Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch.39 - Teman masa kecil


__ADS_3

Zhi Yuan berhenti, dan memikirkan ucapan Wu Xiang Yu memang benar.


Terlihat Xu Guang Zhou mendekati, serta menyela Xiao Ling yang berhadapan dengan Liu Fang.


"Kakak Liu tolong jangan seperti ini, semua orang sedang memperhatikan kita, kita bisa menyelesaikan dengan bicara baik-baik," ucap Xu Guang Zhou.


Zhi Yuan tersenyum sinis,


"Bicara? hal yang sangat membosankan dan bodoh," gumam Zhi Yuan pelan, sebuah cubitan dari Wu Xiang Yu mendarat di perut nya, membuat pemuda itu sedikit meringis.


Xiao Ling mundur mendekati Zhi Yuan,


"Berikan padaku," ucap Xiao Ling tanpa menatap ke arah Zhi Yuan.


Zhi Yuan mengangkat kedua alisnya dan hanya diam tidak mengerti maksud ucapan Xiao Ling.


"Jubah mu, berikan padaku," ucap Xiao Ling sedikit berteriak membuat Xu Guang Zhou dan Liu Fang melihat nya sesaat.


Zhi Yuan yang sudah memberikan jubahnya pada Wu Xiang Yu, menatap kearah wanita yang sedang mengenakan jubah nya, namun Wu Xiang Yu dengan reflek menyatukan tangan di depan dadanya, jemari indah nya mencengkram kain jubah yang dikenakan nya, seperti isyarat mempertahankan jubah Zhi Yuan, dengan kepala menggeleng seperti tidak rela, menatap pemuda itu dengan wajah meringis penuh sorot memohon.


Keadaan itu diselamatkan oleh Tetua muda Yun Fei, Tetua itu dengan santun memberikan jubah milik nya kepada Xiao Ling, dan dengan cepat wanita itu menyambar serta ucapan terimakasih.


Liu Fang melihat beberapa orang memang di atas diri dan para anak buahnya, pemuda itu sedikit mundur dan berbalik meninggalkan tempat itu dengan mendorong beberapa orang yang ada didekatnya.


Zhi Yuan mendekati Xu Guang Zhou.


"Kakak Zhou aku akan kembali ke kuil, jaga dirimu di gerbang Timur," ucap Zhi Yuan seperti terburu-buru.


"Baiklah adik Zhi, berhati-hati lah," ucap Xu Guang Zhou, dan mereka semua terpisah.


Liu Fang yang masih kesal menghancurkan semua barang yang dilalui nya, dua orang bawahan nya mencoba menenangkan nya,

__ADS_1


"Lihat saja, aku pasti akan memiliki mu," gumam Liu Fang, wajah nya teralihkan pada sosok bermata dingin berdiri di kegelapan tidak jauh darinya.


Liu Fang berhenti untuk sesaat, dada nya bergetar, ada sedikit kengerian di wajah Liu Fang saat menatap mata tanpa perasaan itu. Namun kemarahan terhadap Xiao Ling membuat nya tidak peduli lagi, pemuda itu tertawa untuk menghilangkan kegugupan nya.


"hahaha... kau datang di saat yang tepat, siapapun kau segera tunjukkan wajah mu, sebelum kau mati tanpa wajah!!!" teriak Liu Fang membuat para bawahan nya mulai siaga.


Hawa dingin begitu terasa seiring langkah pemuda itu mendekati Liu Fang, senyum iblis nya semakin membuat Liu Fang pucat, ancaman kematian begitu menyesakkan dada nya, bahkan keberanian nya sudah berlari meninggalkan nya.


"Belum pernah aku merasakan ancaman mematikan seperti ini, bahkan pemuda itu hanya menatap ku saja, sepertinya aku tidak akan selamat kali ini," batin Liu Fang, tangan nya mulai gemetar, tenggorokan nya terasa begitu kering.


"kau gugup, Lama tidak bertemu Kakak Liu, mari kita bersenang-senang lagi," ucap Zhi Yuan, dan wajah nya kini sudah mulai dapat di lihat oleh Liu Fang.


"Suara ini? tidak mungkin si tulang cacat," gumam Liu Fang, pemuda itu memejamkan mata dalam-dalam, merasakan kelegaan nya.


Liu Fang mengamati wajah Zhi Yuan baik-baik tampak dua huruf segel di pipinya, dan membuat Liu Fang yakin, keberanian nya kembali muncul, karena tahu jika Zhi Yuan tidak bisa berkultivasi, dan mungkin mereka akan bertarung tanpa menggunakan energi qi.


"Ternyata kau adik Zhi, kemarilah!! dan terima pelajaran berharga dari...


Sebuah pukulan telak di wajah Liu Fang membuat nya terlempar cukup jauh, dan tidak dapat melanjutkan ucapannya.Tubuh nya menabrak gerobak kayu di pinggir jalan, membuat nya hancur.


