Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 159 - Kaisar pengganti.


__ADS_3

Adik ku memilih mu sebagai suami, dan mati di alam tengah, tapi darahnya masih bisa aku rasakan dari tubuh mu, jagalah jiwa mu dengan baik, adikku Zhang Ziyi sudah banyak berkorban untuk mu," ucap Dewi itu.


Zhi Yuan membungkuk, memberi hormat pada wanita itu, mata nya memerah mendengar nama Zhang Ziyi yang sudah begitu lama tidak di dengar nya, dan wanita itu hanya mengangguk, namun mata Zhi Yuan teralihkan oleh seluruh warna di tempat itu mulai pudar dan daerah yang jauh terlihat hanya hitam dan putih.


"Zhi Yuan, Awal nya aku datang berniat membantu mu, tapi sepertinya kau sudah menyelesaikan masalah mu sendiri, tinggal satu masalah lagi, sekarang ini bukan lagi mimpi mu, tapi mimpi manusia mati itu waktu mu di tempat ini sangat sempit, sebelum tubuh nya benar-benar mati, aku akan membantu mu keluar," ucap Dewi mimpi, dan warna hitam putih itu semakin dekat ke arah mereka.


"yi'er... apakah aku bisa bertemu dengan adik anda Dewi?" tanya Zhi Yuan.


"Apa kau benar-benar sebodoh itu? sepertinya sia-sia adikku melakukan pekerjaan besar untuk mu," ucap Dewi mimpi terlihat kesal.


"Dewi apa maksud anda?" tanya Zhi Yuan.


"Dengar ipar bodoh, adik ku sudah memperhitungkan semua nya, dia mengelabui Dewa kematian, menyembunyikan mu dari neraka, dan darah kalian yang bercampur membingungkan enam jalur reinkarnasi, dan hanya menghisap jiwa adikku saja, kau sangat beruntung memiliki istri seperti itu, dan aku akan merasa bersalah jika kau mati dengan tehnik kakak nya sendiri, tapi tentang pedang itu, aku tidak tahu bagaimana kau bisa menggunakan nya, jangan berusaha menarik nya ke dunia mu, karena pedang itu memiliki jiwa, dan sudah melahap bintang iblis, tidak ada yang tahu akibat nya, bahkan dewa sekalipun, jadi sebaiknya jangan, dan sekarang kau harus pergi," ucap Dewi mimpi, merapatkan dua jemari di depan bibirnya sambil mengucapkan beberapa kalimat suci yang menggema di seluruh tempat itu, hanya tubuh wanita itu yang memiliki warna sedang di sekitar nya sudah tidak berwarna lagi.


"tunggu Dewi, apa maksud mu Dewi Zhang Ziyi telah bereinkarnasi?" tanya Zhi Yuan, namun semuanya sudah mengabur, dan pemuda itu terbangun dari mimpi nya.


Mata menatap darah di mejanya, yang keluar dari pipinya, tubuhnya terasa perih meski tidak terlihat luka sayatan, terdengar sayup-sayup tangisan Bai Fang di ikuti dengan umpatan mabuk nya.


Zhi Yuan kembali memeriksa nadi dan tulang nya, memejamkan matanya melihat Dantian nya,


tampak telaga besar yang berisi energi qi itu mulai cembung ke atas memenuhi Dantian nya,


"ini sangat aneh, seharusnya energi qi itu sudah tumpah keluar telaga itu," batin Zhi Yuan.

__ADS_1


"tulang ku mulai sedikit retak di beberapa tempat, jumlah energi qi hampir menembus ranah legenda, ini hanya perlu dua bulan," gumam Zhi Yuan menatap gelangnya.


"roh gelang, apa yang kau lakukan jika usia mu tinggal dua bulan lagi?" tanya Zhi Yuan.


"dua bulan? tidak...... A-ku akan melakukan apapun yang aku suka selama sisa waktu itu," ucap Zhou Lu Zi, tatapan wanita itu begitu kosong, dan kemudian memejamkan matanya.


******


Istana mulai terlihat begitu tegang, akibat racun dari pangeran Qing Fan yang sudah pada titik kematian di tubuh Kaisar muda, Kaisar itu mulai tidak sadarkan diri, dan kabar itu terdengar di telinga Ibu Suri Zhou Lu Zi, wanita itu melangkah begitu cepat menuju Paviliun milik Kaisar.


