Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 153 - Wanita buruk.


__ADS_3

Zhi Yuan tersenyum tipis, menatap dalam-dalam Penasehat Ming,


"Apa yang kau sedang kau pikirkan nyonya? apa kau ingin menjadi penghianat? yang paling masuk akal adalah ucapan Kakek Tua itu, aku akan menghabisi semua Klan Munzhi karena mereka tidak layak lagi," ucap Zhi Yuan membuat dada Penasehat Ming bergetar hebat.


"Zhi Yuan... kau?" teriakan Penasehat Ming seperti terputus, dengan kepala sedikit miring.


"Apa kutukan itu benar-benar ada?" batin Penasehat Ming yang tampak semakin kebingungan, membuat Zhi Yuan mengangkat satu sudut bibirnya.


"Nyonya aku hanya bercanda, jika aku menjadi pemimpin Klan aku tidak akan berperang demi wanita secantik apapun dia, nyawa orang bukan mainan seperti yang dilakukan klan kita saat ini, jadi pastikan apa keuntungan dan kelayakan untuk menukar nyawa seseorang," ucap Zhi Yuan.


Penasehat Ming mengangguk, dengan raut wajah mulai marah, kedua jemari nya mengepal.


"dedengkot busuk, dia sengaja mendekat ku dengan bocah ini, sehingga mata ku bisa melihat langsung jalan pikiran pemuda ini, meski masih terlihat amatir dan naif, namun pemahaman tentang berharganya sebuah nyawa cukup baik, walaupun dia terlahir dari sayap assassin," batin Penasehat Ming mengeretakkan giginya.


Wanita itu berkali-kali mengatur nafasnya, sesekali mengangkat alisnya sambil menggeleng, tiga bola api berputar ke atas kepala nya dan membesar.


"Zhi Yuan berkat kau, aku sudah mengambil keputusan, jika kau tidak mati dalam setahun ini, demi Dewa penguasa api, aku Ming Lan Puteri sulung Ming Xiao Fang, klan Munzhi, akan menjadi pengikut setia mu," ucap Penasehat Ming dengan tubuh berselimut api.


"Apa itu mungkin? meskipun aku selamat, sebaiknya nyonya tidak melakukan nya, nyonya sudah begitu banyak terikat sumpah setia," ucap Zhi Yuan.


Penasehat Ming menggeleng,


"Tiga sumpah setia ku terdahulu memiliki kelemahan, dan pengecualian, sumpah ku tidak pernah tertuju pada perorangan, tetapi kepada jabatan nya, pertama untuk Kaisar aku hanya melindungi jika memiliki kemampuan melihat masa depan, pada penguasa istana Giok, aku bersumpah menjaga istana api saja, dan untuk kakak kandung mu aku hanya bersumpah tunduk pada penguasa, bisa saja kau penguasa selanjutnya," ucap Penasehat Ming.


Dan wanita itu meninggalkan paviliun bunga persik.


*****


Setelah pertemuan nya dengan Penasehat Ming, Zhi Yuan beberapa kali mulai bermimpi hampir selalu sama, pakaian nya basah karena keringat nya, dan hatinya terasa begitu sakit dan mual, Zhi Yuan keluar dari pembaringan tampak langit masih gelap, pikiran nya mulai melayang.

__ADS_1


"Apakah ini yang di maksud oleh nyonya Penasehat, atau apakah ini masih mimpi?" batin pemuda itu dan mulai curiga.


Zhi Yuan menatap gelang di tangan nya dan berkonsentrasi,


"Katakan apa kau masih mengingat ku?" ucap Zhi Yuan dalam hati.


di Paviliun bulan,


Zhou Lu Zi hanya terbaring di ranjang nya,


"Kenapa aku masih memikirkan nya, aku sudah mencoba minum alkohol dengan penghibur Wang, tapi aku tidak rela di sentuh sedikit pun oleh nya, sangat berbeda dengan pemuda itu, bahkan aku yang begitu ingin menempel dengan nya, dan mencium aroma tubuh yang sangat mirip dengan ku," batin Zhou Lu Zi, dan merasakan hangat di lehernya, dan mendengar suara yang begitu ingin di dengar di kepala nya.


Wanita itu terbangun dan memegang bandul dari kalung nya, sambil menelan ludah, perasaan nya bercampur aduk antara malu dan sedikit bahagia, meski dirinya tidak tahu kenapa harus begitu senang.


"ehemmm... kau... tentu saja, kau si cadar mesum bukan," jawab Zhou Lu Zi memperbaiki suara nya, agar tidak terdengar begitu bersemangat.


