
Xu Guang Zhou mengamati pemuda yang mendekat kearah mereka, dan dua huruf berjejer indah terlihat di bawah mata kiri pemuda itu, membuat mata Xu Guang Zhou terbelalak.
"Adik Zhi?" gumam Xu Guang Zhou pelan, membuat Xiao Ling terkejut, dan ikut memperhatikan pemuda itu, dan wanita itupun berdiri seperti tidak sadar, saat mata nya juga melihat dua huruf kecil yang begitu di kenal nya di sudut kiri pipi pemuda itu, dan wanita itu hanya membeku.
Zhi Yuan mendekati meja Xu Guang Zhou dan menyatukan tinjunya dengan sedikit membungkuk tubuh tinggi nya.
"Kakak Zhou, Kakak Ling, lama tidak berjumpa," ucap Zhi Yuan suaranya sedikit serak, namun dapat di dengar begitu jelas.
Xu Guang Zhou hanya berdiri sambil memegang meja begitu tidak percaya penglihatan nya, Xiao Ling mengejapkan matanya beberapa kali untuk menguasai kesadaran nya, dan dengan cepat mendekati Zhi Yuan wajah nya sedikit mendongak karena perbedaan tinggi badan yang cukup jauh.
"Benarkah kau Zhi Yuan? aahhh... demi dewa aku tidak akan percaya jika tidak melihat sudut pipimu ini, adik Zhi Yuan kau sudah begitu dewasa, lihat sekarang kau begitu tinggi, ayo... cepat duduklah," ucap Xiao Ling menarik lengan Zhi Yuan dan membawanya ke tempat duduk di samping nya.
Kini meja itu di isi enam orang namun mereka belum mulai bersiap menikmati hidangan, karena masih berbincang.
"adik Zhi kini kau sudah dewasa, sebaiknya malam ini kita minum arak," ucap Xu Guang Zhou dan menuangkan sebuah guci ke cawan di hadapan Zhi Yuan.
"kakak Zhou, benarkah kau akan pergi ke gerbang timur?" tanya Zhi Yuan dan meneguk isi cawan nya.
"Benar, hahaha... ini adalah pesta pertunangan kami, dan juga perpisahan, aku berangkat di akhir musim dingin tahun ini, aku melakukan pertunangan ini agar semangat bertempur lebih terpacu, karena ada seseorang yang menunggu ku di kota Jingyang ini," ucap Xu Guang Zhou.
Semua orang di meja itu bersorak,
"Kakak Zhou, tehnik bertarung mu begitu hebat, dan saat ini pedang pusaka Sekte di tangan mu, kau akan menjadi pahlawan besar kali ini," ucap Tang Zheng.
"itu benar..." sahut dua orang teman Tang Zheng berbarengan, terlihat semangat dari setiap wajah di meja itu.
"apa kau Zhi Yuan yang selalu berkelahi dengan Liu Fang itu? aku memiliki kabar menyedihkan untuk mu, jodoh mu sudah menikah dengan seorang bangsawan tua," ucap Tang Zheng sambil tertawa penuh kepuasan.
__ADS_1
Pemuda itu terlihat iri melihat penampilan Zhi Yuan yang mampu mempesona setiap orang di tempat itu, dan sangat terbalik dengan keadaan nya, meski mengenakan pakaian yang seratus kali lipat lebih mahal dari Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya mengangguk sambil membuka sedikit bibir, memperlihatkan beberapa gigi samping nya yang bersih,
"Cukup Tang Wuzheng, jangan sampai aku merusak acara ini hanya karena ulah mu," ucap Xiao Ling yang sudah mulai hilang kesabaran, Tang Wuzheng adalah nama lengkap nya, namun lebih terkenal dengan nama Tang Zheng.
"aahhh... maafkan aku kakak Ling, Zhi Yuan jangan di ambil hati, aku hanya bercanda," ucap Tang Zheng wajah nya sedikit ketakutan.
"Adik Zhi bersabar lah, Tang Zheng memang selalu membuat suasana menjadi buruk," ucap Xiao Ling
Zhi Yuan hanya menggeleng,
"Apa itu benar? wanita itu sudah menikah?" tanya Zhi Yuan seperti berbisik dengan Xiao Ling, agar tidak menggangu pembicaraan Xu Guang Zhou dengan ketiga temannya yang begitu menggebu-gebu tentang situasi Gerbang Timur yang saat ini membaik, bahkan kerusakan benteng sudah berhasil di perbaiki.
"Tentang pernikahan itu? itu benar, aku menghadiri nya, kau tidak apa-apa kan?" ucap Xiao Ling menatap wajah Zhi Yuan yang terlihat sedikit senang, membuat Xiao Ling sedikit lega
"aahhh... seperti nya aku bisa terlepas dari wanita gila itu," gumam Zhi Yuan dan di jawab senyum tipis Xiao Ling.
Dan tiba-tiba Pria berusia 40 tahunan masuk ke rumah makan itu dan terlihat sedikit tergesa, semua orang di meja Xu Guang Zhou mengenal pria itu, dia adalah Tetua muda Yun Fei dari Sekte Pedang Langit, dan di belakang nya seorang wanita yang memegang jubah bawahnya agar jubah itu tidak terlalu kena cipratan air , dia adalah Wu Xiang Yu kedua melangkah mendekati meja Xu Guang Zhou.
