
Teruskan saja, lupakan pintu itu," bisik Hua Mulan, seperti tidak peduli lagi dan ingin menikmati kenikmatan yang baru pertama kali dirasakan nya. ciuman mereka semakin menggila, paha besar Hua Mulan sudah terekspos begitu jelas, yang awalnya menjepit dan menahan agar milik mereka tidak begitu bersentuhan, namun perlahan sedikit demi sedikit mulai merenggang agar benda Zhi Yuan lebih mengganjal celah nya yang sudah terasa berdenyut hebat dan panas, benda milik Hua Mulan terlihat membengkak dan pakaian dalam yang tipis dan basah membuat nya tercetak jelas dengan warna celah kemerahan.
Pakaian tidur Hua Mulan sudah tersingkap, bahkan pakaian dalam nya pun sesekali berpindah saat benda besar di balik celana sutra Zhi Yuan menggerusnya, membuat wanita itu mendongak kan wajah nya sambil menggigit bibir bawah nya,
"mmmmmssss.... aaahhhhhsssss," desa han wanita itu terdengar saat celah nya tersentuh dan semakin lama gerakan Zhi Yuan sudah semakin kencang, bahkan tangan Hua Mulan sudah bergerak ke bawah bokong nya untuk meminggirkan pakaian dalamnya agar celah nya bisa tersentuh dengan kasar, kepala benda itu bahkan sudah tertelan meski terlapisi celana tipis Zhi Yuan,
"eenghh... aahhh... sssstttt... aaahhh, " bibir Hua Mulan terbuka, bokong Hua Mulan terangkat agar benda itu tidak meleset dan terus menekan benda Zhi Yuan agar lebih masuk namun tidak mampu lebih dalam karena tertarik celana tipis pemuda itu.
ingin sekali wanita itu melorot kan celana itu, namun tidak mungkin dia melakukan.
"ini sudah masuk, kenapa dia tidak melepaskan saja pakaian tidur nya? apa dia belum pernah tidur dengan wanita?" batin Hua Mulan.
suasana di penuhi aroma percintaan, suara wanita sedang mengejan terus terdengar, dan semakin cepat dan juga kencang, jika saja ada orang di dekat ruangan itu pasti dengan mudah mengetahui jika di balik tirai ranjang itu ada orang bercinta.
"eenghhh..... eenghhh...Zhi Yuan bisakah lebih kencang, aku tidak tahu apa ini, tubuh ku terasa begitu nikmat, lebih kencang... enghhhh," ucap Hua Mulan, mencengkram kencang serta menekankan bokong pemuda itu, dan tidak lama tubuh nya bergetar hebat dan berkedut bibir mereka saling bertautan dengan erat.
"aahhhhsss....," Hua Mulan berguling kesamping, menutup bibir nya dan merapatkan pahanya seperti menahan sesuatu agar tidak menyembur dari milik nya, namun usaha gagal cairan itu tetap menyembur di iringi dengan jeritan kencang yang di tutup oleh jemari nya.
__ADS_1
Sinar temaram tidak mampu menerobos tirai yang terbuat dari bahan jaring dengan motif kembang yang mengelilingi ranjang tempat kedua bergulat penuh keringat dan *******.
di gubuk Hua Daiyan tampak kakek cucu itu terlihat mabuk sambil saling tertawa, tidak menyadari jeritan kenikmatan dari Hua Mulan.
Zhi Yuan terlentang di samping Hua Mulan, tampak wanita itu mengatur nafasnya di dekat nya.
Keduanya berpelukan, air mata Hua Mulan keluar, begitu banyak yang ada di kepala nya,
"Nyonya, waktu itu aku mendengar kalian bicara tentang merindukan ayah Kakak Li, apa air mata itu karena bersalah mengkhianati suami anda?" tanya Zhi Yuan.
Ucapan Zhi Yuan bagaikan Sambaran petir untuk Hua Mulan, dan teringat jika dirinya masih berstatus Nyonya Li karena belum melaporkan perpisahan nya.
"Suami? Zhi Yuan... a-pa... apa kau pikir aku bisa tidur seranjang dengan mu, jika masih berpikir memiliki suami? hah... aku tidak percaya ini," ucap Hua Mulan bibirnya terbuka kedua tangannya menutup wajahnya yang mendongak serta menarik nafas dalam-dalam.
Terdengar tawa dua orang yang sedang mengoceh dari gubuk pengasingan Hua Daiyan, membuat hatinya sedikit tenang karena dua orang itu tidak mengetahui apa yang terjadi barusan, Wanita itu menutup rapat pakaian nya, dengan lutut di tekuk di depan tubuh nya.
"ta-pi kau ada benarnya, status ku yang masih menjadi Nyonya Li membuat ku sedikit berdosa, tidak seharusnya aku berbuat hal seperti tadi, maafkan aku," ucap Hua Mulan dan menyingkap tirai bersiap meninggalkan ranjang Zhi Yuan.
__ADS_1
"Maafkan aku Nyonya," ucap Zhi Yuan, dan menahan wanita itu.
Hua Mulan hanya menunduk tidak berani menatap Zhi Yuan,
"Apa kau menganggap ku murahan dan menjijikan seperti di pinggir danau itu? aku juga tidak akan menyalakan mu berpikir seperti itu, tidak hanya kau, tapi semua pria akan berpikir aku wanita murahan karena menawarkan tubuh ku saat pertama kali bertemu, itulah caraku agar orang menyangka tidak ada yang benar-benar berharga di mataku, jika kehormatan seorang istri sudah aku tawarkan, maka lawan bicara ku sudah tidak memiliki apapun yang berharga lagi untuk di gunakan menekan ku, tapi.... aku bersumpah Zhi Yuan, bahwa kau pria pertama yang seranjang dengan ku selain suami ku," ucap Hua Mulan.
"Aku tahu Nyonya, aku tahu," ucap Zhi Yuan yang terlihat sedikit bersalah.
Hua Mulan menatap mata Zhi Yuan dan melihat ekspresi bersalah nya,
"Apa aku begitu keras bicara padanya?" batin Hua Mulan dan mulai merasa kasihan, wanita itu mengurungkan niat nya keluar dari ranjang itu menarik lengan panjang Zhi Yuan, beberapa kali menepuk nya seperti menepuk bantal
"Ini begitu nyaman," bisik Hua Mulan dan merebahkan kepalanya di lengan kurus itu, menyelimuti kedua nya dengan satu selimut tebal.
"Zhi Yuan apa kau tahu? aku ingin bertemu dengan orang yang menjebak ku malam itu, bukan untuk membalas, tapi aku benar-benar ingin mengucapkan terimakasih karena dialah yang mengeluarkan aku dari neraka itu, dan akhirnya mengetahui semua warna dari hidup sesaat ini, ter-masuk hal seperti tadi," gumam Hua Mulan matanya semakin menyipit dan terlelap karena kelelahan di pelukan Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya diam sesaat,
__ADS_1
"baiklah Nyonya aku akan mencari tahu siapa mereka," balas Zhi Yuan dan keduanya tertidur saling memeluk.
****