
Zhi Yuan berdiri gontai di bantu paman Kwan Lu, bukan pertarungan dan luka yang membuat nya terlihat kelelahan, tapi hatinya mulai remuk, tidak percaya wanita yang selalu membantu nya dari kecil kini tidak peduli meski dirinya mati , setetes darah berwarna keemasan, terlihat keluar dari pipinya, terbayang saat dirinya berusia 9 tahun berjongkok di depan jeruji besi untuk memberikan ramuan kepada Dewi Zhang Ziyi.
Rasa kecewa, marah, cemburu, benci, mulai mengisi penuh hati Zhi Yuan, pemuda itu di bantu paman Kwan masuk ke bangunan samping, pemuda itu membersihkan dirinya dengan perasaan begitu hancur.
Langit sudah gelap Zhi Yuan hanya duduk di balai di halaman kecil di bangunan paling belakang, sebuah guci menemani pemuda yang hatinya sudah mulai remuk, sesekali Paman Kwan Lu datang untuk menenangkan nya dengan wajah yang terlihat sedih, dan semakin memperlihatkan guratan-guratan tua di wajahnya.
Tampak dari kejauhan Zhang Ziyi memapah Wang Kai menelusuri jembatan beratap menuju tempat Zhi Yuan duduk.
"Ini kesalahan mu, sebagai permintaan maaf ku, malam ini tuan Wang Kai akan tidur satu ruangan dengan ku," ucap Zhang Ziyi, dan melewati Zhi Yuan.
Zhi Yuan hanya mengangguk, tidak ada yang bisa di jawab saat yang bicara adalah Zhang Ziyi.
Mereka berdua hanya duduk di ruang keluarga, belum masuk ke ruang tidur, meski di halaman luar namun Zhi Yuan mampu mendengar perbincangan mereka, di ruang tengah.
"Nona Zhang, seharusnya aku memenangkan pertarungan tadi, aku hanya kasihan pada nya karena masih memandang anda, Apa bocah kurang ajar itu menyukai mu Nona?" tanya Wang Kai
"Bagaimana kau tahu dia menyukai ku?" terdengar suara Dewi Zhang Ziyi bertanya.
"Melihat cara nya bertarung, seperti nya dia ingin mempertahankan mu melebihi dia mempertahankan nyawanya," ucap Wang Kai.
"Benarkah? sebenarnya sebelum aku mengenal mu, Yuan'er pernah mengatakan menyukai ku, dan saat itu aku hanya berpura-pura membalas perasaan nya saja, hahaha...." terdengar suara berat Zhang Ziyi yang begitu khas saat tertawa.
"hahahaha.... aku benar-benar hebat, dia sudah begitu lama mengejar mu, tapi aku hanya perlu 20 hari untuk mengusir nya dari hatimu, apa aku begitu mempesona? tapi Nona Zhang apa kali ini kau tidak sedang berpura-pura kan?" tanya Wang Kai.
"hemmm... awalnya aku tidak yakin, tapi semakin lama di dekat mu, aura jantan mu begitu menggoda ku, dan aku mulai merindukan mu, aku juga penasaran sehebat apa kau menaklukkan wanita di.. di...?" Dewi Zhang Ziyi tidak dapat meneruskan ucapan nya wajah nya menunduk sambil jemarinya menutup bibir tebal sensual nya.
__ADS_1
"di ranjang? hahaha.... kau bicara seperti seorang wanita murahan Nona Zhang?" terdengar suara Wang Kai, membuat Dewi Zhang Ziyi hanya tersenyum sambil menunduk.
"Aahhhh.... singkirkan tangan nakal mu," terdengar seperti suara bisik-bisik, dan sedikit pekikan manja seorang wanita terdengar lagi,
"Jangan di tempat ini, aku sudah terbakar, dan sudah tidak sabar, sebaiknya kita ke kamar ku," ucap Zhang Ziyi seperti berbisik, namun terdengar begitu nyata di telinga Zhi Yuan.
"Nona Zhang, aku juga sudah tidak tahan, mulai malam ini aku akan menjadi pelayan mu, menggantikan pemuda kurang...." suara Wang Kai mulai tidak terdengar karena Zhi Yuan sudah menjauh dari tempat itu.
Zhi Yuan benar-benar tidak percaya dengan ucapan Dewi Zhang Ziyi, bahkan wanita itu tetap meladeni Wang Kai saat di rendahkan oleh pemuda itu.
Zhi Yuan ingin sekali menghancurkan apapun di hadapan nya, namun Zhang Ziyi tetap lah majikan bagi nya, membuat pemuda itu hanya berdiam, darah bercampur cairan emas keluar dari pipinya lagi, pemuda itu melangkah gontai sambil meneguk cawan bersamaan dengan rasa perih yang di rasakan nya, melewati jembatan beratap.
