Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 75 - pendekar sekte iblis


__ADS_3

Hua Daiyan sudah di belakang Zhi Yuan dengan bantuan dua tongkat yang biasa di gunakan membantu nya berjalan, wajahnya begitu tegang.


"Pergilah anak muda, maafkan aku sudah membawa mu kedalam masalah yang harus kau tidak terlibat, berikan benda itu pada mereka, meski aku memilih nyawa untuk melindungi benda itu, tapi aku tidak akan pernah memaafkan diriku jika kau sampai terluka karena masalah ku, berikan saja!!" ucap Liu man.


"Hahaha... benar serahkan benda itu, dan aku akan memberi kematian yang cepat kepada kalian berdua," ucap pendekar legenda itu.


"blaarrr...." Zhi Yuan memukul dada Hua Daiyan membuat nya terlempar begitu jauh, namun aneh nya tidak ada luka dalam di tubuh pria tua itu.


"Kalian salah, justru aku lah yang sudah menunggu hari ini begitu lama, dan aku benar-benar sangat berterimakasih pada Nyonya Hua, jika tidak memakamkan nya siang ini, kalian tidak akan pernah ku temukan," ucap Zhi Yuan yang terlihat begitu bersemangat, karena hari kematian nya akan datang.


Orang-orang itu saling menatap, sambil menyipitkan mata mereka,


"Apa mungkin kau si cadar gila?" celetuk salah seorang dari tiga pendekar legenda itu, yang pernah mendengar jika si cadar gila akan terlihat begitu bersemangat jika kemungkinan hidup nya kecil dalam pertarungan.


Zhi Yuan yang sudah menghitung dan tidak akan memenangkan pertarungan itu, membuka cadarnya dan mengambil guci nya dan menengguk nya dalam-dalam. Pemuda itu mendongakkan wajahnya sambil menelan minuman nya, dan menghempaskan nafas nya ke udara


"aahhhh.... ini adalah minuman terkahir yang melewati tenggorokan ku," ucap Zhi Yuan, dan kembali mengenakan cadar nya.


"Yu 'er, Yi'er, bersabarlah ini tidak akan lama, a-ku akan menjumpai kalian," gumam Zhi Yuan pelan, sambil mencabut pedang baru nya, melesat ke arah 100 assasin di depan nya.


Mata sosok di atas pohon itu tidak berkedip melihat wajah Zhi Yuan, ada sedikit senyum di sudut bibirnya,


"Semakin dingin semakin mempesona, dan gila akan pembantaian, cadar gila? nama yang indah, ini menarik, sangat menarik," gumam sosok di atas pohon itu.


Zhi Yuan sudah melepaskan serangan pedang energi nya dengan buas.


traannnggggg.....


trangggggg.....


trangggggg.....


zresshh.....


sreessshhh.....


Zhi Yuan sudah melesat ke arah ketiga pendekar legenda itu, ketiganya mampu menahan serangan Zhi Yuan namun beberapa pendekar ahli harus meregang nyawa akibat tebasan Zhi Yuan.

__ADS_1


Semua kultivator ahli mulai panik berlindung di balik tiga jagoan mereka, dan ketiga pendekar legenda itu mengurungkan Zhi Yuan, tehnik pedang mereka menutup ruang gerak Zhi Yuan, beberapa kali Zhi Yuan harus terlempar karena tebasan pedang energi mereka begitu kencang, karena memiliki energi jauh besar dari Zhi Yuan, namun Zhi Yuan masih mencoba melawan,


"Delapan belas perubahan pedang iblis Salju," teriak Zhi Yuan, dan udara terasa membeku, dan mulai berkabut.


Delapan belas pedang energi berbagai bentuk melesat ke arah ketiga nya, meski begitu cepat namun energi nya masih lemah dan jauh dibawah kekuatan perisai tubuh dari ketiga kultivator legenda itu, ledakan dahsyat terjadi di mana-mana, para bawahan dari tiga pendekar itu mulai mengalami luka serius dan ada yang tewas karena pedang energi Zhi Yuan begitu cepat, melebihi kecepatan gerakan mereka dalam mengantisipasi nya, namun ketiga pendekar legenda itu hanya mengalami luka ringan.


Darah segar keluar dari dua huruf nya, mulai membasahi cadar nya, menandakan sudah mencapai batas penggunaan energi qi tingkat tinggi, pertarungan itu berlangsung cukup lama dan begitu sengit,


"Bocah sebaiknya menyerah saja, dengan kemampuan mu itu tidak akan dapat melukai kami dengan serius, aku berjanji akan membunuh mu dengan cepat," ucap pria itu yang sudah merasakan akan memerlukan waktu cukup lama, mengimbangi kecepatan pemuda itu menghindar, serta tehnik pedang Zhi Yuan yang begitu cepat dan selalu berubah.


Zhi Yuan menatap pakaian atas nya sudah hancur sebagian, luka sayatan di beberapa bagian tubuhnya mulai mengeluarkan darah, dan keringat yang membuat kulit nya begitu segar dan bersih.


"Ini baru saja di mulai, dan aku begitu menyukai nya," ucap Zhi Yuan mencoba menyerang namun ketiga pendekar itu melakukan formasi dan melepaskan tebasan nya menjadi satu kearah Zhi Yuan, meski dapat di tahan dengan mudah oleh Zhi Yuan, namun energi itu begitu besar membuat pemuda itu terlempar begitu kencang, tubuh nya menembus batu nisan dan membentur tanah di dekat gubuk Liu man.


