Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 73 - Hantu pencuri


__ADS_3

Wanita itu melepaskan pedang yang masih tersarung dari punggung nya, dan meletakkan di dekat bungkusan kain hitam, dan kembali menatap ke arah Zhi Yuan.


"Bocah, jaga barang ku ini, dan jangan menyentuh nya, aku akan kembali," ucap wanita itu wanita itu bersiap melompat ke udara namun terhenti mata melebar ke arah Zhi Yuan, wanita itu mengeluarkan dua jari nya yang Terenggang, dan awalnya mengarahkan ke mata yang melotot nya dan kemudian ke arah mata Zhi Yuan, dan melesat ke udara, tanpa menunggu jawaban dari Zhi Yuan.


Para pengejar nya semakin dekat, seperti wanita itu sengaja melambat untuk menarik perhatian para pengejar nya,


"Kita sudah dekat, cepat tangkap hantu pencuri itu," teriak seseorang yang berada di ranah pendekar raja itu.


Orang yang paling dekat dengan wanita pencuri itu menambah kecepatan lagi, namun wanita itu melepaskan beberapa pisau ke arah nya membuat beberapa pengejar terdekat nya harus berhenti dan menghindar dari serangan itu.


Para pengejar lain nya juga berhenti, dan menatap mangsa mereka sudah melesat jauh dan menghilang.


"Kecepatannya begitu tinggi, sebaiknya kita kembali," ucap pendekar raja itu, dan semua pengejar itu pergi dari tempat itu.


Zhi Yuan masih duduk dan hanya menatap benda-benda milik wanita bercadar itu,


Langit mulai membiru, dan wanita itu sudah kembali, wanita itu mengangkat bungkusan nya dan seperti menimbang-nimbang nya.


"Ini sama seperti semula," guman wanita itu dan wanita itu mendekati Zhi Yuan yang masih duduk, dan duduk di dekatnya nya, serta meletakkan pedang nya di atas meja.


"Baiklah, kau terlihat masih muda, mungkin kau masih lugu, atau bodoh, aku tidak peduli, tetapi terima kasih, kau tidak mengambil barang ku," ucap wanita itu.


Zhi Yuan hanya mengangguk, sedikit kesal dikatakan bodoh


"Barang mu? nona berhati-hati lah, belakangan ini banyak pencuri berkeliaran," ucap Zhi Yuan dengan nada sindiran.


Zhi Yuan memasukkan guci nya, dan bersiap meninggalkan tempat itu.


"Tunggu bocah, maafkan ucapan ku tadi, sebagai permintaan maaf ku, kau bisa mengambil satu dari barang -barang ku ini," ucap wanita itu dan membuka bungkusan dan meletakkan di atas meja.


Zhi Yuan masih melangkah memunggungi wanita itu, dan menggoyangkan jemari di belakang kepalanya,


"Lupakan, aku tidak meminta bagian dari hasil curian," ucap Zhi Yuan, dan mulai melangkah.


"syyyuuutttt...."


Sebuah pisau sudah di leher Zhi Yuan dan wanita itu sudah di samping nya, untuk orang biasa mungkin itu hanya sekedip, tapi bagi Zhi Yuan itu sangat lambat, namun pemuda itu hanya membiarkan nya saja.

__ADS_1


"Kau sudah melihat wajah ku, hanya dua pilihan untuk mu, kau mati atau kau ikut menjadi pencuri seperti ku," ucap wanita itu begitu serius.


Zhi Yuan mengingat kejadian hampir mirip dengan Xiao Ling,


"Kakak Ling," bibir Zhi Yuan menggumam tanpa sadar.


"Baiklah nona, aku tidak ingin berurusan lagi dengan mu, berikan apapun yang ingin kau berikan padaku, setelah itu aku akan membuangnya," ucap Zhi Yuan, yang ingin cepat -cepat pergi dari wanita itu.


"Tidak bocah, jika aku yang memberikan nya, itu pemberian namanya, tapi jika kau yang pilih jadi kita dalam posisi yang sama, sekarang aku bersikeras untuk kau memilih nya," ucap wanita itu.


Wanita itu begitu antusias membuka bungkusan nya di dekat pedang nya.


"Sekarang pilih satu apapun yang kau inginkan di atas meja ini" ucap wanita itu terlihat begitu senang.


Zhi Yuan menatap isi bungkusan itu,


"Apapun?" ucap Zhi Yuan.


"Benar adik, apapun yang ada di atas meja ini, jika kau ingin ambillah satu," ucap wanita itu.


