
"Jika bukan karena ingin menolong mu, bahkan dewa manapun pasti akan aku bunuh jika menyentuh tubuh ku," batin Dewi Zhang Ziyi
Ciuman keduanya tidak pernah terlepas, saling meremas, menggigit dan sedang menumpahkan semua kekesalan mereka,
"Malam itu apa yang terjadi?" tanya Zhi Yuan di sela-sela ciuman mereka.
"Apa yang kau harapkan? apa kau berharap aku menjerit-jerit seperti keinginan pria itu hah?" tanya Zhang Ziyi seperti menantang Zhi Yuan, tampak bibir nya sedikit berdarah karena gigitan Zhi Yuan.
Ucapan Zhang Ziyi membuat Zhi Yuan begitu cemburu, sekaligus membakar nafsu pemuda itu, dan ingin melakukan hingga tuntas.
Zhi Yuan kembali mencium kasar bibir Zhang Ziyi, dan kini leher wanita itu penuh gigitan kemarahan dari Zhi Yuan, dan wanita itu tidak mau kalah bahu Zhi Yuan juga penuh bekas gigi dari wanita itu.
"Aahhhkkk... kau seperti nya terang*sang mendengar cerita ku, apa kau ingin mendengar nya lebih jauh? pancing Zhang Ziyi agar Zhi Yuan berbuat lebih jauh.
Zhi Yuan yang sudah tidak peduli lagi begitu kesal, dan menurunkan sedikit gaun yang menutupi gunung Zhang Ziyi, dan memainkan dengan rakus gunung yang sudah seperti bengkak, dengan pucuk tegang karena begitu terang*sang
Zhang Ziyi membuka sedikit bibir saat Zhi Yuan melakukan nya dengan sedikit kasar, namun membuat nya menjadi panas, cairannya semakin banyak, milik nya terasa berdenyut dan begitu gatal.
"aahhh... Zhi Yuan aku benar-benar sudah ingin," bisik Zhang Ziyi.
Wanita itu dengan begitu kasar nya membuka jubah Zhi Yuan dengan bibir masih terpaut, namun hanya setengah yang berhasil terlepas, tidak sampai di situ tangan nya dengan begitu cepat dan kasar menurunkan celana tidur Zhi Yuan dan memegang milik pemuda itu yang sudah begitu gagah dan mulai menarik nya mendekati milik nya.
__ADS_1
"benda ini begitu besar dan panas, aku bisa merasakan denyutan aliran darah dan petir ku di dalam urat-urat besar ini, aahhh... aku sangat menginginkan nya memasuki ku," batin Zhang Ziyi.
Nafas Dewi Zhang Ziyi semakin memburu, tampak birahi sudah tak terkendali, lidah menjulur, kedua saling membelit bertukar liur, duduk wanita itu sedikit melorot ke pinggir bangku, kedua pahanya sudah di tekuk dan di renggangkan seperti sudah bersiap menerima milik Zhi Yuan.
Tangan kiri wanita itu mulai membimbing benda Zhi Yuan dan mendekati celah nya, tangan itu melepaskan benda itu sesaat dan menyingkap lapisan kain terakhir nya, dan tangan itu kembali membimbing sehingga benda itu kini sudah bersentuhan langsung dengan bibir celah nya yang sudah begitu licin.
Dadanya berdebar hebat membayangkan benda itu akan memasuki nya.
"aahhhhhsss...." desa*Han Zhang Ziyi saat ujung tumpul benda itu benar-benar bersentuhan, nafasnya terasa berhenti, rasa nikmat menjalar saat tangan nya membantu benda itu bermain di bibir celah nya dan perlahan benda itu sedikit tertelan di iringi desa*Han dan bibir sedikit terbuka dari Dewi Zhang.
Hal itu membuat Zhi Yuan tersadar dan terperanjat sedikit mengangkat tubuh nya, membuat milik nya tercabut, namun kaki kiri Zhang Ziyi sudah menahan nya, membuat posisi nya masih menempel.
