
Li Zhen Chan hanya diam dan berbalik memunggungi wanita itu.
Hua Mulan mengangguk, dan mundur beberapa langkah, menghapus semua air di wajah nya, dan melepaskan semua perhiasan nya, hanya menyisakan satu cincin di telunjuk nya, wajahnya di penuhi lebam dan memeluk tubuh putera nya.
"Kita pergi putera ku," ucap Hua Mulan,
"Ibu permata aku ikut," ucap Li Song Yu tidak ingin meninggalkan Hua Mulan seorang diri, wanita itu tersenyum sambil menggeleng.
"Tidak Song Yu, jagalah tempat ini baik-baik," ucap Hua Mulan dan keduanya melangkah akan keluar gerbang.
"Tunggu!!! Li Buya kau tidak akan bisa kembali jika melewati gerbang itu hari ini," ucap ibu Li Zhen Chan.
Hua Mulan memejamkan matanya, dirinya bagaimana bisa melewati ini seorang diri, namun masa depan anak nya lebih penting, daripada emosi nya saat ini.
Hua Mulan melepaskan pelukannya di bahu putera nya.
"Jangan membantah ibu kali ini, bertahan lah Li Buya, tetap tegar, buang semua perasaan tidak berguna, ibu akan segera menjemput mu," ucap Hua Mulan dan meninggalkan Li Buya yang berlutut kedua tangannya nya menyentuh lantai sambil menangis.
Hujan mulai deras mengguyur bumi, langit mulai terang, Hua Mulan menelusuri jalanan ibukota yang mulai ramai orang-orang yang mencari keperluan meski berlindung di balik payung mereka, beberapa orang memperhatikan nya, hujan lebat membuat pakaian putih tipis itu menjadi basah dan memperlihatkan pakaian dalam berwarna hitam milik wanita itu, meski begitu malu wanita itu tetap melangkah dengan gontai, tanpa alas kaki, dengan wajah penuh noda darah dan lebam, rambut nya juga begitu acak-acakan, wanita itu hanya menunduk tidak ingin wajah nya di kenali.
"Untuk kali pertama aku menundukkan kepala ku," batin wanita itu.
__ADS_1
Sepasang mata mengawasi wanita itu dari dalam kereta kuda yang mewah dan hangat,
"Ini sempurna, dan sekarang kesempatan ku," gumam pemuda itu.
Mata wanita itu terlihat kosong sampai sampai seorang pemuda turun dari sebuah kereta kuda mewah mendekati nya,
Bibi Hua, silakan naik ke kereta, aku akan mengurus semua kesulitan mu, tidak pantas wanita terhormat seperti bibi seorang diri seperti ini, aku tahu bibi tidak memiliki kerabat di ibukota ini," ucap pemuda gagah dan begitu berkharisma yang tidak lain adalah pangeran Qing Fan
Wanita itu menatap pemuda gagah itu dalam-dalam, dan sangat terlihat pangeran Qing Fan begitu bersungguh-sungguh. wanita itu menatap sesaat ke dalam kereta hangat itu,yang akan membuat nya terhindar dari tatapan menghina dari penduduk itu.
Wanita itu menegakkan wajah kembali, dan memutar cincin di telunjuk nya melangkah kan kaki nya melewati pangeran Qing Fan tanpa bicara, menelusuri jalanan kota yang mulai ramai, hampir semua orang menatap pangeran Qing Fan dan Hua Mulan,
Pangeran Qing Fan memejamkan matanya, tidak peduli air hujan mengguyur tubuh nya,
"Bibi Hua... maafkan aku, tapi aku benar-benar ingin membantu mu, aku tahu bibi tidak ingin di anggap wanita sembarangan dengan naik ke kereta pria yang bukan suami mu, tapi aku mohon masuk lah, aku adalah teman putera mu, jadi tidak ada yang salah," ucap pangeran Qing Fan dan menyelimuti wanita itu dengan jubah nya.
Wanita itu tetap melangkah tanpa bicara dan menjatuhkan jubah pangeran Qing Fan, membuat pemuda itu memungut jubah itu kembali, dan melangkah di belakang Hua Mulan sambil mencoba meluluhkan hati wanita itu,
"Hua Mulan, aku mencintaimu, aku sudah menyukai mu dari usiaku 15 tahun, dan kau adalah satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi," ucap pangeran Qing Fan, rasa cinta nya sudah membuat nya buta, bahkan tidak peduli begitu banyak orang yang memperhatikan nya.
