Legenda Penjaga Gerbang Timur

Legenda Penjaga Gerbang Timur
Ch. 8


__ADS_3

Sekte Pedang Langit, adalah sekte terbesar kedua di Kerajaan Yuan, memiliki tiga ribu murid, dan Sekte Pedang Langit memiliki dua pedang pusaka tingkat dewa, yaitu pedang pasangan, Pedang Matahari dan Pedang Bulan, jika keduanya di gabungkan tehnik ini akan membentuk tehnik pedang langit, yang hanya bisa ditandingi oleh pusaka tingkat dewa lain nya, namun sayangnya dalam lima ratus tahun terakhir, kedua pedang ini tidak pernah memiliki tuan nya di waktu bersamaan.


Pusaka dewa inilah yang membuat sekte ini menjadi incaran dari anak-anak bangsawan, dan keluarga kerajaan, biaya yang mahal membuat sekte ini sedikit mempunyai murid dari kalangan bawah.


Xu Guang Zhou mulai masuk di tingkat dasar di sekte Pedang Langit karena usia mereka 12 tahun, wajah nya cukup tampan, penuh semangat, sorot mata yang tajam, pembawaan selalu sopan membuat teman-teman sungkan mengajak nya bermain. sedangkan Xiao Ling yang berusia sama sudah bisa melanjutkan ke ranah pendekar menengah karena sudah memiliki Dantian terbuka.


Kemampuan keduanya begitu mencolok, Xu Guang Zhou begitu terampil dalam tehnik pertarungan, dan Xiao Ling begitu cerdas dalam memahami rahasia-rahasia dan kelemahan dari kitab tehnik pertarungan, meski tidak terlalu terampil saat mempraktekkannya seperti halnya Xu Guang Zhou.


Sudah sebulan keduanya belajar di sekte Pedang Langit, namun Xu Guang Zhou tidak pernah bisa melupakan kejadian yang di alami di hutan beberapa bulan yang lalu.


Bocah kecil itu membuka matanya setelah menyelesaikan teknik dasar pengaturan nafas nya, di bawah pohon chimery kuning jauh di bagian belakang sekte Pedang Langit.


"Anak itu tidak menangis saat di ancam oleh perampok itu, tidak.... dia bahkan tidak terlihat ketakutan sedikit pun, atau terkejut saat membunuh majikannya," batin Xu Guang Zhou


"aahhh.... mata itu begitu mengganggu pikiran ku," guman Xu Guang Zhou sambil menjambak rambutnya.


"apa yang mengganggu pikiran mu?" ucap seorang pria yang tiba-tiba sudah berdiri di samping nya.

__ADS_1


"Paman, tidak, maksud ku Tetua Kedua, hormat," ucap Xu Guang Zhou dan berdiri sambil membungkuk, di dalam sekte semua orang memanggil Yang Yu Feng sebagai tetua kedua.


Yang Yu Feng menatap jauh Langit yang gelap,


"Zhou"er, apa kau memikirkan bocah budak itu? semenjak kejadian itu kau lebih sering merenung, dan tidak fokus pada latihan mu," ucap Yang Yu Feng


"Tidak tetua, aku hanya," ucapan Xu Guang Zhou terputus karena Yang Yu Feng sudah memotong nya.


"Berhenti memikirkan hal lain, kewajiban mu saat ini hanya berlatih, perkuat pondasi mu dahulu, berlatih lah di kolam lumpur beruap di kaki bukit Jingyang, dan malam nya telan satu butir pil ini, lakukan dua hari sekali. botol ini berisi 100 butir pil, aku akan kembali setelah pil ini habis," ucap Yang Yu Feng dan menyerahkan sebuah botol keramik dengan penutup kain berwarna merah.


"Terimakasih Tetua Kedua, aku akan mengikuti perintah Tetua," ucap Xu Guang Zhou sambil membungkuk.


"Ingatlah baik-baik zhou'er, kau adalah satu dari lima pemilik tulang naga di Kekaisaran Qing, kau ditakdirkan menjadi pemimpin, apa kau pernah mendengar bahwa kaisar Qing terdahulu, memiliki tulang yang sama dengan mu, namun tidak dengan keturunan nya, aku berharap kau bisa menjadi orang besar kelak," ucap Yang Yu Feng.


"Aku akan berusaha Tetua," ucap Xu Guang Zhou menganggukkan kepalanya dengan wajah begitu mantap.


"Hahaha... itu bagus, berlatih lah, dan aku tidak akan melarang mu berteman dengan bocah budak itu, hanya saja berhati-hatilah, aku melihat kelicikan di mata tenang nya, dia memang tidak berguna dalam kultivasi, tapi mungkin bisa membantu mu untuk dekat dengan Kuil Suci Teratai emas, di tempat itu ada banyak tempat sumber daya yang mungkin berguna untuk mu," ucap Yang Yu Feng dan meninggalkan Xu Guang Zhou.

__ADS_1


Namun lagi-lagi langkah Yang Yu Feng terhenti, wajahnya terlihat sedikit ragu,


"aku tidak yakin dengan hal ini," guman Yang Yu Feng pelan namun Xu Guang Zhou dapat mendengar nya.


Yang Yu Feng mengeluarkan sebuah lencana yang seperti terbelah, dan menyerahkan pada Xu Guang Zhou.


"Dengarkan baik-baik paman mu ini, benda ini adalah pemberian teman paman, paman sepakat menikahkan mu dengan Puteri nya, tapi untuk sekarang lupakan tentang hal ini, belajar lah yang keras, dan juga kau bisa membuang benda itu jika kau tidak menyukai gadis itu, yang terpenting untuk ku agar kau dapat berbahagia kelak," ucap Yang Yu Feng.


"Tapi Paman kenapa paman memberikan benda ini jika ingin aku fokus pada latihan ku?" tanya Xu Guang Zhou.


Yang Yu Feng tersenyum,


"bagus.... kau sudah tahu tujuan utama mu, paman hanya ingin kau tahu, bahwa kau sudah Paman anggap sebagai putera Paman sendiri, sehingga kau akan berbakti pada Paman," ucap Yang Yu Feng.


Yang Yu Feng setengah berlutut dan memeluk Xu Guang Zhou, dan bocah itupun memeluk tubuh pria paruh baya itu,


"aku pasti akan berbakti seperti aku berbakti pada orang tuaku," ucap Xu Guang Zhou.

__ADS_1


Yang Yu Feng hanya mengangguk, mata nya terpejam sambil tersenyum,


"aku hanya meyakinkan jika ular yang ku beri sayap, akan selalu mempercayai ucapan ku daripada mempercayai ucapan dewa sekalipun, lagipula perjodohan itu sangat tidak penting bagiku," batin Yang Yu Feng merasa senang.


__ADS_2