Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 44 - Rencana Dewi Zhang Ziyi


__ADS_3

Keduanya kembali ke Paviliun Dong Chu, tampak Paman Kwan dan puluhan orang pelayan laki-laki sedang membersihkan puing-puing dari gerbang, pria tua itu sedikit berlari menyambut Zhi Yuan,


"Tuan muda anda sudah kembali," ucap nya mata nya sedikit melebar menatap wanita yang sangat berkelas di belakang pemuda itu, dengan tinggi yang hampir sama dengan tuan muda nya. Pria tua itu menundukkan kepala tidak berani lagi menatap Dewi Zhang Ziyi.


Zhi Yuan menangkap kecanggungan di wajah paman Kwan,


"Paman ini adalah..


"Aku Zhang Ziyi, aku keluarga jauh dari Tetua Zhang, dan untuk empat tahun ke depan aku akan tinggal di paviliun ini," ucap Dewi Zhang Ziyi menyela ucapan Zhi Yuan.


"Te-tu.... " ucapan Zhi Yuan kembali terhenti saat telunjuk panjang dan lentik dari Tetua Zhang menutup bibir pemuda itu.


Paman Kwan Lu yang masih membungkuk dan mengangguk,


"aahhh... namaku Kwan Lu, orang di pasar memanggil ku Paman Kwan, Nona Besar Zhang, silahkan.... biar aku menyiapkan kamar yang nyaman untuk anda, mohon menunggu sebentar," ucap Paman Kwan, yang selalu membawa nama orang pasar saat perkenalan nya.


Mereka bertiga melewati bangunan besar di depan dan sudah berada di halaman tengah dari paviliun Dong Chu, mereka bertiga menatap jembatan beratap menuju bangunan paling belakang, Dewi Zhang Ziyi menatap Kwan Lu.


"oohh.. ternyata paman begitu terkenal di pasar, paman Kwan bisakah kau memberiku satu kamar di bangunan belakang itu?" ucap Dewi Zhang dan menunjuk bangunan kecil paling belakang.


Kwan Lu dan Zhi Yuan saling menatap, dan sedikit bingung, Zhi Yuan sedikit menggeleng, seperti isyarat agar Kwan Lu menolak permintaan Dewi Zhang Ziyi.


"Nona Besar... kediaman ini terletak di daerah sedikit tinggi, begitu banyak Kamar luas serta memiliki pemandangan yang indah ke arah kota, sedangkan bangunan kecil itu begitu pengap, dan itu adalah tempat tidur tuan muda," ucap Paman Kwan, dan di sambut anggukan oleh Zhi Yuan.


Dewi Zhang Ziyi mendekati Kwan Lu, membuat pria tua itu sedikit mundur beberapa langkah dengan tubuh masih membungkuk, tidak berani menatap wajah Dewi Zhang Ziyi.

__ADS_1


"Paman, aku tidak peduli dengan pemandangan, dan jika kalian menolak lagi, aku akan tidur satu ruangan dengan tuan muda mu," ucap Dewi Zhang Ziyi melebarkan matanya ke arah Zhi Yuan.


"Paman Kwan, siapkan kamar Nona Zhang di bangunan belakang sekarang!!" ucap Zhi Yuan dan sedikit kencang.


Kwan Lu mengangguk dan dengan terburu-buru meninggalkan kedua nya.


Bibir Zhi Yuan terbuka dan ingin bicara namun Dewi Zhang Ziyi sudah mendahuluinya lagi,


"Jangan banyak bertanya, karena aku ingin beristirahat, mulai hari ini panggil aku Kakak Ziyi," ucap Dewi Zhang Ziyi dan melangkah menuju bangunan belakang menelusuri jembatan berliku yang beratap indah, pinggul nya yang lebar dan bokong yang membulat kebelakang terlihat bergetar dan bergoyang sesuai dengan langkah wanita itu. Sinaran lentera di setiap pilar kayu semakin memperjelas bentuk nya.


"aahhh... janji kepada gadis pelayan kuil api itu membuat ku pusing," batin Dewi Zhang Ziyi.


****


Di sebuah kamar tidur di bangunan sangat megah di tengah-tengah kota Jingyang, Wu Xiang Yu sedang mengamati lencana perjodohan nya yang sudah menyatu dengan milik Zhi Yuan. Wanita itu memikirkan semua ucapan Dewi Zhang saat di paviliun Dong Chu,


"Bagaimana aku bisa mempercayai nya begitu saja, aku tidak pernah merasakan aura begitu kuat seperti itu, ucapan nya begitu menyentuh hatiku, membuat ku begitu nyaman, dia seperti ibu yang ingin menjaga ku," batin Wu Xiang Yu.


Dewi Zhang Ziyi saat itu melepaskan jubah tebal nya dan mulai bicara, Wu Xiang Yu begitu terkejut saat mengetahui jika sosok berkerudung itu adalah wanita yang begitu cantik serta memiliki kulit yang indah.


"Aku akan jujur padamu Nona Wu, di dunia ini tidak ada yang tahu jika aku seorang wanita, hanya dirimu mu karena aku ingin kita jujur sesama wanita. Nona Wu jawab aku seberapa besar keinginan mu untuk menikah dengan Zhi Yuan? bagaimana jika kelak akan ada pria yang lebih layak mendampingi mu? jika jawaban mu membuat ku puas, maka kita akan teruskan pembicaraan ini," ucap Dewi Zhang Ziyi.