Mata pangeran Qing Fan melebar menatap punggung yang tertutup pakaian basah Hua Mulan. Dan tiba-tiba wanita itu menghentikan langkah nya membuat hati pangeran Qing Fan begitu lega, mata terpejam dan bersiap melakukan negosiasi yang hebat, karena semua orang tahu jika Hua Mulan adalah seorang yang begitu pintar dan berwawasan tinggi, wanita itu tidak akan begitu mudah menerima nya sebagai suami.
__ADS_1
Wanita itu membelokan langkah nya menuju sebuah kedai minuman dimana pemilik kedai itu sedang berteriak-teriak karena kesal kepada seseorang, dan orang itu adalah Zhi Yuan.
"Tuan.... kami akan berbenah sebentar, nanti siang kami akan kembali buka, anda bisa datang lagi," teriak pemilik kedai itu, namun mata pemilik kedai itu terbelalak menatap sosok berdiri di belakang Zhi Yuan membuat pemuda itu diam dan perlahan mulai berbalik melihat siapa yang membuat pemilik kedai itu terbelalak.
Zhi Yuan memutar tubuh nya melihat Hua Mulan yang penuh lebam dan tampak begitu hancur, Zhi Yuan memejamkan matanya melihat kondisi menyedihkan Hua Mulan. pemuda itu mendongak membiarkan air hujan membasahi wajah nya dan mata pemuda itu terbuka dengan sorot begitu teduh dan mampu menenangkan hati hancur Hua Mulan. Wanita itu menatap Zhi Yuan dengan bibir bergetar, uap putih keluar dari hidung karena udara pagi itu begitu dingin, keduanya seperti saling bicara dalam diam.
Zhi Yuan mendekati wanita yang hanya berdiri di depan nya tanpa satu kata pun, dan melepaskan jubahnya menyelimuti wanita itu, dan tiba-tiba wanita itu roboh di dada pemuda itu, dan Hua Mulan memejamkan matanya erat-erat, memeluk pinggang Zhi Yuan begitu kencang, tubuh nya bergetar begitu hebat seperti menumpahkan segala kepedihan hatinya.
Semua orang terlihat begitu terkejut, pangeran Qing Fan menggeleng tidak percaya dengan kejadian itu, mendongak kepalanya sambil memperlihatkan gigi rata nya tertawa penuh kekecewaan.
"Apa ini? kenapa bibi Hua memeluk pemuda asing ini, apakah mereka ada hubungan keluarga? aku selalu mengamati bibi Hua, dan tidak mungkin mereka memiliki hubungan asmara," batin pangeran Qing Fan begitu cemburu, pria itu begitu ingin menjadi tumpuan wanita yang sangat di cintai nya itu.
Zhi Yuan ingin membelai kepala Hua Mulan, namun pemuda itu mengurungkan niatnya, karena semua orang akan berpikir yang tidak-tidak, dan mulai berpikir bagaimana agar wanita itu melepaskan pelukannya.
"Nyonya... apa kau sedang mencoba menggoda pemuda puber seperti ku?" ucap Zhi Yuan dan pangeran Qing Fan mendengar ucapan provokasi dari Zhi Yuan.
Hua Mulan sedikit tersenyum di balik bibir bengkak nya, dan mengangguk serta semakin membenamkan wajahnya di dada Zhi Yuan.
Pangeran Qing Fan terbelalak tidak percaya jika Hua Mulan membiarkan dirinya di rendahkan oleh pria asing itu, begitu juga dengan Zhi Yuan tidak menyangka reaksi dari wanita itu.
"Nyonya, orang-orang sedang memperhatikan kita," bisik Zhi Yuan, berusaha melepas pelukan yang semakin erat dari wanita itu.
__ADS_1
"Aku tidak peduli lagi Zhi Yuan, aku.... benar-benar tidak peduli lagi dengan isi kepala mereka, Zhi Yuan bawa aku ke penginapan," ucap wanita itu, pemilik kedai minuman itu menelan ludah nya, pria itu begitu mengenal siapa wanita cantik itu.