Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 162 - Pria Tua asing.


__ADS_3

Setetes air mata itu bergulir dari sudut mata yang memerah, membuat Hua Mulan tersenyum dalam tangisan nya, karena belum pernah melihat pemuda itu meneteskan air matanya, meski sesakit apapun penderitaan nya.


Zhi Yuan mendekati pria yang sedang membatu, dan membuka tangan nya ingin menggendong anak laki-laki nya, dan seperti orang bodoh pria itu memberikan nya pada Zhi Yuan.


Hua Mulan mengusap setetes air mata itu, dan mengeluarkan energi qi nya membuat air mata Zhi Yuan menjadi sebutir kristal bening.


"Air mata langka ini hanya untuk ku," ucap Hua Mulan, memeluk Zhi Yuan seperti tempat itu hanya ada mereka,


"Kita pergi," ucap Zhi Yuan menggandeng tangan Hua Mulan


"Tunggu, kita tidak akan pergi tanpa barang-barang mu itu," ucap Hua Mulan memeluk keranjang yang berisi bahan makanan, keduanya menelusuri jalanan ibukota menuju sebuah rumah yang menempel dengan rumah pengobatan yang besar.


"Tunggu, Lan'er.... aku harus membeli sesuatu," ucap Zhi Yuan, menyerahkan putera nya kepada Hua Mulan, wanita itu menurunkan keranjang dari pelukan nya dan menerima putera nya penuh kebingungan,


Zhi Yuan sedikit berlari dan menghampiri sebuah kedai, beberapa wanita menertawai nya yang membeli kembang gula. karena pertama kalinya melihat pria setampan itu bertingkah seperti anak-anak.


Hua Mulan mengangkat alisnya, sambil menciumi putera nya yang di gendong nya,


"Lihat ayah mu, seorang yang biasa bermain dengan kematian, sekarang berusaha menjadi ayah yang baik untuk mu," gumam Hua Mulan melihat Zhi Yuan begitu riang namun tiba-tiba beberapa pemuda yang merampas kembang gula nya, dan memakan nya.


Wajah Hua Mulan begitu khawatir, karena akan terjadi pertarungan, wanita itu ingin mendatangi nya, namun telapak tangan Zhi Yuan memberi isyarat kepada wanita itu untuk tidak mendekat membuat langkah nya terhenti sambil memegang putera nya erat-erat dengan wajah penuh kekhawatiran, tangan nya sedikit bergetar, dengan kepala menggeleng.

__ADS_1


Dari kejauhan terlihat Zhi Yuan tersenyum tipis, sedikit mundur dan mengangguk saat para pemuda itu memaki nya, dan meninggalkan Zhi Yuan.


"Sepertinya istana sudah membuat ayahmu berada di level berbeda dalam mengatur kemarahan nya," batin Hua Mulan begitu lega, tersenyum mengusap sisa air mata di pipinya.


Zhi Yuan kembali dengan kembang gula yang baru mendekati Hua Mulan yang tersenyum penuh haru,


"kenapa kau tidak memukuli para berandalan itu?" tanya Hua Mulan.


Zhi Yuan menggeleng,


"Aku tidak ingin membuang waktu berharga kita untuk masalah baru lagi, dan aku tidak ingin melihat wajah khawatir lagi dari wajah istri ku, aku akan merasa sangat berdosa, lagipula mereka terlihat seperti Li Buya bagiku," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan mencubit pinggang Zhi Yuan,


Hua Mulan di sambut beberapa pelayan ingin mengambil barang yang di pelukan nya, namun wanita itu melarang nya dan membawa nya ke arah dapur, dan begitu gesit memasak sambil menangis bahagia melihat Zhi Yuan seperti kewalahan meladeni bocah laki-laki yang belajar berjalan.


"Siapa yang memberi nama sebagus ini pada putera ku?" tanya Zhi Yuan menatap mata yang sama dengan mata milik nya.


"Dua orang tua itu bertarung tiga hari menentukan nama untuk nya, namun keduanya menyerah saat pria Tua lain nya datang dan memberikan nama untuk putera kita, dia mengatakan jika putera kita bayi pertama yang lahir secara alami, aku juga tidak begitu mengerti bahasa dan aksen yang di gunakan nya," ucap Hua Mulan dari arah dapur, dan mendekati Zhi Yuan untuk meletakkan hidangan di dekatnya,


"Pria Tua? Lan'er bagaimana kau mempercayai orang asing itu?" tanya Zhi Yuan yang mengetahui jika itu adalah Tetua Zhou Ming.

__ADS_1


"Dia bukan orang asing suami, saat aku mulai mengandung pria itu membuat segel tidak terlihat di sekitar rumah sederhana kita, siang malam dia selalu mengawasi dan melindungi ku secara diam-diam," ucap Hua Mulan.


Zhi Yuan hanya tersenyum dan kembali bermain dengan putera nya,


"Sebaiknya kau tidak sebodoh kakak mu Li Buya yang mengejar nona Chen," ucap Zhi Yuan.


Hua Mulan menggeleng,


"Jikapun bodoh, aku tidak akan terkejut melihat ayah nya yang hampir membuat ku putus asa," ucap Hua Mulan dan selesai menyelesaikan menata hidangan nya.


Mereka mulai makan dengan senyum yang begitu bahagia, Hua Mulan menyuapi bubur putera nya, Zhi Yuan mengehentikan makan nya, mengambil sendok kayu dan menyuapi Hua Mulan,


"kau juga sebaiknya makan, kau terlihat sedikit kurus," ucap Zhi Yuan


Wajah Hua Mulan memerah, menggeleng, matanya juga kembali memerah, merapat permukaan bibir menahan tangisannya.


"Kau benar selama dua tahun ini aku juga sangat lapar, tolong!" ucap Hua Mulan yang semakin tidak mampu menahan cucuran air matanya.


Wanita itu mengunyah sambil menangis, mata berair nya menatap wajah terpejam suaminya yang juga merasakan sakit yang teramat di dadanya. dan menghapus air mata istri nya dengan senyuman yang begitu di paksakan.


Hua Mulan menarik nafasnya agar hidung merah nya tidak mengeluarkan air, dan selalu membuka bibirnya saat sendok Zhi Yuan menyuapi nya. tampak mata wanita cantik itu melebar marah ke arah Zhi Yuan, karena kesulitan mengunyah makanannya yang terlalu banyak di bibir nya.

__ADS_1


"aahhh.... suami... apa kau sengaja ingin membunuh ku?" ucap Hua Mulan setelah berjuang keras menelan makanannya.


Acara makan romantis mereka menjadi tragedi karena kemarahan Hua Mulan, dan bocah laki-laki itu tertidur di gendongan Zhi Yuan, Hua Mulan merebahkan kepalanya di pangkuan Zhi Yuan, dan jemari bersih pemuda itu mengelus kepala istri nya.


__ADS_2