"Prankkkkk...." Zhi Yuan membanting guci nya, dan terlihat paman Kwan sedikit berlari mendekati nya dan memapah pemuda itu di halaman tengah, dan ingin membawa nya masuk kedalam suatu ruangan di bangunan depan, namun Zhi Yuan menolak nya,
"Paman aku akan keluar sebentar," ucap Zhi Yuan, dan melesat ke udara dan mendarat di depan kedai minuman, namum cuaca buruk menyebabkan kedai tempat nya biasa membeli minuman tutup, dan membuat Zhi Yuan semakin kesal sambil menggerutu.
kaki nya sedikit gontai melangkah menelusuri jalanan kota, matanya tiba-tiba menangkap cahaya terang yang berasal dari sebuah rumah hiburan yang juga menyediakan minuman. terlihat senyum kecil di wajah nya yang murung.
Dari ujung jalan terlihat beberapa pengawal sedang sedikit berlari mengawal kereta kuda melewati jalan itu, membuat Zhi Yuan harus menyingkir membiarkan orang-orang penting itu lewat.
Zhi Yuan mengeluarkan semua tabungan nya selama menjadi pelayan, dirinya memang tidak pernah mengambil koin emas saat bertempur di gerbang timur,
400 koin perak, sama jumlah nya dengan empat koin emas, pemuda itu masuk ke tempat hiburan itu dan memberikan kantong uang nya kepada pemilik rumah hiburan itu.
Pria kasar pemilik rumah hiburan itu menghitung isi kantong uang itu dan mengangguk,
__ADS_1
"anak muda.... cuaca buruk membuat tempat ku sepi, aku akan sedikit berbaik hati padamu, kau hanya mendapatkan minuman dan hidangan sederhana, dan seorang wanita untuk menemani mu, tanpa musik, tanpa penari, jika kau beruntung wanita itu bisa kau kerjai, bersenang-senang lah, semoga kau beruntung, pelayan antar tamu kita ini ke ruangan nya! teriak pria pemilik rumah hiburan itu.
Pria pemilik rumah hiburan itu sedikit terkejut, saat beberapa pengawal yang berpapasan dengan Zhi Yuan tadi sudah di depan nya dan merampas kantung uang milik Zhi Yuan.Awal nya pemilik rumah hiburan itu ingin marah, namun melihat wajah-wajah bengis dari pengawal itu membuat keberanian pria itu rontok.
Pengawal itu membawa kantung uang Zhi Yuan kepala seorang wanita yang sangat menggoda. pemilik rumah hiburan itu seketika mengenali wanita itu dan mendekati dengan tubuh membungkuk.
"Nona besar, a-ku tidak menyangka anda akan mampir ke tempat rendahan seperti milik ku ini," ucap pemilik rumah hiburan itu.
"Berikan pemuda tadi ruangan terbaik kalian, dan kau jangan pernah datang ke tempat ini lagi, aku sudah membeli tempat ini" ucap wanita itu dan seorang pria tampan memberikan sebuah kantung berisi koin emas kepada pemilik rumah hiburan itu.
pria kasar itu berlutut dan ingin mencium kaki wanita itu namun di halangi oleh pria tampan tadi,
"Pergi," ucap pria tampan itu dan pria kasar pemilik rumah hiburan itu berlari dengan penuh ucapan terimakasih.
Wanita itu memasukkan kantung uang Zhi Yuan ke dalam jubahnya.
Zhi Yuan kini duduk di atas sebuah matras tebal dan hangat, panggung setinggi setengah meter berada tidak jauh di hadapan nya, seorang penari wanita sedang melakukan aksinya di iringi musik pelan, beberapa pelayan sudah menyiapkan hidangan di meja berkaki pendek di hadapan pemuda itu.awalny Zhi Yuan sedikit bingung karena mendapatkan tempat yang bagus dan tidak sesuai dengan ucapan pria kasar itu namun dirinya sudah tidak ingin berpikir lagi saat ini
Alunan musik dan gerakan indah penari membuat Zhi Yuan sedikit teralihkan, seorang wanita penghibur menyodorkan cawan berisi minuman kepada Zhi Yuan,
"Tuan ini anggur terbaik di tempat ini," ucap wanita penghibur itu dan mata nya selalu tertuju pada wajah tampan Zhi Yuan.
"Biar aku yang melayani pemuda nakal ini," ucap wanita yang di antar banyak pengawal itu.
"siapa kau? berani nya mengambil tamu ku," teriak wanita penghibur itu.
__ADS_1
"Aku bisa menampar mu karena ucapan mu, tapi hari ini suasana hati suamiku sedang buruk aku tidak akan memperkeruh nya, tinggalkan saja kami," ucap wanita itu begitu pelan namun penuh intimidasi, dan wanita itu yang tidak lain adalah Wu Xiang Yu.