Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 136 - Kematian Sang jenius


__ADS_3

Zhi Yuan mendarat cukup jauh di hadapan ketiga orang itu, tatapan mengerikan dari balik rambut berantakan nya, membuat iblis itu menelan ludah sambil memegang lengan kanan nya yang terputus.


Ibu suri mengumpulkan semua keberanian maju berhadapan dengan Zhi Yuan yang sudah mengenakan cadar nya,


"Tunggu!!! kau jangan membunuh nya," ucap ibu suri begitu memelas,


"Aku tidak mendapat perintah untuk membunuh nya Nyonya, aku datang hanya menginginkan Dantian putih anda, berikan padaku dan kalian bisa melupakan keberadaan ku malam ini," ucap Zhi Yuan dengan suara serak nya, membuat wanita itu sedikit lega.


Dan dua orang sudah berhasil menyusul mereka dan sudah di dekat ibu suri, keduanya adalah Yang Yu Feng dan Pangeran Qing Fan.


"Yang Mulia kami datang untuk melindungi anda dan kekasih anda, biar kami mengatasi pengacau kecil ini," ucap Pangeran Qing Fan, yang ingin mendapat muka di hadapan wanita itu.


Ibu suri sedikit terkejut dengan kehadiran orang-orang itu yang sama sekali tidak pernah dalam pikirannya,


"Kalian?" gumam ibu suri, yang ingin menjelaskan kesalahan pahaman tentang tujuan Zhi Yuan.


Belum selesai Ibu Suri bicara Pangeran Qing Fan sudah mengeluarkan pedang nya, dan seperti ingin memperlihatkan dukungan nya di hadapan Ibu Suri pemuda itu mendekat ke arah Zhi Yuan, tampak mata nya mulai mengenal pemuda itu.


"Lagi-lagi kau? ini tidak termaafkan, aku sudah menunggu kesempatan untuk membunuh mu dengan tangan ku sendiri, dan kau akan merasakan tehnik membunuh tercepat ku, percikan surga," ucap pangeran Qing Fan yang sudah mengenal Zhi Yuan saat di pelelangan dengan cadar yang sama.


Pangeran Qing Fan melesat begitu buas kearah Zhi Yuan mengarah ujung pedang yang mengeluarkan energi kemerahan ke leher Zhi Yuan.


"Pangeran Qing Fan jangan bodoh!!" teriak Yang Yu Feng yang mengetahui sorot mata Zhi Yuan yang tidak lagi seperti manusia.


"Membunuh tercepat? hehehe... aku bukan teman bermain mu bocah, mendekat lah," ucap Zhi Yuan dan masih memegang pedang nya yang ujungnya tetap terseret di tanah.

__ADS_1


Zhi Yuan merebahkan tubuh nya kebelakang dan menghentak sedikit tumit nya, membuat tubuh melayang seperti tidur menghindari tusukan dari pangeran Qing Fan, kedua bergerak seirama, merasa tusukan nya gagal, pangeran itu terus melepaskan beberapa tebasan di sekitar kepala Zhi Yuan, pemuda itu hanya mengerakkan sedikit kepalanya menghindar pedang pangeran Qing Fan, dan dengan sedikit pancingan, kini tubuh pangeran Qing Fan masuk kedalam jangkauan tangan panjang Zhi Yuan, dengan sekali gerakan Zhi Yuan sudah memegang tengkorak belakang pangeran itu dan menghantamkan nya ke tanah,


"baaaaammm...." sebuah ledakan dahsyat membuat sebuah kawah, debu beserta tumbuhan bunga kapas berhamburan di sekitar ledakan itu, dan saat kepulan debu menghilang pemandangan mengerikan sudah di hadapan orang-orang itu.


Zhi Yuan hanya memperlihatkan satu mata hijaunya berdiri di belakang pangeran Qing Fan, pemuda itu mencengkram leher pangeran Qing Fan dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi membuat tubuh pangeran Qing Fan tergantung tidak berdaya penuh darah, hanya bola mata pria itu bergerak menatap Yang Yu Feng seperti meminta pertolongan.


"to-long aku," ucap pangeran Qing Fan terputus-putus dan begitu lemah.


Senyum kesenangan di perlihatkan oleh Zhi Yuan untuk memanasi Yang Yu Feng membuat pria tua itu begitu marah. namun Penasehat Ming terlihat semakin bersemangat,


"Sudah begitu lama aku tidak melihat aksi pembunuh dari klan Munzhi, dia mengabdikan seluruh jiwanya, dan sangat berbakat dalam urusan pekerjaan mengerikan seperti ini, aahh... sayang nya dia harus mati di tangan iblis itu malam ini," batin Penasehat Ming sambil tersenyum tipis.