"Yi'er... jika kau hanya berpura-pura tidak perlu sejauh ini," ucap Zhi Yuan.
"Tolong maafkan aku Zhi Yuan, aku bersumpah akan menceritakan semuanya, tapi setelah kita menuntaskan ini," ucap Zhang Ziyi.
Keduanya masih berpelukan namun tangan wanita itu kembali memposisikan benda Zhi Yuan, hingga kepala benda itu kembali mulai tertelan celah nya yang sudah begitu licin dibanjiri cairan.
"Tekan!" bisik Dewi Zhang Ziyi dan tangan kirinya menekan bokong Zhi Yuan membuat benda itu tertelan sedikit demi sedikit.
"aahhhkkkkk.... aaahhhh... aaaahhh," pekikan dan desa*Han wanita itu mengiringi setiap nafas nya.
__ADS_1
Benda Zhi Yuan terhenti karena tertahan oleh lapisan di dalam celah itu.
"Yi'er... apa ini pertama kalinya untuk mu?" tanya Zhi Yuan.
"Diamlah, dan pecahkan saja selaput pengganggu itu!" ucap Zhang Ziyi dan kini kedua tangannya sudah menarik bokong Zhi Yuan dan membuat benda itu benar-benar tertanam meski tidak seluruh nya, namun benda itu sepenuhnya sudah merobek penghalang tadi.
"aahhkkkkk....." pekikan kencang terdengar dari bibir merah bercampur darah Zhang Ziyi, setetes air mata bergulir dari sudut wanita itu.
"diamkan sebentar! milik mu ini terlalu besar," ucap wanita itu menggigit ujung kiri bibir bawahnya untuk meredam rasa sakit itu.
Zhi Yuan hanya berdiam, dan mengelus wajah Zhang Ziyi yang dipenuhi keringat, membuat wanita itu sedikit tenang. keduanya kini saling menatap, dan pandangan wanita itu kearah tubuh mereka sudah menyatu sepenuhnya,
"Masih sedikit perih," bisik Zhang Ziyi sambil menggigit bibir bawahnya,
"Apa sekarang kau sudah melihat kepura-puraan ku ini? apa kau puas? sekarang berbanggalah karena kau baru saja mengambil kesucian seorang Dewi langit," ucap Zhang Ziyi dan menarik kepala Zhi Yuan dan mereka berciuman dengan buas.
Zhi Yuan mulai bergerak pelan membuat rasa perih itu berganti rasa geli dan nikmat bersamaan membuat Zhang Ziyi memejamkan matanya menikmati sensasi indah untuk pertama kalinya.
Aroma keringat dan cairan dari perseng*gamaan memenuhi udara di dalam segel dewa itu, membuat Bira*hi kedua semakin berkobar, perlahan tubuh bagian bawah Zhang Ziyi bergerak mengikuti gerakan Zhi Yuan, ciuman bibir Zhi Yuan di lehernya membuat wanita itu semakin berair dan cairan licin semakin memudahkan gerakan nya, dan kini erang*an nya semakin sering terdengar, Zhi Yuan juga mulai mengikuti gerakan dengan pelan, namun Zhang Ziyi seperti nya sudah di ujung kenikmatan nya, tubuh nya bergerak kasar, kepalanya mendongak, sehingga otot leher nya yang kurus terlihat dengan cekungan yang dibanjiri keringat. Kedua tangannya memegang bokong Zhi Yuan seperti mengatur gerakan pemuda itu sesuai keinginannya, dan semakin cepat dan kencang.
"aaahhhhhsssss......" jeritan panjang Zhang Ziyi dan menekankan bokong Zhi Yuan dalam-dalam, di ikuti dengan tubuh nya yang berkedut-kedut.
__ADS_1
"aahhh.... aahhh...," Dewi Zhang Ziyi mengatur nafasnya, matanya masih terpejam meresapi sisa-sisa kenikmatan nya.
.