"Bommmmm......" ledakan dahsyat di tanah dan membuat sebuah kawah yang cukup besar.


Meski di selimuti kabut tipis namun Sosok di atas pohon itu mampu melihat semuanya, dan mengerutkan sedikit kening nya, sambil menarik nafasnya seperti sedang menyaksikan pertunjukan yang sudah selesai, sambil sedikit menggeleng seperti sedikit kecewa, sosok itu mengeluarkan setangkai bunga berwarna putih, dan bersiap pergi.


"Cepat kau ambil benda itu," ucap salah satu dari tiga pendekar legenda itu, menunjuk ke dasar kawah yang masih terselimuti kabut bercampur debu akibat benturan.


zresshh....


srresshhhhh....


Suara seperti pakaian dan daging terpotong, pendekar legenda yang tidak menyangka Zhi Yuan masih hidup itu bahkan tidak mampu melihat kecepatan Zhi Yuan, dan sebuah Pedang melengkung sudah memisahkan sebagai wajah dan tangan nya.


"Aahhkkkkk...." teriakan seorang rekan mereka dari dasar kawah itu membuat dua pendekar legenda itu begitu terkejut, karena sudah melakukan kekeliruan fatal.


Zhi Yuan setengah berlutut di depan tubuh tidak bernyawa yang masih menyemburkan darah serta perlahan mulai roboh, wajah kedua pendekar legenda yang tersisa itu terlihat begitu marah, dan bersiap mengeluarkan semua kemampuan mereka.


Sosok di atas pohon itu sedikit tersenyum seperti sedikit terhibur dengan peristiwa mengejutkan itu, dan mengetahui jika Zhi Yuan sudah tidak mampu bertarung lagi. sosok itu mulai mencabut satu per satu kelopak bunga itu sambil bicara sendiri.


"bantu?"


"tidak,"


"bantu?"

__ADS_1


Sosok itu bicara setiap kali mencabut kelopak bunga itu.


Zhi Yuan yang sudah mengeluarkan semua energi qi nya untuk serangan terakhir nya sudah seperti tidak mampu berdiri lagi, kabut pun menghilang bersamaan dengan energi qi pemuda itu.


"uhukkk...." Zhi Yuan membuka cadarnya dan membiarkan darah melewati bibir tanpa bisa di tahan.


Mata salah satu pendekar legenda itu menyipit,


"Jika di ranah pendekar raja tidak akan bertahan selama ini, bagaimana mungkin kekuatan pendekar raja seperti ini? ini sangat aneh," batin pendekar legenda itu


"Tahan iblis kecil ini masih berbahaya, korban di pihak kita sudah cukup banyak, dia sudah tidak bergerak bunuh dari jauh saja.


Beberapa assasin itu mengeluarkan senjata rahasia ke arah Zhi Yuan,


Wussshhhh.... wussh... wussshhhh... wushhh... trankkkkk.... trangggggg....


Puluhan senjata rahasia melesat ke arah Zhi Yuan berdiri, sebagai besar senjata rahasia itu di tangkis Zhi Yuan dan terpental membuat ledakan di sekitar kawah, tapi beberapa dari senjata itu berhasil merobek pakaian beserta kulit halus pemuda itu, darah mulai menyembur dari tubuh Zhi Yuan, dan membuat nya setengah berlutut dengan berpegang pada pedang nya yang tertancap, mata nya menatap orang-orang yang berteriak ke arah nya dengan menyebut nya iblis.


"Cukup, jangan sampai mati, hawa iblis nya cukup tinggi, biarkan peliharaan ku menelan nya, ular iblis ku sangat menyukai bayi iblis untuk makan malam nya," ucap pendekar legenda yang wajah nya di penuhi urat keunguan saat ini.


Pendekar legenda itu merapalkan beberapa bait mantra iblis, tanah terguncang dan sebuah gerbang muncul dan seekor ular begitu besar muncul, tampak lidah terbelah nya menjulur membuka rahang nya lebar mendekati Zhi Yuan yang penuh luka.


Zhi Yuan menatap ular itu penuh tantangan,


"Kematian yang menjijikan," ucap nya dan dengan sisa energi seadanya Zhi Yuan membebaskan pedang melengkung nya secara vertikal membuat sebuah pedang energi lemah ke arah ular itu, sebagai bentuk perlawanan terakhir nya.


"Sreessshhh....."


Pendekar legenda itu tertawa,


"Hahaha... meski menggunakan energi qi, ular iblis itu tidak akan terluka," ucap pendekar legenda itu, namun matanya terbelalak melihat luka robek cukup lebar di bibir ular itu, membuat ular itu bergerak liar menahan sakit, dan mendekati Zhi Yuan begitu marah.


Zhi Yuan memejamkan matanya dan bersiap menerima kematian, namun tiba-tiba ular itu berhenti, insting alami nya merasakan sesuatu jauh lebih mengerikan dari dirinya sedang berada di belakang Zhi Yuan, dan bersamaan dengan jemari lembut seorang wanita menyentuh punggung Zhi Yuan.pemuda itu merasakan hangat di dadanya, dan jemari itu adalah milik sosok yang duduk di atas pohon yang dari awal menonton pertarungan berat sebelah itu.



ilustrasi Zhou Lu Zi ( Penguasa Istana Giok, semakin cantik semakin mematikan)

__ADS_1


__ADS_2