
"Hahaha.... kau tidak takut dikhianati oleh wanita yang kau cintai, tapi ketakutan terbesar mu adalah menjadi pembunuh wanita hamil dan anak-anak, dan kau sudah melakukan nya, saat ini seharusnya kau bunuh diri dan semuanya berakhir, itu takdir yang ku buat untuk mu, takdir paling memalukan bagi assassin seperti mu, namun sayangnya kau menyadari jika ini mimpi, tapi meski seperti itu kau tidak akan bisa melakukan apapun, karena ini adalah dunia yang aku persiapkan untuk mu, nikmati kematian mu, karena semua pria di dekat wanita ku akan aku bantai tanpa perlawanan seperti mu saat ini, " ucap Lu Muzhong, namun hanya terdengar suara nya saja.
"Kita berdua merupakan assassin, dan kita lakukan seperti cara kita, jangan merusak martabat kita dengan hal keji seperti ini," ucap Zhi Yuan begitu pelan mulai berdiri, tubuh nya terlihat gontai karena sudah melakukan perbuatan yang sangat ditakuti nya.
"hahaha.... awalnya aku ingin membunuh mu dengan begitu menyakitkan, tapi mendengar ucapan mu, aku akan mengabulkan nya, kita akan bertarung seperti layaknya seorang assassin," ucap Lu Muzhong dan muncul dengan wajah yang sangat tampan dan begitu muda, keduanya memiliki gaya rambut terikat di atas kepala, dengan pedang pendek dan memiliki bilah kecil, pria itu berjongkok di atas sebuah atap rumah, seperti binatang buas mengawasi mangsanya.
Angin berhembus kencang, mengoyang-goyangkan rambut halus keduanya, pemuda itu menatap pedang berlumuran darah bercampur butiran salju di tangan kanan nya yang selalu setia menemani pertarungan selama ini,
"Membunuh cepat, 121 titik kematian, bertarung sampai akhir," batin Zhi Yuan.
"Apa kau sedang menghapal teknik dasar assassin? jangan terkejut aku bisa mengetahui isi kepala mu, termasuk semua tehnik senjata dan tipu daya mu, pikiran adalah sumber kemenangan, katakan bagaimana kau bisa memenangkan pertarungan melawan Dewa pikiran seperti ku, aku sudah tahu gerakan yang kau gunakan, bahkan kecepatan mu sudah dapat aku hitung terlebih dahulu, jadi pertarungan ini akan sangat membosankan untuk ku," ucap Lu Muzhong sambil berpura-pura menguap.
Zhi Yuan hanya tersenyum,
"cih... Dewa pikiran? baiklah... mendengar omong kosong mu itu, seperti nya ini akan terjadi pertarungan singkat, dan hanya ada dua aturan untuk menghadapi mu, pertama aku tidak boleh menyerah, dan kedua harus selalu mengingat aturan pertama," ucap Zhi Yuan melesat ke udara, melepaskan delapan belas perubahan pedang nya ke arah Lu Muzhong.
Delapan belas energi pedang berputar kesegala arah, bahkan salah satu pedang energi itu masuk ke dalam tanah, pedang-pedang energi itu bergerak menghancurkan jalanan dan tembok bangunan yang di lewati nya, seperti mencari posisi untuk mengurung Lu Muzhong, dan mencari titik buta dari Pria itu, dan di waktu bersamaan ke delapan belas Pedang energi itu melesat ke satu titik itu,
"bommmmm......"
Atap rumah itu terlihat berhamburan, dan hancur menjadi serpihan kecil yang bertebaran ke segala arah,
Lu Muzhong masih berjongkok melayang terlihat tenang, tanpa terluka sama sekali,
__ADS_1
"Pedang muda yang sangat menakutkan, jika di dunia nyata mungkin aku akan mati dalam sekali serangan, tapi di tempat ini aku tidak bisa mati, seberapa besar pun usaha mu semua akan sia-sia, meskipun aku mati kau tetap saja akan mati bersama ku, jadi aku sangat yakin hari ini adalah hari terakhir mu, peluang mu untuk hidup hanya satu persen itupun jika aku mengampuni mu," ucap Lu Muzhong, yang sudah menghitung seperti semua assassin lakukan.
Lu Muzhong melesat dengan mencabut pedang di pinggang, pria itu menyerang dengan serangan dasar, namun kecepatan jauh melebihi kecepatan Zhi Yuan, membuat pemuda itu sudah dipenuhi luka sayatan, dan sebuah tebasan kencang di dada pemuda itu, yang masih berhasil di tahan oleh Zhi Yuan namun energi Lu Muzhong begitu besar, membuat Zhi Yuan terlempar dan membentur bangunan kuil, dalam sedetik hampir setengah dari kuil itu menjadi kawah, dan detik berikutnya seluruh kuil itupun runtuh.
