
Untuk sedetik ujung bibir Zhi Yuan sedikit melengkung keatas, namun pria itu tidak menjawab, dan hanya sibuk melepaskan hiasan besar di rambut Dewi Zhang Ziyi, mata nya terlihat tenang dan tidak seperti sebelumnya yang terlihat begitu marah. pemuda itu mulai menyisir rambut sepinggang wanita itu, dan mengikat nya di bagian punggung.
Zhi Yuan memutar bangku yang diduduki Dewi Zhang Ziyi, membuat nya berhadapan dengan Zhi Yuan, pemuda itu setengah berlutut di hadapan Dewi Zhang Ziyi yang kini jauh terlihat lebih alami dan menggoda, pemuda itu memegang jemari wanita itu, dan sedikit mendongak wajah nya menatap wanita yang duduk di hadapan nya,
"Tetua, tunggu lah, aku akan mencari Tuan Wang Kai dan membawa nya kesini agar tetua bisa sedikit terhibur," ucap Zhi Yuan.
Dewi Zhang Ziyi menggelengkan wajahnya, matanya sedikit berkaca-kaca menatap ke arah Zhi Yuan dan membatin,
"Dia memilih membuat ku senang dengan membawa Wang Kai ke sini, meski itu sangat menyakitkan buat nya, dia lebih mementingkan kebahagiaan ku, tidak perduli dia semenderita apa dirinya," Zhang Ziyi menjatuhkan air matanya dan menangis sejadi-jadinya.
"Tidak Zhi Yuan, berhentilah membuat orang lain selalu bahagia padahal kau sendiri begitu menderita, sudah cukup semua sandiwara ini, aku akan mencari cara lain untuk membantu mu, meski aku harus berlutut di hadapan dewa formasi, jangan pernah menyebut nama pria menjijikan itu lagi!!" ucap Dewi Zhang Ziyi
Zhi Yuan yang tidak mengerti maksud ucapan Dewi Zhang ingin berdiri, namun wanita itu menarik sedikit tubuh pemuda itu, wanita itu menci*UM bibir Zhi Yuan dengan begitu lembut, kedua pahanya menjepit pinggang Zhi Yuan. Tubuh Zhi Yuan yang tertarik membuat gaun wanita itu terdorong ke atas membuat kedua paha putih yang begitu mulus terlihat tanpa penghalang.
__ADS_1
Tangan wanita itu memegang wajah Zhi Yuan dan sudah tidak peduli dengan tangan nya sudah di penuhi noda darah, dan wanita itu melepaskan ciu*man nya, wajah keduanya saling menatap penuh perasaan yang campur aduk.
"Darah nya begitu banyak, perasaan nya begitu sakit saat mendengar orang menghinaku, aku yakin segel nafas berusaha keras menekan perasaan marah pemuda ini, namun hati pemuda ini melawan hingga mengeluarkan darah sebanyak ini," batin Dewi Zhang,
Wanita itu mengambil lap basah di tangan Zhi Yuan dan membersihkan wajah pemuda itu,
"Asal kau tahu? kau adalah satu-satunya pria yang ingin ku goda dengan penampilan seperti itu, hanya kau" ucap Dewi Zhang Ziyi, air matanya mengalir begitu saja.
"Aaahhhh...." desa*Han indah Dewi Zhang Ziyi terdengar di sela-sela nafas nya yang memburu, dan wanita itu melepaskan ciuman nya namun masih memeluk tubuh Zhi Yuan.
"Tetua...."
"sssuuutttttt...." bisik Dewi Zhang Ziyi seperti isyarat agar Zhi Yuan diam.
__ADS_1
"Bukan.... malam ini panggil aku Yi'er, aku mohon!" ucap Zhang Ziyi nafasnya sedikit berat, air matanya menetes di kulit nya yang mengkilap,.
"blaarrr....."
Sebuah energi keluar dari tubuh Zhang Ziyi dan membuat ruangan di penuhi dengan segel formasi dengan huruf yang tidak di kenal oleh Zhi Yuan, Dewi Zhang Ziyi menyentuh kening Zhi Yuan dengan ujung kelingking nya, dan sebuah kristal dewa muncul di kening pria itu, tubuh nya terasa begitu kuat dan keras.
"kau memiliki energi murni teratai sama seperti ku, jadi aku bisa meminjamkan kekerasan tubuh kepada mu, dan segel ini adalah seluruh kekuatan ku, aku melepaskan nya, saat ini ruangan ku akan seperti benteng bersimbol dewa yang tidak tertembus semua mahluk bumi, dan aku sekarang tidak lebih dari wanita lemah yang bisa kau perlakukan sesuai keinginan mu," ucap Zhang Ziyi yang sudah merasakan lembab di bagian sensitif nya.
Zhi Yuan menggeleng, begitu banyak pertanyaan di kepalanya, namun melihat paha panjang dan indah dan juga dada atas wanita dewasa itu, tiba-tiba ingatan tentang Zhang Ziyi dan Wang Kai yang sudah melewatkan malam bersama terngiang di pikirkan nya. Hal itu membuat nya mencoba melepaskan diri dari pelukan Dewi Zhang Ziyi, namun wanita itu tidak melepaskan nya, keduanya bergulat cukup lama, wanita itu begitu agresif mencium bibir Pemuda itu, sesekali terdengar pekikan dari wanita itu saat tubuhnya terhentak di sandaran bangku.
Meski Zhi Yuan yang diliputi perasaan kecewa pada Zhang Ziyi namun pemuda itu mulai membalas ciuman panas itu dengan sedikit kasar, sedangkan Dewi Zhang Ziyi meluapkan kemarahan nya karena dirinya tega menghancurkan hati Zhi Yuan serta rasa marah karena harus membiarkan tubuh nya disentuh Wang Kai melampiaskan nya pada ciuman itu.
"Ini terlalu lembut, kau kecewa kepada ku bukan? karena disentuh pria lain? lakukan lebih kasar, seperti seorang lelaki perkasa, bukankah kau sudah belajar?" bisik Zhang Ziyi di sela-sela ciuman mereka.
__ADS_1