
Kuil Suci Teratai emas.
Setiap satu jam dalam sehari Zhi Yuan dialiri energi qi murni oleh Biksu Besar Luo, namun dengan penuh kehati-hatian mengingat bocah itu memiliki tulang sutra, membuat nya kini terlihat segar dan sehat.
Setelah sebulan Zhi Yuan selesai menjalani pemurnian jiwa, kini sepenuhnya bocah itu menjadi pelayan kecil di Kuil Suci Teratai Emas, dan di pagi hari bocah itu harus ke Sekte Pedang Langit untuk belajar di ranah pendekar dasar.
Pagi itu Zhi Yuan tidak belajar ke Sekte Pedang Langit, dia memiliki banyak waktu untuk bekerja sebagai pelayan, dan kini bocah itu sudah berada di bagian belakang kuil.
Zhi Yuan menatap sekeliling sambil memegang gagang sapu nya, mata kehijauan nya begitu takjub dengan pemandangan di tempat itu.
Halaman belakang merupakan tempat paling luas di kuil itu, dan hampir keseluruhan nya adalah telaga, dan di tumbuhi ribuan pohon teratai, namun sayangnya sebagian besar tanaman itu terlihat coklat dan bahkan hitam, hanya sedikit yang terlihat segar, dan teratai itu memiliki bunga yang begitu indah berwarna putih bersih namun berwarna keemasan di ujung dan juga dasar-dasar kelopak bunga membuat nya terlihat begitu indah dan mewah.
"andai saja semua tanaman ini segar dan berbunga," batin Zhi Yuan, dan kembali menyapu lantai tidak jauh dari telaga itu
Sebuah jembatan kayu membentang membelah tepat di tengah-tengah telaga itu, dan di ujung jembatan kayu itu terdapat halaman cukup luas lain nya yang di tumbuhi beberapa pohon besar di sekitar nya, hanya sebuah kuil tua yang berada di halaman itu, dan kuil yang seperti tidak terawat itu bagian belakang nya menempel pada tebing.
Zhi Yuan melihat dua orang pelayan membawa ember kayu seperti tempat untuk meletakkan makanan, wajah keduanya terlihat begitu ketakutan dan keringat dingin membasahi wajah mereka, dan kedua pelayan itu tampak begitu enggan menyebrangi jembatan kayu itu, sesekali menatap ke arah Zhi Yuan.
Kedua pelayan itu berhenti dan saling berbisik.
"hei adik kecil kemarilah," teriak salah seorang dari pelayan itu, sambil melambaikan tangan ke arah Zhi Yuan.
Zhi Yuan mengangguk dan mendekati kedua pelayan itu.
"kakak, apa kau memanggilku?" ucap Zhi Yuan seperti tidak yakin karena ini pertama kali nya mereka bertemu.
"iya, kami memanggil mu, apa kau melihat orang lain selain kita di tempat ini?" ucap pelayan itu dengan tatapan kesal.
Zhi Yuan hanya mengangguk,
"baiklah, hari ini kau di tugaskan membawakan ramuan ini untuk biksu di dalam kuil itu, apa kau mengerti?" ucap pelayan itu, sambil menunjuk kuil tua di ujung jembatan kayu itu.
"Baiklah kakak, aku akan membawa nya, tapi Biksu yang mana harus aku bawakan?" tanya Zhi Yuan.
"Pelayan kecil kau jangan banyak bicara, kuil itu sangat kecil dan tua, kau hanya tinggal meletakkan tempat makanan ini di atas meja batu di belakang patung besar," ucap pelayan itu seperti begitu senang.
__ADS_1
ketiganya menyebrangi jembatan itu, mendekati kuil yang atap nya sudah hancur di beberapa bagian, tampak tali-tali besar yang digantungi lonceng-lonceng kecil terlihat begitu kokoh mengikat ujung atas pilar-pilar kuil, dan ujung lain dari tali-tali itu di ikat di pohon-pohon tua di sekitar kuil itu.
Mereka bertiga berhenti di depan pintu, angin tiba-tiba berhembus, dan lonceng-lonceng kecil mulai bergoyang dan mengeluarkan suara berdenting membuat suasana menjadi berbeda, mereka seperti berada di alam lain.
Wajah kedua teman baru Zhi Yuan mulai memucat lagi, keduanya menelan ludah namun hal itu seperti begitu sulit di lakukan, dan seperti menguatkan tekad salah seorang mendorong pintu utama kuil tua itu.
"Wussshhhh......" angin berhembus keluar dari Kuil tua itu, di barengi debu dan daun kering ikut tersapu keluar dari dalam ruangan membuat ketiganya menahan nafas mereka.
"huffff...." ucap kedua teman Zhi Yuan menutup hidung mereka bersamaan, dan mundur beberapa langkah, bau begitu busuk tercium dari dalam kuil tua itu, hanya Zhi Yuan seperti tidak mencium aroma apapun.
"Adik kecil waktu kita tidak banyak, cepat kau bawa tempat makanan ini ke belakang patung besar itu," ucap salah seorang pelayan dan memberikan ember kayu kepada Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya mengangguk dan menerima ember kayu dari kedua senior nya itu, dan melangkah ringan melewati aula pemujaan dengan latar patung Biksu berukuran raksasa yang terbuat dari tembaga.
Kedua pelayan itu saling menatap,
"apa hidung bocah itu rusak?" ucap salah seorang pelayan kepada rekan nya.
