampiri Keduanya.


"Apa yang terjadi pada-mu?" ucap Hua Mulan suaranya terputus-putus, saat melihat orang di belakang Li Buya, seorang pemuda yang begitu ingin di lihat nya sedang di papah oleh seorang wanita muda


Tangan Hua Mulan bergetar dan tanpa tidak sadar menutup bibir nya tubuh sedikit membungkuk dan mulai terisak.

__ADS_1


__ADS_2