Wu Xiang Yu menatap mata Dewi Zhang dalam-dalam,


"Nyonya... aku akan berterus terang pada anda, sebenarnya a-ku..." ucapan Wu Xiang Yu terhenti kepala menggeleng, wanita itu mengatur nafasnya seperti menguatkan tekad nya, wajah nya tampak kembali tenang dan mulai berbicara lagi.

__ADS_1


"Sejujurnya ini bukan hanya semata-mata perjodohan dari orang tua ku, saat aku berjumpa pemuda itu pertama kali nya saat usia nya 13 tahun, dan usiaku 17 tahun, saat itu dadaku berdebar hebat, setiap melihat wajah aneh nya, aku selalu memalingkan wajah ku yang terasa panas, aku begitu malu, juga mulai gugup, aku yang biasanya begitu hebat, dan dewasa menghadapi pria tampan, pangeran ataupun pria yang jauh lebih tua dari ku, menguap tanpa bekas, dunia ku seakan jungkir balik dibuat nya, aku yang sudah dewasa menjadi seperti gadis 10 tahun di hadapan bocah itu, hingga detik ini aku sendiri tidak memiliki jawaban apa yang membuat nya begitu hebat di mata ku," ucap Wu Xiang Yu matanya menerawang jauh ke masa lalu, saat bertemu Zhi Yuan pertama kali di Sekte Pedang Langit, saat itu Wu Xiang Yu hanya menatap pemuda dari jauh, dan desiran aneh di dadanya mulai terjadi.


"Dan untuk pertanyaan kedua anda nyonya, jika anda melihat sedikit saja keraguan di mata ku dalam memilih Zhi Yuan, anda boleh melempar ku keluar dari ruangan ini," ucap Wu Xiang Yu.


Dewi Zhang Ziyi menatap lekat-lekat mata Wu Xiang Yu,


"Gadis ini tidak berbohong sama sekali," batin Dewi Zhang, terlihat sungging di bibir sedikit tebal nya yang merah.


"Baiklah.... Nona Wu ketahuilah, hati Yuan'er saat ini sedang tersegel, dia hanya memiliki rasa di permukaan saja, tidak ada yang mendalam, tapi ada satu perasaan yang sengaja tidak tersegel, yaitu kesetiaan, kesetiaan seperti seorang layaknya Assassin pada satu tuan, saat tuan nya meninggal dia juga akan bunuh diri, saat ini dia hanya mematuhi perintah ku, dia sama sekali tidak memiliki keinginan sendiri, tapi melihat mu terluka begitu dalam, aku akan membantu mu," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Tersegel? pantas saja dia tidak pernah bereaksi berlebihan," gumam Wu Xiang Yu kening nya berkerut, bola matanya bergerak kesamping seperti mencocokkan ucapan Dewi Zhang Ziyi dengan sikap Zhi Yuan.


"Tetua apakah anda bisa membuka segel itu?" tanya Wu Xiang Yu.


"Aku ingin sekali membuka nya Nona Wu, percayalah..." ucap Dewi Zhang Ziyi sambil menepuk punggung jemari Wu Xiang Yu, dengan tatapan bersungguh-sungguh, dan Dewi Zhang menggelengkan kepalanya.


"Tapi segel itu tidak bisa di pecahkan sembarangan, jika salah sedikit saja maka bocah nakal itu akan mati, aku pernah membaca, segel itu akan hancur saat kematian dari pemilik segel, atau peleburan hati," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Peleburan hati? apakah Tetua bisa melakukan peleburan hati?" ucap Wu Xiang Yu, seperti tidak sabaran.


"aahhhh.... Aku tidak tahu, tapi aku bersedia mencobanya, itupun jika Nona Wu mengizinkan nya, karena pemuda itu akan seperti di neraka dengan semua perasaan yang meledak," ucap Dewi Zhang Ziyi.


"Tetua.... aku mohon jangan berputar-putar, katakan saja," ucap Wu Xiang Yu.


"Baiklah... awalnya aku ragu akan berhasil, tapi setelah melihat ada celah di hati zhi Yuan, yaitu kesetiaan, aku menjadi yakin pemuda itu masih bisa di tolong, jadi rencana ku adalah, kesetiaan memiliki lawan pengkhianatan, dan karena bocah itu hanya memiliki kesetiaan padaku, maka aku akan berpura-pura mencintai nya, saat bocah itu dalam tingkat kasmaran tertinggi, aku akan mengkhianati cinta nya, dan membawa laki-laki yang dikenal nya menjadi kekasih yang ku puja, pukulan keras pengkhianat ini akan membuat, kemarahan, benci, kekecewaan, cinta, kesetiaan ini meledak, dan membuat hati nya hancur tak bersisa, begitu juga dengan segel itu," ucap Dewi Zhang Ziyi.

__ADS_1


Wu Xiang Yu membuka bibirnya tidak percaya wanita yang terlihat begitu anggun bisa memiliki rencana begitu kejam,


__ADS_2