"itu tidak penting adik, setidaknya mulai saat ini ada yang menggantikan kita melakukan tugas mengerikan ini," ucap pelayan yang satu nya.
"aku harus meletakkan tempat makanan ini di atas meja batu," ucap Zhi Yuan dan mencari keberadaan sebuah meja batu.
Langkah nya terhenti dan melihat sebuah meja sekitar dua puluh meter dari mulut gerbang.
Zhi Yuan mendekati meja batu itu, dan memasuki ruangan yang lebih mirip seperti lorong yang ke semua dinding nya terbuat dari batu, di samping meja batu itu terdapat dua bangku kecil dan tidak jauh terdapat bangku panjang dan kesemuanya terbuat dari batu, penerangan di tempat itupun begitu minim, hanya beberapa obor api abadi di dinding yang menerangi tempat itu, namun aneh nya meski terlihat begitu pengap, namun tempat itu memiliki sirkulasi udara begitu baik, seperti ada celah-celah yang sulit di lihat di dinding remang itu.
Setelah meletakkan tempat makanan itu di atas meja batu, mata nya menatap sekeliling, rasa penasaran nya mencari seorang sosok yang di bawakan ramuan oleh nya.
Mata bocah itu mulai menyesuaikan dalam kegelapan, dan tampak jeruji besi di sudut lorong itu. tiba-tiba sebuah tangan keriput melewati celah dari jeruji besi itu, dan jemari panjang berwarna pucat seperti mayat dengan kuku panjang berwarna hitam mulai bergerak.
Asap berwarna putih mulai keluar dari telapak tangan itu dan bergerak ke arah Zhi Yuan, membuat bocah itu bergerak mundur dan terjatuh.
Zhi Yuan mencoba berdiri dan berusaha meninggalkan lorong itu, namun asap putih itu sudah melilit leher dan dadanya, membuat bocah itu melayang di udara.
Kedua pelayan yang mulai kebingungan karena Zhi Yuan belum keluar dari Kuil itu terlihat panik,
__ADS_1
"kakak apa yang harus kita lakukan? seharusnya kita memberitahu bocah itu untuk tidak berlama-lama di meja batu itu," ucap salah satu pelayan itu yang terlihat lebih muda dari rekan nya.
"tenang lah, sebaiknya kita pergi dari tempat ini, dan berpura-pura tidak terjadi sesuatu, tidak ada yang akan mempedulikan hilangnya seorang pelayan kecil di tempat ini," ucap pelayan yang lebih tua, dan menutup pintu kuil itu dan dengan cepat meninggalkan lokasi itu.
Tubuh Zhi Yuan kini menempel di jeruji besi itu, dan mata bocah itu mulai dapat melihat dengan jelas sesosok mahluk berkerudung yang mengenakan pakaian tebal seperti selimut yang sudah compang-camping, dan dibeberapa bagian pakaian tebal itu tampak basah oleh cairan lengket, bahkan terlihat cairan lengket itu menggenangi lantai dari ruangan berjeruji itu.
Mahluk itu mulai merangkak lebih mendekati tubuh Zhi Yuan.
"aahhhh....." terdengar suara nafas dari balik kerudung itu, dan mendekatkan wajahnya nya kearah wajah Zhi Yuan.
"seperti nya kali ini aku mendapat daging mentah dan segar," ucap sosok berkerudung itu, suaranya terdengar begitu serak dan menggema di seluruh lorong batu itu.
"Biksu tetua maafkan aku ," ucap Zhi Yuan yang mulai memejamkan matanya karena sudah tidak mampu bergerak lagi.
Sosok berkerudung itu hanya mendengus,
"Biksu? aahhh seperti nya aku mendapat makanan yang bodoh," gumam mahluk itu terdengar sedikit kesal.
"Sebelum kau aku makan katakan bagaimana kau bisa menghindar dari serangan pertama ku?" tanya sosok itu.
Zhi Yuan mencoba melepaskan diri dari ikatan asap putih itu lagi, jemari kecil nya mencoba memegang asap di leher nya namun asap itu tidak bisa di pegang nya karena tembus oleh jemari bocah itu.
Sosok berkerudung itu sedikit terkejut melihat gerakan tangan bocah itu, dan melonggarkan cekikan asap di leher bocah itu, dan memposisikan tubuh Zhi Yuan berdiri di udara, membuat bocah itu sedikit lebih tenang.
Sosok itu memainkan jemarinya sekarang sebuah asap yang lain bergerak-gerak di depan wajah Zhi Yuan,
Zhi Yuan menggerakkan wajah nya menghindari asap putih yang menari-nari di depan nya,
"ini menarik, kau bisa melihat aliran qi milik ku," ucap suara serak di udara.
"baiklah bocah, aku menarik ucapan ku tadi, aku tidak akan memakan mu, cepat bawakan ramuan ku," ucap sosok itu, dan melepaskan Zhi Yuan.
Bocah itu sedikit terhuyung dan dengan cepat mengambil sebuah mangkuk dari ember kayu yang di bawa nya, serta mengeluarkan mangkuk dan meletakkan nya di luar jeruji besi itu karena mangkuk itu terlalu lebar untuk bisa melewati celah jeruji yang sempit.
Jemari kanan sosok itu mulai memegang mangkuk itu, sedangkan tangan kirinya membuka kerudung kotor dari kepala nya, dan kini Zhi Yuan mulai dapat melihat wajah dari sosok itu, membuat nya semakin terkejut.
__ADS_1
"kau bukan Biksu," ucap Zhi Yuan