Yang Yu Feng yang sudah begitu marah, mengetahui jika rekan nya sudah sekarat, dan mulai terpancing oleh aksi provokasi yang di lakukan Zhi Yuan.


Yang Yu Feng mengeretakkan gigi nya, energi besar keluar di sekitar lengan nya, menghancurkan pakaian hingga pangkal lengan nya, memperlihatkan otot-otot yang terlihat begitu kekar dengan urat menonjol.


Zhi Yuan begitu lincah berkelit di sela-sela tubuh pangeran Qing Fan, Yang Yu Feng yang mulai kehilangan kesabarannya sudah menggila dan sudah tidak peduli lagi dengan pangeran Qing Fan yang di jadikan tameng oleh Zhi Yuan, pria yang sudah terlihat sepuh itu dengan kencang melepaskan tinjunya dan tangan nya menembus dada pangeran Qing Fan membuat mata pangeran itu terbelalak dan Zhi Yuan melepaskan pangeran Qing Fan menghindari tinju mematikan dari Yang Yu Feng, dan kini sudah berdiri di belakang Yang Yu Feng dengan pelan menusuk pria tua yang masih begitu terkejut saat mengetahui sudah membunuh rekan nya sendiri.


"zreebbbb....." sebuah pedang melengkung menembus dadanya dan sekaligus tubuh pangeran Qing Fan yang sudah tewas terlebih dahulu.


"aakkk....." seteguk darah hitam keluar dari bibir pria itu dan Zhi Yuan mulai berbisik di telinga pria sepuh itu.


"Selamat tinggal Tetua kedua, terimakasih sudah mengijinkan aku masuk ke sekte pedang langit meski hanya di tingkat dasar, dan memberikan aku istri yang sangat cantik," ucap Zhi Yuan membuat mata Yang Yu Feng melebar.


"Apa? bagaimana kau masih hidup?" ucap Yang Yu Feng sesekali matanya menatap luka yang tepat di jantung nya, dan melenyapkan semua harapan nya untuk hidup lagi.

__ADS_1


Zhi Yuan kini sudah berdiri di depan pria itu dan melepaskan cadarnya, tampak darah segar mengalir di sudut pipinya.


"Seperti itulah jika mempercayakan pekerjaan kepada orang yang tidak berguna," ucap Zhi Yuan dan mengenakan kembali cadar nya.


Yang Yu Feng memperlihatkan giginya yang merapat penuh darah, tidak percaya jika bocah budak itu masih hidup.


Zhi Yuan melewati kedua orang yang mati saling menempel itu, dan mencabut pedang nya, darah menyembur dan keduanya orang yang roboh tidak bernyawa, Zhi Yuan melangkah mendekati ibu suri dan wanita itu menatap mata Zhi Yuan lekat-lekat.


Penasehat Ming juga kini sudah di dekat mereka,


"Aku akan memberikan Dantian itu, tapi bebaskan iblis itu, dan Penasehat Ming bisakah kau mengantar aku kembali ke istana?" ucap ibu Suri.


Zhi Yuan mengembalikan pedang nya ke sarung di pinggang nya dan mengangguk. tampak ibu suri mulai melepas Dantian dari tubuh nya, sebuah cahaya putih keluar dari bibirnya dan bergerak ke arah kening Zhi Yuan dan cahaya itu menuju ke Dantian pemuda itu membuat pemuda itu terlihat segar kembali setelah pertarungan itu.


"Yang Mulia silakan, aku akan mengantar anda," ucap Penasehat Ming, yang sedikit kecewa karena iblis itu tidak membunuh Zhi Yuan.


Iblis itu mulai mengeluarkan pedangnya, meski tangan kanan nya putus namun otot-otot itu mampu memanjang seperti ratusan cacing besar, dan memegang Pedang yang terlihat seperti sabit besar.


"Ying' er, aku tidak akan membiarkan mu pergi, kita berdua akan menjadi sepasang kekasih selamanya," ucap iblis itu melangkah gontai mendekati ibu suri dan Penasehat Ming.


"Kakak Xia, sudah cukup! aku melepaskan mu dari segel bukan untuk seperti yang kau pikirkan itu, aku hanya ingin menebus segala dosa ku dan melupakan semua kenangan kita," ucap ibu Suri.


Iblis itu terlihat tidak senang,


"Tidak, aku sudah memberikan segalanya untuk mu, sekarang kau ingin mencampakkan aku, tidak akan aku biarkan," ucap iblis itu,

__ADS_1


"Jika tidak ingin mati di tangan bocah itu, sebaiknya kau pergi," ucap Penasehat Ming, dengan senyum merendahkan dan ingin memancing kemarahan iblis itu untuk membunuh Zhi Yuan.


__ADS_2