
Huang Jong mengangguk seperti bocah, memeluk kristal itu menatap ke arah hakim senior,
"Tuan hakim ini lebih dari cukup, aku menerima pelunasan hutang ini secara menyeluruh," ucap Huang Jong begitu gugup tidak ingin pemilik kristal itu membatalkan penawaran nya.
Pejabat Biro peradilan itu mengangguk, terlihat sedikit ketakutan namun pria itu harus mengumumkan nya, sesekali matanya menatap pria mengenakan caping bercadar, tidak tahu harus berbuat apa, pejabat tua itu menggelengkan kepalanya,
"aaahhh... tuan Huang Jong sudah menerima batu itu, seperti aturan pelunasan secara menyeluruh mendapatkan prioritas... ucap pejabat itu terhenti oleh teriakan pelayan tua itu.
"200. 000, tidak 1 juta koin emas," ucap pria tua setengah membungkuk itu, penuh dengan tekanan, yang mendengar bisikan dari pria bercaping itu.
Semua orang terdiam, bahkan pangeran Qing Fan yang merupakan kerabat Kekaisaran hanya menggeleng dan menunduk tidak berani menatap pria tua yang naik ke atas panggung itu.
Hakim senior Biro peradilan itu merapikan penutup kepala yang tampak miring karena begitu pusing karena melibatkan seorang penguasa tertinggi.
"aaahhh... tuan, tapi ini adalah lelang pelunasan hutang, anda tidak bisa melebihi jumlah hutang dari tuan Li Zhen Chan, maafkan aku, pemilik batu mulia penawar pertama, dan anda tahu aturan nya, aturan tetap harus di taati oleh semua orang," ucap pejabat Biro peradilan itu yang terlihat begitu gugup.
Pria tua itu mengepalkan telapak tangannya, energi mematikan begitu terasa, dan menurunkan suaranya seperti berbisik.
__ADS_1
"Tuan hakim senior ini hanya permainan kecil bagi kami, berhati-hati lah dengan keputusanmu, kita tidak akan tahu nasib dari keluarga mu jika kau masih berpikiran naif seperti ini, hihihi...." ucap pria tua itu tertawa terkekeh, kepalan tangan nya siap membunuh pendekar ahli dalam satu pukulan.
Hakim tua itu memejamkan matanya dan mengangguk, karena tahu betul kekuatan kultivator dari Kasim itu serta kekuasaan yang sudah menggurita di kekaisaran Qing, dan membuat hakim tua itu mulai mengeluarkan suara berat yang sedikit bergetar.
"Tuan Kasim kepala, jika ini sebuah permainan seperti yang anda katakan, tentunya ada hal yang harus di perhatikan salah satunya lawan kita, saat ini aku tahu betul siapa lawan ku, tapi anda sendiri seperti nya yang melupakan siapa lawan anda, biro peradilan masih di kuasai gunung Huanlun, kita tidak pernah tahu nasib keluarga mu jika menyentuh keluarga ku, aku dengar penguasa saat ini begitu haus darah, bahkan aku dengar Kaisar saat ini sedang mencari muka di depan penguasa istana Giok itu," ucap pejabat senior itu, dengan intonasi naik turun begitu tepat dan dingin, dan sudut mata menatap ke arah seorang wanita tua yang terlihat seperti elang kurus siap menerkam mangsanya.
Senyum culas Kasim kepala tiba-tiba lenyap, saat sudut matanya menatap tetua dari istana Giok itu, yang terlihat lebih marah dari nya, dan juga seluruh penduduk menyaksikan acara itu, membuat pria tua itu mengurungkan niatnya, dan pria bercaping itu meninggalkan tempat nya di ikuti puluhan pengawal yang terlihat begitu sigap.
Pria tua itu meninggal tempat itu dan tampak semua orang kembali bisa bernafas, dan Huang Jong ingin mendekati Zhi Yuan namun pemuda itu menjaga jaraknya, agar tidak di kenali bergerak ke samping Hua Mulan menjauhi Huang Jong.
Seorang bangsawan yang terlihat berpakaian begitu mewah, naik ke atas panggung mendekati Zhi Yuan,
"Huang Jong, kau jangan mengada-ada, batu itu melebihi ucapan kotor mu itu, tu-an aku akan membayar setengah batu itu, izinkan aku datang kekediaman anda nanti malam, tentu saja tidak dalam bentuk emas, tapi aku memiliki banyak penginapan mewah, dan rumah hiburan terbesar di ibukota, aku mohon batu itu begitu aku ingin kan untuk ayah ku, harta ku tidak bisa menambah usia ayah ku yang sudah begitu tua, aku mohon tuan, anda boleh memilih apapun dari hartaku," ucap bangsawan itu.
Namun tampak wajah Huang Jong terlihat begitu kesal, dan memeluk kristal itu lebih erat.
"Aku tidak akan memberikan padamu setengahnya lagi, saudara Ling aku akan membeli seluruh kristal ini," ucap Huang Jong.
__ADS_1
"Dasar serakah, ingat benda itu hanya milikmu sebagian kecil, lihat seberapa hebat kau mempertahankan nya," ucap bangsawan Ling.
Pria itu melangkah ke arah pejalan Biro tampak pejabat berwajah bengis itu, begitu sungkan kepada bangsawan bermarga Ling itu.
Kedua bangsawan itu terlihat beradu mulut, dan keduanya mendekati Biro peradilan itu, untuk mencapai kesepakatan, tidak lama pejabat itu menengahi nya dan terlihat bangsawan Ling memiliki kekuasaan melebihi Huang Jong yang terlihat kesal, dan mereka semua menulis di selembar kertas baru.
Tampak beberapa pejabat itu juga ikut menulis di atas kertas, dan tampak begitu sibuk, beberapa ahli batu mulia datang mendekat ke pejabat biro itu dan merinci harga batu roh itu, pejabat itu mulai berteriak-teriak memarahi semua orang, dan mulai mengumumkan jika Zhi Yuan akan pemilik semua barang jaminan itu, jika Li Zhen Chan tidak berhasil melunasi semua hutang dalam 10 hari.
Hua Mulan masih berlutut dan saat selesai berdoa wanita itu merasa begitu ringan, kantung matanya, hidung serta bibir nya semakin memerah karena menangis, namun kali ini wajahnya terlihat berlipat-lipat semakin berseri. Hua Mulan menatap ke samping kanannya melihat pria yang sudah membelinya, wajah wanita itu sedikit mendongak, menatap Zhi Yuan, telinga nya sudah tidak mendengar kegaduhan para bangsawan dan pejabat itu, senyuman indah penuh makna kembali muncul di bibir wanita itu, kedua bola mata indah itu terus saja mengawasi setiap gerak dari wajah Zhi Yuan dengan sedikit poni yang acak-acakan menutupi wajahnya karena terburu mengikat rambut nya, pemuda yang mengenakan cadar itu sesekali berteriak kesal kepada pejabat biro peradilan itu, yang ingin tahu asal-usul dari nya.
ilustrasi Hua Mulan. ( saat cinta menyentuh mu, percayalah air mata juga akan mengikuti)
"hihi.. sejak kapan dia bisa mempesona seperti itu? hatiku terasa begitu sesak setiap memikirkan nya," batin Hua Mulan, dan tanpa sadar wajah nya tersipu saat mata kedua nya saling bertatapan sesaat, dan dengan cepat menatap ke arah lain.
Wanita menundukkan kepalanya, namun matanya masih belum puas menatap Zhi Yuan.
__ADS_1