Dua bawahan Liu Fang berlari ke arah Zhi Yuan dan melakukan serangan nya, namun naas keduanya mendapat tendangan cukup telak di rahang mereka, dan terlempar tanpa sadarkan diri.


Liu Fang terbangun dan menghempaskan serpihan kayu yang mengubur nya.


"itu energi qi yang cukup besar, setidak nya dia di ranah pendekar atas, tidak mungkin itu si tulang cacat," batin Liu Fang, dan tidak mengetahui jika Zhi Yuan sudah berada di ranah mahir tingkat 5.


"ini tidak mungkin, bagaimana bisa tulang Sutra menggunakan energi qi, apa kau benar - benar bocah budak itu?" tanya Liu Fang


"Benar aku Zhi Yuan, anak seorang budak, dan malam ini kau telah mempermalukan seorang wanita, dia adalah kakak Ling, dan aku tidak sebaik kakak Zhou, kau sudah lama mengenal ku, jadi sudah sangat tahu bagaimana sifat ku," ucap Zhi Yuan.


"Cih..., haiisss.... bocah berandalan ini, baiklah aku akan menghajar mu dengan keras kali ini," Liu Fang meludahkan darah dari bibirnya dan mengusap sisa darah di bibirnya dengan tangan nya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu bagaimana kau bisa berkultivasi, tapi itu tidak penting, karena yang terpenting saat ini, bagaimana kau bisa keluar dari tempat ini secara hidup -hidup," teriak Liu Fang dan melepaskan beberapa pukulan dan tendangan nya.


namun tidak ada satupun yang berhasil mengenai Zhi Yuan, Zhi Yuan yang sudah memiliki kemampuan jauh di atas Liu Fang menghindar begitu mudah, dan kemudian melepaskan sebuah tendangan yang mendarat di leher Liu Fang, pemuda itu sedikit melompat untuk mengurangi efek dari tendangan Zhi Yuan, namun kaki panjang Zhi Yuan membuat usaha Liu Fang sia-sia, tendangan itu tetap telak mengenai leher nya, Liu Fang terlempar ke udara, Zhi Yuan yang melihat hal itu dengan cepat bergerak dan kini sudah di belakang Liu Fang kedua tangannya meraih pinggang Liu Fang dan menghempaskan tubuh pemuda itu ke lantai bata di bawahnya, membuat beberapa batu bata itu hancur.


Tubuh Liu Fang sepenuhnya kini terbanting ke lantai bata, karena kedua tangannya sedang memegang lehernya sendiri.


"bommmm...."


"aahhkkkk...." Liu Fang mengeluarkan darah dari bibirnya, tubuh nya tidak bisa di gerakan, bantingan keras itu membuat tengkuk nya membentur jalanan cukup kencang, dan ranah kultivasi yang masih rendah membuat nya tidak mampu bergerak lagi.


Zhi Yuan mendekati nya, setengah berlutut di dekat wajah Liu Fang, Zhi Yuan menarik udara ke hidung nya dengan cepat seperti seseorang bocah yang sedang menarik ingus.


Zhi Yuan menatap wajah Liu Fang, yang berlumuran darah dari hidung nya, pemuda itu melepaskan beberapa totokan di dada Liu Fang, membuat pemuda itu bisa bernafas dengan teratur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Liu Fang.


Zhi Yuan hanya tersenyum, memperlihatkan giginya yang rapi dan putih bersih,


"ah.. tidak ada, sebaiknya kau tidak bergerak lagi, jika kau memaksa, kau akan lumpuh selama nya, beberapa saraf di punggung mu pecah, suruh bawahan mu membawa tabib ke tempat ini, dan juga kau akan membutuhkan tandu, lain kali jika bertemu kau bisa membalas ku," ucap Zhi Yuan.


"Kenapa kau menolong ku?" tanya Liu Fang.


Zhi Yuan menggeleng sambil tersenyum tipis,


"Saat semua orang menjauhiku karena mereka jijik, kau adalah satu-satunya orang yang selalu menemani ku bermain setiap hari di Sekte, dan asal kau tahu? aku sangat menyukainya, setidaknya kau jujur dan terang-terangan membenciku, bisa dikatakan jika kau adalah seorang teman dalam kesendirian seorang putera budak seperti ku," ucap Zhi Yuan dan berdiri bersiap meninggalkan tempat itu.


"Teman? sejak dulu aku pikir kau tidak bisa bicara, tapi sekali bicara kau begitu banyak, dan membuat ku hampir muntah," ucap Liu Fang terlihat sedikit sungging bahagia di bibirnya.


Zhi Yuan yang sudah membelakangi pemuda itu hanya tersenyum sambil mengangguk. Pemuda itu berlari kecil meninggalkan tempat itu, namun saat akan berbelok menuju arah ke paviliun Dong Chu seorang wanita sudah di hadapan nya,


"Bagaimana kau melakukan nya?" tanya Xiao Ling.

__ADS_1


__ADS_2