Ratusan pengawal menerobos penjagaan ketat Paviliun Kaisar, puluhan dayang berbaris di pintu menuju kediaman itu, berlutut saat melihat Zhou Lu Zi melangkah cepat di kawal pasukan elit kekaisaran.


ibu kandung dari Kaisar tampak terlihat begitu sedih, matanya bengkak dan sedikit berlari menghampiri kedatangan Zhou Lu Zi,


"Yang Mulia... tolong selamatkan putera ku," ucap ibu kandung dari Kaisar.


"Ini adalah kesehatan Yang Mulia Kaisar, kita akan melakukan yang terbaik," ucap Zhou Lu Zi, dan melangkah masuk dan menatap ranjang Kaisar, puluhan tabib menyingkir memberi jalan, Zhou Lu Zi mendekati Kaisar yang terbaring tidak sadarkan diri, jemari putih bersih wanita itu memegang jemari Kaisar yang begitu dingin dan lemas.


"katakan tabib apa yang terjadi?" ucap Zhou Lu Zi menatap wajah Kaisar yang pucat tidak berdaya.


kami sudah melakukan semua metode, namun tidak berhasil, racun di otak Kaisar tidak mampu kami keluarkan, dan Yang Mulia Kaisar... Yang Mulia Kaisar tidak akan bertahan lama," ucap tabib yang terlihat paling senior, dan berlutut di ikuti oleh semua orang.


Seorang Penasehat tua melangkah,

__ADS_1


"Yang Mulia Ibu Suri, anda sudah mendengar ucapan tabib, ada baiknya jika anda mulai memikirkan secara serius penunjukkan Kaisar pengganti," ucap Penasehat tua itu.


Tampak ibu kandung dari Kaisar semakin kalut dan menangis di pojokan ruangan itu,


Zhou Lu Zi mengangkat satu tangan nya ke arah Penasehat tua itu.


"Penasehat... aku mengerti maksud mu, tapi bukan kah itu terlalu dini, dan tidak seharusnya membicarakan hal seperti itu di ruangan ini," ucap Zhou Lu Zi membuat Penasehat tua itu mengangguk dan berlutut, menyadari kesalahannya.


Zhou Lu Zi menyentuh kening Kaisar muda itu,


"Ini akan menahan nya untuk sementara," ucap Zhou Lu Zi melepaskan seluruh energi qi yang di milikinya di aliran Meridian nya.


"Dalam tiga hari racun itu akan tidak bereaksi, namun Yang Mulia tidak akan sadar, tubuh nya akan merosot, tabib masukan pil penahan daya tahan tubuh," ucap Zhou Lu Zi, dan tampak tabib kepala mengangguk dan mempersiapkan pil yang dimaksud oleh Zhou Lu Zi.


Zhou Lu Zi masih menggenggam tangan lemah itu, mata nya memerhatikan wajah Kaisar, dan beralih ke Ratu yang masih belia, duduk berlutut sambil menangis, membuat hatinya begitu tersentuh.


"Meski aku tidak mengerti tentang pengobatan, tapi Mulia Kaisar masih bisa di sembuhkan, aku sangat yakin, Ming Lan kau tahu harus berbuat apa," ucap Zhou Lu Zi menatap keluar ruangan dan seorang wanita yang di sebut namanya itupun masuk.


Penasehat Ming membungkuk begitu sopan.


"Aku akan melaksanakan nya, Yang Mulia, tapi...," ucapan Penasehat Ming terputus oleh suara Zhou Lu Zi yang sedikit tinggi.


"Ming Lan...." teriakan Zhou Lu Zi menggema di ruangan itu, membuat seluruh orang yang seperti berhenti bernafas.

__ADS_1


"Untuk kali ini, tidak ada kata tapi, apa kau mengerti?" ucap Zhou Lu Zi dengan nada begitu rendah, menatap Penasehat Ming penuh ancaman dengan alis terangkat.


"baik Yang Mulia Ibu Suri, aku akan berangkat sekarang," ucap Penasehat Ming


__ADS_2