Pengelola rumah makan itu berhamburan dari lantai dua, mengetahui pemilik rumah makan itu datang tanpa pemberitahuan, dan mendekati kedua orang itu dengan tubuh sedikit membungkuk,
"Nona besar, anda datang, maafkan aku tidak menyambut Anda dengan baik, silakan!" ucap pemilik rumah makan itu tangan nya mempersilahkan Wu Xiang Yu untuk ke arah lantai dua, namun wajah seperti bicara dengan lantai karena sama sekali tidak berani menatap Wu Xiang Yu.
"Paman, bisa kau tinggalkan kami?" ucap Wu Xiang Yu pelan di dekat wajah pengelola rumah makan itu.
Pria tua itu hanya mengangguk, dan mundur beberapa langkah dengan tubuh masih membungkuk, perintah isyarat mulai di keluarkan oleh pengelola rumah makan itu untuk bawahan nya, dan para pelayan nya mulai mengangguk sambil menatap ke arah Wu Xiang Yu, dan selalu siap apapun perintah dari Nona itu.
Wu Xiang Yu menatap ke meja Xu Guang Zhou dan mendekat membuat Xiao Ling mendekatkan wajahnya ke arah Xu Guang Zhou,
__ADS_1
"Kakak Xu, apa kau mengundang nona Wu Xiang Yu?" bisik Xiao Ling, namun tidak ada jawaban dari Xu Guang Zhou.
Wu Xiang Yu sore itu terlihat tidak seperti biasanya, pakaian nya sedikit berantakan dengan rambut di ikat sekenanya, beberapa bagian rambut panjang wanita itu terlihat acak-acakan, dan ada sebagian yang menutupi wajahnya, namun wanita itu terlihat semakin cantik dengan penampilan seperti itu, bahkan wanita itu tidak mengenakan jubah luar nya membuat punggung kurus nya terlihat, serta pinggul dan bokong nya begitu tercetak di pakaian tipis nya saat melangkah mendatangi meja Xu Guang Zhou.
Bibir Xu Guang Zhou sedikit melengkung ke atas,
"Nona Wu datang dengan terburu-buru, apa dia ingin menghentikan pertunangan ku? apa ini masalah perjodohan yang di ucapkan oleh Matriak Sekte Bulan Suci malam itu? seperti nya pertunangan ini tidak bisa diteruskan, jika Nona Wu ingin melanjutkan perjodohan waktu malam itu," batin Xu Guang Zhou, dada nya mulai berdebar lagi, penuh harapan.
"Salam Nona besar Wu," ucap Tang Zheng yang mendekati Wu Xiang Yu.
Wu Xiang Yu tidak membalas salam dari Tang Zheng, kaki panjang nya terus melangkah dengan mata menatap Xu Guang Zhou, keduanya saling bertatapan begitu lama, dan saat sampai di meja Xu Guang Zhou, Wu Xiang Yu sedikit membungkuk dan memberi salam.
"Maafkan aku, seperti aku mengganggu acara kalian," ucap Wu Xiang Yu dengan suara begitu merdu dan sopan.
Ucapan Wu Xiang Yu membuyarkan lamunan Xu Guang Zhou yang terlihat begitu menikmati saling bertatapan dengan Wu Xiang Yu.
"ehemmm.... nona Wu, tidak apa-apa, duduk lah, apakah ada hal penting dari Sekte Bulan Suci yang ingin Nona sampaikan?" tanya Xu Guang Zhou dengan suara dibuat selembut mungkin, dan menarik tempat duduk di samping nya.
Wu Xiang Yu mengangguk, matanya menatap ke sekeliling meja itu, matanya sekilas menatap Zhi Yuan yang sedang menggaruk alisnya, seperti menutupi dua huruf di sudut pipi kirinya.
"Terimakasih, tapi jika ada urusan Sekte, aku akan ke tempat Patriak Sekte Pedang Langit bukan ke tempat ini, aku hanya ingin bergabung, itupun jika kalian tidak terganggu," ucap Wu Xiang Yu dan duduk di bangku yang di sediakan oleh Xu Guang Zhou.
Tetua Muda Yun Fei, duduk di dekat Zhi Yuan yang sekarang bersebrangan dengan Wu Xiang Yu, tampak teman-teman Xu Guang Zhou berubah menjadi begitu sopan, dan Tetua muda Yun Fei juga terlihat begitu antusias di dekat Zhi Yuan, dan mulai sedikit berbasa-basi meski pemuda itu lebih banyak diam dan tidak peduli.
Mereka mulai membaur, meja bundar yang luas membuat jarak duduk mereka cukup jauh, dan memungkinkan orang-orang untuk berbincang dengan rekan di samping nya tanpa menganggu seluruh orang di meja itu, Tang Zheng terlihat sedikit gugup karena di dekat wanita yang begitu di kagumi nya, wanita itu terlihat begitu luwes, memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan lagi.
Tidak lama para pelayan kembali datang kali ini membawa, lebih banyak makanan dan semua orang terlihat begitu semangat, hanya Zhi Yuan dan Xiao Ling yang terlihat biasa.
"Adik Zhi makan yang banyak, kau terlihat begitu kurus," ucap Xiao Ling dan memberikan potongan daging di mangkuk Zhi Yuan, pemuda itu menerima nya dan hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
Wu Xiang Yu menggeretakkan gigi nya, dengan senyum mematikan nya dengan mata terbelalak ke arah Zhi Yuan.