
Malam itu salju turun semakin banyak, Zhi Yuan tidur di rumah kecil di dekat gubuk Hua Daiyan, Zhi Yuan menatap keluar jendela, mata kehijauan nya menatap langit gelap.
"Yu'er, hari ini adalah hari kematian mu, aku tidak sempat membeli apapun untuk memperingati nya," batin Zhi Yuan darah keluar dari dua simbul di sudut pipinya, Zhi Yuan duduk di pinggir ranjang nya saat seorang wanita sudah berdiri di dekatnya.
Wanita itu meremas jemari Zhi Yuan,
"Aku tidak akan bertanya, tapi aku akan selalu ada untukmu, seperti yang telah kau lakukan untuk ku selama ini," ucap Hua Mulan mata memerah karena berair.
Zhi Yuan mengangguk,
"Terimakasih, ini sedikit membuat ku hangat," ucap Zhi Yuan.
Hua Mulan mendekatkan tubuhnya ke arah Zhi Yuan dan mengelus rambut pemuda itu, dan sedikit menarik nya. Dan pipi pemuda itu sudah menyentuh perut wanita itu, lengan panjang Zhi Yuan ingin memeluk Hua Mulan, namun pemuda itu mengurungkan niat nya, mengingat tamparan yang di terima nya dulu, saat memberi wanita itu cincin.
"Kau boleh memelukku, aku tidak akan menampar mu," ucap Hua Mulan yang mengetahui keraguan pemuda itu ingin memeluk nya.
Zhi Yuan memeluk pinggang wanita itu semakin menenggelamkan wajahnya ke perut wanita itu, meski secara hitungan usia Zhi Yuan 50 tahunan, namun dirinya tetap seperti pemuda dengan mental dan pola pikir pemuda 21 tahun serta tubuh 17 tahun.
__ADS_1
Wanita itu sedikit merasa geli di perut nya dan terus mengelus rambut Zhi Yuan, rasa panas itu berlanjut ke daerah sensitifnya, wajahnya bersemu, sambil menggigit bibir bawahnya.
Wanita itu tidak ingin berlanjut. Dan kini wanita itu duduk di dekat pemuda itu, dan membimbing kepada pemuda itu agar menyandar di bahunya untuk menghilangkan rasa panas yang membuat tubuh nya terasa merinding.
Usaha Hua Mulan menghilangkan rasa itu tidak berhasil, bahkan kini semakin kencang karena hembusan hangat dari nafas Zhi Yuan menghangatkan leher panjang nya, wanita itu menjauh tubuh nya dan menatap wajah Zhi Yuan, dan melihat darah di sudut pipinya pemuda itu.
"Zhi Yuan kau berdarah," ucap Hua Mulan, dan mengusap darah itu dengan jempol nya, keduanya nya begitu dekat, wanita itu bisa menghirup harum nafas Zhi Yuan yang begitu jantan membuat seluruh tubuh nya seperti tegang, dengan dada berdebar hebat, sambil menelan ludah nya.
"Nyonya beristirahatlah, besok kita akan berangkat," ucap Zhi Yuan
Bibir Hua Mulan sedikit terbuka, dan saat menelan ludah ******* nya sedikit terdengar, nafasnya mulai memburu dan bibir nya yang sudah begitu berair perlahan menempelkan ke bibir Zhi Yuan, dan keduanya sudah saling *******,
Ciuman basah itu membuat liur mereka bercampur dan semakin lama kedua kehilangan kendali, nafas keduanya terdengar berat memburu saling meremas dan menghisap lidah lawan mereka.