"dia berhasil menangkis daerah-daerah mematikan nya, ini adalah kecepatan hanya dalam imajinasi, namun pemuda ini mampu melakukan nya dengan sangat baik, dan yang terburuk pemuda itu bahkan berhenti berpikir, jadi aku tidak mengetahui muslihat nya, atau mungkin dia sudah putus asa," batin Lu Muzhong, tersenyum lebar seperti orang gila.
Zhi Yuan berdiri dengan gontai, dan mengusap darah dari sudut bibirnya, pemuda itu kehilangan banyak darah,
"Pedang kesedihan jangan mengecewakan ku kali ini," gumam Zhi Yuan.
"Tehnik Dewa penebar Salju," gumam Zhi Yuan pelan, memejamkan matanya dengan dua tangan memegang gagang pedang panjang nya.
Dan tiba-tiba Zhi Yuan sudah lenyap dari dasar kawah itu, dan sebuah cahaya bulat seperti bulan sudah berada di atas kepala Lu Muzhong, melepaskan ribuan pedang energi dari atas, Kilauan cahaya kebiruan memenuhi tempat Lu Muzhong berdiri, energi besar di tubuh Zhi Yuan bersinar menyerupai bulan mulai berubah menjadi seekor serigala bersinar biru melesat ke bawah kearah Lu Muzhong melapisi tubuh nya dengan perisai berbentuk bulatan dan tertawa menari di sela-sela hujan pedang energi itu, yang tidak mampu menembus perisai nya.
"zreebbbb......" sebuah pedang lain menembus tepat di jantung nya.
"aaakkhhhhh..... darah menyembur dari bibir Lu Muzhong, dan pria itu terlempar beberapa meter dengan pedang masih tertanam di tubuhnya.
"bocah apa yang kau lakukan? bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Lu Muzhong, tidak percaya
matanya terbelalak menatap pedang yang beruap hitam di dadanya.
"i-ni bukan pedang kesedihan? meski terlihat sama tapi... aahhhkkk...." Lu Muzhong tersengal seperti kehabisan nafas.
__ADS_1
Zhi Yuan juga baru sadar jika pedang kesedihan nya masih di tangan kanan nya, dan satu pedang yang sangat mirip itu sudah membuat Lu Muzhong merenggang nyawa.
"Apa yang terjadi? aku seperti tanpa sadar melakukan serangan ke dada orang itu," batin Zhi Yuan.
Dan tiba-tiba sebuah cahaya muncul di hadapan keduanya, dan berubah menjadi seorang wanita yang begitu cantik, dengan rambut panjang dan sebagian terikat indah di atas kepala nya, lengkap dengan mahkota yang begitu sesuai, pakaian nya sedikit terbuka dengan paduan beberapa logam indah di beberapa tempat menunjukkan jika pakaian itu bukan buatan alam manusia.
Wanita itu menatap ke arah Lu Muzhong
"Lu Muzhong aku datang untuk mengambil kemampuan yang aku ajarkan kan untuk mu karena waktu mu sudah habis, kau bahkan mati di dunia dimana kau sebagai penguasa, sangat memalukan," ucap wanita itu, dan sebuah cahaya kehijauan melayang dari tubuh tidak bernyawa Lu Muzhong.
Bibir Zhi Yuan terbuka tidak pernah melihat wanita secantik itu,
"Ini adalah mimpi, kau akan bereaksi seperti apa yang otak mu rasakan, kau tidak akan mampu menekan dengan emosi apapun, semua nya akan terlihat, jadi tidak perlu terlalu malu," ucap Dewi itu.
Zhi Yuan dengan cepat menunduk, dan begitu malu karena tidak sopan menatap wanita seperti reaksi nya barusan.
"Kau bisa menang, karena kau bertarung tanpa berpikir, membuat Lu Muzhong hanya menahan semua gerakan mu yang terlihat, namun naluri assassin yang ada di alam bawah sadar mu menuntun mu melakukan serangan terakhir itu, sehingga kau bisa membunuh nya, dan pedang itu adalah pedang yang tepat, karena jika pedang biasa tidak akan mampu melukai Lu Muzhong," ucap wanita itu.
"Pedang yang tepat?" gumam Zhi Yuan dengan kening berkerut,
"Aku sangat tidak percaya pedang itu muncul di alamku, itu adalah pedang gerbang mati, aku sangat mengingat kejadian saat pedang menakutkan itu menghisap sebuah bintang yang mendekat ke alam langit, membuat nya sekarang di penuhi uap hitam, hanya pedang itu yang mampu membunuh apapun di dunia manapun," ucap Dewi cantik itu.
"Nyonya siapa anda?" tanya Zhi Yuan.
__ADS_1
"Kau tidak mengenali ku? aahhh meski kami selalu saling memaki saat bertemu, tapi aku tidak menyangka jika adik ku benar-benar tidak berbakti padaku, aku sangat memanjakan nya bahkan kami seperti teman dari pada kakak dan adik, aku adalah Dewi mimpi," ucap wanita itu.