"Apa dia mencuri di makam?" batin Zhi Yuan, namun itu bukan urusan nya sama sekali.


"Baiklah nona, aku memilih pedang ini," ucap Zhi Yuan, yang berpikir sudah tidak memiliki pedang yang layak, meski pedang itu jauh berbeda jenisnya dari pedang milik nya,


ucapan Zhi Yuan membuat wanita itu sedikit terkejut.


bibir wanita itu tersenyum,


"Benarkah, apa kau tidak menyesal? pedang itu aku dapatkan dari sebuah kuil rusak di sebuah desa yang sudah seperti hutan karena ditinggalkan penduduknya begitu lama, dan aku tidak berhasil menjual nya, orang kaya mengatakan pedang ini terlalu sederhana, tidak ada batu berharga sebagai ornamen nya, jika kau menginginkan nya kau bisa memiliki nya, lagipula pedang itu sangat berat, dan aku lebih menyukai senjata pisau saja lebih ringkas," ucap wanita itu.


"Tapi itu bukan alasan yang sebenarnya dari orang-orang kaya itu, aku merasa hawa buruk setiap mencabut pedang itu, kau harus mengambil satu benda curian ini, dan kau tidak boleh membuang nya," ucap wanita itu.


"Aku setuju" ucap Zhi Yuan, dan mengambil sebuah lencana hitam berukiran burung merak.


Wanita itu memejamkan mata nya, sambil menggeleng,


"Selera mu begitu buruk, jika seperti ini kau akan sulit membahagiakan istri mu kelak," ucap wanita itu.

__ADS_1


"Istri?" ucap Zhi Yuan, dadanya bergetar dan mengingat Wu Xiang Yu.


"sriiiinnnnggggg," suara pedang yang tercabut secara perlahan.


Wanita itu menghentikan gerakannya yang ingin merapikan bungkusan kain hitam nya, matanya menatap pedang yang kini terlihat sedikit berbeda dari biasa nya.


"pedang itu mengeluarkan aura yang sangat menakutkan kali ini, ini sangat berbeda saat semua orang yang mencabut nya, pedang itu biasanya terlihat begitu buruk," batin wanita itu.


"Bagaimana kau melakukan nya, biarkan aku melihat nya," ucap wanita itu.


Zhi Yuan memberikan gagang pedang itu ke wanita itu.



ilustrasi Mei ( melakukan hal kecil dengan hasil besar)


"Pedang ini sangat indah, namun sedikit sulit mencari orang yang cocok, bilah nya kecil seperti pedang wanita, namun wanita akan sulit menggunakan nya karena terlalu panjang, dan juga sangat tajam," ucap wanita itu saat melihat daun bambu yang terbawa angin terpotong saat melewati pedang itu.


Wanita itu mengembalikan pedang Zhi Yuan,


"Baiklah, kita sudah membagi hasil curian kau adalah bawahan ku, jika kita bertemu lagi panggil aku kakak Mei," ucap wanita itu dan merapikan bungkusan nya.


Wanita itu merogoh jubah hitamnya, dan melemparkan beberapa koin emas kepada Zhi Yuan.


"Gunakan lah, barang yang kau ambil sama sekali tidak bisa di jual, bodoh," ucap wanita itu dan meninggalkan Zhi Yuan.


Zhi Yuan hanya tersenyum tipis sambil melihat tiga koin emas di tangan nya, dan memasukkan koin emas dan lencana nya ke cincin penyimpanan nya.


Zhi Yuan memasukkan pedang baru nya ke sarungnya dan melangkah, namun baru beberapa langkah kaki nya berhenti,


"Pedang ini tidak berat sama sekali," batin Zhi Yuan dan memasukkan pedang itu ke cincin penyimpanan nya, namun pedang itu tidak bisa di masukkan ke cincin nya, membuat Zhi Yuan mengerutkan keningnya.


"Pedang ini?" guman Zhi Yuan, pikiran nya tidak menemukan jawaban dari kejadian itu.


Jemari kanannya memegang gagang panjang nya 41 centimeter, melebihi gagang pedang yang biasanya paling panjang hanya 25 centimeter. Zhi Yuan menyelipkan pedang di pinggang nya dan melangkah menuju desa.


Zhi Yuan melangkah tanpa tujuan, dan ingin mencari ketenangan di sisa hidup nya di suatu tempat yang membuat nya damai hingga ajal menjemput nya, seperti yang di lakukan oleh Liu Yen si Naga kembar yang memilih menjadi biksu dengan dengan satu tangan.

__ADS_1


__ADS_2