"Wanita? siapa maksud mu?" tanya Zhou Lu Zi berpura-pura.


Zhi Yuan menarik nafas dalam-dalam,


"Siapa lagi jika bukan penguasa istana Giok yang kini menjadi Ibu Suri," ucap Zhi Yuan.


Zhou Lu Zi tersenyum sendiri, karena dia adalah wanita yang di ingat oleh pemuda itu, dan tersenyum sambil menutup wajahnya dengan selimut karena malu.


"hemmm... akhirnya kau menemukan nya, dan terdengar kesal, a-pa dia melakukan hal buruk padamu?" tanya Zhou Lu Zi, sedikit gugup mengingat mereka sudah berciuman, dan mungkin saja Zhi Yuan mengingat nya.


"Hal buruk? mungkin saja, wanita itu sedikit menggigit bibir ku, dan juga dia seperti tidak bersalah saat menyemburkan minuman dari bibirnya ke wajahku, dan memaksa untuk menukar pakaian kami, saat pakaian nya basah, meski memiliki pusar yang indah dan dia juga memiliki...." ucapan Zhi Yuan terpotong dengan suara Zhou Lu Zi di kepala nya, dengan sedikit berteriak.


"Cukup.... tidakkkk... ehemmm... maksud ku itu wanita yang sangat buruk, kau tidak perlu menceritakan nya begitu detail," ucap Zhou Lu Zi, menutup bibirnya nya yang terbuka dengan jemari nya.

__ADS_1


Wanita itu keluar dari ranjang hangat nya tidak mempedulikan ucapan Zhi Yuan lagi, berlari ke arah tempat pakaian nya dan memeriksa semua pakaian nya dan benar saja sebuah pakaian pria terselip di sela-sela pakaian milik nya dan seperti tidak sabar wanita itu menghamburkan semua pakaian itu dan mengambil pakaian Zhi Yuan dengan tangan gemetar.


"oh.... tidak, sekarang aku mengingat nya, jadi dia sudah melihat milik ku," batin Zhou Lu Zi melihat dua gunung kencang nya dan merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, gunung itu makin mengencang dan begitu sensitif serta pucuk yang membuat nya begitu geli.


Bibir Zhou Lu Zi terbuka, disertai lenguhan pelan.


"Aahhh..."


"Apa ini? kenapa aku merasa aneh, saat membayangkan kami berdua melepas pakaian di tempat itu," batin wanita itu.


Esok harinya beberapa dayang berkumpul di luar ruang tidur Ibu Suri, mereka berlutut dengan tubuh gemetar penuh ketakutan, terdengar beberapa barang dihancurkan, dan seorang wanita di dalam ruang tidur itu terlihat seperti orang gila, masih mengenakan pakaian tidur dengan rambut panjang acak-acakan, hanya duduk di sudut ruangan nya.


"Zhi Yuan lepaskan pakaian mu dan berikan padaku! aku tidak bisa mengenakan pakaian basah ini," ucap Zhou Lu Zi memaksa melepaskan jubah pemuda itu yang hanya menunduk. Zhou Lu Zi berdiri melepaskan pakaian atas nya,


"Penghibur tengik, kau jangan mengintip ku! meski kau pria penghibur ku, tapi tingkatan mu belum bisa melakukan ini," teriak Zhou Lu Zi yang seperti tidak peduli dan mengenakan jubah Zhi Yuan menutupi gunung nya, yang sebagian masih tertutup pakaian dalam nya, bahkan wanita itu seperti sengaja memperlambat gerakan nya, ingin melihat reaksi Zhi Yuan yang memejamkan matanya.


***


Zhou Lu Zi menggeleng di sudut ruangan nya, dengan mata terpejam.


"haahhhh..... aku sudah kehilangan harga diriku yang selama ini aku bangun sebagai wanita menakutkan," batin Zhou Lu Zi dengan tatapan kosong.


"Tidak.... kami tidak sampai melakukan hal-hal bodoh bukan?" batin Zhou Lu Zi, wajahnya kosong penuh ketakutan.


"A-pa kami sudah melakukan nya? kenapa aku tidak merasakan nya?" batin wanita itu lagi dan mencoba mengingat kejadian malam itu dengan wajah hampir menangis.


Tiga hari Zhou Lu Zi tidak keluar kamar, wanita itu keluar saat mantan Ibu Suri mengunjungi nya, dan memaksa menerobos ruang tidur dan menenangkan menantunya itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2