Hua Mulan untuk pertama kali nya merasakan hal semacam ini semakin penasaran, tubuh nya terasa begitu panas, karena dulu saat melakukan dengan suami nya, wanita itu tidak pernah menggunakan perasaan nya dan hanya memenuhi keinginan suaminya, wanita itu dulu tidak lebih dingin seperti sebongkah es.
tapi saat ini Hua Mulan seperti pertama merasakan permainan baru, wanita itu begitu haus dengan semua sentuhan surga ini, dan seperti belum puas, wanita itu mencium bibir Zhi Yuan dan merebahkan tubuhnya sambil menarik pemuda itu menindih tubuhnya, lututnya di tekuk sehingga pahanya menjepit pinggang Zhi Yuan, membuat pakaian tidur nya terbelah dan memperlihatkan paha indah wanita itu, rambut tersanggul nya sudah terlepas dan kini tergerai indah.
__ADS_1
Bibir nya terbuka menatap sendu ke arah Zhi Yuan, wanita itu memegang rahang pemuda itu dan seperti binatang buas wanita itu mendekatkan bibir terbuka nya ******* bibir Zhi Yuan begitu buas, kedua nya bergulat dengan nafas memburu di ranjang indah milik Liu Bing Yan.
"Aaahhhhsss.... apa yang terjadi? kenapa aku sejauh ini," batin Hua Mulan saat leher nya menjadi sasaran jilatan Zhi Yuan, wanita itu meremas rambut dan jemari mereka saling meremas.
Hawa panas dari kedua nya sudah membakar birahi masing-masing, di dalam ranjang yang terbungkus tirai, pakaian tidur yang hanya terikat pada pinggang sudah acak-acakan, pakaian dalam yang menutupi gunung indah wanita itu sudah melorot, dan dua gunung besar nya terlihat begitu kencang dan mengkilap dengan ujung nya yang begitu tegak karena tegang, kedua tangan Zhi Yuan dengan sentuhan ringan serta lembut memainkan benda putih kenyal itu, dan jemari panjang itu mengelus lembut pinggang yang tidak terlalu ramping itu, yang menyebabkan tubuh Hua Mulan terlihat bongsor dan memabukkan.
Bibir Zhi Yuan sudah bermain di dada dan bergerak ke arah pusar wanita itu,
"hakkk.... aahhh...." Hua Mulan menutup bibirnya dengan jemarinya, otot leher wanita itu tertarik menahan birahinya, ******* tertahannya terdengar, tangan lentik nya meremas rambut Zhi Yuan begitu kencang, pahanya masih merapat menjepit pinggang Zhi Yuan, matanya menatap pintu yang memang sengaja tidak di tutup saat masuk tadi, karena wanita itu awalnya hanya ingin berbicara dengan Zhi Yuan.
"Bagaimana bisa ada hal nikmat semacam ini? apa yang harus aku lakukan? kami tidak mungkin melakukan hal itu, aku masih istri seseorang, ta-pi aku benar-benar tidak ingin mengehentikan kenikmatan ini," batin Hua Mulan, karena kali pertama merasakan rangsangan hebat di tubuh nya.
Tidak ada kata yang terucap dari keduanya, hanya lenguhan dan ******* yang terus-menerus terdengar, Hua Mulan semakin terbakar dan sedikit merenggangkan pahanya sehingga benda mereka saling bersentuhan meski di lapisi pakaian terakhir.
Sentuhan itu semakin sering dan Hua Mulan begitu menikmati saat benda itu sedikit menggesek nya
"aahhhhsss... aku sudah tidak tahan, milik ku begitu gatal dan berdenyut?" batin Hua Mulan dan gerakan nya semakin kasar, meski di keliling tirai matanya sesekali menatap ke arah pintu, karena seseorang akan bisa melihat gerakan mereka di balik tirai meski hanya samar.
__ADS_1
Mata Hua Mulan sudah begitu sendu, bibirnya semakin memerah karena terus di gigit nya, dan wanita itu sudah memutuskan ingin melakukan.
"Aahhhhsss... Zhi Yuan pintu nya belum aku tutup," ucap Hua Mulan, namun wanita itu menahan tubuh Zhi Yuan saat ingin bangkit, karena wanita itu tahu jika sekarang mereka menghentikan nya maka semua nya akan berakhir, karena pikiran mereka akan kembali sadar.